Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Pindah


__ADS_3

Keesokan harinya Aldi mengutarakan keinginannya yang ingin langsung membawa keasa pindah ke rumah lamanya, berharap keluarga besar Fadila tidak melarang keinginan mereka sebab Aldi tidak ingin ada campur tangan siapapun dalam kehidupan berumah tangganya kali ini.


Setelah sarapan selesai dan semua keluarga berkumpul di ruang keluarga,Aldi mulai membuka suara , sedangkan keasa berharap besar kalau keluarganya menolak keinginan Aldi.


"Ayah,bunda,papih dan mamih . Aldi ingin meminta izin untuk membawa keasa kerumah ku hari ini,Aldi tidak bisa meninggalkan rumah terlalu lama,dan Aldi pun ingin kembali mandiri bersama keasa,apa kalian mengizinkan?"


Semua keluarga tidak merespon atau menolak keinginan Aldi berlebihan,toh rumah mereka masih berada di perumahan yang sama, meskipun lokasinya agak sedikit jauh dari rumah elit milik kakek Damar .


"Mas bagaimana?" tanya Kenan pada kakaknya


"Kalo aku sih kasih izin,lagian Deket juga,cuma kalian harus sering-sering kesini dan bawa cucu ayah . kalo kalian sibuk , titipkan saja cucu kami kemari" sahut Kevan


"Bunda setuju kalau kalian mau pindah,kalian juga harus saling beradaptasi dan membiasakan kebiasaan baru. Jangan lupa kalian harus saling membahagiakan" nasihat Kirana pada keduanya


"Mami cuma pesan sama keasa dan Aldi,kalian sudah dewasa kami yakin kalian bisa menyelesaikan setiap permasalahan dengan bijak,benar kata bunda kalian harus saling membahagiakan" ucap keasa menimpali ucapan Kirana.


"Alhamdulillah,Aldi akan ingat semua pesan kalian, terima kasih sudah mengizinkan Aldi untuk membawa keasa,dan rencananya siang ini aku akan langsung membawa keasa pulang kerumah"


"Tentu saja nak,kee. Ko kamu diam saja apa anak papi tidak senang akan pindah rumah?"


"Hmmh bukan gitu Pi,aku cuma sedih saja hampir seluruh hidupku di sini dan kini aku harus meninggalkan rumah ini" ucap keasa berkaca-kaca


"Adu du. Anak papi kok jadi cengeng banget, ingat loh kamu sudah jadi istri dan juga ibu,urus mereka dengan baik jangan mengecewakan kakak kamu di atas sana ya!"


"Iya Pi,kee Kan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik"


"Pinter anak papi"


**

__ADS_1


Setelah juhur Aldi dan keasa sedang merapikan bawaan yang akan dibawa oleh Keasa.


"Mas,apa aku perlu membawa semua ini?" tanya Keasa sambil menunjuk berbagai macam benda yang ada di kamarnya


"Tidak perlu,bawa barang seperlunya saja,kalo ada yang kurang kan Deket bisa ambil langsung kesini " sahutnya dingin


"Baiklah"


Akhirnya keasa pun hanya membawa beberapa pasang pakaian,sendal dan sepatu miliknya,tak lupa peralatan makeup milikk keasa. Untuk buku buku dan yang lainnya,Aldi bilang kalau di rumahnya ada perpustakaan, jadi hampir semua buku berkaitan dunia medis ada disana,karena Aldi mempelajari semuanya.


Setelah berpamitan mereka pun sampai dikediaman Aldi, tempat yang tidak ingin Aldi tinggalkan karena dirumah itu terdapat kenangan yang tidak ingin Aldi lupakan. Saat masuk ke rumah itu hal pertama yang keasa lihat adalah pigura foto Aldi dan Keana yang cukup besar dan itu menjadi fokus utama ketika orang masuk ke dalam rumahnya.


Keasa masih sedikit mematung dan suasana rumah yang akan dia huni ,namun entah sampai kapan hanya tuhan yang tau . Supir pribadi Aldi membantu membawa bawaan keasa sedangkan Aldi langsung masuk kedalam kamarnya,keasa masih duduk diam dengan Maika di atas pangkuannya,dia bingung harus pergi ke ruangan mana.


"Bu,ini koper dan tasnya saya taruh dimana ya?" tanya pak Mamat supir dirumah Aldi


Keasa sedikit bingung,karena dia tidak ingin lancang menyuruh pak Mamat membawa koper miliknya ke kamar pribadi milik Aldi dan Keana.


"Baik Bu,"


Pak Mamat pun membawa koper milik keasa ke dalam kamar tamu,papar tidak melakukan banyak pertanyaan meskipun dia heran harusnya nyonya baru rumah itu berada di kamar utama,bukan kamar tamu.


Aldi sudah memperkerjakan seorang baby sitter yang akan membantu keasa merawat Maika, meskipun sebenarnya Maika bisa melakukannya tanpa bantuan baby sitter. Tubuh keasa begitu lelah,ditambah Maika sejak tadi tidur di pangkuannya.


"Mbak Yuni ,tolong bawa Maika ke kamarnya,dia sudah tidur. Saya akan beristirahat sebentar,badan saya begitu lelah" ucap keasa memberikan perintah pada baby sitter Maika


"Baik Bu"


Yuni pun membawa Maika ke kamarnya, sedangkan keasa melangkahkan kakinya ke kamar tamu. Kamar itu cukup luas dan rapih, sepertinya keasa akan nyaman tinggal di kamar itu. Keasa terlelap mungkin dia benar-benar lelah bahkan suara dengkuran halus pun mengiringi tidur nyenyak nya.

__ADS_1


Pukul 5 sore Aldi turun dari kamarnya, suasana nampak sepi ,dia berkeliling mencari keasa namun yang dia lihat hanya Maika yang sedang makan sore dengan mbak Yuni,pak Mamat yang sedang menyiram tanaman dan Bi Susi yang merapihkan cucian kering.


"Bi, apa bibi melihat keasa?" tanya Aldi pada bik Susi


"Eh bapak, sepertinya ibu ada di kamar tamu,sejak siang ibu belum keluar dari kamar mungkin kelelahan" sahut bi Susi


"Baiklah, terima kasih ya bi"


"Sama-sama pak," bi Susi nampak menggelengkan kepalanya sedikit karena pengantin baru itu bersikap aneh,suami istri tapi tidurnya terpisah.


Aldi pun menuju ke kamar tamu,dia mengetuk namun tidak ada jawaban akhirnya Aldi masuk begitu saja,namun di dalam kamar itu dia tidak mendapati keasa,sampai suara pintu kamar mandi terbuka. Keasa baru selesai mandi dengan pakaian yang utuh,karena dia berganti baju disana.


"Mas Aldi ada apa?" tanya Keasa heran karena Aldi yang tiba-tiba ada dikamar itu.


"Kenapa kamu disini,kamu akan satu kamar dengan saya bawa saja barang-barang kamu ke lantai atas,di selah kamar utama itu terhubung dengan kamar Maika,agar kamu leluasa menjaganya"


"Apa tidak apapa mas,tidur disini pun aku nyaman ko,kamar ini cukup luas,masalah Maika aku akan mengurusnya dengan baik"


"Jangan ngaco kamu,kalau tiba-tiba orang tua kamu dan Keana datang namun tiba-tiba melihat kita berpisah kamar kamu pikir mereka tidak curiga. Pindah saja ke kamar atas namun jangan sedikit pun merubah apa yang ada di kamar itu" ucap Aldi dingin


"Baiklah mas,"


Aldi keluar kamar sedangkan keasa menuju lantai atas,dia perlahan membuka kamar aldi,. Sesampainya disana kamar besar itu lagi-lagi dipenuhi pigura foto Aldi dan Keana , seketika keasa tersenyum miris. Kemudian iya menuju ruang khusus pakaian disana ada lemari besar yang sudah terisi pakaian Aldi dan keana. Keasa bingung harus menaruh baju miliknya dimana sedangkan Aldi menyuruh keasa tidak merubah apapun, begitu pun meja rias yang masih dipenuhi barang-barang milik Keana.


"Aku kesulitan menaruh barang-barang milikku,aku taruh koperku di kolong tempat tidur saja ,nanti aku tanya mas Aldi saja"


**


Bantu like dong udah lama aku ngga masuk ranking haha se ikhlasnya aja.

__ADS_1


Tapi jangan lupakan like dan komen 😁❤️


__ADS_2