Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Ternyata


__ADS_3

Keesokan harinya keana sudah kembali bertugas,hal pertama yang dia lakukan adalah mengecek keadaan IGD karena menurutnya sepi ramainya IGD adalah tolak ukur kesehatan masyarakat, entahlah kenapa dia bisa beranggapan seperti itu.


Saat kakinya melangkah ke IGD ternyata pasien disana cukup banyak, menurutnya ini adalah pertempuran sebenarnya. Keana kembali keruangan, memeriksa data pasien yang ia tangani, untuk selanjutnya memeriksa secara langsung bersama suster yang akan mendampingi.


Disudut lorong gadis periang nan berisik berlari kearah keana yang akan memulai aktivitasnya,ya dia adalah Keasa. Seolah tak pernah habis batre ditubuhnya,ada saja hal yang akan dia katakan dan anehnya itu menjadi mood booster.


"Kakakkkkkkkkk ," teriak keasa dari ujung sana


Keana hanya menggelengkan kepalanya.


"Ini rumah sakit keasa ,jangan teriak-teriak seperti itu,suaramu mengganggu," sahut keana pada adik sepupunya


"Ya maaf, akhirnya aku bisa ketemu kakak lagi, setelah sekian purnama," ucap keasa penuh drama


"Lebay kamu,sehari libur udah kaya sewindu,"


"Memang begitu,sehari tak bertemu kakak, bagaikan bertahun lamanya,"


"Ya Allah keasa,kamu sarapan apa si pagi ini?,"


"Hhhmmhhh,nasi goreng mamih Larisa hehe," sahutnya dengan nyengir kuda.


"Ahhh pusing aku ngobrol sama kamu, mendingan aku tugas saja,"


"Yaelah kakak,masih pagi kali rajin amat periksa pasien,lagian rumah sakit ini milik kita jadi santuy saja,"


"Kamu ya kalo ngomong sembarangan aja, keselamatan dan kesehatan pasien harus diutamakan,jangan mentang-mentang rumah sakit ini milik keluarga lantas kita mengabaikan mereka," sahut keana menasehati keasa.


"Baik kakak ku,oiya siang nanti ada pertemuan di aula Rumah Sakit,katanya penyambutan dokter baru, kamu datang ya siapa tau ada yang nyantol,"


"Baiklah nanti aku usahakan datang, soalnya pekerjaan ku hari ini banyak sekali,"


"Baiklah,take care kak,"

__ADS_1


Keana kembali pada aktivitasnya,satu persatu Pasien yang sudah ia bedah diperiksa perkembangan kesehatannya,ada yang sudah pulih,proses pemulihan bahkan kesehatannya menurun,suka duka menjadi dokter adalah tergantung kesembuhan paseinnya .


Setelah jam makan siang semua dokter berkumpul di aula Rumah Sakit,mereka akan menyambut dokter baru yang baru saja bergabung di RS Fadila ,dari usianya mereka masih muda semangat untuk bekerja masih terbilang level tinggi. Keasa sudah duduk dibarisan paling depan bersama Papih dan Ayah dan juga kakeknya. Usia Kevin kini tidak muda lagi,bahkan dia sudah sakit-sakitan begitu juga dengan Nadya,namun mereka masih semangat untuk memantau rumah sakit.


Satu persatu jajaran rumah sakit memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada beberapa dokter baru,harapan mereka bisa bekerjasama untuk menyembuhkan pasien yang sakit. Setelah pemilik Rumah Sakit memberikan sambutan,datanglah Keana dengan hijab peach , kacamata yang tidak lepas ia gunakan tak lupa jas tugasnya ah gadis itu manis sekali, dokter muda yang melihatnya nampak terpesona,namun keana mewarisi sifat cuek Kevan jadi gadis itu terlalu menghiraukan tatapan kagum mereka.


Keasa yang menyadari kehadiran keana pun langsung menyuruhnya untuk duduk disebelahnya,dan terpaksa dia menuruti, setelah mencium tangan kakek,ayah dan papih nya dia duduk disebelah Kevan.


"Kenapa baru datang kak?," tanya Kevan pada putrinya


"Banyak pasien yah,jadi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dulu," sahut keana.


"Kakak sudah makan siang?," tanya kembali Kevan


"Belum yah,tadi aku langsung kesini,"


"Kamu kebiasaan selalu menunda makan,ayah tidak suka kamu lebih mementingkan kesehatan orang lain,tapi kesehatan kamu sendiri diabaikan," ucap Kevan dengan suara kecil namun masih bisa didengar keana.


"Iya ayahku sayang,habis ini aku makan siang yang banyak," sahutnya untuk menyenangkan sang ayah


"Pantas saja tidak ada yang menghalo saat dia mengambil tindakan ternyata dia salah satu pewaris RS ini,hhmhhhh," gumamnya dalam hati


Saat dr. Aldi sedang asik dengan dunia,salah satu teman sejawatnya memperhatikan Aldi.


"dokter Aldi kenapa tatapan matanya kearah dokter keana terus,naksir ya?," goda salah satu dokter senior perempuan


"Hah ti...dak,ko tidak," sahutnya gugup


"Jujur saja,sejauh ini dokter keana masih yang terbaik diresiden kamu,dia satu team dengan kita dokter Al," ucap Dokter Mala memberikan informasi


"Namanya keana,dia juga satu residen dengan ku,hhhm menarik," gumam dr.Aldi


"Yah dia melamun lagi,tenang saja dia masih singgle kok,tapi sepertinya tidak akan mudah mendapatkan Anak emas dari keluar Fadila, dengar dengar pak Kevan sangat protektif terhadap anak-anaknya,jadi kamu harus berjuang lebih keras untuk mendapatkannya," celoteh dokter Mala yang membual dokter Aldi tak habis pikir dengan apa yang dikatakannya.

__ADS_1


"Dokter Mala terlalu berlebihan,niat saya murni untuk bekerja disini,masalah jodoh saya serahkan pada yang di atas," sahutnya bijak


"Yang diatas apa dok,genteng? usaha juga dong jangan cuma berpangku tangan saja,"


Rasanya dokter Aldi ingin berpindah tempat dan menjauh dari dokter wanita yang tidak lagi muda ini, bagaimana bisa dia se akrab ini dengan orang yang baru beberapa kali ditemuinya,apalagi lawan jenis,sungguh dokter Mala sangat ramah terhadap semua orang.


**


Pertemuan dibubarkan keana segera pergi ke kantin rumah sakit untuk makan siang,kali ini dia pergi sendiri setelah mengantarkan kepergian orang tuanya untuk kembali bekerja, sedangkan Keasa pun sibuk dengan pasiennya. Saat keana sedang menyantap makan siangnya,Aldi mencoba menyapa sekaligus ingin meminta maaf perihal kesalahpahaman.


"Boleh saya duduk disini," ucap Aldi pada dokter keana yang sedang menyantap makan siangnya.


Keana mendongak ke arah Aldi,dan mempersilakannya.


"Silahkan," sahutnya singkat.


"Hmmmh orang yang menarik," ucap Aldi dalam hatinya


Keduanya makan dengan hikmat,keana dan Aldi tidak suka makan sambil berbicara jadi mereka punya kesamaan yang unik. Setelah selesai makan,Aldi membuka pembicaraan.


"Dokter keana saya mau minta maaf perihal kesalahpahaman saya kemarin,saya tidak tahu kalau anda adalah salah satu dokter dirumah sakit ini,"


Keana tersenyum tipis mengingat kejadian kemarin, laki-laki yang berani menegurnya Tanpa mencari tahu terlebih dahulu .


"Masalah itu? tidak apa-apa dok,saya yang salah harusnya saya juga tidak bersikap gegabah apalagi itu bukan jam kerja saya,saya pun minta maaf karena sedikit mengabaikan kata-kata dokter kemarin,karena saya sedang khawatir dengan pasien yang pingsan,"


"Perkenalkan saya Aldi Mahawira,saya dokter bedah di rumah sakit ini," ucapnya memperkenalkan diri


"Dokter sudah tau saya? saya keana Fadila kita satu team ternyata.


Keduanya mulai mengakrabkan diri,mereka mengobrol sedikit banyak tentang pengalaman menjadi seorang dokter,sampai akhirnya mereka kembali pada aktivitasnya.


***

__ADS_1


Like komen dan Vote ya 😁


Jika menemukan typo tolong komen ya hehe


__ADS_2