Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Kembali


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan,kenapa kalian menangis bersama?," ucap Nadya penasaran


Ketiganya langsung berhamburan memeluk Nadya,wanita kuat dan tegar yang memiliki hati lapang dan kuat, seorang wanita yang akan selamanya dicintai oleh ketiganya.


"Kalian kenapa si,jangan buat mamah penasaran deh,"


Ketiganya kompak menggelengkan kepalanya,lalu serentak mengucapkan kata manis.


"We love you mom,"


Nadya malah mengernyitkan dahinya,semakin tak mengerti dengan tingkah ketiganya.


"Ya mamah tau itu,sekarang yang lebih penting adalah keberadaan Kirana,mama sudah tau dimana dia sekarang," ucap Nadya membuat ketiga tersenyum.


"Sebaiknya kita susul Sekarang mah,Kevan sudah tidak sabar ingin menemuinya saat ini juga," ucap Kevan antusias


"Jika mengingat kebodohan mu rasanya begitu pahit untuk Kirana menerima mu kembali,tapi cobalah berjuang," ucap Nadya penuh makna.


"Sekarang katakan dimana istriku berada mah?,"


"Jangan terlalu terburu-buru,Kirana sedang menenangkan pikirannya,tadi mamah berhasil menelponnya,dia bilang Minggu besok akan kembali ke Jakarta,"


"Jadi?," tanya Kevan penasaran


"Jadi dia tidak menginginkan kita menyusulnya kesana, cobalah hargai keinginannya,karena Kirana juga butuh sendiri,"


Kevan yang mendengar hal itu seolah hilang semangat,dia tidak berdaya dan ingin rasanya menyusulnya kesana,namun ia pun takut jika Kirana akan semakin menjauh.


"Kevan, dengarkan mamah baik-baik. Jangan pernah mengikuti hawa nafsu mu saat sedang marah, belajar lah menjadi tenang dan jangan mengambil sikap atau keputusan dalam keadaan marah,karena hal itu hanya akan menciptakan penyesalan. Kamu mengerti?," ucap Nadya menasehati anaknya.


"Betul yang mamah mu ucapkan Kevan,karena papah pernah menjadi seseorang yang mengambil keputusan dalam keadaan marah, sampai akhirnya mama kalian meninggalkan papah karena keegoisan papa,dan itu berhasil membuat papah menyesal. Entah apa yang terjadi saat ini jika mamah kalian tidak memaafkan papah," ucap Kevin menimpali ucapan istrinya

__ADS_1


"Kenan semakin belajar dari kehidupan kalian semoga kelak aku bisa mengambil hikmah dari kejadian ini,dan berusaha tidak melakukan kesalahan, meskipun pada dasarnya manusia tidak luput dari salah,"


"Kamu harapkan kami Ken, bersikap lah sebijaksana mungkin,,"


Mereka berempat saling berpelukan,mencoba menyatukan energi untuk saling menguatkan dan saling mendukung dalam segala situasi.


***


1 Minggu kemudian Kirana sudah kembali dari desa,dia bersama pak Maman dan bi Mimin kembali kerumah lama Kirana. Perasaanya sudah lebih baik dari sebelumnya,dia berharap bahwa kemarin adalah air matanya yang terakhir.


Kirana bertekad ingin merubah kepribadiannya dia tidak ingin terlihat lemah lagi,dia ingin menguatkan dirinya sendiri bahwa tidak ada yang bisa membuatnya menangis selain dirinya sendiri,tiada yang bisa membuatnya bahagia selain dirinya sendiri dan mulai saat ini dia tidak ingin mengantungkan segala hal pada orang lain,ia akan berusaha menata hidupnya kembali,bahkan kini ia sudah merubah penampilannya dengan berhijab,sangat cantik.


Kirana mulai merapikan barang-barang miliknya,dia tidak ingin terpuruk terlalu dalam,jika pun klak dia harus berpisah dengan Kevan ,dia sudah ikhlas dan akan menerimanya dengan lapang dada. Hari ini dia akan pergi ke kafe karena sudah lama ia tidak melihat keadaan kafenya secara langsung.


Semenjak kesalahpahaman,Dwi merasa sangat bersalah setelah mengetahui kejadian sebenarnya,Kirana sengaja menutupi hali itu dari kedua sahabatnya,karena Kirana tidak ingin membuat keduanya khawatir,dan berkali-kali Dwi meminta maaf pada Kirana,namun dengan santai Kirana tidak mempermasalahkan hal itu,karena dia sadar setiap yang terjadi adalah kehendak yang maha kuasa.


Kirana sudah memberi tahukan kepulangannya pada Nadya,dan keesokan harinya Nadya berniat untuk menemui menantunya bersama Kevan dan Kevin, atas nama keluarga ingin meminta maaf dan mencoba memperbaiki semuanya.


Langkah demi langkah dengan iringan zikir dalam hatinya ia lantunkan, berharap apapun yang terjadi Kirana sudah pasrah,dia akan berusaha tawakal dan ridho atas ketentuan yang maha kuasa.


Saat langkah itu masuk menuju ruang tamu semua mata tertuju pada Kirana,wanita itu semakin cantik dengan hijabnya,Kevan yang melihat hal itu tertegun dan sangat ingin memeluk wanitanya. Namun Kirana hanya menunduk setelah mengucapkan salam,bahkan ia pun menyalami ketiganya termasuk Kevan,yang tidak lagi menolaknya.


"Assalamualaikum ,pah, mah,mas Kevan," ucap Kirana memberikan salam pada ketiganya


"Wa'alaykumussalam," sahut ketiganya


"Sayang kamu cantik sekali,sampai pangling mama melihatnya,"


"Alhamdulillah,terima kasih mah atas pujiannya,"


"Bagaimana kabar mamah dan keluarga?,"

__ADS_1


"Alhamdulillah,kami semua dalam keadaan baik sayang,kamu sendiri bagaimana?,"


"Kirana Alhamdulillah mah baik,atas izin Allah,"


Kevan yang mendengar Kirana berbicara ia hanya menundukkan kepalanya,dia semakin merasa bersalah.


"Sayang kami datang kesini dengan sebuah maksud,kami berharap kamu menerima kedatangan kami ,"


Kirana yang sedari tadi menunduk,ia pun mengangkat kepalanya dan mulai mempersilahkan mereka menyampaikan maksudnya.


"Dengan senang hati Kirana menyambut mamah dan keluarga,dan Kirana akan mendengarkan apa yang ingin mama sampaikan,"


"Terima kasih sayang,"


"Bang,apa kamu mau mengatakannya sendiri?," ucap Nadya pada putranya


Kevan pun mengangguk.


"Sampaikan lah," ucap Nadya kembali.


Dengan penuh kegugupan Kevan membuka kata perkata untuk menyampaikan maksudnya.


"Sebelumnya mas,mau minta maaf sama kamu,atas semua sikap mas yang membuat kamu sakit hati. Mas menyesali apa yang sudah mas lakukan sama kamu,dan saat kamu pergi dari rumah rasa penyesalan dan rasa takut kehilangan kamu semakin dalam. sayang mas berharap kamu bisa memaafkan mas,dan kita bisa kembali kerumah kita lagi,"


Kirana terdiam mendengar ucapan kevan, sejujurnya jika dia mengingat perlakuan Kevan sebelumnya,seolah membuka luka lama,dan setiap Kevan bersikap acuh dan dingin terhadapnya luruh lah airmatanya. Dengan berat hati Kirana membuka suara.


"Mas Kevan,Kirana sudah memaafkan mas jauh sebelum mas memintanya. Namun untuk kembali kerumah mas Kevan rasanya aku belum bisa, terlalu banyak luka disana,dan aku hanya wanita biasa yang berhak untuk kecewa, Mas sebaiknya kita introspeksi diri,mungkin aku bukan yang terbaik untuk mas Kevan, terlalu banyak kekurangan yang kumiliki dan aku tidak bisa menyeimbangi cara kamu menjalani hidup,aku akan belajar mengikhlaskan semuanya,karena sejak awal hubungan kita memang tidak cukup kamu terima," ucap Kirana panjang lebar yang membuat ketiganya terkejut dengan ucapan Kirana.


Kevan yang mendengar hal itu merasa teriris hatinya, mungkinkah Kirana akan menolaknya,apakah ia akan menerima sebuah karma dari perbuatannya. Entahlah.


***

__ADS_1


__ADS_2