
"Kak,kamu sudah kembali?," ucap Kirana bertanya pada suaminya
"Kalau aku sudah dihadapan mu berarti aku sudah kembali!," sahut Kevan dengan nada tinggi
"Maafkan aku, Kalau aku salah bicara," ucap Kirana menundukkan kepalanya
Ketika Kevan akan pergi ke kamar mandi tiba-tiba Kirana menghalangi jalannya,dan dengan kasar Kevan membentak Kirana,hal itu membuat Kirana bersedih dan tidak tau kenapa suaminya kembali seperti awal pernikahan mereka.
"Ahh ..kau ini kenapa menghalangi jalanku,cepat minggir dari situ menjengkelkan sekali!," ucap Kevan yang setengah mendorong Kirana
Kirana merasa tersentak dan langsung keluar dari kamar utamanya. Dengan sekuat tenaga Kirana menahan air matanya,dia berjalan ke dapur dan menemui bi Mimin.
"Bi,nanti kalau kak,Kevan mau makan tolong siapkan masakan yang tadi saya buat,kalau pun tidak kalian habiskan saja," ucap Kirana dengan suara pelan
Bi Mimin yang memahami bahwa telah terjadi sesuatu antara keduanya,ia hanya mengikuti apa yang diperintahkan Kirana .
"Apa neng Kirana tidak makan?,"
__ADS_1
"Tidak bi,saya sudah kenyang,"
"Tapi kan,neng Kirana belum makan apa-apa,neng hanya masak saja setelah pulang dari kafe,makan dulu ya neng," bujuk Kirana meminta majikannya makan.
"Tidak bi,aku tidak lapar. Aku akan istrirahat saja, kebetulan aku lelah seharian di kafe,"
"Baiklah neng, selamat beristirahat,"
Kirana pun meninggalkan dapur,dan ia segera menuju ke kamar tamu yang ada disebelah kamar utamanya. Kirana menangis dibawah selimut tebalnya,dia berusaha meredam tangisnya agar tidak terdengar oleh siapapun. Dan benar saja,suara tangisan Kirana begitu sunyi.
Kevan pun langsung keluar dari kamarnya dan mencari istrinya,namun seseorang yang kevan cari tidak ada.
"Mas,Kevan mau makan ya,tadi neng Kirana sudah masak,katanya kalau mas,lapar saya diperintahkan menyiapkan makanan untuk mas,Kevan," ucap Bi Mimin menjelaskan
"Lalu kemana perginya istri saya sekarang bi?," tanya Kevan bertanya
"Bukannya tadi neng Kirana pamit mau istirahat ya, padahal dia belum makan," ucap Bi Mimin membuat Kevan terkejut
__ADS_1
"Apa benar istri saya belum makan?,"
"Belum mas,tadi pas pulang dari kafe saya pikir pulang sama mas,kevan. Taunya kembaran mas Kevan, setelah itu neng Kirana langsung masak ke dapur,saat mas Kevan kembali,neng Kirana baru selesai memasak," ucap Bi Mimin yang membuat Kevan semakin merasa bersalah.
"Apa tadi Kirana,pulang dengan adik saya bi?," tanya Kevan meyakinkan
"Iya mas, wajahnya mirip banget. Mas Kevan kembar identik ya?,"
"Iya bi, terima kasih ya Bi,saya akan menyusul istri saya,"
Bi Mimin hanya mengangguk dan Kevan pun segera menyusul keberadaan istrinya. Kevan sudah berada di depan kamar tamu,ada rasa ragu untuk mengetuk pintu kamar namun dia pun tidak ingin masalah keduanya berlarut-larut. Kevan mengetuk pintu kamar yang ditempati Kirana,namun tak mendapat jawaban, setelah beberapa kali akhirnya Kevan memutuskan untuk masuk dan keadaan kamar itu cukup gelap.
Kevan menyalakan lampu kamar itu,dan dia mencari keberadaan kirana. Mata Kevan tertuju pada tempat tidur,yang mana tubuh Kirana ditutupi oleh selimut. Kevan menghampirinya,dan membuka selimut yang menutupi wajah Kirana, alangkah terkejutnya Kevan yang mendapati wajah sembab istrinya yang sedang tertidur.
"Ya Allah,suami macam apa aku ini,kenapa apa sering sekali membuat istriku menangis. Maafkan aku sayang," ucap Kevan tulus
Kevan pun langsung naik ketempat tidur yang sama dengan istrinya, kemudian Kevan memeluk erat tubuh kirana. Pelukan Kevan membuat Kirana, terbangun dan entah Kirana harus bersikap apa, perasaannya sudah cukup terluka.
__ADS_1