
Kirana sungguh tidak pernah menyangka, bahwa dirinya akan menikah dengan laki-laki yang dingin, seorang laki-laki yang tidak pernah menunjukkan sikap yang ramah pada Kirana. Hari ini adalah pernikahan keduanya,dengan terpaksa Kevan menyetujui permintaan orangtuanya, meskipun dalam hatinya sangat ingin menolak.
Nadya mewanti-wanti pada putra sulungnya untuk tidak berbuat hal yang aneh-aneh,termasuk membuat kesepakatan pranikah sama seperti yang dilakukannya dulu,Nadya tidak ingin keduanya terjebak dalam hal bodoh,yang pada akhirnya mereka saling menerima.
Nadya meyakini bahwa cinta datang karena terbiasa, meskipun akan penuh rintangan pada perjalanannya nanti, apalagi kisah keduanya hampir sama dengan yang Nadya alami yaitu keterpaksaan. Namun pada akhirnya nanti nadya meyakini,sosok Kirana yang lemah lembut akan meluluhkan sikap dingin kevan.
flashback
"Menikah lah dengan cara yang benar,jangan membuat hal-hal konyol yang akan kamu sesali nanti," ucap Nadya menasehati anaknya
"Apa maksud mamah?,"
"Jangan pernah mengikuti jejak orang tuamu ,kami membuat perjanjian pranikah yang begitu sangat kami sesali,dan pada akhirnya kami sendiri yang melanggarnya. Ya, pada awalnya papah dan mamah menikah tanpa cinta namun pada akhirnya kami saling menerima. Jadi mamah harap kamu tidak melakukan hal yang sama,"
"Kenapa gerak gerik ku terbaca,baru saja aku akan mengajukan hal itu pada Kirana,tapi mamah sudah tahu lebih dulu,dan aku tidak bisa membantahnya," gumam Kevan dalam hatinya
"Baik,mah,aku tidak akan melakukan hal itu,"
"Bagus,kamu emang anak ,mamah,"
Flashback off
Akad nikah akan diselenggarakan pada pukul 3 sore, sedangkan pukul 10 pagi adalah pembukaan kafe Kirana,dalam waktu kurang dari sebulan impian Kirana sudah terlaksana untuk memiliki sebuah kafe.
Apa yang Nadya miliki hari ini tak lepas dari campur tangan orang tuanya,saham ayahnya yang dialihkan pada pembelian bangunan dan proses pembukaan kafe, semuanya atas usaha ayah kirana. Kirana berjanji akan menjalankan usaha ini sebaik mungkin,kalau perlu dia membuka beberapa cabang kafe.
Kirana memberikan nama pada tempat usaha barunya dengan nama Kafe Ayah sebuah nama yang ia dedikasikan untuk Radan, seseorang yang paling berjasa dalam perjalanan hidupnya saat ini, termasuk semua cita-cita Kirana yang secara tidak langsung ayahnya kabulkan,sosok yang tak kalah berarti dengan ibu yang melahirkannya.
Pembukaan kafe berjalan dengan lancar,semua tamu undangan menikmati jamuan yang disediakan oleh Kafe Ayah ,ucapan selamat dan karangan bunga menghiasi pelataran kafe Kirana, meskipun Kirana terbilang baru lagi tinggal di Jakarta, namun kerabat dan rekan bisnis Kevin dan Nadya ikut memberikan selamat atas undangan keduanya.
"Selamat ya sayang, akhirnya cita-cita kamu terwujud," ucap Nadya pada Kirana.
__ADS_1
"Terima kasih ,tante,ini semua berkat ,Tante,"
"Mulai saat ini kamu jangan panggil ,tante,tapi kamu harus panggil mama,karena dalam hitungan jam kamu akan menjadi anak,mama,"
"Apa tidak masalah tan?,"
"Sungguh tidak ,sayang,mama justru senang jika kamu memanggil hal mama,sama seperti Kevan dan Kenan,"
"Baiklah ,mah, terima kasih sudah menerima kirana,menjadi bagian dari keluarga mama,"
"Sama-sama sayang," ucap Nadya sambil memeluk Kirana.
Tak lama kemudian Kevin dan kedua anaknya ikut bergabung dengan Nadya dan Kirana,mereka saling memberikan selamat,termasuk Kevan meskipun dengan wajah yang sedikit masam.
**
Pukul tiga sore keluarga inti sudah ada dikediaman Kirana,disebuah perumahan minimalis yang hanya di isi oleh Kirana dan 2 pekerjanya. Kirana sudah menganggap bisa Mimin dan pak Maman adalah keluarganya,jadi hari ini hanya mereka yang mendampingi kirana. Dia sengaja tidak mengundang saudara tiri ayahnya,atau sepupu tirinya,karena memang Kirana tidak mengenal mereka.
Kirana menggunakan kebaya modern sedangkan Kevan menggunakan pakaian formal seperti pakaian yang ia gunakan untuk bekerja. Setelah kata "Sah" terucap Nadya dan keluarga besar mengucapkan rasa syukur,karena Nadya bisa menjalankan amanat neneknya Kirana,sekaligus menjaga anak sepupunya langsung.
"Selamat ya untuk kalian berdua,doa mamah dan papah yang terbaik untuk kalian. Pesan mama hanya satu ,berusahalah untuk saling menerima satu sama lain dan jangan pernah saling menyakiti," ucap Nadya memberikan nasehat
"Papah bangga sama kamu,nak,tolong jaga Kirana dengan baik,jangan pernah menyia-nyiakan wanita baik seperti dia,papah pernah menyesal karena melakukan hal itu,jadi papah berharap kamu jadi suami yang bertanggung jawab dan menyayangi istri kamu," ucap Kevin yang memberi nasehat pada anaknya.
"Selamat ya ,bang , akhirnya Abang menikah juga,jaga Kirana dengan baik,dia wanita yang cocok untuk mendampingi Abang, seperti kata papah dan mamah cobalah saling menerima, meskipun tidak mudah aku yakin Abang bisa,"
Kevan hanya terdiam sambil mengangguk menerima nasehat dan ucapan selamat dari kedua orangtua dan juga adik semata wayangnya, entahlah apakah Kevan bisa menjalankan perannya dengan baik sebagai suami dari Kirana .
Acara sudah selesai,Kevan tidak ikut pulang dengan keluarganya,Nadya menyuruh Kevan untuk menginap dirumah istrinya. Nadya sengaja memberikan waktu kepada keduanya untuk saling mengenal, meskipun Kevan sempat menolak,namun akhirnya dia setuju untuk menginap dirumah Kirana.
Kirana menunjukkan kamarnya pada Kevan, untuk pertama kalinya Kirana akan menjalankan perannya sebagai seorang istri, meskipun masih menerima penolakan dari Kevan,namun Kirana bertekad akan menjadi istri yang baik dan akan berusaha membuat Kevan menerima pernikahan ini.
__ADS_1
"Kak,air hangat nya sudah aku siapkan, sekarang Kaka mandi lebih dulu," ucap Kirana pada suaminya
Kevan menjawab tanpa suara hanya anggukan dan Kevan langsung menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Kirana. Saat Kevan sedang mandi,Kirana menyiapkan baju Kevan yang sudah dibawa oleh Nadya dalam koper. Kirana menyiapkan kaos lengan pendek berwana abu dan celana panjang berbahan kaos,ya seperti celana training. Setelah itu kirana menyiapkan makan malam untuk dia dan suaminya,dengan dibantu oleh BI Mimin makan malam tersaji dengan baik .
Kirana langsung memanggil suaminya untuk makan malam,Kevan yang sedang membaringkan tubuhnya di atas kasur sembari memainkan hape , langsung bangun dan ikut makan malam dengan Kirana.
"Kak,makan malamnya sudah siap, sebaiknya kita makan,"
"Hhmmhhhh"
"Sabar Kirana, mungkin dia belum terbiasa,dan kamu harus memakluminya," gumam kirana dalam hatinya.
Keduanya makan malam dalam keadaan hening,tidak ada pembicaraan selain bunyi piring dan sendok. Setelah makan malam Kevan langsung masuk kembali kedalam kamar,sedang Kirana membantu Bu Mimin merapihkan meja makan.
"Neng,ini biar bibi saja yang mengerjakan, sebaiknya neng,segera susul mas Kevan,siapa tahu dia membutuhkan neng Kirana," Ucap Bu Mimin pada Kirana.
"Baiklah,bi,aku ke kamar lebih dulu ya,"
Kirana segera bergegas menuju kamarnya,dia melihat Kevan sedang tertidur di kasurnya,lalu Kirana berusaha berbicara dengan suaminya,namun Kevan seolah tidak tertarik dengan pembicaraan Kirana,saat Kirana akan membaringkan tubuhnya di atas kasur,Kevan membuka suara.
"Apa dirumah ini cuma ada satu kamar?," tanya Kevan yang masih fokus dengan hapenya
Seketika Kirana membatalkan niatnya untuk membaringkan tubuhnya,dan dia mengerti apa yang dimaksud suaminya itu,Kevan menolak untuk satu kasur dengan Kirana.
"Ada kak, disebelah kamar ini,tapi jika kakak tidak ingin satu kasur dengan saya,biar saya yang tidur dibawah, dan kakak di kasur ini. Sebaiknya kita tidak perlu pisah kamar,karena akan menimbulkan pertanyaan bagi yang lainnya,jadi biar Kirana yang akan tidur dibawah, kebetulan aku terbiasa tidur diatas lantai dengan menggunakan tikar,"
Kevan terdiam mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Kirana,gadis malang itu langsung menggelar tikar dan mengambil satu bantal serta selimut yang ada di lemarinya. Kirana tidak pernah membayangkan bahwa malam pertamanya akan seperti ini, disaat yang lain saling memadu kasih,namun tidak dengan Kirana.
***
Jangan lupa like,komen,dan vote ❤️😉
__ADS_1
Jangan lupa bersyukur hari ini 😉😊