
Setelah makan malam Aldi lebih dulu masuk ke kamar miliknya,lalu kemudian di susul oleh keasa. Setelah keasa berhasil menidurkan Maika dia pun bingung harus masuk ke kamar atau tetap tinggal di kamar Maika, sayangnya di kamar Maika tidak ada tempat tidur,hanya ada tempat tidur bayi saja. Keasa pun memutuskan untuk ke kamar Aldi.
Saat keasa memasuki kamar,Aldi sedang duduk di sofa kamar sambil membaca sebuah laporan,entah laporan apa namun yang jelas Aldi nampak serius. Keasa yang melihat hal itu pun tidak berani mengganggu,dia langsung membaringkan tubuhnya disebelah kanan,itu adalah posisi yang biasa di tempati oleh seorang istri,saat keasa akan berhasil membaringkan tubuhnya tiba tiba suara Aldi mengintrupsi.
"Kee, maaf itu tempat yang biasa Keana tempati, sebaiknya kamu tidur disebelah kiri,itu tempat yang biasa aku pakai tidur,mulai saat ini kamu tidur disebelah kiri." ucap Aldi membuat perasaan keasa terkoyak
keasa yang hendak membaringkan tubuhnya,urung ia lakukan dan berpindah posisi ke sebelah kiri. Keasa menitikkan air matanya tanpa sepengetahuan Aldi, perasaannya sangat hancur,apa hubungan yang ia jalani serumit ini.
Keasa pura-pura memejamkan matanya, di kepala keasa seolah banyak yang bicara, membuatnya ingin berteriak dan menangis sejadinya. Pukul sepuluh malam Aldi menyesuaikan pekerjaannya,dia pun sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,namun tubuhnya seolah tidak nyaman, seperti ada yang menggangu,Aldi menggulingkan badannya ke kiri dan ke kanan sehingga mengganggu tidur keasa yang baru saja terpejam.
"Mas,kamu kenapa sepertinya tidak nyaman?" tanya Keasa pada Aldi
"Kamu belum tidur,maaf mengganggu tidurmu,aku hanya kurang nyaman tidur disini karena sejak kecil aku terbiasa tidur disebelah kiri"
"Oh gitu,apa mau bertukar saja?"
"Tidak perlu,aku tidak ingin tempat Keana ada yang menggantikan" ucap Aldi tanpa perasaan
"Apa sebegitu mencintainya mas kamu sama Kak Keana, sampai sampai kamu harus bersikap seperti itu" Gumam keasa dalam hatinya
"Maaf,aku pikir agar kamu nyaman saja."
"Tidak apa apa lanjutkan lah tidur mu" ucap Aldi menyuruh keasa tidur
keasa kembali menumpahkan air matanya, begitu menyakitkan kehidupan pernikahan yang dia jalani, sepertinya memang ini sudah jalan hidupnya. Pukul 11 malam Aldi sedikit tenang namun tidurnya lebih mengarah ke posisi kiri membuat keasa terpojok dan hampir jatuh, akhirnya keasa Bagun dari tempat tidur dan memilih untuk tidur di sofa.
__ADS_1
Sepanjang malam keasa menangis, kehidupan yang ia jalani saat ini seperti mimpi,ia pikir kehidupan seperti ini hanya adalah dalam drama dan novel saja namun faktanya ia mengalami hal yang menyedihkan ini. Apakah keasa akan sanggup menjalani pernikahan dengan Aldi, sementara sikapnya dingin tidak se ramah saat pertama kali mereka bertemu.
Tengah malam Aldi terbangun karena kehausan,saat ia bangun Aldi tidak melihat keasa dan posisi tidurnya berada di tempat yang seharusnya keasa tempat. Mencoba mencari sekeliling kamar,dia pikir keasa sedang di kamar mandi, hingga akhirnya tatapannya berhenti di sofa panjang yang berada di kamarnya,keasa sedang meringkuk tanpa bantal dan selimut, AC di kamar Aldi cukup kencang membuat keasa menggigil kedinginan.
"Ya ampun kenapa keasa tidur di sofa,kenapa tidak di tempat tidur? ya ampun aku mengambil tempat tidurnya" ucap Aldi yang menjadi bahwa Aldi sudah merebut tempat keasa
Aldi pun menghampiri keasa untuk menurunnya pindah.
"Kee,bangun kee, pindah ketempat tidur" ucap Aldi membangunkan keasa
Keasa pun menggeliat dan mencoba membuka matanya.
"Ada apa mas?"
"Tidak usah mas,disini juga nyaman. Kamu tidur saja aku tidak mau mengganggu tidur nyaman mu,ini sudah cukup untuk ku" ucap keasa menahan sesak di dadanya
"Maafkan aku,saking pulasnya aku sampai mengganggu tidur mu,tapi sekarang aku tidak akan melakukannya lagi, tidur lah disana"
"Mas, sebaiknya aku tidur di kamar tamu saja ya,itu lebih baik. Aku janji tidak akan memberitahu keluarga ku, sepertinya kamu belum bisa menerima pernikahan kita,aku juga tidak mungkin mengubah kebiasaan mu dalam waktu beberapa hari saja. Jadi izinkan aku menempati kamar tamu,di ruangan ini tidak ada tempat untuk ku, apalagi di hatimu mas" ucap keasa menumpahkan uneg-unegnya
Aldi terdiam dia bingung harus bereaksi bagaimana,karena apa yang dikatakan keasa memang benar,Aldi belum bisa membuka hatinya untuk wanita lain,dia masih terlalu kaku untuk menjalani pernikahan disaat wanita yang dia cintai baru pergi dalam hitungan bulan.
Keasa menarik koper dari kolong tempat tidur,dan tas yang ia taruh di bawah meja,Aldi hanya diam memperhatikan apa yang keasa lakukan,hati kecilnya merasa bersalah namun dia belum bisa berbuat apaapa.
"Maaf mas,aku menyimpan koperku di bawah tempat tidur, soalnya aku ingin simpan di lemari dan merapikan pakaian ku tapi tidak ada tempat kosong. Memang tempat ku bukan disini mas,"
__ADS_1
Aldi masih terdiam tanpa suara,dia masih terkejut dengan apa yang dilakukan dihari kedua Aldi menjadi suami keasa. Keasa menarik koper dan tas nya ke luar kamar Aldi,keasa tidak bisa lagi menahan air matanya,ini terlalu menyakitkan untuk dirinya.
"Ya Allah,apa yang sudah aku lakukan pada keasa,apa aku sudah keterlaluan?,aku tidak mungkin bersikap seperti ini terus menerus, bagaimana pun keasa saat ini adalah istriku" ucap Aldi
Keasa menangis sejadinya di dalam kamar dia menutup wajahnya dengan bantal,dadanya sesak dia tidak sanggup melanjutkan semuanya jika kejadiannya akan seperti ini. Sampai azan berkumandang keasa baru selesai menangis,dia mengambil air wudhu dan menjalankan shalat subuh, setelah shalat dia kembali mengadu kepada Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia,keasa berdoa agar hati Aldi di lunakkan dan mau menerima pernikahan mereka.
**
Ke esokan paginya Aldi sudah duduk di meja makan sementara keasa masih menyiapkan teh hijau untuk suaminya.
"Mas,ini teh nya. Oiya apa aku boleh sarapan disini?" tanya Keasa setelah berhasil memberikan teh pada Aldi
Aldi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.
"Dimana aku boleh duduk,aku tidak ingin mengambil tempat kak Keana lagi" ucap keasa
Aldi terdiam dan menyadari kesalahannya pada keasa,sebab perbuatannya membuat keasa bertanya untuk urusan duduk saja yang sebenarnya bukan masalah besar meskipun dia duduk di tempat Keana toh dia sudah tidak ada di dunia ini.
"Terserah kamu" sahutnya singkat
Keasa pun duduk di meja paling ujung,karena menurutnya tidak mungkin jika mendiang Keana duduk dalam jarak yang cukup jauh dengan suaminya,jadi dia tidak merasa bersalah karena telah menempati tempat duduk Keana.
***
Apa sejauh ini pendapat kalian tentang novel ini? Jangan lupa dukungannya like,komen dan votenya ❤️
__ADS_1