
Kevan dan Kirana berjalan kaki menuju rumah Kenan,katanya sih biar romantis jalan berdua di komplek perumahan sambil gandengan tangan. Beberapa menit kemudian keduanya pun sampai dikediaman Kenan,para penjaga dan juga pelayan yang mengetahui kedatangan saudara kembar tuannya langsung menyambut dan mempersilahkan keduanya masuk ke dalam rumah.
"Rumah kakek buyut tidak pernah berubah ya,aku masih ingat waktu papah sering bawa aku kesini,aku suka bermain di taman rumah ini sama kalian berdua. Waktu itu kak Kevan sudah menyebalkan,hanya kak Kenan yang bersikap ramah padaku," ucap Kirana mengenang masa lalu.
"Aku juga ingat,kamu gadis kecil yang suka menangis dan cengeng. Aku paling tidak suka dengan orang cengeng bagiku itu mengganggu,"
"Jadi bagi kakak,aku ini mengganggu?," ucap Kirana bertanya penuh selidik
"Tidak sayang,itukan waktu kita kecil sekarang...hmmmhh,masih sama si tapi aku sukak hehw," ucap Kevan menggoda Kirana
"Issh menyebalkan!,"
Saat keduanya tengah asik berdebat muncullah Kenan dihadapan keduanya,Kenan hanya menggelengkan kepalanya melihat hubungan suami istri yang seperti kucing dan guguk.
"Apa kalian memang berniat bertengkar disini? pagi-pagi sudah membuat kegaduhan,aku ini sedang sakit come on jangan bikin aku tambah sakit," ucap Kenan penuh drama yang membuat Kevan dan Kirana bergidik geli
"Sepertinya ada yang salah dengan otakmu dek,sakit gitu doang aja udah kaya kanker stadium akhir aja," sarkas Kevan
"Hisshhh kakak,kalo ngomong sembarangan aja," ucap Kirana pada suaminya
"Memang benar si,manja banget!,"
"Abang ngga punya hati!,kalian ada apa pagi-pagi kesini,jangan bilang cuma mau numpang debat doang disini,"
Kevan yang akan buka mulut tertahan karena keduluan oleh Kirana, istrinya paham bahwa Kevan akan berbicara sarkas lagi, untuk itu Kirana langsung bicara.
" Kita mau jenguk kak,Kenan. Aku juga udah bawa sarapan dan juga bubur buat kak,Kenan ," ucap Kirana sambil memperlihatkan kotak makan berukuran besar.
"Wahhh ini baru kakak ipar yang baik,apa ini masakan kakak ipar yang buat?," tanya Kenan antusias
"Tentu saja istriku yang buat, memangnya mau siapa lagi," gumam Kevan sinis yang masih bisa di dengar oleh keduanya.
"Sudahlah kak,kamu jangan terus menggerutu nanti cepat tua," ucap Kirana pada suaminya
"Tau ih si Abang,sudah ngga sayang lagi ya sama adekmu yang tampan ini," ucap Kenan sambil berwajah Sok imut
"Apa maksud wajahmu yang menyebalkan itu,mau ku lempar kau dengan kotak nasi ini," ucap Kevan mengarahkan kotak nasi kearah wajah Kenan.
"Dasar raja tega!,"
Ketiganya pun sarapan bersama di meja makan. Kenan sangat bahagia melihat perubahan kakaknya, sebelumnya Kevan terlalu kaku untuk banyak bicara, meskipun kepribadiannya bertolak belakang dengan Kenan ,namun sifat penyayang nya adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.
Selesai sarapan keduanya kembali keruang keluarga,mereka berbicara banyak hal,masalah bisnis sampai urusan pribadi.
"Dek,apa kamu belum menemukan orang yang tepat untuk jadi istrimu?," ucap Kevan bertanya pada Kenan
__ADS_1
"Entahlah,bang. Kesibukan di kantor membuat aku sedikit melupakan hal itu, sejujurnya aku pun sudah ingin membina rumah tangga,terlebih melihat kalian saat ini," sahut Kenan
"Apa mau Abang bantu Carikan?," tanya Kevan pada adiknya
"Haha apa kau sedang bergurau? berlagae mencarikan aku pasangan,Abang saja dijodohkan oleh mama," sahut Kevan menggoda kakaknya
"Dasar menjengkelkan! aku serius Ken. ,"
"Yasudah jika serius segera pertemukan aku dengan dia,awas saja jika kau membual haha,"
"Baiklah,awas saja jika kamu menolak,"
Disela perdebatan kakak dan adik itu kirana pun menyela pembicaraan keduanya.
"Tunggu kak, memangnya siapa yang mau kamu perkenalkan pada kak Kenan,apa dia seorang wanita?," tanya Kirana polos
Kevan dan Kenan saling melirik.
"Pertanyaan macam apa itu sayang? jelas saja wanita memangnya aku tega memberikan Kenan seorang mahluk jadi-jadian,kau ini ada ada saja.,"
"Bukan kah kakak tidak memiliki banyak teman, lalu siapa yang akan kakak perkenalkan pada kak Kenan?,
"Kepo! nanti kamu juga tahu sendiri,"
"Kakak harus sabar punya suami seperti dia,bang Kevan memang sedikit menyebalkan haha,"
"Kalian sepakat ya untuk menyerang ku,kompak sekali?,"
"Sayang pulang yu,aku tidak mau hari libur ku dihabiskan disini, apalagi bersama dengan jomblo,ah alergi ku kambuh," ucap Kevan bersikap sok manja pada Istrinya
"Ihh sikap mu menjijikkan bang,sudah tua masih seperti bocah," ucap Kenan sarkas
"Kalian berdua sama saja! untuk menghindari perdebatan yang lebih serius sebaiknya kita pamit pulang,kak Kenan jangan lupa minum obat kakak,dan makan yang teratur ya?,"
"Sayang kenapa kamu perhatian sekali sama dia,biarkan saja dia,nanti juga sembuh sendiri,"
"Sudahlah kak, sebaiknya kita pulang,"
Lain di mulut lain dihari,saat akan pulang Kevan memeluk tubuh adiknya erat.
"Dek,jangan lupa minum obat mu dan istirahat yang cukup, perusahaan masih membutuhkan mu," ucap Kevan tulus.
"Baik bang,terima kasih sudah berkunjung melihat ku,aku pasti akan lekas sembuh,"
Kirana yang melihat pemandangan itu pun merasa terharu, keduanya saling menyayangi meskipun harus diselingi perdebatan perdebatan konyol, sebenarnya hal itu hanya bumbu untuk menciptakan suasana yang friendly.
__ADS_1
15 menit kemudian keduanya sudah berada di dalam kamar,entah kenapa Kevan sangat manja hari ini. Kirana dibuat heran oleh sikap Kevan ,belum lagi Kirana tidak bisa melakukan pekerjaan rumah ataupun sekedar pergi ke kafe untuk mengecek keadaan disana.
"Kak,apa kita akan terus tidur seperti ini,ini sudah siang kak apa kamu tidak akan beraktivitas?," ucap Kirana yang masih dalam pelukan Kevan
"Aku tidak mau kemana pun,aku hanya ingin tetap disini bersama kamu. Jadi jangan tanya lagi kegiatan ku hari ini,aku mau hari ini khusus buat kita,"
"Tapi kak,aku harus pergi ke kafe,"
"Untuk apa kamu pergi kesana,apa kamu ingin menemui laki-laki itu?," ucap Kevan penuh curiga.
"Ya ampun kau ini curigaan sekali, walaupun kesana bukan untuk menemui dia,aku akan tetap melihat dia karena dia yang mengawasi kafe ku kak,"
"Kenapa tidak kamu ganti saja dengan seorang wanita?,"
"Jangan bilang kakak cemburu sama Haikal ,aku ngga ada hubungan seperti itu sama Haikal,kecuali sahabat dan orang yang aku percaya untuk mengelola kafe ayah,"
"Sayang,kenapa kedua sahabat mu tidak kau comblang kan saja,biar mereka berdua menikah,"
"Ya ampun Kaka sampai segitunya kamu,"
"Sayang sudahlah aku tidak ingin berdebat, bagaimana kalau kita bertarung saja," ucap Kevan penuh maksud.
"Bertarung? apa maksud mu kak,ada ada saja,"
"Kita bertarung menyatukan cinta kita dalam satu rasa hehe," ucap Kevan yang langsung menarik tengkuk Kirana dan akhirnya Kirana pun mengerti apa yang dimaksud suaminya itu.
***
Mohon maaf aku baru nongol lagi hehe
Aku mau ngasih pengumuman buat pemenang untuk vote terbanyak dan pilihan secara acak,ada 4 orang.
Kiky
Nama St
Mia
Gumay
yang namanya ada disini segera chat aku via grup di aplikasi ini. Terima kasih
__ADS_1