Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Penjelasan


__ADS_3

Kevan duduk diujung sofa yang disediakan rumah sakit,dia tidak berada disebelah Kirana, perasaannya begitu hancur,entah dia harus bersikap baik-baik saja atau bersikap egois. Kenan dan Larissa tetap menemani Kevan di dalam ruangan rawat inap itu,Kenan seolah paham dengan perasaan saudara kembarnya,namun sebisa mungkin keduanya harus menyelesaikan kesalahpahaman keduanya,masalah anak mungkin belum rejeki keduanya.


Satu jam mereka berada di ruangan itu,sampai akhirnya Kirana membuka matanya,saat ia terbangun dan melihat sosok yang terakhir dia lihat,apa lagi ada wanita yang duduk bersebelahan dengannya membuat Kirana sesak dan ingin pergi dari ruangan itu. Kirana tersenyum getir ketika bukan Kevan yang berada disampingnya, melainkan Kevan yang pertama kali ia lihat dan menanyakan kabarnya.


"Mbak Kirana sudah bangun?," ucap Kenan


Kirana hanya mengangguk


"Gimana keadaan Mbak,apa sudah lebih baik?,"


Bukan menjawab Kirana malah mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa saya ada disini,saya ingin pulang," ucap Kirana yang akan melepaskan selang infusnya


"Mbak jangan dilepas,kondisi mbak belum membaik," ucap Kenan menghentikan apa yang Kirana lakukan.


Kevan yang melihat hal itu merasa geram dengan tindakan Kirana,hal itu bukan menambah simpati Kevan melainkan membuatnya menjadi marah dan berkata kasar.


"Kenan,biarkan saja dia melepaskannya mungkin dia sudah bosan hidup!," ucap Kevan sarkas membuat Kirana terkejut dengan ucapan kevan,ia pun tak bisa menahan air matanya.


Kenan cukup tahu kalau saudara kembarnya sedang kecewa,dan sebisa mungkin dia ingin membantu mereka berdua agar tidak salah paham lagi.


"Mbak,jangan seperti ini,mbak sedang sakit," ucap Kenan lembut


"Rasa sakit ini tidak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh suamiku,dia mengkhianati ku bahkan dia menambahkan rasa sakit itu dengan kata-kata kasarnya," ucap Kirana yang menangis


"Mbak salah paham," sahut kenan singkat

__ADS_1


"Apanya yang salah paham ...," belum selesai Kirana berbicara Kevan langsung menimpali ucapan Kirana.


"Apa yang kamu pikirkan,saya selingkuh dengan asisten pribadi sekaligus sahabat saya,saya mengkhianati pernikahan kita,saya melanggar janji saya untuk memperbaiki hubungan kita,apa saya kembali ke sikap awal saya sama kamu?? Katakan apakah itu kesalahan saya semua?,"


Kirana terdiam dengan air mata yang semakin tak terbendung.


"Bang sudah,mbak Kirana masih sakit," ucap Kenan melerai


"Biarkan saja,biar dia tahu karena kebodohan dan kecerobohannya dia sudah membunuh darah dagingnya sendiri, harusnya dia berpikir sebelum bertindak!," ucap Kevan sarkas,


Kirana terkejut mendengar ucapan kasar Kevan ,apa yang dimaksud dengan membunuh,apa dia sudah membuat kesalahan besar,apa kenapa. Seperti itu lah batin Kirana bicara. Kini Kirana menatap Kenan seolah meminta penjelasan.


"Apa yang dimaksud kak Kevan ,kak?,"


"Mbak sebaiknya istrirahat dulu,nanti bang Kevan akan menjelaskannya sama mbak," ucap Kenan


"Untuk apa aku harus menjelaskannya,biarkan dia berpikir sendiri atas kebodohannya,apa kamu menyangka aku berselingkuh dengan dia?," ucap Kevan sambil merangkul Larissa


Kenan yang melihat keterkejutan Kirana,ia pun menjelaskan.


"Baiklah,mbak sudah salah paham sebenarnya kami bertiga sedang ada di mall itu, mungkin saat mbak datang kesana yang mbak lihat hanya mereka berdua,karena aku sedang membeli hadiah untuk pertunangan ku dengan Larissa. Bang Kevan tidak pernah mengkhianati mbak,dia laki-laki yang berkomitmen ketika sudah memilih mbak,jadi mbak sudah salah paham, Sekarang mbak beristirahat,"


Kirana menangis sejadi-jadinya,karena kebodohannya dia sudah melakukan banyak kesalahan. Saat Kirana sedang menangis Kevan kembali berkata kasar.


"Sudahlah kamu tidak perlu bermain drama,kau sudah membunuh darah daging mu sendiri bahkan saat dia belum lahir ke dunia, gunakan pikiranmu saat akan melakukan sesuatu jangan gegabah," ucap Kevan berlalu dan meninggalkan Kirana


Kenan mengejar Kevan,dan ia menitipkan Kirana pada Larissa.

__ADS_1


"Cha aku titip mbak Kirana sama kamu," ucap Kenan langsung berdiri dan mengejar Kevan


"Iya mas,"


Kenan mengejar Kevan yang sedang diliputi kekecewaan,Kevan berlari kearah mobilnya dan Kenan pun berhasil mengejarnya.


"Bang jangan seperti ini,kamu justru menambah trauma mbak Kirana,apa sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin,aku rasa mbak Kirana pun terpukul ketika mendengar kenyataan sebenarnya,ayolah bang jangan sampai kamu salah mengambil sikap," ucap Kenan berbicara pada kakaknya.


Kevan yang mendengar hal itu tidak berencana untuk menarik kata-katanya,dia masih kecewa dengan situasi saat ini. Kevan menumpahkan air matanya meskipun begitu ia tak sedikitpun ingin menemui Kirana dan meminta maaf karena sudah berkata kasar.


Sedangkan didalam kamar inap Kirana, Larissa mencoba menjelaskan semuanya,dan Kirana pun meminta maaf karena sudah salah paham. Perasaan Kirana semakin hancur saat ia tak melihat Kevan kembali,Kirana ingin meminta maaf namun ia pun menyadari bahwa kesalahannya cukup fatal.


Hari berlalu dengan cepat,setelah kejadian itu Kirana sudah diperbolehkan untuk pulang, hampir seminggu dia dirawat di rumah sakit, namun kevan tak semalam pun menemani Kirana,perasaan Kirana cukup hancur namun ia pun tau diri bahwa kesalahannya tak mungkin begitu saja bisa di maafkan.


Kini Nadya yang mengurus semua keperluan Kirana dirumah sakit,sampai akhirnya dia diperbolehkan pulang,Nadya sudah mendengar penjelasan dari Kenan. Ia tak berniat untuk menyinggung soal kesalahpahaman Kirana maupun masalah keguguran,karena Nadya tau itu hanya akan menambah beban pikirannya Kirana.


Nadya membawa Kirana kerumahnya bersama Kevan,Bu Mimin menyambut kedatangan Kirana,namun sepasang suami istri itu harus segera pergi karena Nadya harus menemani Kevin untuk perjalanan bisnisnya.


"Sayang beristirahat lah jangan memikirkan banyak hal,kamu harus bersabar dengan sikap Kevan,suatu hari nanti dia pun akan menerima semuanya. Jadi kamu harus sembuh dan mencoba memperbaiki semuanya. Mamah harus pergi menemani papah, setelah pulang dari perjalanan bisnis mama akan kembali menemui kamu," ucap Nadya pada menantunya


"Iya mah, terima kasih sudah merawat ku,"


Nadya tersenyum dan memeluk Kirana.


Hari kian malam namun kevan belum juga kembali ,Kirana berniat akan memperbaiki kesalahannya, berharap Kevan akan memaafkannya,namun hal itu hanyalah harapan. Kevan mengetahui kalau Kirana kembali dari rumah sakit hari ini,dia sengaja pulang larut malam demi menghindari bertemu dengan Kirana. Kevan tidur di kamar tamu,dia masih kecewa dengan sikap Kirana, entahlah kapan Kevan akan memaafkannya.


Hari sudah pagi,dan Kirana mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya. Kirana mencari keberadaan suaminya namun kata Bi Mimin Kevan sudah berangkat sejak pagi buta,hal itu sukses membuat Kirana menjatuhkan air matanya.

__ADS_1


**


Jangan lupa like komen dan vote ❤️😉


__ADS_2