Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Akhirnya


__ADS_3

Pukul 7 pagi keduanya sudah kembali dari jalan pagi,dengan sabar Kevan menemani istrinya,keadaan perut yang semakin membesar membuat Kirana tidak bisa jalan cepat cepat. Kevan selalu berupaya menjadi suami yang pengertian,dia tidak ingin mengulang kesalahan yang dulu dulu.


"Alhamdulillah sudah sampai," ucap Kevan setelah berada di dalam rumah


"Mas,aku haus,"


"Yasudah kamu duduk disini ya,biar mas ambilkan air minumnya,"


Kirana mengangguk,Kevan pun langsung bergegas mengambil air minum.


"Sayang ini minumnya," ucap Kevan sambil menyerahkan satu gelas air minum.


Kirana menerimanya dengan senyuman.


"Terima kasih mas,"


"Sama-sama sayang,oiya setelah ini mau mandi atau sarapan dulu?,"


"Mas aku mandi aja dulu,badanku sudah tidak nyaman,lagi juga tidak enak makan dengan kondisi badan berkeringat dan bau,"


"Baiklah,mas mandiin kamu ya,"


Kirana mengangguk, entah kenapa dia sangat senang diperlukan seperti anak kecil yang dimandikan, dipakaikan baju dan disuapi saat makan. Kapan lagi Kirana bersikap seperti itu, mumpung Kevan berbaik hati mau melakukannya.


Keduanya kini sudah berada di dalam kamar,semenjak kehamilan Kirana membesar kamar keduanya pindah kebawah untuk sementara, sampai Kirana melahirkan. Kevan menuntun Kirana dengan hati-hati,membuka satu demi satu pakaian istrinya,dengan telaten Kevan memandikan Kirana, senyum manis tidak pernah luntur dari wajahnya.


"Mas,apa setelah aku melahirkan kamu masih akan melakukan hal yang sama?," tanya Kirana tiba tiba membuat Kevan menghentikan aktivitas menyabuni Kirana.


"Hhmmhhhh tergantung sayang," sahut Kevan singkat


"Kok tergantung si mas?,"


"Ya tergantung situasi sayang,kalo putri kita tidak menggangu ayah dan bundanya hehe,"


"Jadi kamu menganggap anak kita pengganggu?,"


"Bukan begitu sayang,nanti kalau aku lagi nyabunin kamu kaya gini tiba tiba anak kita nangis pengen Mimi gimana?,"


"Hehe iya yah,"


"Yang ada tuh kamu,kalo udah ada anak kita masih mau ngurusin aku engga,jangan jangan kamu lupa lagi kalau punya suami,"


"Ya .. enggak lah mas, meskipun nanti putri kita lahir,kamu tetap akan jadi prioritas utama tanpa mengabaikan putri kita,"


"Istri pintar,"


***

__ADS_1


Kandungan Kirana sudah memasuki usia 9 bulan, dokter memprediksi seminggu lagi Kirana akan melahirkan. Kevan sudah siap siaga menjaga istrinya,segala macam pekerjaan dia lakukan dirumah,jika pun ada meeting penting Kenan dengan senang hati akan menggantikan saudara kembarnya.


"Mas,kalau anak kita sudah lahir mirip siapa ya?," tanya Kirana saat dia sedang menemani suaminya bekerja


"Hhmmhhhh , cantiknya pasti kaya kamu sayang,tapi aku juga ikut andil dong,"


"Asal jangan sikap dinginnya aja yang nurun,mau jadi apa rumah ini , freezer?,"


"Haha ada ada saja kamu,memang aku sedingin itu apa?,"


"Iya, menyebalkan!,"


"Tapi cinta kan?," sahut Kevan menggoda istrinya


"Enggak!,"


"Ngaku aja si,so bilang enggak," ucap Kevan masih menggoda istrinya


"Kamu kan yang maksa aku,tadinya aku mutusin engga cinta sama mas Kevan ,tapi kamu maksa maksa aku,"


"Lah emang? kapan ya?. Aku amnesia sayang," ucap Kevan pura-pura lupa


"Idihhhh ngeles aja,tar lupa beneran baru nyaho,"


"Ihhh amit amit,ya engga sayang aku enggak lupa,bukan maksa tapi aku memperjuangkan kamu,aku ngga mau menyesal karena kehilangan kamu,udah ya jangan bahas itu aku jadi merasa bersalah,"


"Iya maaf,"


***


"Assalamualaikum ," ucap salam Larisa


"Wa'alaykumussalam, ehh mbak Icha, sendirian mbak?," sahut salam Bi Mimin


"Enggak ko Bi, aku di antar pak supir,o iya mbak Kirana dimana?,"


"Ada dikamarnya mbak,belum lama dia nemenin mas Kevan diruang kerjanya,"


"Ihhh gitu baiklah aku kesana ya,"


"Silahkan mbak,"


Sesampainya di depan kamar Larisa mengetuk pintu kamar kakak iparnya,dan setelah dipersilahkan masuk Larisa pun bergabung bersama keduanya.


"Ngapain kamu kesini?," tanya Kevan ketus


"Yaelah mas,orang baru datang juga bukannya disambut,malah di judesin,dasar es," sahut Larisa

__ADS_1


"Disambit mau?,"


"Jahat ih".


"Sudah sudah berantem terus setiap ketemu,apa kalian engga bosen?," lerai kirana pada keduanya


"Tuh es batu duluan yang mulai," sahut Larisa menunjuk Kevan


"Apa kamu?,"


"Mas ihhh sudah dong, kalau berdebat terus kapan beresnya," ucap Kirana yang mencoba untuk menghentikan keduanya.


"Dek, sebaiknya kamu bantu mbak menyiapkan perlengkapan yang mau dibawa kerumah sakit, soalnya baru sebagian yang kita siapin,"


"Siap mbak,"


Ketiganya berkutat dengan barang bawaan yang akan dibawa Kirana, cukup banyak yang mereka bawa karena Kirana akan menginap di rumah sakit sekitar 3 harian pasca melahirkan.


Kirana berencana akan melahirkan dirumah sakit keluarganya,yang mana rumah sakit itu adalah milik Kevin ayah si kembar. Kevin mendirikan rumah sakit sendiri bukan untuk mencari uang semata,tapi dengan memiliki rumah sakit sendiri dan juga berkualitas ia dan keluarganya berharap bisa membantu banyak orang,dari kalangan atas maupun bawah.


"Dek usia kandungan mu sudah berapa bulan?," tanya Kirana pada Larissa


"Sudah lima, jalan enam mbak," sahutnya


"Mudah-mudahan lancar ya sampai lahiran,"


"Aamiin,mbak juga ya,harus tenang ngga boleh tegang,"


Kirana mengangguk dan tersenyum,Kevan yang mendengar hal itu pun ikut tersenyum pasalnya Larisa membantu Kirana memberikan semangat.


Satu Minggu kemudian Kirana dan Kevan sudah berada di rumah sakit,di ruangan VVIP ini Kirana akan tinggal beberapa hari, pakaian dan segala kebutuhan sudah disiapkan. Kevin dan Nadya pun ikut menemani proses kelahiran cucu pertama mereka, keduanya tidak ingin melewatkan hal paling bersejarah, sedangkan Kenan dan Larisa tidak diperbolehkan datang sebelum bayi Kevan dan Kirana lahir, takut Larisa takut saat menghadapi persalinan nanti.


Pukul 10 pagi Kirana sudah dibawa keruang bersalin,bukaannya sudah sempurna,Kirana pun sudah mengalami kontraksi dari beberapa jam yang lalu, untungnya Kevan setia menemani istrinya. Detik detik Kirana akan melahirkan Kevan memberikan semangat dan doa untuk istrinya.


"Sayang,kamu pasti bisa sebentar lagi kita akan bertemu dengan putri kecil kita,dia pasti sangat bahagia memiliki ibu yang kuat seperti kamu. Aku akan selalu berada disamping kamu,semoga Allah memudahkan pertemuan kita dengan putri kita aamiin," ucap Kevan yang memberikan ciuman dikening Kirana.


Dengan menahan rasa sakit,Kirana tersenyum ia bersyukur bahwa disaat seperti ini ada suami disampingnya dan Kirana tidak merasa sendiri.


Proses kelahiran anak pertama Kevan dan Kirana adalah normal, beberapa menit yang lalu sudah memulai proses melahirkan dengan dibantu dokter dan suster, sedangkan diluar ruangan operasi Kevin dan Nadya sedang harap-harap cemas .


Kurang dari 30 menit yang dinantikan telah lahir,Kirana berhasil melahirkan putri pertamanya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan,Kevan yang menyaksikan hal itu tak segan-segan untuk menangis,dia melihat semua prosesnya bahkan Kevan mendokumentasikan proses kelahiran anak pertamanya, sungguh Kevan sangat bahagia dan bersyukur.


***


Kadang ada saat ide itu mentok, bagaimana memulai cerita agar berkesinambungan.


Berharap bisa up setiap hari tapi akan selalu ada kondisi yang tidak sesuai harapan.

__ADS_1


Butuh semangat untuk melanjutkan cerita ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya ❤️😊


__ADS_2