
Beberapa menitipkan kemudian dokter keluar ruang operasi,semua keluarga yang sedang terduduk langsung terbangun demi mengetahui keadaan Keana yang sebenarnya.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" ucap Aldi pada dokter Ema dan dokter lainnya.
"Maaf dok,kami sudah melakukan yang terbaik ,namun Allah berkehendak lain. Kami tidak bisa menyelamatkan istri anda karena pendarahan hebat yang dialaminya. Kami turut berdukacita cita semoga dokter Aldi dan keluarga di berikan kesabaran dan keikhlasan" Ucap dokter Ema yang langsung meninggalkan ruangan serentak keluarga menangis histeris termasuk Aldi,namun ada sebagian keluarga yang mencoba menguatkan dan memilih tegar.
Aldi jatuh pingsan begitu pun dengan Kevan , keduanya tak kuasa menerima kenyataan bahwa Keana harus pergi meninggalkan mereka.
***
Ini adalah kesedihan terbesar bagi keluarga Fadila kenapa kejadian lalu harus dialami kembali oleh anak cucu mereka ,bukankah ini tidak adil. Kevan dan Aldi dibawa keruangan perawatan sedang yang lain berusaha saling menguatkan dan ikhlas.
Tak lama kemudian Kevan sadar.
"Yah,kamu sudah sadar?" tanya Kirana pada suaminya
"Bun,ayah mimpi buruk,ayah mimpi kalau Keana meninggalkan kita" ucap Kevan terisak-isak
Kirana ,bukan tidak bersedih jika semuanya harus terpuruk lalu siapa yang harus menguatkan. Kejadian ini seperti Dejavu untuk Kirana karena waktu kecil dia pernah merasakan kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu bersamaan,jadi hati Kirana sudah terlatih.
"Yah,ayah harus kuat dan juga sabar ini semua sudah ketentuan yang maha kuasa,Allah lebih mencintai Keana dari pada kita. Kelak kita pun akan merasakan kematian,bunda harap ayah kuat kita harus mengiklaskan keana."
Seketika tangis Kevan pecah.
__ADS_1
Diruangan berbeda Aldi pun sedang ditemani oleh mamah dan Siska.
"Al,kamu harus kuat nak. Ada anak kamu yang membutuhkan kamu,mamah tau kamu terpukul bahkan mamah pun merasakan hal yang sama,tapi kehidupan harus terus berlanjut,mamah mohon kamu kuat demi putri kamu,dia adalah anugerah yang harus kamu jaga " ucap Diana yang melihat kondisi Aldi sangat terpukul.
"Tapi aku belum siap kehilangan istri aku mah,ini terlalu cepat. Dan Kamu sis apa kamu sudah menjadi dokter dengan benar,kenapa diagnosis kamu sama sekali tidak tepat,kamu bilang istriku bisa melahirkan secara normal,tapi kenyataannya kenapa seperti ini. Aku kecewa sama kamu" ucap
Siska yang ditatap dengan tatapan tajam pun seolah tak kuasa menyahut ucapan saudara sepupunya,ini pertama kalinya melihat Aldi marah dengan kata-kata yang sarkas.
"Kenapa kamu diam?! aku akan menuntut kamu karena tidak becus jadi dokter!" ucap Aldi penuh penekanan
"Mas semua prosedur sudah aku lakukan bahkan dengan dokter kandungan yang lainnya,dan mas pun sudah membaca laporannya bukan," sahut Siska membela diri
Tak lama Diana pun melerai keduanya.
"Aldi,ini sudah kehendak Allah nak,apapun bisa saja terjadi jadi mamah mohon kamu yang sabar,kita harus segera mengurus pemakaman istri kamu,kamu harus kuat demi anak kamu Al"
***
Pukul 3 sore pemakaman dilakukan,Kevan dan Aldi sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya,dan keduanya ikut turun untuk menguburkan jenazah Keana.
"Sayang,ini seperti mimpi ayah merasa baru kemarin menyambut kelahiran kamu dan sekarang ayah harus melepaskan kepergian kamu. Ayah akan berusaha ikhlas sayang,yang tenang disana ayah berjanji akan menjaga Keana kecil dengan baik dan ayah akan berusaha mengabulkan keinginan kamu" ucap Kevan dalam hati saat dirinya tengah memasukkan Keana ke liang lahat kemudian menciumnya untuk yang terakhir kali, begitu juga dengan Aldi.
"Sayang,rasanya tidak mudah melihat kamu disini,belum lama kita hidup bersama dan menjalani kehidupan berumah tangga,tapi kamu harus meninggalkan kami terlebih dahulu. Sayang mas janji akan merawat putri kita dengan baik, meskipun berat. Sayang ,tunggu mas dan anak kita disana ya,mas mencintai kamu selamanya" ucap Aldi pelan namun di dengar oleh semua orang, menghadirkan kesedihan bagi siapapun yang mendengarnya.
__ADS_1
Acara pemakaman telah selesai dilakukan,semua yang mengantarkan Keana satu persatu sudah meninggalkan pemakaman, menyisakan Aldi dan Kevan. Keluarga membiarkan mereka berdua disana untuk sekedar berdoa dan melepaskan kepergian Keana ,karena yang paling terpukul adalah mereka berdua.
"Ayah ,maafkan aku yang tidak menjaga Keana dengan baik,Aldi tidak becus sebagai suami,bahkan rumah sakit yang Aldi miliki pun tidak mampu menyelamatkan Keana yah" ucap Aldi pada Kevan
Kevan merasa semakin bersedih mendengar permintaan maaf yang terlontar dari bibir Aldi.
"Al,ini sudah kehendak yang maha kuasa. Seharusnya ayah berterima kasih karena kamu sudah mencintai anak ayah sepenuh hati,dan membuatnya bahagia dalam waktu pernikahan kalian yang singkat"
"Ayah,apa aku bisa menjalani semuanya tanpa Dia,aku takut yah,aku takut kalau semuanya akan sulit,separuh hidupku adalah Keana,lalu bagaimana aku bisa meneruskan hidup ini sedang dia pergi lebih dulu"
"Kamu dan ayah merasakan kehilangan yang sangat,tapi kita harus tetap kuat,ada anak kalian yang harus kita rawat,dia adalah peninggalan Keana satu-satunya,jadi kita harus kuat demi putri mu Al, bukankah Keana akan sedih kalau kita tidak bisa mengiklaskan dia dan malah menelantarkan putrinya.
"Aku akan berusaha yah,demi putri kamu" Kevan dan Aldi pun Saling berpelukan melepas tangis yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Mereka pun meninggalkan area pemakaman, sedangkan keluarga lain sudah saling menunggu. Aldi dan keluarga inti hari kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan putrinya,dia ingin melihatnya sebagai penawar rindu pada Keana.
***
Hari ini acara tahlilan akan di gelar dikediaman Aldi dan Keana, untuk sementara bayi perempuan mereka tetap di rumah sakit sampai beberapa hari,mereka pun akan membahas mengenai wasiat yang diinginkan Keana dan juga mengenai bayi kecil yang harus mendapatkan perhatian dan perawatan dari keluarganya meskipun tanpa ibunya.
Setelah dua hari di rumah sakit akhirnya anak Aldi dan Keana di bawa pulang,Aldi membawa anaknya secara langsung kerumah yang ditempati Aldi dan Keana.
"Al,kamu akan memberikan nama apa untuk cucu cantik ayah?" tanya Kevan pada Aldi
__ADS_1
" Malaika Umaiza Mahawira yang artinya bidadari cantik yang lembut hatinya,aku ingin anakku seperti ibunya menjadi bidadari dalam hidupku yang cantik dan lemah lembut" ucapnya menyebutkan nama anaknya sambil menciumnya dengan penuh cinta.
***