Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Tom and Jerry


__ADS_3

Pukul 7 pagi Larisa dan Kenan sudah berada dirumah Kevan ,tanpa menunggu tuan rumah keduanya sudah duduk di meja makan.


"Sayang ,apa tidak masalah jika kita langsung duduk dimeja makan ini?," tanya Kenan khawatir


"Kamu ini berlebihan sekali,inikan rumah kakakmu sendiri,kenapa harus takut,kecuali kita masuk kerumah tetangga sebelah. Sudahlah kamu santai saja ," sahut Larisa menenangkan suaminya, meskipun dia tahu bahwa Kevan akan mengomel.


Beberapa saat kemudian sepasang suami-istri yang dinanti turun kelantai bawah tepatnya mengarah kemeja makan,keduanya merasa heran dengan keberadaan Kenan dan Larisa terlebih Kevan, mulutnya seolah sudah tidak bisa menahan untuk bicara.


"Selamat pagi Mbak,mas," sapa Kenan pada keduanya


"Selamat pagi Mas,Mbak," timpal Larisa menyapa keduanya


"Selamat pagi," sahut kirana tersenyum


"Selamat pagi ,kalian berdua sedang apa disini?," tanya Kevan terus terang


"Yaelah mas,basa-basi dulu kek,nanyain kabar kita ini mah langsung ngegas aja," ucap larisa yang seolah menabuh genderang perang


Kirana dan Kevan sudah mendudukkan dirinya di atas bangku,sambil mata Kevan tak henti menatap sahabat sekaligus adik iparnya itu, keduanya sudah seperti Tom and Jerry.


"Untuk apa basa-basi,paling numpang sarapan," ucap Kevan seolah membaca maksud keduanya


"Mas Kevan cerdas,kenapa engga jadi orang pintar aja hehe," sahut Larisa cengengesan lagi-lagi membuat Kevan sebal.


"Dukun dong dek haha," timpal Kirana menyahut ucapan Larisa


Tiba-tiba larisa menaruh jari telunjuknya diatas bibir tanda Kirana harus diam. 🤐


"Sayang,kenapa kamu sekongkol sama dia, menyebalkan!,"


"Maaf mas,udah ih pagi-pagi udah emosian nanti aura tampannya hilang," ucap Kirana pada Kevan.


Sejujurnya sikap Kevan yang dingin dan arogan sudah jauh lebih baik, semenjak menikah banyak perubahan yang terjadi. Kenan tidak pernah mengambil hati atas apa yang selalu saudara kembarnya itu ucapkan pada istrinya,karena Kenan tau itu semua tidak sungguh-sungguh, begitu juga dengan Larissa,dia jauh lebih memahami sikap Kevan karena sudah menjadi asisten pribadinya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Mereka berempat sarapan dengan penuh keheningan,mereka akan mengobrol setelah selesai makan. Kandungan Kirana dan Larisa hanya beda beberapa bulan saja,pasti akan sangat lucu jika anak mereka telah lahir.


"Icha kamu sudah periksa ke dokter mengenai tumbuh kembang janin mu , sekaligus mengetahui jenis kelamin anak kalian," tanya Kirana pada adik iparnya


"Hmmh belum bak,jadwal kontrolnya Minggu besok,aku juga sudah engga sabar ingin tahu jenis kelamin anakku,"


"Kira-kira kembar enggak ya,secara ayahnya kembar,siapa tahu kamu yang memilikinya,"


"Aku si gimana dikasihnya mbak,satu aku urusin dua juga aku urusin hehe,"


Kenan tersenyum mendengar jawaban istrinya,dia sempat khawatir karena mengandung mungkin akan membuat Larisa kelelahan dan banyak mengeluh, apalagi Larisa sudah terbiasa menjaga kesehatan dan berat badan,namun sekarang perempuan itu tidak memperdulikannya,yang terpenting anak yang dikandungnya sehat.


"Satu aja pasti ringkih banget apalagi dua,hhmhhh kasihan anaknya," ucap Kevan sinis


"Kau ini selalu ikut campur urusan wanita,apa kamu sudah kekurangan pekerjaan hah!," ucap Larisa pada Kaka iparnya yang menurut dia menyebalkan dan selalu ikut campur.


"Itu mengganggu mu ada side job ,cukup menyenangkan haha,"


"Sungguh nggak ada akhlak,mbak Kirana ko mau punya suami kaya dia,dan anehnya saudara kembar tapi kelakuannya beda. Jangan jangan kembar yang tertukar," ucap Larisa berasumsi yang membuat Kenan menggelengkan kepalanya.


"Habisnya kamu menyebalkan, sedangkan suamiku tampan ,manis dan kalem. Perbedaan kalian itu kaya langit ketujuh sama dasar lautan yang paling dalam,jauhhhhhh ," sahut Larisa


"Aku yang tak habis pikir,kenapa Kenan mau memperistri wanita yang lemot seperti mu,"


"Memang aku lemot? ah masa sih tapi aku bisa mendampingi mu bertahun-tahun seorang bos yang gila kerja,dan harus kamu tahu kalau yang mengimbangi kegilaan mu dalam bekerja adalah aku," ucap Larisa yang membuat kevan tidak berniat untuk membalas adik iparnya itu.


Hening......hening


"Yes,sayang hari ini aku menang berdebat dengan orang angkuh ini ," ucap Larisa yang merasa bahagia karena Kevan tidak memberikan perlawanan dan perdebatan dimenangkan oleh Kirana.


***


3 Bulan kemudian,usia kandungan Kirana sudah memasuki bulan ke 8 ,semua kebutuhan yang diperlukan untuk menyambut anak pertama yang berjenis kelamin perempuan, sudah selesai disiapkan.

__ADS_1


Kevan semakin siaga sekaligus khawatir karena ini pertama kalinya dia akan memiliki seorang anak. Kevan tidak pernah meninggalkan Kirana dalam waktu lama, pekerjaan keluar kota bahkan luar negeri sudah tidak pernah dia lakukan,dia fokus pada kelahiran anaknya yang tinggal sebulan lagi.


"Sayang apa kamu ingin sesuatu," tanya Kevan yang masih terjaga meskipun waktu sudah malam


"Aku haus mas,kok kamu belum tidur inikan sudah malam mas," ucap Kirana yang merasa heran karena hampir tengah malam kevan masih berkutat dengan laptopnya.


Kevan menghampiri Kirana dengan membawa segelas air putih.


"Ini sayang minumnya,mas belum tidur karena harus menyelesaikan pekerjaan untuk besok,karena besok akan ada rapat besar jadi mas harus mempersiapkan bahannya dan juga mas harus mengecek laporan yang beberapa hari ini mas diamkan," sahut Kevan menjelaskan


"Mas,maafkan aku ya,karena selalu menemaniku pekerjaan mu jadi terbengkalai,mulai besok uruslah pekerjaanmu agar kamu bisa istirahat,"ucap Kirana merasa bersalah


"Sayang kenapa harus minta maaf,mas melakukan ini semua untuk kamu dan putri kita. Jangan pernah mengalahkan dirimu, harusnya aku yang meminta maaf karena sudah membuatmu kesulitan dengan mengandung anakku,"


"Jangan bicara seperti itu aku senang bisa mengandung dan memberikanmu keturunan,bahkan jika kamu mau aku akan melakukannya lagi," ucap Kirana yang membuat Kevan tersenyum


"Benarkah? jadi setelah anak kita lahir,kita sudah bisa merencanakan untuk mempunyai anak kedua, seperti itu?," tanya Kevan menggoda Kirana.


"Yang ini saja belum lahir,kenapa sudah membicarakan anak kedua,kamu ini bikin aku ngilu saja,"


"Lah,kan tadi kamu sendiri yang bicara sayang."


"Iya tapi engga harus pas bayi kita lahir juga langsung merencanakannya,apa kamu tidak kasihan padaku?,"


"Haha, iya sayang aku bercanda, berapapun dan kapanpun mari kita rencanakan bersama,asal kamu bahagia aku juga akan merasakan hal yang sama,"


"Dasar kau ini,Mas tidur yu ini sudah tengah malam,kamu jangan dibiasakan tidur tengah malam tidak baik untuk kesehatan mas,"


"Hmmmh baiklah,"


Keduanya kini sudah berbaring di tempat tidur,Kirana meminta kevan mengelus perutnya yang kini semakin membesar, tendangan bayi didalam perut Kirana yang cukup aktif terkadang membuatnya kesulitan untuk bisa tidur nyenyak,namun hal itu ia nikmati .


***

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote.


Minimal kalian harus LIKE 😍


__ADS_2