
Kevan masih terdiam,dia bingung harus menjelaskan apa kepada kedua orangtuanya,terlebih Kevan tidak menyangka bahwa Kirana,akan membicarakan hal ini. Kevin yang sudah duduk bersama ketiganya,merasa kasihan kepada anak sulungnya yang seolah tertekan,walau bagaimanapun Kevin pernah berada di posisi Kevan,yaitu hidup bersama dengan seseorang yang tidak dicintai.
"Bicaralah ,nak,apa benar kamu tidak menginginkan pernikahan ini?," tanya Kevin pada putranya
"Bicaralah,apa kamu tidak bisa bicara?," ucap Nadya Sarkas
Setelah sekian lama akhirnya Kevan pun membuka suaranya.
"Mah,pah. Bukankah sejak awal aku sudah menentang pernikahan ini,tapi kalian terus memaksa ku untuk menikahi dia,dan sekarang saat semua ini terjadi,kenapa aku yang paling bersalah?"
"Apa kamu tidak mencoba untuk menerima pernikahan ini,apa kamu sudah berusaha mencintai Kirana?," ucap Nadya yang sudah merasa kecewa dengan Kevan
"Mamah terlalu memaksakan kehendak,apa mama pernah berpikir sedikit saja untuk kebahagiaan aku,aku juga ingin menentukan pilihan sendiri ma," ucap Kevan menunduk
"Sejak kapan mama memaksakan kehendak kamu,apa karena mama menikahkan kalian,apa salah jika mama ingin memiliki menantu dari keluarga mama sendiri,apa mama egois ingin menjaga kirana meskipun harus menikahkan kalian,apa mama salah?," ucap Nadya yang semakin tidak bisa menahan emosinya.
"Sudah mah,jangan terlalu keras pada Kevan,kita harus memberi kesempatan pada Dia,mama tidak boleh setres," ucap Kevin menenangkan istrinya.
"Kelakuan papah dan Kevan sama saja,kalian hanya bisa menyakiti hati perempuan saja,kalian tidak akan pernah puas sampai kami benar-benar meninggalkan kalian!," Ucap Nadya yang semakin tersulut emosi
Kevin hanya menunduk mendengar kemarahan istrinya,dia menyadari bahwa secara tidak langsung Kevin sudah mewariskan Sifat dinginnya.
"Baiklah,Kirana ,mama akan mengabulkan keinginan kamu. Kamu berhak bahagia bersama laki-laki yang tulus mencintai kamu,Kevan tidak akan pernah bisa memberikan itu sama kamu. Apa mama harus menikahkan kamu dengan Kenan?," ucap Nadya yang masih mengarahkan pandangannya pada dua sosok pria yang tak lain anak dan suaminya.
"Mama jangan mengambil keputusan seenak mamah,apa kami ini hanya mainan yang kapan pun bisa mama mainkan?," ucap Kevan kembali membuka suara.
__ADS_1
"Lalu mama harus tetap membiarkan kirana, hidup dengan laki-laki yang tidak berusaha mencintainya?,"
"Tapi mama tidak bisa mengorbankan adikku juga mah,"
Setelah cukup lama diam akhirnya Kirana ikut bicara.
"Mah,sudah cukup! Kirana bisa mengiklaskan nasib pernikahan Kirana saat ini,jika harus berpisah maka biarlah perpisahan ini terjadi. Aku tidak ingin lagi menjadi beban mama,biarkan aku mengurus kehidupan ku sendiri,lagi pula aku sudah dewasa,dan aku membebaskan mama juga papa dari kewajiban menjagaku dan juga mencari pasangan untukku. Mudah-mudahan kelak aku bisa menemukan kebahagiaan ku seutuhnya.," ucap Kirana dengan tangisnya
Ketiga merasa sesak mendengar ucapan Kirana, bagaimana mungkin mereka akan membiarkan gadis sebatang kara itu hidup sendiri tanpa ada keluarga disisinya.
"Jangan berkata seperti itu nak, meskipun kamu tidak menikah dengan anak mama,kamu tetaplah tanggung jawab kami, apalagi saat ini kamu adalah menantu dirumah ini,"
"Tapi mah ... "
"Sudah! tidak ada lagi tapi tapian, sekarang mama akan meminta keputusan Kevan, untuk yang terakhir kalinya,jika kamu tetap pada keputusan kamu, hiduplah dengan caramu sendiri,karena kamu tidak membutuhkan mama lagi," ucap Nadya seolah mengancam.
"Mah, maafkan papa, sebagai kepala keluarga papah,sudah gagal. Seharusnya papa bisa mencontohkan hal yang baik baik untuk anak kita,tapi papa membuat mereka bersikap egois seperti ini," ucap Kevin yang merasa bersalah atas kekacauan yang terjadi.
Kevan merasa heran,kenapa papahnya selalu merasa bersalah,apa yang sudah ia perbuat kepada mamanya, sampai-sampai ,Kevin,yang sanggup menatap matanya.
"Pah,ini bukan salah papah,ini salahku yang tidak bisa memenuhi keinginan Kalian,aku belum menjadi anak yang patuh,disini aku yang merasa paling bersalah,jadi aku mohon kalian tidak perlu saling menyalahkan,"
"Tidak,bang,ini semua salah papah. Dulu papah pernah melakukan hal yang sama, seperti yang kamu lakukan saat ini,bahkan lebih parah sampai membuat mama kamu menderita. Karena kebodohan papah,mama kamu harus mengandung dan melahirkan kalian berdua tanpa ada papah laki-laki yang egois ini,dan dengan kemurahan hati mama kamu, akhirnya dia memberikan kesempatan untuk papa, sampai saat ini. Jika tidak, mungkin saat ini papa sudah orang yang tidak waras,"
Kevan dan Kirana terkejut mendengar ucapan papanya, ternyata banyak hal yang terjadi diantara keduanya.
__ADS_1
"Sudahlah pah, semuanya sudah terjadi,jika saat ini Kevan mewarisi sifat dan perilaku mu,maka mama akan menyadarkan dia dan tidak akan membuatnya menderita karena penyesalan," ucap Nadya
"Apa maksud nama?," tanya Kevin.
"Kevan, dengarkan mama baik-baik,semua hal bisa berubah seiring berjalannya waktu, begitu pun perasaan kamu pada Kirana,pernikahan kamu baru berjalan beberapa hari saja,tapi kalian sudah memutuskan untuk berpisah. Wajar jika kalian masih belum bisa saling mencintai,tapi kalian harus mencobanya, memberikan kesempatan pada diri kalian sendiri untuk saling membuka perasaan,"
"Tapi mah,Kirana tidak ingin membuat orang yang ada disamping Kirana menderita dan tidak bahagia," ucap Kirana lirih
"Mungkin benar apa yang mama katakan,aku belum memberikan kesempatan pada diri ku sendiri untuk membuka hati pada Kirana, sejujurnya aku memang tidak menerima pernikahan ini, tapi aku ingin mencobanya,dan biarkan aku melakukannya," ucap Kevan membuat Kirana dan kedua orangtuanya merasa terkejut.
"Apa maksud Kaka?,"
"Kirana, sejujurnya ketika aku pulang kerumah mu setelah kita berpisah,pada hari itu aku sedang berusaha menerima pernikahan ini, meskipun kamu menghindari ku,tapi aku mencoba tetap kembali ke rumahmu. Bukan karena mama,tapi karena diriku sendiri,"
"Apa kakak serius dengan ucapan kakak?," tanya Kirana yang merasa tidak percaya.
"Aku tidak akan mengatakan banyak hal,karena aku tidak mau ingkar dengan kata-kata ku,lebih baik kita mencoba menjalaninya,aku yakin suatu saat ini kita bisa saling menerima,"
Kirana kembali meneteskan air matanya,dia merasa tidak percaya bahwa rencananya untuk berpisah dengan Kevan,malah membuat hubungannya membaik.
"Apa kamu serius dengan ucapan mu,bang?."
"Abang,serius mah,Abang akan memulai semuanya dari awal bersama Kirana,doakan aku bisa menjadi imam yang baik," ucap Kevan tulus
"Mama selalu mendoakan kebahagiaan kalian,".
__ADS_1
***
like,komen dan vote ❤️😉