
Hari ini usia Maika tepat 1 tahun,semua keluarga merencanakan acara pesta besar-besaran, sejujurnya Aldi sangat menolak rencana keluarga besar Fadila, pasalnya Maika masih kecil dan belum memahami acara yang diadakan. Namun pada akhirnya mau tidak mau Aldi menyetujuinya,acara ulang tahun akan di adakan di rumah utama keluarga Fadila .
"Mas, untuk acara nanti siang boleh kah aku minta sesuatu?" tanya Keasa pada Aldi
"Hmmh, katakanlah"
"Mas,bisakah kita pura-pura saling mencintai dan seperti keluarga bahagia pada umumnya, untuk kali ini saja. Momen ulang tahun Maika, aku ingin keluarga kita beranggapan kalau kita baik baik saja, setelah itu aku janji tidak akan meminta kamu melakukan hal ini lagi" ucap keasa menundukkan kepalanya karena takut menerima penolakan keasa.
Lama keasa menunggu Jawaban dari suaminya,sampai akhirnya keasa menyerah.
"Yasudah mas,tidak perlu,kita bersikap seperti biasanya saja,aku yakin mereka tidak akan curiga. Aku permisi ingin mengganti pakaian Maika" keasa pun meninggalkan Aldi di meja makan,perih rasanya harus meminta hal yang memang seharusnya tidak perlu diminta,namun keasa harus mengemis.
Aldi nampak berpikir rasanya sangat berat melakukan hal itu, apalagi di hadapan keluarga besar,Aldi tidak ingin berbohong dan terlihat munafik, meskipun pada kenyataannya Aldi sedang membohongi dirinya sendiri.
**
Acara akan di mulai,Kevan mengundang banyak anak yatim selain itu anak-anak kalangan menengah kebawah pun Kevan undang untuk menikmati kebahagiaan bersama cucunya. Keasa nampak tersenyum bahagia melihat Maika yang sudah bisa berjalan sejak usia 11 bulan,balita mungil itu menjadi kekuatannya selama ini,sempat beberapa kali ingin menyerah namun keasa melihat Maika kembali,apa tidak jahat bila keasa melakukan hal itu.
Acara tiup lilin dan potong kue,Maika di gendong oleh Aldi dengan keasa di sisi sebelah kanan,mereka nampak terlihat seperti keluarga bahagia namun kenyataannya tidak,keasa menahan sesak di dadanya,ingin rasanya menumpahkan air matanya namun ia tahan,kilatan dimatanya terlihat kosong,ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan hal itu.
Acara sudah selesai,semua tamu undangan sudah pulang,kini saatnya keluarga besar Fadila dan Mahawira berkumpul untuk makan siang. Makan siang dilakukan dengan hikmat,tanpa ada obrolan serius di meja makan,dan setelah selesai barulah mereka berbincang-bincang mengobrolkan banyak hal..
"Al,maika sudah 1 tahun . Apa ada rencana kamu akan memberikan adik sama dia?" tanya Kevan pada menantunya
Aldi yang mendapatkan pertanyaan itu seolah terkejut,dan hal itu tak luput dari pandangan mata seseorang, ditambah melihat keasa yang nampak menundukkan kepalanya seolah tidak ingin terlibat dengan obrolan mereka .
"Maika masih kecil yah,masih butuh perhatian kita" ucap nya singkat
__ADS_1
"Sebenernya tidak masalah jika kamu memiliki anak kembali,toh kami semua akan membantu menjaga Maika"
"Benar Al yang dikatakan ayah mertuaku, sebaiknya kalian segera merencanakan untuk memiliki anak lagi,biar keluarga kita tambah rame" sahut aldo ikut menimpali.
"Pasti papi mu setuju ,dia pun ingin memiliki cucunya sendiri" ucap Kevan pada keasa dan Aldi.
Kenan hanya tersenyum, sejujurnya dia pun ingin segera memiliki cucu kandung dari putrinya sendiri,namun melihat sifat keasa yang masih ke kanak-kanakan kenan masih sedikit ragu,tapi semua kembali pada sepasang suami istri itu .
"Kalo saya si terserah Aldi dan Keasa,walau bagaimanapun mereka yang menjalani, sebagai orang tua papi hanya bisa mendoakan kebahagiaan kalian"
Obrolan semakin seru,antara ibu ibu dan bapak bapak,namun yang berbeda adalah Keasa dan Aldi yang diam tanpa kata. Saat keduanya terdiam tiba-tiba keduanya dikejutkan oleh pertanyaan Larisa.
"Kee,Mami boleh tanya?"
Keasa melihat kearah maminya "Silahkan mi"
"Apa kamu sedang sakit sayang,tubuh kamu mamih lihat semakin kurus saja,lihat lingkar hitam di mata mu,wajah mu masih terlihat pucat meskipun sudah di tutupi oleh makeup " ucap Larisa yang menarik perhatian yang lainnya
"Tapi kulit kamu sangat layu dan tidak terawat sayang,mamih melihat kamu sekarang seperti mayat hidup" ucap Larisa yang semakin membuat mata tertuju pada keasa
Aldi seolah mendapatkan sindiran dari sang mertua,karena secara tidak langsung Larisa menduga bahwa anaknya tidak bahagia dengan pernikahannya selama ini.
"Mih cukup! kamu apapaan si,ngga enak sama yang lain kenapa kamu bertanya pertanyaan konyol seperti itu" ucap Kenan berbisik di telinga istrinya
"Tapi pih .."
"Sudah cukup mih,jangan mempermalukan keluarga kita dihadapkan besan kita,aku yakin apa yang dikatakan keasa adalah kebenaran,bahwa dia kelelahan mengurus Maika,sudah ya jangan memperpanjang urusan ini" ucap Kenan menasehati istrinya .
__ADS_1
Larisa pun menurut apa yang dikatakan suaminya, meskipun perasaannya belum tenang,keasa ingin memastikan sendiri apakah anaknya benar-benar bahagia atau tidak.
"Yasudah maafkan mamih,mamih hanya khawatir saja kalau keasa sedang sakit"
Pukul 5 sore semua keluarga pulang kerumah masing-masing,termasuk keasa dan Aldi. mobil mereka di penuhi oleh kado yang diberikan sebagai hadiah ulang tahun untuk maika dari keluarga besarnya. Sama seperti biasanya tidak ada obrolan,hanya ada ocehan Maika yang mendominasi mobil itu. Sampai akhirnya Aldi mengeluarkan suaranya.
"Kee,maafkan saya" ucap singkat Aldi
Keasa menoleh ke arah Aldi.
"Minta maaf untuk apa mas?"
"Untuk semuanya"
Keasa hanya mengangguk dan tidak menjawab dengan suaranya,keasa seolah mengakui bahwa begitu banyak kesalahan yang Aldi lakukan,sampai sampai keasa menerima maaf Aldi.
Aldi yang mendapatkan anggukkan kepala keasa semakin merasa bersalah karena secara tidak langsung dia memang sudah menyakiti keasa. Keadaan kembali hening. Setelah beberapa menit kemudian,keasa dan Aldi sudah sampai di rumah,keasa menyuruh mbak Yuni untuk menemani Maika ke kamarnya, sedangkan Aldi dan keasa kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Keasa menumpahkan air matanya kembali,sesak di dada yang sejak tadi di tahan kini ia tumpahkan. Begitu besar beban yang harus dia tanggung,rasanya Keasa ingin menyerah saja,karena hampir setahun sikap Aldi sama saja dan tidak ada perubahan.
9 bulan sudah keduanya berumah tangga,selama itu juga keasa menolak untuk mendapatkan nafkah lahir dari suaminya. Uang gaji miliknya selama ini hampir menipis,keasa berpikiran untuk kembali bekerja di RS secara Maika sudah usia setahun.
"Uangku sudah hampir habis,aku tidak mungkin meminta pada mami dan papi, sebaiknya aku kembali bekerja aku tidak ingin bergantung hidup pada mas Aldi"
Setelah meyakinkan diri, akhirnya keasa memutuskan diri untuk kembali bekerja di rumah sakit,dan sejenak membagi waktunya untuk menjadi dokter dan juga seorang ibu. Keasa yakin Aldi tidak akan melarang apa yang akan di lakukan keasa,toh selama ini Aldi tidak memperdulikannya.
***
__ADS_1
Ada giveaway Pulsa dan sebagainya, sebentar lagi SP2 akan selesai. Kalian komen dong dari 6 novel aku mana yang kalian sukai,dan ceritakan hal apa yang menarik buat kalian. Siapa tau kalian beruntung loh.
Jangan lupa like ,komen dan vote Yo Terima kasih ❤️😊