Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Bayi Besar


__ADS_3

"Saya,ini makanan yang kamu inginkan,apa ada lagi yang kamu yang lainnya?," ucap Kevan bertanya


"Hhhmmh,aku mau es cincau hitam kak, sepertinya segar sekali," sahut kirana seolah sedang membayangkan


"Minuman seperti itu adanya dimana,apa di kafe mu ada?,"


Kirana menggelengkan kepalanya.


"Di kafe ku tidak ada kak,kalau disana ada aku tidak memintanya hari ini,"


"Yasudah, Sekarang kita cari minuman yang kamu inginkan,"


Kevan pun mengendarai mobilnya untuk mencari minuman yang Kirana inginkan, disepanjang jalan mereka mencari,namun yang dicari belum terlihat.


"Sayang,apa tidak bisa di ganti minumannya?,"


"Tidak kak aku ingin cincau hitam titik," ucap Kirana tetap pada keinginannya


"Kamu tumben sekali mau makanan tertentu, biasanya ngga pilih pilih," ucap Kevan merasa aneh dengan tingkah Kirana.


"entahlah aku juga tidak tahu,namun naluri ku menginginkan hal itu," sahut Kirana singkat


Saat merasa sudah putus asa, akhirnya Kevan merayu Kirana untuk mencari minuman itu besok pagi,namun Kirana tetap kekeh,sampai akhirnya ada sebuah kedai minuman yang bertuliskan Cappucino cincau Kevan pun merasa bersyukur dan akhirnya dia membeli 2 cup minuman tersebut,hal itu membuat Kirana merasa bahagia, meskipun Kevan sedikit kewalahan untuk memenuhi keinginan Kirana.


"Sekarang kita pulang ya,hari sudah sore ," ucap Kevan yang bersiap mengendarai mobilnya untuk pulang.


Kirana hanya mengangguk sambil menikmati minuman yang belum lama Kevan pesan.


"Minumannya sungguh enak kak,apa kakak tidak mau?," ucap Kirana menawarkan


"Apa aku boleh meminumnya?," tanya Kevan basa basi.


"Tentu saja,tapi sedikit saja ya jangan banyak-banyak," ucap Kirana membuat Kevan menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah, sebaiknya minuman itu kamu habiskan saja,tapi ingat jangan minta yang aneh-aneh lagi,mintalah sesuatu yang mudah dicari," ucap Kevan ketus


"Aku tidak janji,entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu menginginkan sesuatu secara tiba-tiba,"


"Itu karena kamu terlalu banyak berhalusinasi mungkin,jadi berharap yang tidak ada itu ada," ucap Kevan asal

__ADS_1


"Issh kau menyebalkan!,"


Rencana untuk menonton berantakan,makan berdua berantakan, waktu keduanya dihabiskan di jalan untuk mencari makanan yang diinginkan oleh Kirana. Pukul 5 sore keduanya pun baru kembali dan langsung masuk ke kamar sedangkan Kirana disibukkan untuk memakan cilok kuah yang sudah dibeli sewaktu dijalan.


"Sayang aku ke kamar lebih dulu,jangan lupa setelah kamu memakan makananmu segeralah membersihkan diri,"


"Baik suamiku,"


Kirana menikmati makanannya dengan hikmat,bi Mimin yang melintas ke area dapur pun merasa sedikit aneh dengan tingkah majikannya.


"Neng Kirana,pelan pelan makannya nanti tersedak," ucap Bi Mimin memperingati Kirana yang sedang lahap memakan cilok kuah.


"Hehe iya bi, habisnya enak si," ucap Kirana sambil tersenyum


"Besok-besok kalau mau makanan tradisional bilang sama bini neng,in syaa Allah akan bibi buatkan," ucap Bi Mimin tulus


"Benarkah,apa bibi bisa membuatnya?," tanya kirana antusias


"Tentu neng,sebelum bibi ikut dengan neng Kirana ke kota,bibi dan mang Maman penjual makanan tradisional di sekolah, Alhamdulillah banyak yang suka. Seandainya sekolah tidak membuat peraturan dilarang berjualan diarea sekolah Mungkin sampai saat ini kami masih berjualan," ucap Bi Mimin panjang lebar.


"Ohhh seperti itu, baiklah lain kali aku akan meminta bibi untuk membuatkan makanan tradisional ya Bu,"


Setelah selesai memakan cilok kuah,Kirana kembali ke kamarnya,saat Kirana menaiki tangga perutnya sedikit mual.


"Kenapa perutku mual sekali,apa aku kebanyakan makan dan minum,ahhh perutku sungguh tidak nyaman," gumam Kirana dalam hatinya sambil perlahan menuju kamarnya


Kevan yang sedang memainkan ponselnya diatas tempat tidur menyadari keberadaan istrinya.


"Sayang apa kamu sudah ...," ucap Kevan belum selesai karena Kirana langsung berlari ke kamar mandi


Hoekkkk.... hoekkkk.... hoekkkk.


Kirana memuntahkan semua yang sudah ia makan tanpa sisa,Kirana menangis sesegukan dan langsung terjatuh dilantai kamar mandi. Kevan yang sejak awal mendengar hal itu pun langsung membantu Kirana dan memeluknya, setelah itu membawanya ke tempat tidur.


"Sayang kamu kenapa?,"


"Aku mual kak,makanan yang aku makan keluar semua hiks...hikss 😭😭," ucap Kirana menangis seperti anak kecil.


"Sayang mungkin kamu makan terlalu banyak,jadi lambung mu tidak mampu menampung makanan yang kamu makan,jadinya kamu memuntahkan semuanya," ucap Kevan mendiagnosa seolah dokter

__ADS_1


"Mungkin saja,tapi makanan itu jadi mubazir kak," ucap Kirana masih dengan tangisnya


"Lalu harus bagaimana lagi, makanannya sudah kamu muntah kan ,masa iya mau diambil lagi ihhhh jorok," ucap Kevan bergidik jijik.


"Yasudah, besok-besok aku bisa memakannya lagi," ucap Kirana dengan wajah sedikit cemberut.


Saat Kirana sudah selesai dengan drama menangisinya, Sekarang tiba tiba dia ingin bermanja-manja dengan suaminya,bahkan Kirana meminta suaminya untuk memandikan dirinya seperti anak kecil,hal itu sontak membuat Kevan bersemangat dan tidak bisa menolaknya.


"Kak,badanku lengket sekali sudah gitu bau lagi," ucap Kirana sambil mencium aroma tubuhnya


"Yasudah mandi sayang, mumpung belum malam," ucap kevan yang masih fokus pada hapenya


"Tidak! aku mau kakak yang memandikan aku," ucap Kirana membuat Kevan berhenti sejenak dari aktivitas memainkan ponselnya.


"Apa kamu tidak salah?,"


"Tentu tidak kak,ayooo aku sudah sangat gerah," ucap Kirana merengek bak anak kecil yang meminta mainan.


Masih dengan perasaan herannya ,Kevan pun berdiri dan menggendong Kirana,yang sedari tadi merentangkan tangannya untuk di gendong oleh Kevan. Sesampainya di kamar mandi,Kirana tak kunjung membuka pakaiannya.


"Sayang cepat buka bajumu,nanti keburu azan magrib,"


"Aku ingin kakak yang melakukannya,," ucap Kirana singkat


"Ya ampun ada apa dengan mu hari ini,kenapa sikapmu aneh sekali,apa kamu sakit sayang ?," ucap Kevan bertanya


"Aku baik baik saja,tidak ada yang salah denganku hari ini,hanya saja aku terlalu malas untuk merawat badanku sendiri,jadi tolong bantu aku melakukannya,"


"Bagaimana kalau aku khilaf sayang,ini sungguh menyiksa ku,"


"Kakak jangan macam-macam sebentar lagi azan berkumandang, Sekarang cepat mandikan aku,"


Dengan perasaan bercampur aduk,Kevan menuruti keinginan Istrinya, memandikan Kirana menggosok semua badannya dengan sabun mencuci rambut kirana,hingga bersih,bahkan gigi pun Kevan yang menyikatnya. Tak habis disitu Kevan harus di uji kembali dengan tingkah Kirana yang meminta dipakai kan pakaian dari perintilan terkecil sampai baju yang digunakan. Belum lagi Kevan mengeringkan rambut Kirana dan menyisirnya.


"Sayang sekarang kamu sudah cantik, saatnya kita menjalankan ibadah setelah itu kita turun kebawah untuk makan malam," ucap Kevan setelah selesai mengurus bayi besarnya


Kirana hanya mengangguk tanda dia mengerti apa yang dibicarakan suaminya.


***

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote ya ❤️


__ADS_2