
Dua hari setelah pernikahan Keana dan Aldi mereka harus disibukkan dengan kepindahannya kerumah baru. Bukan hal yang mudah untuk keluar dari rumah Kevan banyak syarat yang harus dipenuhi, salahsatunya menginap seminggu sekali, berkunjung sesering mungkin dan memberi kabar via handphone, ah apa semua orang tua bersikap protektif seperti Kevan,dia seolah tidak rela jika anaknya menjadi dewasa.
Aldi dan Keana harus bekerja keras meyakinkan Kevan, kepindahan rumah yang tidak terlalu jauh dari mereka pun harus menuai drama,Kirana bahkan ikut membantu meyakinkan Kevan, sampai akhirnya berhasil.
"Ingat ya kesepakatan kita,kalian harus penuhi itu!," ucap Kevan pada anak dan menantunya.
"Ya Allah ayah mereka pindah cuma jarak beberapa rumah aja dari sini,kenapa seolah ribuan kilo si," ucap Kirana pada suaminya
"Ya bukan gitu Bun,kalo nggak diperingati dari awal pasti mereka so sibuk dan ngelupain kita,ayah yakin itu," ucapnya sinis
"Suudzon nggak baik ayah untuk keberlangsungan umur yang barokah!," ucap Keana pada ayahnya
"Nanti kakak paham kalau sudah punya anak,gimana rasanya pisah rumah sama anak yang dari kecil kita jaga dan kita rawat,terus tiba-tiba dia diambil sama orang luar dan dibawa pergi,apa engga hancur perasaan sebagai orang tua," ucap Kevan dengan dramanya.
"Iya ayah kakak paham maafkan aku ya kalo selama ini belum jadi anak yang baik buat ayah, pokonya aku janji akan selalu jadi anak ayah seperti sebelumnya meskipun saat ini aku punya suami yang menjadi prioritas ku,"
"Jadi sekarang ayah udah nggak jadi prioritas kamu?,"
Semua orang menarik napas panjang seolah malas berdebat dengan orangtua yang protektif ini.
"Ayah akan selalu jadi prioritas aku sampai kapan pun," ucap Keana sambil memeluk ayahnya.
Saat mereka tengah bermain drama bersama Kevan tiba-tiba keluarga Kenan datang kerumah Keana dan Aldi, seperti yang kalian tahu jarak perumahan mereka tidak terlalu jauh,dalam hitungan menit sudah sampai.
"Assalamualaikum." ucap salam keluarga Kenan.
"Wa'alaikumussalam," sahut dari dalam rumah
"Tumben sepi,kalian semua sedang apa?," tanya Keasa menghampiri keluarga Cemara
"Lagi main drama," ucap Keanu singkat membuat keluarga Kenan tersenyum
"Pasti ayah pemeran utamanya haha," tebak keasa sambil tertawa
"Ya siapa lagi,kan dia doang yang suka drama," ucap Keanu yang masih fokus pada hapenya
"Kalian berdua kalo sudah ketemu engga pernah bosan buat ngebully ayah,dosa kalian!," ucap Kevan menimpali.
"Hiburan yah hehe," ucap keasa polos yang langsung mendapatkan cubitan dari maminya
"Mami ah sakit kenapa nyubit nyubit kakak si," ucapnya kesal
"Kamu nggak boleh gitu sama ayah, ngelunjak tau," ucap Larissa menasehati
"Halah so nasehatin anak,dulu juga kamu alumni bully saya," ucap Kevan sinis.
__ADS_1
"Iyakan dulu mas sekarang udah tobat hehe,"
"Emang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,"
"Udah sayang ngga usah di ladenin,mas kevan mah seneng kalo debat ada lawannya." ucap Kenan menghentikan perdebatan tak berfaedah.
**
Perdebatan unfaedah sudah usai, setelah makan malam semua orang kembali kerumah masing-masing,dirumah itu hanya ada Keana ,Aldi dan kedua pekerja yang dikirim oleh Diana mamahnya Aldi,namanya Mbak Ratih dan suaminya Pak Umar.
"Mas aku cape sekali," ucap Keana dengan manjanya
"Yah jangan cape doang belum ngapa-ngapain,masa udah cape aja," sahut Aldi
"Lah kan dari tadi kita sibuk pindahan mas,apanya yang nggak ngapa-ngapain,"
"Mas udah puasa dua hari,masa harus puasa lagi,dirumah ayah digangguin terus ngajak main catur lah bahas saham lah ," ucapnya
"Jadi mas nggak ikhlas nemenin ayah?,"
"Bukan gitu sayang,cuma mas juga kan laki-laki normal yang membutuhkan nafkah batin,"
"Iya iya maafkan ayah yah, "
"Apa boleh malam ini?,"
"Ya namanya juga pertama kali,kalo kamu belum siap gapapa kita tidur aja, kapan-kapan saja," ucap Aldi yang harus kembali menahan hasratnya.
Aldi membaringkan badannya membelakangi Keana, setelah mematikan lampu dan mengganti dengan lampu tidur,Aldi mencoba terlelap meskipun belum mengantuk. Keana menyadari hal itu bagaimana pun itu adalah kewajibannya, meskipun Keana menghindari cepat atau lambat pasti akan terjadi.
Keana memeluk suaminya dari belakang,dia mencium tengkuk leher Aldi,hal itu membuat Aldi semakin tersiksa,ingin rasanya dia berbalik dan melakukannya namun Aldi tidak bisa egois dia juga harus memikirkan Keana.
"Mas,apa kamu sudah tidak menginginkannya?,"
Aldi yang mendengar hal itu masih belum paham dengan ucapan istrinya.
"Aku sudah siap mas,maafkan aku yang tidak peka dengan keinginan mu," ucap Keana dengan mata yang berkaca-kaca dan hal itu disadari oleh Aldi dari suara berat yang keluar dari mulut Keana.
Aldi pun membalikkan tubuhnya,dia merasa tidak tega dan lagi bukan niat Aldi mendiamkan istrinya,dia hanya mencoba menahan hasratnya agar tidak terpancing.
"Sayang,kenapa kamu menangis,mas tidak apa-apa kalau kamu belum siap,mas hanya ingin menahannya sampai kamu benar-benar siap,kamu tidak perlu menangis seharusnya mas yang minta maaf,maaf ya ,"
Keana menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah siap mas,"
__ADS_1
" Sungguh?," tanya Aldi meyakinkan
Keana menganggukkan kepalanya.
"Yasudah kita berdoa ya sebelum melakukannya,"
"Sebaiknya kita shalat sunah dulu sayang,mas ingin kita dalam prosesnya melibatkan yang maha kuasa,agar kelak kita memiliki keturunan yang Soleh dan Sholihah,"
Keana pun mengikuti apa yang dikatakan suaminya,mereka pun berwudhu dan menjalankan shalat sunah,setelah itu mereka kembali ketempat tidur.
Aldi mengambil tindakan lebih dulu ,Keana sudah menggunakan baju tidur yang cukup menggugah selera Aldi ,hasrat yang beberapa hari ditahan akan segera tersalurkan.
Aldi memulainya dengan membaca doa dan mencium kening Keana, setelah itu pergerakannya turun ke area bibir Keana,bibir yang dua hari ini menjadi candu bagi dirinya. Aldi melakukannya dengan perlahan meskipun napsunya ingin melakukan dengan cepat.
Keana seolah terhipnotis menerima serangan demi serangan yang diberikan oleh Aldi bahkan desahan dan erangan lolos begitu saja dari bibirnya,Aldi semakin terpacu sampai akhirnya Aldi melepas apa yang melekat pada tubuhnya dan tubuh Keana.
Jejak jejak bibir Aldi menghiasi bagian tubuh milik Keana,seolah tidak ada celah Aldi melakukannya dengan penuh gairah sampai pada akhirnya keduanya melakukan hubungan halal itu, meskipun Keana harus menahan sakit saat Aldi berhasil merobek selaput dara yang selama ini Keana jaga, dan Aldi lah yang berhasil melakukannya.
Entah berapa lama keduanya melakukan hal itu, sampai waktu mendekati pagi Aldi dan Keana baru terlelap. Akhirnya Keana sudah melakukan kewajibannya dan Aldi mendapatkan haknya, berharap secepatnya benih itu akan tumbuh dalam rahim Keana.
***
KALIAN HARUS MAMPIR KE CERITA AUTHOR DIBAWAH INI DIJAMIN CERITANYA SERU DAN BANYAK PELAJARAN YANG BISA DI AMBIL.
KLIK AJA PROFIL NAMA MEREKA DAN KUNJUNGI KARYANYA.
Buah Kesabaran - berlian permata/ana endra
Bodyguardku ternyata seorang CEO - putri nola sari
Atas Nama Cinta - Ocha_Gumay24
__ADS_1
Ditunggu loh,Terima kasih ❤️❤️