Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Menunggu


__ADS_3

Kirana meninggalkan kantor Kevan dengan segala kesalahpahaman,dan dia mengunjungi kafe miliknya yang tak jauh dari kantor Kevan. sesampainya disana Kirana, langsung menyapa para pegawainya dan melanjutkan dengan pergi keruang kerjanya.


Hari ini perasaan Kirana dipenuhi dengan ke dilemaan ,antara mempertahankan pernikahannya atau mengakhirinya. kirana selalu berpikiran bahwa dialah yang merebut Kevan dari Larissa,padahal tidak demikian. Seharian ini ,Kirana, hanya memikirkan bagaimana caranya berbicara kepada orang tua Kevan dan juga memberikan alasan perihal perpisahannya.


Bagaimana mungkin pernikahan yang masih kurang dari sepuluh hari harus berakhir begitu saja,Kirana ,nampak pasaran dengan apa yang menimpanya saat ini, mungkin ini sudah suratan takdir yang maha kuasa.


**


Di ruangan Kevan,dia sedang sibuk dengan berkas-berkas pentingnya,bahkan saat Larissa,masuk pun dia tidak menyadarinya.


"Hey,kamu belum sarapan ya?," tanya Larissa yang langsung nyelonong masuk,saat tak ada jawaban dari Kevan ketika mengetuk pintu


"Kau tidak sopan! harusnya ketuk dulu pintunya, setelah ku izinkan barulah kamu masuk," ucapnya seolah Larissa yang salah


"Saya sudah mengetuk pintu itu berkali-kali,tapi kamu tidak juga memberikan sahutan,karena saya tau kamu pasti sibuk dengan kertas kertas itu!,"


"Ya, baiklah mungkin aku tidak mendengarnya,tadi kamu bertanya apa?,"


"Kamu belum sarapan ya?,"


"Bagaimana kamu tahu kalau saya belum sarapan?,"


"Ini bekal mu,kata ,Ika ,asisten rumah tangga mu kesini membawa kotak sarapan," ucap Larissa yang menyerahkan bekal pada Kevan .


Kevan menatap heran bekal makanan itu, asisten rumah tangga siapa yang Larissa maksud, apakah bi Papat, asisten rumah tangga mamanya,atau bi Mimin. Asisten rumah tangga Kirana?, entahlah Kevan bingung.


"Hey,kenapa kau menatap kotak makanan mu seperti itu,apa kamu tidak menyukainya?," tanya Larissa yang mencoba menyadarkan Kevan dari lamunannya.


"Berisik kamu,apakah dia sudah pergi?,"


"Dia ... dia siapa?,"


"Itu orang yang mengantarkan makanan ini,"


"Aku tidak tahu, soalnya tadi Ika yang memberikannya langsung, memangnya kenapa si,ko jadi mempermasalahkan Art segala?,"


"Tidak,aku hanya penasaran saja,hari ini aku memang tidak sarapan dirumah, soalnya aku tidak enak,makan sendiri saja seperti seorang tamu jauh," ucap Kevan yang mengingat kejadian tadi pagi.


"Apa maksudmu?," tanya Larissa


"Aku mengikuti saranmu untuk kembali kerumah Kirana. Tapi ,Kirana seolah menjaga jarak denganku,"


"Hahaha,apa kamu merasa di abaikan?,"


"Tentu saja, biasanya juga aku yang melakukan hal itu,"


"haha,rasakan kau, mungkin itu buah dari sifat congkak mu haha,"


"Dasar teman tak berguna,bisanya hanya meledek saja, mudah-mudahan kamu merasakan apa yang aku rasakan,"

__ADS_1


"hhmhh,mana mungkin,aku kan tidak congkak seperti mu,haha,"


"Menyebalkan!,"


Kevan beralih tempat,dari kursi kebesarannya menuju ke sofa yang ada diruangan, sejujurnya dia memang sedang lapar,dan tanpa memperdulikan siapa yang membawa sarapan untuknya,Kevan langsung membuka bekal sarapannya. Kevan, sedikit tidak asing dengan sarapan yang ada di kotak bekal itu,seolah dia pernah melihatnya.


"Aku sepertinya melihat nasi goreng ini pagi tadi," ucap Kevan pelan yang masih bisa di dengar Larissa


"Kamu melihat dimana,bukan katamu hari ini tidak sempat sarapan dirumah?,"


"sepertinya tadi pagi,Kirana. Membuat nasi goreng deh,tapi apa mungkin yang mengantarkan bekal ini adalah Kirana,lalu siapa yang mengaku sebagai asisten rumah tangga?,"


Sesuap demi sesuap ,Kevan menyantap bekal sarapannya,sampai tak tersisa sedikitpun. Larissa yang melihat hal itu begitu heran, bukankah laki-laki itu selalu berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu,bahkan saat makan.


"Apa kau kesurupan,makannya banyak sekali?,"


"Sarapan ini sungguh nikmat,aku bahkan tidak menyadarinya kalau ini sudah habis,"


"Ihh,baru kali ini aku melihat mu makan,tapi seperti orang yang kelaparan,"


"Mungkin itu hanya perasaan kamu saja,aku sangat lapar,"


"Apa istrimu tidak memberi kamu ?,"


" Dia memberiku makan, buktinya ini,sudah habis," ucap Kevan sambil memperlihatkan bekal kosongna nya


"Wah menakjubkan sekali, kapan-kapan aku harus menemuinya,"


***


Hari ini Kirana pulang lebih awal,dia ingin membahas masalah pernikahannya dengan Kevan,namun waktu sudah menunjukkan pukul 9,Kevan ,belum datang juga. Entah kenapa malam ini Kirana,sangat menantikan kedatangan Kevan,.


"Kemana,kak Kevan , biasanya jam segini sudah pulang,apa dia tidak kembali kesini?" gumamnya sendiri


Tak lama Bu Mimin membawakan susu kambing kesukaan Kirana,katanya untuk menambah daya tahan tubuhnya.


"Neng ,ini susu hangatnya nya?,"


"Oh.. iya bi, terima kasih,"


"Sama-sama,neng. Apa neng sedang menunggu mas,Kevan?,"


"Iya bi, bukankah kemarin-kemarin jam segini dia sudah kembali?,"


"Biasanya si begitu neng,mana cuaca di luar sedang hujan, mungkin dia tidak pulang kesini neng,"


"Iya bi, hujannya lebat sekali, mudah-mudahan dia baik-baik saja,"


"Wah... neng perhatian sekali, bukannya mas,Kevan sudah membuat neng Kirana menangis?,"

__ADS_1


"Sudahlah,bi, mungkin akunya saja yang cengeng,"


Waktu semakin larut,jam menunjukkan pukul 11.30 malam, akhirnya Kirana menyerah dan akan kembali ke kamarnya,saat baru beberapa kali melangkah ke kamarnya, terdengar suara mobil,dan pa Maman sedang membuka gerbang rumah Kirana. Kirana mengintip di jendela,dan benar saja kalau itu adalah Kevan suaminya.


Kirana langsung bergegas membuka pintu,dan sosok laki-laki tampan dengan baju yang sudah tidak kering lagi.


"Kak,kamu kembali?,"


"Apa kamu berharap kalau aku tidak kembali kesini?," ucap Kevan ketus


"Bu..bukan ,Kak,karena ini sudah larut malam,jadi aku pikir kamu tidak kembali,"


"Mobilku mogok,dan terpaksa aku harus turun untuk membetulkannya,"


"Pantas saja,aku menunggu mu sejak tadi, namun kamu tak datang juga," ucap Kirana membuat Kevan heran


"Untuk apa kamu menunggu ku?,"


"Nanti kita bicara kak, sekarang gantilah pakaian,kakak,supaya tidak sakit,"


"Baiklah,"


Kevan langsung menuju kamar utama, sedangkan Kirana menuju dapur untuk membuatkan teh jahe hangat,dan juga menghangatkan makanan,takut takut Kevan belum makan malam. Setelah selesai Kirana langsung mengetuk kamar utamanya,namun saat Kirana, berkali-kali mengetuk tak juga mendapat jawaban,dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk.


Saat sudah berada di dalam kamar,Kirana , terkejut mendapati Kevan,yang sedang tertidur dengan menekuk badannya, nampaknya dia sedang demam ,dan saat Kirana menyentuh dahinya benar saja kalau Kevan demam tinggi.


"Kak,bangun kak,kamu demam," ucap Kirana menggoyang kan badan Kevan yang terlelap


"Kak,bangun. Kamu pasti belum makan,ayo bangun dulu setelah itu minum obat dan istirahat,"


Tak ada jawaban dari kevan, akhirnya Kirana memutuskan untuk membuat bubur dan membuat kembali teh jahe hangatnya. Kirana mengurus Kevan dengan baik,Kevan berhasil bangun dan makan bubur yang Kirana buat,bahkan teh jahe yang awalnya Kevan tolak,sudah habis ia minum. Setelah meminum obat,Kevan membaringkan tubuhnya kembali,lalu Kirana berpamitan untuk ke kamar sebelahnya.


"Kak,aku permisi untuk tidur, sebaiknya,kakak beristirahat,"


"Jangan tinggalin saya," ucap Kevan pelan namun masih bisa di dengar Kirana.


"Apa kakak,masih butuh sesuatu?,"


"Saya butuh kamu,jadi jangan tinggalin saya sendiri," ucap Kevan menahan Kirana


"Yasudah ,kakak, tidur,aku akan menemani kakak,disini,"


Kevan pun terlihat senang dengan jawaban yang Kirana berikan. Kirana mulai mengambil tikar dan akan menggelarnya di lantai,namun dihentikan oleh suara Kevan.


"Tidurlah,bersama ku ,"


***


Jika menemukan typo,harap maklum.

__ADS_1


Jangan lupa,like,komen dan vote..


Jangan lupa ada hadiah untuk vote terbanyak 😁


__ADS_2