
Pukul 10 pagi Kirana dan sepasang suami istri yang setia mengikuti Kirana pun telah memasukkan koper dan tas masing-masing kedalam mobil.
"Pak Maman nanti gantian ya bawa mobilnya?," ucap Kirana pada pak Maman
"Lah kok gantian neng,biar saya saja yang bawa lagian kan dekat kurang dari sejam kita udah sampe," sahut pak Maman
"Mang,bi. Kita pulang ke kampung yu, itung-itung liburan,nenangin pikiran yang akhir-akhir ini semrawut,siapa tau bibi dan mamang juga kangen kerabat dikampung," ucap Kirana antusias
Sepasang suami istri itu pun cukup senang dengan ajakan majikannya,karena memang mereka sudah lama tidak pulang ke kampung.
"Bagaimana?," tanya Kirana kembali
"Kami ikut neng,kami juga sudah rindu kampung halaman,apa tidak masalah kalau kita pergi tanpa sepengetahuan mas Kevan?,"
"Tidak apa apa bi,mas Kevan saja tidak peduli sama aku,jadi saat aku pergi pun dia akan baik-baik saja,yasudah kita berangkat sekarang,pintu sudah dikunci semua kan?,"
"Sudah neng,tapi kunci rumahnya bagaimana?,"
"Kuncinya kita titip dirumah kak Kevan saja, soalnya kalo dititip orang lain saya takut terjadi yang tidak diinginkan,"
"Baik neng,kita berangkat sekarang ya," ucap pak Maman
Kali ini pak Maman yang mengendarai mobil, sebelum pulang ke kampung halaman Kirana meminta pak Maman mampir kerumah Kevan untuk menitipkan kunci rumah. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai,Kirana turun dan menitipkan kunci itu pada penjaga rumah Kevan untuk diberikan pada majikannya.
"Assalamualaikum, selamat pagi pak,"
"Selamat pagi non," sahut satpam rumah Kenan.
__ADS_1
Saat satpam itu membuka gerbang cukup lebar Kirana melarangnya,karena memang Kirana tidak berniat untuk masuk kerumah besar itu. Kirana hanya berbicara sebentar dan setelah itu dia pamit pergi.
"Tidak usah dibuka pak gerbangnya,saya hanya mau menitipkan kunci rumah untuk suami saya,tolong dititip ya pak," ucap Kirana pada pak satpam.
"Baik non,tidak mampir ke dalam dulu?,"
"Tidak usah pak,saya pamit ya pak. Titip salam untuk semuanya," ucap Kirana yang membuat satpam rumah Kevan sedikit heran karena ucapan salah satu majikannya.
Pak Maman segera melajukan kendaraannya untuk menuju sebuah pedesaan, tempat yang nyaman untuk menghilangkan sejenak beban pikiran yang ada, berharap semuanya akan membaik setelah mereka kembali dari desa. Banyak hal yang dipikirkan Kirana sejak tadi, salah satunya nasib pernikahannya yang selalu menemukan Kendala, apakah mungkin karena mereka tidak berjodoh,hal itu juga yang dipikirkan oleh Kirana.
Pak Maman dan bi Mimin memandang wajah majikannya dari balik kaca spion,mereka sangat prihatin dengan keadaan rumah tangga Kirana,baru sebentar merasakan kebahagiaan,kini harus kembali merasakan kesedihan, keduanya berharap bahwa kirana akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Ditempat lain,Kevan dan Kenan sudah berada di kantornya masing-masing,selama Kevin dan Nadya mengurus bisnisnya di luar negeri,makan Kevan lah yang mengambil alih semua urusan pekerjaan. Selama dia tidak bertegur sapa dengan Kirana,Kevan menjadi work holic semuanya dia alihkan pada pekerjaan,dan hari ini pun dia harus pergi keluar kota,ia berencana untuk pulang kerumah mengambil baju dan beberapa keperluan lainnya,namun kevan urungkan karena ia belum mau menemui Kirana.
Kevan lebih memilih untuk membeli pakaian baru dan keperluan lainnya dengan yang baru, entahlah sebegitu membencinya kah Kevan pada Kirana,namun dia belum menyadari bahwa Kirana sudah meninggalkan rumah,dan entah dia pergi kemana yang jelas Kevan tidak akan melihat Kirana dalam waktu dekat.
Kenan mengantarkan kepergian keduanya,dan setelah itu ia segera kembali ke kantor miliknya,karena pekerjaan yang cukup banyak mengharuskan Kenan kerja lembur.
Didalam pesawat Larissa mengajar bicara pada Kevan ,ia membahas masalah hubungannya dengan Kirana namun secara tegas Kevan menolak jika itu ada sangkut pautnya dengan Kirana, Larissa tidak bisa berbuat apa-apa,karena memang itu bukan urusannya.
**
Hampir 2 jam lebih Kirana dan kedua pekerjanya melakukan perjalanan,dan sampai lah ia disebuah desa yang masih asri,rumah yang sederhana terbuat dari bambu dengan lantai yang sudah modern yaitu menggunakan keramik,bahkan rumah panggung design zaman dulu masih menghiasi pedesaan disana, hamparan sawah yang luas, sungai yang jernih,hewan ternak dan perkebunan masih menjadi sumber penghasilan warga. Seketika kedamaian dirasakan oleh Kirana.
Kirana memasuki rumah yang dulu ia tempati dengan neneknya,rumah yang penuh dengan kenangan,dia dibesarkan oleh seorang nenek yang penuh kasih sayang. Ketika ia melihat foto yang terpasang foto Kirana dan sang nenek, tiba-tiba Air matanya luruh, begitu banyak beban batin yang harus Kirana tanggung, sesungguhnya dia berharap akan menemukan kebahagiaan setelah kesedihan selalu menyapanya,dari ditinggalkan orang tua,nenek dan sekarang suami yang mengabaikannya.
Kirana masuk kedalam kamar milik neneknya dia menangis kencang menumpahkan semua kesedihannya,dia tak lagi memperdulikan keberadaan sepasang suami-istri,yang dia tau kini hatinya sedang tidak baik-baik saja. Bi Mimin dan pak Maman pun sangat memaklumi hal itu, sebelum keduanya menemui kerabat dekat,bi Mimin lebih dulu mengurus keperluan Kirana,masak, membersihkan rumah dan merapikan pakaian, setelah itu mereka izin untuk beristirahat dirumah kerabat dekatnya.
__ADS_1
"Neng bibi dan pak Maman izin untuk kerumah kerabat dekat ya,semua keperluan neng sudah bibi sediakan,"
"Iya bi,tapi kalian harus kembali dan menemani Kirana selama disini,"
Keduanya yang awalnya ingin meminta izin untuk menginap pun, mengurungkan niatnya,dan memang mereka pun tidak tega meninggalkan Kirana sendiri, mungkin besok atau lusa mereka baru akan meminta izin untuk menginap dirumah kerabatnya.
**
Kenan sudah pulang dari kantornya, tiba-tiba satpam rumahnya menghampiri Kevan dan memberikan kunci rumah yang dititipkan oleh Kirana,sontak saja Kenan mengernyitkan dahinya, untuk apa Kirana menitipkan kunci rumahnya, memangnya dia pergi kemana, begitulah Kirana dalam benak kenan.
"Tuan maaf ,ini tadi nona Kirana pagi kesini untuk menitipkan kunci rumahnya," ucap salah satu satpam rumahnya
"Kunci rumah, Apa dia tidak menitipkan pesan?,"
"Nona Kirana hanya menitipkan salam untuk semuanya, setelah itu dia langsung pergi dengan kendaraannya,"
"Apa selain itu tidak ada lagi?,"
"Tidak ada tuan,"
"Yasudah kamu boleh pergi,"
Kenan masih bertanya-tanya,kenapa Kirana menitipkan kunci rumahnya,jika dia memang akan pergi kenapa harus mengunci rumah bukankah ada asisten rumah tangga yang akan menjaga rumahnya, seketika pikiran Kenan menduga banyak hal salah satunya dengan Kirana meninggalkan rumah,hal itu mungkin saja mengingat saudara kembarnya mengabaikan Kirana selama hampir 2 bulan.
***
Like komen dan vote ya ❤️
__ADS_1
AKU HERAN LIKE EPISODE SEBELUM LEBIH SEDIKIT,PAS EPISODE "DINGIN" CUKUP BANYAK,APA KALIAN MEMBACA DAN MELEWATKAN LIKE,PLIS JGN DONK, USAHAKAN LIKE DULU BARU BACA.🙏🙏