Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Stres


__ADS_3

Setiap kisah itu selalu berlanjut, entah tentang kebahagiaan ataupun kesedihan. Banyak hal yang akan kita ingkari jika itu bukan sebuah kebahagiaan,padahal jika kita menunggu hikmah datang dan bersabar sebentar, mungkin nikmatnya kebahagiaan itu lebih besar.


***


Hari demi hari kehamilan Keana semakin membesar, keluarga besar sangat menjaga keana termasuk sang suami yang selalu memantau apa yang dilakukan oleh Keana. Keana sering kali menarik napasnya dalam-dalam,bukan tidak bersyukur karena keluarganya sudah perhatian,tetapi menurutnya ini terlalu berlebihan. Kevan sang papah protektif sudah menyiapkan satu bodyguard perempuan untuk menjaga keana,kemanapun anaknya pergi harus selalu dalam pengawasan.


Perasaan Keana begitu campur aduk antara senang sekaligus tertekan. Bukankah seharusnya orang yang sedang hamil itu tidak boleh stres, berulangkali Keana meminta keluarga besarnya untuk tidak berlebihan,bersikap sewajarnya saja tapi semuanya tidak pernah di dengar,mereka bilang sebagai salah satu bentuk penjagaan,padahal semua itu membuat Keana tidak nyaman.


Hari ini Keana akan berkonsultasi kehamilan pada adik sepupunya,banyak hal yang ingin Keana sampaikan pada keasa seputar apa yang dia rasakan. Neni salah satu bodyguard yang diperintahkan Kevan harus menunggu diluar, namun Neni menolak, wanita berperawakan tinggi itu menolak perintah Keana,sampai Keana memohon dengan mengatupkan kedua tangannya,dan akhirnya Neni pun menuruti keinginan Keana.


"Kenapa hidupku jadi seperti ini,aku seperti burung dalam sangkar, menyedihkan," ucapnya yang langsung masuk kedalam ruangan Keasa.


"Selamat siang Keasa?"


"Siang mbak, bagaimana kabar keponakan ku?"


"Kebetulan sekali aku kesini ingin berkonsultasi,apa jam tugas mu sudah selesai?"


"Sudah mbak,baru saja selesai"


"Oh, syukurlah"


"Mbak mau konsultasi apa?"


"Dek,anggap saja ini sesi curhat ya,tapi berikan diagnosa mu juga pada mbak"


"Baik mbak, sekarang apa yang mau mbak katakan?"


"Dek , akhir-akhir ini perutku selalu keram,setiap pikiran ku sedang tidak baik rasa keram itu selalu datang. bahkan beberapa kali aku selalu muntah kuning dan rasanya pahit,belum lagi kepalaku sering pusing" ucap Keana menceritakan apa yang dirasakan.

__ADS_1


Keana dengan sabar mendengarkan apa yang sampaikan oleh keasa.


"Apa akhir-akhir ini ada sesuatu yang menggangu pikiran kakak?" tanya Keasa


"Banyak" ucapnya singkat


keasa mengkerutkan alisnya.


"Apa yang kakak pikiran sampai hal itu sangat menggangu kakak, sebaiknya ibu hamil menghindari stres,dan menjaga pola makan dengan baik,apa kakak sudah melakukan hal itu?"


"Makanan yang masuk ke mulut ku semuanya adalah makanan terbaik sampai-sampai aku tidak bisa memakan makanan sembarangan meskipun aku mengidam. Ayah dan mas Aldi terlalu berlebihan,bahkan setiap hari bunda membuatkan ku makanan yang sehat,tidak sampai hati aku menolaknya"


"Apa kakak bahagia dengan perhatian mereka?"


"Entahlah,awalnya aku sangat bahagia karena mereka begitu perhatian dan menyambut keberadaan anakku dengan sukacita,namun semakin kesini perbuatan mereka sudah berlebihan. Jadwal operasi ku yang masih banyak,harus rela ditinggalkan dan digantikan oleh mas Aldi,dia rela bulak balik kerumah sakit ini dan rumah sakit miliknya, yang penting aku tidak kelelahan"


Keana dengan sabar tetap menjadi pendengar yang baik untuk kakaknya,dia seolah memahami perasaan tidak nyaman yang dialami oleh Keana.


"Aku sudah berkali-kali memohon kepada mereka untuk bersikap biasa saja tapi mereka tetap menolaknya. Aku seolah tawanan , melakukan semua hal namun dalam pantauan. Aku juga ingin melakukan banyak hal di kehamilan ku yang pertama ini,aku ingin makanan yang aku inginkan tanpa memikirkan bersih atau kotor,sehat atau tidak , murah atau mahal,karena bagiku rasa ngidam itu tidak datang setiap hari." ucap Keana yang mulai berkaca-kaca


Keana melampiaskan perasaan kesal dan sedihnya .


"Aku ngerti perasaan mbak,tapi mbak juga harus pikirin janin yang ada dalam kandungan mbak. Stres saat hamil adalah normal. Tetapi jika ibu hamil sering mengalami stres sampai mengganggu aktivitasnya, dampak stresnya bisa ke janin. Janin mampu merasakan apa yang ibu alami karena ibu mentransfer apa yang dirasakannya ke ajanin melalui zat-zat atau hormon yang dihasilkan tubuh ibu." ucap keasa menjelaskan


Keana sudah tidak bisa lagi menahan air matanya,kenapa dia berlebihan atas perhatian yang diberikan keluarganya.


"Aku selalu menuruti keinginan ayah dari aku kecil sampai dewasa,aku pikir setelah aku menikah ayah akan berhenti mengekang ku ternyata tidak,ditambah mas Aldi ikut-ikutan bersikap protektif"


"Biar aku bantu bicara sama ayah dan mas Aldi ya mbak biar mereka tidak bersikap berlebihan lagi"

__ADS_1


"Tidak usah dek,itu tidak akan berpengaruh bukankah ayah begitu keras dengan apa yang sudah menjadi keputusannya."


"Iya aku paham mbak,tapi bagaimana dengan mbak? jika mbak merasa stres bahkan depresi ini akan berpengaruh pada kelahiran bayi prematur,dan hal itu akan berbahaya jika mbak tidak mengatasinya dengan cepat"


"Mbak juga akan berusaha menetralisir ini semua,mbak tidak ingin membuat anak mbak lahir dalam keadaan tidak baik-baik saja,mungkin mulai saat ini mbak akan berusaha menerima sikap berlebihan para lelaki itu"


"Apa perlu kita berliburan mbak?"


"Hmh apa bisa?"


"Tentu,aku akan membujuk ayah dan mas Aldi"


"Cobalah jika kamu bisa"


***


Keinginan keasa untuk mengajak Keana berlibur adalah omong kosong,dia tidak berhasil membujuk Kevan agar Keana bisa berlibur,padahal Aldi sudah memberikan izin. Keana sudah menduga hal itu.


Di kehamilan Keana yang menginjak 5 bulan semua aktivitas di rumah sakit harus dihentikan,bahkan Keana dan Aldi harus tinggal di rumah Kevan. Keana semakin marah terhadap ayahnya namun tidak bisa melampiaskan,dia akan berusaha mengikuti keinginan ayahnya jika itu membuat sang ayah bahagia.


Semua asupan makanan sehat tak pernah ia lewatkan, meskipun Keana dilanda kebosanan,karena dia sama sekali tidak boleh melakukan aktivitas berat, yang dilakukan setiap hari oleh Keana adalah menonton TV,bermain HP,tidur makan dan hal membosankan lainnya.


Kala itu semua keluarga sedang berkumpul diruang keluarga.


"Nak apa yang seharian ini kamu lakukan?" tanya Kevan pada putrinya


"Apa lagi kalau bukan melakukan hal membosankan,apa aku benar-benar tidak boleh pergi jalan-jalan ke mol atau sekedar berkumpul bersama teman-teman ku?"


"Sebaiknya jangan dulu,ayah khawatir terjadi apa-apa di jalan,jika kamu ingin berkumpul bersama teman-teman kamu, sebaiknya Meraka yang datang saja kesini"

__ADS_1


"Ke khawatiran ayah berlebihan,apa hanya aku ibu hamil yang tidak bahagia,apa apa selalu diawasi dan aku ingin melakukan semuanya tanpa campur tangan ayah".


__ADS_2