
Setelah bertemu dengan kedua orang tua kevan,dan juga menyelesaikan setiap permasalahan yang keduanya hadapi,mereka pun memutuskan untuk memulai semuanya dari awal. Nadya dan Kevin sangat bahagia dengan keputusan yang telah di ambil oleh Kevan .
Pasangan suami istri yang mencoba saling menerima itupun kembali ke kediaman Kirana . Senyum bahagia tak pernah lepas dari wah cantik Kirana,begitupun dengan Kevan ,sesekali dia menatap istrinya dengan penuh rasa bersalah,karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik dirinya.
"Aku berharap bisa secepatnya mencintai Kirana ,aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku,dan juga menyakiti perasaan Kirana lebih dalam lagi," gumam kevan dalam hatinya yang tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali menatap Kirana.
"Kakak,kenapa terus menatap ku seperti itu,aku jadi merasa malu?," ucap Kirana yang sedang salah tingkah .
"Memangnya berdosa ya, kalau memandang istri sendiri?," sahut Kevan dengan senyuman yang menggoda Kirana.
"Tidak juga,hanya saja aku belum terbiasa, sebelumnya aku hanya melihat tatapan dingin kakak,bukan tatapan yang sekarang,"
"Maafkan aku ya,karena tidak menerima pernikahan ini sejak awal,aku hanya tidak tahu harus bersikap apa waktu itu,yang aku tau aku tidak menyukai pernikahan ini,"
"Tapi, apakah saat ini kakak,sudah benar-benar menerima pernikahan kita,atau itu semua kakak lakukan hanya untuk mama dan papah?,"
"Sejujurnya perasaan cinta itu belum ada,namun seiring berjalannya waktu,aku yakin perasaan itu akan datang, seperti kisah papah dan mamah. Aku tidak mau menyadari perasaan ku setelah kamu meninggalkan aku, seperti yang mamah bilang,kita akan merasa menyesal setelah merasakan kehilangan. Dan aku tidak ingin hal itu menimpaku,"
"Aku pikir semua yang kakak,lakukan hanyalah sandiwara saja, setelah itu kakak,akan meninggalkan aku,aku terlanjur mencintai kakak sebagai suamiku," ucap Kirana menundukkan kepalanya yang mulai berkaca-kaca.
"Kirana,apakah kamu mau bersabar dengan kakak?,bersabar sampai kakak benar-benar mencintai kamu,kakak berjanji akan menjadi suami yang baik dan tidak akan mengkhianati pernikahan kita," ucap Kevan tulus mengatakannya pada Kirana.
Kirana mengangguk.
"Aku mau kak,aku mau bersabar menunggu kakak sampai benar-benar mencintai aku. Tapi jika kakak tidak pernah bisa mencintai ku ,aku rela melepaskan kakak,dan membiarkan kakak menemukan seseorang yang kakak cintai,"
Saat Kirana mengatakan hal itu,entah kenapa dada Kevan seolah sesak,dia seolah tidak menyukai apa yang Kirana katakan,dan Kevan berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha mencintai Kirana secepat mungkin.
Hening ...
"Kenapa kakak diam?,"
"Entahlah,aku seperti tidak menyukai kata-kata mu barusan,seolah aku yang berjuang sendiri untuk rumah tangga kita," ucap Kevan dengan wajah murung dan mulai fokus mengendarai mobilnya.
__ADS_1
"Ya ampun aku sudah salah bicara!," Gumamnya dalam hati
Dengan tatapan sendu dan rasa bersalah atas ucapannya,Kirana memegang tangan suaminya yang sedang mengendarai,dia seolah mengharapkan permohonan maaf dari suaminya.
"Kirana,aku sedang menyetir,jangan memegang tanganku ,itu bahaya !," ucap Kevan sedikit ketus
"Apa kakak, benar-benar marah sama Kirana?,"
"Untuk apa aku marah,aku hanya tidak suka dengan ucapan mu itu,aku harap itu yang terakhir kalinya,"
"Kenapa?,"
"Kok kenapa,apa kamu tidak serius untuk memulai dari awal pernikahan kita?,"
"Aku sangat serius kak,aku sangat mencintaimu,aku tidak mau kehilangan kakak,".
Kevan tersenyum mendengar ucapan Kirana,dia merasa lucu dengan tanggapan istrinya tersebut. Kevan sebenarnya tidak benar-benar marah,dia hanya sedikit tidak suka saja dengan ucapan Kirana.
Tiga puluh menit kemudian keduanya sampai dikediaman Kirana,Kevan turun lebih awal dan membukakan pintu Kirana, sebelumnya Kevan belum pernah melakukan hal ini. Kirana terkejut dengan perlakuan Kevan, perubahan yang sangat drastis. Saat masuk rumah Kevan tak lupa menggandeng tangan istrinya,Kirana masih terkejut dengan perlakuan suaminya.
"e...eh iya,kak. Aku hanya bahagia dengan perlakuan kakak hari ini, akhirnya aku bisa merasakan diperlukan sebagai seorang istri yang sesungguhnya," ucap Kirana polos membuat Kevan merasa bersalah.
"Ternyata aku sejahat itu ya, membuat kamu merasa menjalani pernikahan ini sendirian,maafkan aku. Mulai saat ini aku akan belajar memperlakukan kamu dengan benar,"
"Terima kasih ya kak, lakukanlah semuanya sesuai hati nurani kakak,jangan melakukannya karena sebuah keterpaksaan,aku akan tetap bersabar menunggu kakak,sampai perasaan kakak, sepenuhnya untuk aku,"
"Terima kasih ya,aku sangat bersyukur,"
Keduanya pun sudah berada di dalam rumah,bi Mimin yang baru saja menutup pintu seolah terhipnotis dengan pemandangan di didepan matanya itu.
"Apa benar itu mas Kevan, laki-laki yang meninggalkan neng Kirana, sehari setelah pernikahannya, laki-laki yang dingin,apa itu mas Kenan?," Gumam Bu Mimin yang merasa aneh dengan sikap Kevan.
"Bibi,kenapa bengong? cepat kunci pintunya dan segera kembali ke kamar bibi," ucap Kirana membuyarkan lamunan Bu Mimin.
__ADS_1
Bu Mimin pun meninggalkan keduanya dengan penuh pertanyaan,namun ia pun tak berani untuk bertanya langsung,karena hal itu sangat tidak sopan. Bu Mimin akan bertanya besok pagi saja.
"Bi Mimin kenapa ya,ko bengong gitu, jangan-jangan dia ke sambet lagi," ucap Kevan yang merasa aneh dengan sikap asisten rumah tangga Kirana.
"Haha, kakak ini ada ada saja,semua ini gara-gara kakak,"
"Ko, gara-gara aku, emangnya aku jin yang bikin bisa Mimin ke sambet."
"Iya,kakak jin di hati aku," ucap kirana menggoda sambil meninggalkan suaminya di depan pintu.
"Kamu sudah mulai menggoda kakak ya,apa sifat asli mu seperti itu hah," ucap Kevan yang langsung mengejar istrinya.
Sesampainya di depan kamar,Kirana terdiam .
"Ko kamu malah diam di depan pintu?,"
"Aku bingung harus masuk kamar yang mana?," ucap Kirana merasa ragu takut Kevan belum siap untuk satu kamar dengannya.
"Kenapa harus ragu si,kamu harus masuk ke kamar utama,mulai saat ini dan seterusnya kita akan tidur satu kamar juga satu kasur," ucap Kevan meyakinkan istrinya
"Apa kakak yakin?,"
"Memang tampang ku tidak meyakinkan ya?," ucap Kevan memegang wajahnya dengan wajah so imut seperti anak kecil.
"Kakak,wajib imut itu tidak cocok untuk laki-laki berwatak dingin seperti mu," ucap kirana menggoda.
"Ahh... kau ini menyebalkan,yasudah ayo masuk aku ingin beristirahat,"
Kirana dan Kevan pun masuk kedalam kamar yang sama setelah seharian dirumah orangtuanya Kevan, akhirnya keduanya bisa kembali dengan perasaan yang berbeda. Setelah membersihkan diri masing-masing Kevan dan Kirana naik ke tempat tidur yang sama meskipun dengan perasaan canggung.
***
Saya akan coba up beberapa episode hari ini jika tidak mohon maaf.
__ADS_1
jangan lupa like,komen dan vote.
Ada hadiah hijab loh untuk vote terbanyak dan komen yang sering muncul.