Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Keasa Sakit


__ADS_3

Selesai sarapan Aldi bergegas pergi kerumah sakit,namun sejenak ia terdiam memperhatikan keasa yang masih dengan pakaian biasanya.


"Apa kamu tidak pergi bekerja?" tanya Aldi


Keasa melirik kearah Aldi.


"Mas,bicara dengan saya?" tanya Keasa menunjuk ke arah dirinya sendiri


Terdengar helaan nafas aldi yang cukup panjang.


"Memangnya kamu pikir saya bicara dengan siapa? jelas jelas disini cuma ada kamu!"


"Maaf mas,aku pikir mas tidak akan pernah bertanya hal pribadi kepada ku. Aku sudah mengajukan cuti,aku ingin merawat Maika dengan benar,kalau aku kerja untuk apa aku menjadi istrimu kan tugas ku menjadi ibu untuk Maika"


"Kamu tidak harus melakukan hal itu,kamu juga harus punya karir dan masa depan,jika kamu cuti semua impian kamu akan tertunda"


"Mas,tidak perlu khawatir tentang karir dan masa depan ku. Aku janji tidak akan meminta nafkah lahir maupun batin terhadap mas Aldi,aku hanya ingin menjalankan wasiat kak Keana meskipun hanya sebagai ibu bukan istri. Walaupun aku sadar aku tidak akan pernah menggantikan posisi kak Keana sebagai istri ataupun ibu"


Aldi terdiam, sejujurnya tujuan Aldi berbicara seperti itu bukan untuk membahas tentang posisi istri atau ibu,dia hanya tidak ingin menghancurkan cita-cita keasa karena menikah dengannya,namun keasa terlanjur mengambil kesimpulan.


"Permisi mas" ucap keasa meninggalkan Aldi


Aldi tak ambil pusing apa yang dikatakan keasa,diapun memilih untuk pergi bekerja, seharusnya dia pun mengambil cuti beberapa hari setelah menikah,namun Aldi memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan, setidaknya hal itu bisa membuat Aldi tidak terlalu memikirkan Keana.


***


Hari demi hari telah berlalu usia Maika kita sudah menginjak 6 bulan,bayi itu sudah bertambah gemuk,karena belum lama maika sudah belajar makan. Keasa memperhatikan makanan dan asupan gizi untuk Maika, meskipun tidak memiliki pengalaman sebagai seorang ibu, kepiawaian keasa patut di acungi jempol dalam mengurus bayi.


Rumah tangga Aldi dan keasa belum memiliki perubahan,Aldi masih dengan sikap dinginnya,namun berusaha berbicara untuk menanyakan perkembangan anaknya selebihnya tidak ada. Sementara keasa ,gadis itu semakin kurus tidak ada lagi pipi chubby yang menghiasi wajahnya, impiannya memiliki berat badan ideal sudah terpenuhi, meskipun dengan membatin .


Sejak kemarin keasa tidak keluar dari kamar tamu miliknya, pintunya selalu tertutup rapat sesekali gadis itu keluar untuk menanyakan Maika sudah makan atau belum,atau sekedar melihat keadaan bayi mungilnya, setelah itu dia kembali ke kamar.

__ADS_1


"Mbak Yuni untuk beberapa hari ke depan saya titip Maika ya,kondisi badan saya sedang kurang baik,jika saya menggendong Maika takut menular. "


"Baik Bu,saya akan merawat non Maika dengan baik"


"Terima ya mbak"


Setelah memberikan perintah pada baby sitter nya keasa memutuskan untuk kembali ke kamarnya,selama 3 bulan usia pernikahannya para pekerja dirumah itu seolah membungkam mulutnya tentang apa yang terjadi dengan hubungan suami istri tersebut. Bahkan keasa memilih untuk memesan makanan di luar ketimbang makan makanan rumah,bahkan keasa dan Aldi sempat makan satu meja hanya sekali semenjak itu tidak lagi.


Aldi memberikan ATM pada keasa,semua itu dia pergunakan untuk kebutuhan Maika dan kebutuhan rumah tangga, sementara kebutuhan keasa dia menggunakan uang pribadinya,dia tidak ingin membebani apapun pada Aldi, entahlah padahal itu haknya.


**


Pukul 9 malam Aldi baru kembali dari rumah sakit,saat akan naik kelantai atas dia mendengar seseorang yang sedang batuk,ia urungkan untuk menaiki tangga dan mendekat ke pintu kamar keasa, ternyata gadis itu sedang batuk dan terdengar sedang muntah muntah di dalam kamar. Aldi langsung panik dan berlari ke dapur untuk bertanya keadaan keasa pada bi Susi.


"Bi,apa keasa sedang sakit?" tanya Aldi pada bi Susi yang sedang menghangatkan makanan untuk Aldi.


"Iya pak,sudah 2 hari ibu tidak keluar kamar sekalinya keluar untuk menanyakan keadaan non Maika, setelah itu ibu masuk lagi"


"Apa dia sudah makan?"


Aldi sedikit terkejut mendengar penjelasan bi Susi.


"Tapi kan saya sudah memberikan ATM untuk memenuhi kebutuhan rumah,lalu kenapa dia masih beli makanan di luar?"


"Sa ... saya tidak tahu pak,kalau soal kebutuhan rumah memang saya yang membelanjakannya dan kebutuhan non Maika juga,ibu hanya memberikan catatan kebutuhan non Maika, setelah itu saya yang membelikannya. Ibu keasa juga memberikan ATM nya pada saya,maaf pak beberapa hari yang lalu ibu menitip kebutuhan milik ibu,tapi ibu keasa memberikan uang kes untuk belanjaannya"


"Apa selama ini dia tidak pernah pergi keluar rumah untuk berjalan-jalan ke mol atau berkumpul dengan teman-temannya?"


"Saya rasa tidak pak,setiap hari ibu ada di rumah mengurus non Maika"


"Hhmh begitu,bi tolong buatkan teh hangat untuk ibu, sepertinya tadi saya dengar dia sedang muntah muntah"

__ADS_1


"Baik pak"


Bi Susi pun langsung melakukan apa yang diperintahkan Aldi, setelah itu Aldi menyusul masuk kedalam kamar keasa. Gadis itu terlihat pucat dan kurus,Aldi terkejut melihat keadaan keasa,karena selama ini dia selalu pulang larut,dan jarang bertemu keasa.


Aldi menghampiri keasa dan memeriksa keadaannya,keasa setelah sadar dan tidak tau kalau Aldi berada di kamarnya.


"Bi,tolong telponkan papi saya,bilang sama papi jemput saya disini,saya sudah tidak kuat. Kepala saya pusing dan perutku seperti di aduk aduk" ucap keasa memerintahkan bi Susi dalam keadaan setengah sadar.


Perasaan Aldi hancur melihat wanita yang dia nikahi dalam keadaan seperti ini,rasa bersalahnya semakin besar. Keasa sudah mengorbankan hidupnya untuk menjadi istri dan ibu untuk Maika namun Aldi malah membuatnya menderita.


" Kee,bangun. Ini aku Aldi,kita ke rumah sakit sekarang,badan kamu demam tinggi sepertinya kamu tipes" ucap Aldi membangunkan keasa


Perlahan keasa membuka matanya dengan kesadaran penuh.


"Mas,sedang apa kamu disini?"


"Aku sedang memeriksa keadaan kamu,kenapa kamu tidak ke dokter kalau sakit seperti ini"


"Aku cuma pusing biasa mas,oiya apa aku boleh meminta izin pulang ke rumah orang tua ku, biasanya kalau sakit aku tidak bisa jauh dari mami, setelah sembuh aku janji akan kembali kesini dan merawat Maika "


Aldi seperti tidak berguna sebagai seorang suami mendengar ocehan keasa yang meminta untuk pulang.


"Jika aku tidak mengizinkannya apa kamu akan tetap pulang?"


Keasa terdiam mendengar pertanyaan Aldi.


"Yasudah tidak apapa,aku disini saja. Kalau ada apapa denganku segera kasih tahu keluarga ku ya mas,aku mengantuk ingin tidur sebentar"


Setelah mengucapkan itu keasa kembali memejamkan matanya dan menarik selimutnya karena kedinginan. Sementara Aldi melakukan tindakan perawatan dan menyuntikkan obat melalui infusan. Aldi menemani keasa semalaman bahkan demamnya sudah turun.


***

__ADS_1


Dukung vote ya seikhlasnya 😁


Jangan lupa like dan komen juga❤️


__ADS_2