Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Tidur Bersama


__ADS_3

Kirana pun mengikuti keinginan Kevan untuk tidur satu kasur dengannya,ada perasaan tidak nyaman dalam diri Kirana, mengingat saat baru pertama kali mereka menjadi suami istri ,Kevan menorehkan luka dalam pada Kirana.


Dengan dibatasi oleh sebuah guling,Kirana mencoba untuk nyaman berada disamping Kevan,Kirana tidak ingin berharap terlalu jauh akan hubungan mereka,karena apa yang kevan lakukan menjadi trauma bagi Kirana.


Kevan menatap punggung kirana. Sejak awal gadis itu langsung membelakangi Kevan,Kevan merasa kalau Kirana sedang menjaga jarak dengan dirinya,namun ia pun menyadari jika Kirana berhak melakukan hal itu, mengingat Kevan sudah memperlakukan Kirana dengan tidak layak sebagai seorang istri.


Kirana berpura-pura tidur sejak awal,dia menunggu Kevan tidur lebih dulu, setelah itu dia akan kembali ke kamarnya. Kirana benar-benar trauma dengan perlakuan Kevan,apa lagi yang dia tahu sosok wanita yang dekat dengan Kevan ternyata satu kantor dengannya,maka hal itulah yang membuat kirana memutuskan untuk menjaga jarak dari kevan,dia tidak ingin terluka untuk kalinya.


Pukul 2 dinihari Kevan,sudah terlelap,dan hal itu membuat Kirana bernapas lega. Kirana beranjak dari tempat tidurnya,lalu dia menyelimuti tubuh Kevan dan Kirana segera meninggalkan kamar utamanya.


"Kak Kevan,tidak akan pernah memiliki perasaan itu untuk mu Kirana,dia sudah memiliki kekasih yang jauh lebih cantik dan juga lebih pintar darimu. Jangan berharap banyak hal dari hubungan ini, sebentar lagi juga dia akan menceraikan mu," gumam Kirana berdebat dengan dirinya sendiri


Kirana memejamkan matanya, untuk sekedar mengistirahatkan tubuh dan pikirannya,banyak hal yang sejenak harus ia simpan dan menghadapi esok hari dengan wajah berbeda meskipun dengan perasaan yang sama.


***


Keesokan paginya,Kevan terbangun dan meraba tempat tidur disebelah kirinya,namun tak ada apapun disana kecuali bantal dan guling. Jam masih menunjukkan pukul 5 pagi, setelah Kevan menjalankan kewajibannya,dia bergegas mencari Kirana .


"Mas,Kevan mencari siapa?"


"hhmhh tidak bi," Kevin berkilah


"Baiklah,apa ada yang mas Kevan butuhkan,biar bibi yang siapkan?,"


"Tidak ada Bi,kalo saya butuh sesuatu pasti manggil bibi,"


Kevan kembali ke kamarnya,dia merasa kesepian,padahal sebelumnya dia sudah mengasingkan diri dirumah Kirana,namun berbeda dengan hari ini,Kevan seolah kehilangan sesuatu .


"Neng,Kirana sudah kembali?," tanya Bi Mimin pada Kirana


"Sudah bi,aku mau minum susu hangat ya Bi,tolong siapkan,"


"Baik neng,"

__ADS_1


Kevan yang mendengar suara itu pun, langsung membuka pintu kamarnya,dia mencoba mencari sosok gadis yang sejak tadi ia cari. Kevan mendudukkan dirinya di meja makan,Kevan yakin bahwa Kirana akan sarapan hari ini.


"Bi,bikin sarapan apa hari ini?,"


"Bubur ayam ,mas,makanan kesukaan neng Kirana ,"


"Kenapa tidak beli saja, bukannya repot membuat bubur itu?,"


"Tidak kok ,mas,bibi sudah terbiasa membuatnya ,apalagi untuk neng Kirana,dia tuh susah makan tapi kalau sudah ngeliat bubur ayam di jamin lahap makannya,"


"Gadis itu sederhana sekali, begitupun dengan makanannya," gumam kevan dalam hatinya


Tak lama Kirana pun ikut duduk di meja makan,ia meminum susu yang telah dibuatkan bi Mimin,Kevan memandang wajah polos Kirana, sepertinya gadis itu hanya menggunakan pelembab wajah dan juga pelembab bibir,tidak ada yang berlebihan dari penampilannya.


"Cantik," ucapan kevan perlahan


Kirana yang seolah mendengar gumaman Kevan, menatap kearah suaminya itu.


"Apa yang dia ucapkan barusan,suntik,bintik,itik atau apa si ngga jelas banget?," gumam Kirana sambil meletakkan gelas susu diatas mejanya


"Mamah meminta kita untuk datang kerumahnya,apa kamu tidak keberatan jika kita berkunjung kesana?," ucap Kevan hati-hati karena takut menerima penolakan dari Kirana.


"Kapan,kak?,"


"Hari ini hari libur,mamah minta setiap Minggu kita datang menemuinya,dan ini adalah kali pertama setelah kita menikah," ucap Kevan menjelaskan.


"Baiklah,"


Pukul 10 pagi Kirana dan Kevan sudah bersiap untuk menemui kedua orang tua kevan. Seperti biasanya Kirana menggunakan pakaian sopan dan Kevan menggunakan celana bahan serta kemeja navy yang ia gulung. Terlihat dari luar keduanya adalah pasangan serasi,namun pada kenyataannya rumah tangga mereka sedang bermasalah.


30 menit kemudian keduanya sudah sampai didepan rumah Nadya , perempuan cantik yang sudah tidak muda itu lagi menyambut keduanya,dengan senyum dan pelukan hangat.


"Assalamualaikum,mah," ucap keduanya memberikan salam.

__ADS_1


"Wa'alaykumussalam,Sayang, akhirnya kalian datang juga,"


keduanya mencium tangan Nadya dan mereka pun dipersilahkan masuk oleh Nadya.


"Apa Kenan tidak kesini mah?," tanya Kevan pada Nadya .


"Belum datang nak, mungkin nanti aga siangan,"


Nadya duduk dihadapan keduanya, setelah meminta bi Papat menyiapkan minum untuk mereka.


"Bagaimana kabar pernikahan kalian ?," ucap Nadya frontal


Keduanya seperti kebingungan harus menjawab apa,namun dengan santai Kirana menjawab.


"Mah, sejujurnya pernikahan kami tidak dalam kondisi yang baik,aku dan kak,Kevan tidak satu pemahaman untuk menjalani pernikahan ini. Aku ingin bicara terus terang tanpa ada satu hal pun yang ditutupi ...,"


"Maksud kamu apa sayang?," Tanya Nadya terkejut


"Mah,kak Kevan tidak menginginkan pernikahan ini,bisa kah mama dan papah membebaskan,kakak,aku tidak masalah jika pernikahan ini harus berakhir dalam waktu yang singkat. Dan aku berharap kakak bisa menemukan kebahagiaannya," ucap Kirana dengan perasaan hancur


Kevan yang mendengar setiap kata dari Kirana merasa terkejut bukan main,ia berusaha akan memperbaiki semuanya,namun Kirana mengambil keputusan sepihak,salah dirinya juga kenapa tidak mengutarakan maksudnya. Dan kini Kevan hanya bisa diam,tidak akan membela diri ataupun membantah, pasalnya sejak awal dialah yang salah.


"Apa yang kamu bicarakan sayang, bukankah rumah tangga kalian baik-baik saja,dan kalian hidup bersama?,"


"Sejak awal pernikahan kami sudah memisahkan diri,bahkan kak,Kevan meninggalkan rumah selama mama pergi,dan kembali setelah mama dan papa pulang ke Indonesia. Oleh sebab itu aku tidak ingin melihat Kaka terus bersandiwara dihadapan kalian,jadi aku mohon biarkan kak Kevan menentukan pilihan hidupnya termasuk pasangannya sendiri," ucap Kirana yang mulai berlinang air mata.


Di bawah tangga Kevin sudah mendengarkan pembicaraan mereka,bergitu tersentak bahwa apa yang Kevin lakukan dulu,dan sekarang dilakukan kembali oleh anak sulungnya,apakah ini sebuah karma?


"Bang,apa tidak ada yang mau kamu jelaskan sama mama?," ucap Nadya ketus


Kevan hanya menunduk,dia tak tahu harus berbicara apa,dia bingung karena semuanya memang kesalahan Kevan.


***

__ADS_1


jangan lupa like,komen dan vote.


Vote terbanyak akan dapatkan hadiah Hijab brand yang cantik dan simpel ..


__ADS_2