
Kurang dari satu jam Kirana sudah sampai di mall,dia langsung menuju kafe yang sempat diberi tahu suaminya. Kevan sedang tertawa dan bercanda dengan Larissa yang tak lain adalah asisten juga sahabatnya,kirana yang melihat hal itu membuatnya merasakan sesak di dadanya,Kirana menangis dia tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihat kearahnya,bahkan ada saja orang yang berkomentar terhadap Kirana.
"Sepertinya dia sedang memergoki suaminya berselingkuh,coba kamu liat tatapan matanya kearah meja disana,kasihan sekali ya," ucap salah satu pengunjung kafe yang sedang bergosip dengan temannya saat melihat Kirana menangis.
" Laki laki zaman sekarang memang tidak bisa dipegang ucapannya, ngomongnya mau setia nyatanya mendua," Sahut sahabatnya ikut berkomentar
Kata kata terakhir yang diucapkan salah satu pengunjung kafe itu sukses membuat Kirana menangis,dia tidak menyangka bahwa sikap Kevan selama ini hanya sandiwara, seharusnya Kirana tidak tertipu,namun sikap Kevan sungguh meyakinkan,dan sekarang semuanya sudah terjadi. Kirana sudah memberikan segalanya untuk Kevan hati,jiwa dan raganya,namun balasan ini yang Kirana dapatkan.
"Aku kecewa mas sama kamu, harusnya kamu bilang sejak awal jika tidak bisa mencintai ku jangan malah berpura-pura seperti ini," ucap Kirana dalam isakan tangisnya
Kirana pun meninggalkan kafe itu,tak berapa lama Kenan datang, sepertinya dia sudah mendapatkan apa yang dia cari. Ya hari ini Kevan berhasil menyatukan Kenan dan Larissa,Kenan meminta kevan untuk mengajak makan Larissa sekaligus dia ingin membeli sesuatu untuk wanita yang berhasil membuatnya tertarik itu. Awalnya Kevan sempat menolak karena ia ingin pulang lebih awal setelah menghadiri rapat penting,namun karena Kenan memaksa akhirnya Kevan bersedia, meskipun harus menjadi obat nyamuk diantara keduanya.
Kenan berencana akan melamar Larissa,tidak sia sia keduanya diperkenalkan, meskipun awalnya sudah saling mengenal namun ternyata keduanya hanya mengagumi dalam diam. Kalian harus tahu bahwa sebenarnya Larissa adalah anak tunggal dari rekan bisnis papanya si kembar,namun karena Larissa ingin mandiri akhirnya ia bekerja dengan sahabatnya,sampai akhirnya Larissa tertarik dengan Kenan .
"Aku minta kalian berdua jangan menunda terlalu lama, segera halalkan agar apapun yang kalian lakukan bernilai ibadah," ucap Kevan sok bijak
"Iya Abang,aku mengerti setelah ini aku mau langsung ngomong sama papa dan mama untuk melamarkan Larissa untuk ku,apa kamu bersedia jika aku kamar dalam waktu dekat?," ucap Kenan
Larissa yang tersipu malau hanya menganggukkan kepalanya,dia sangat bahagia dengan apa yang diucapkan oleh Kenan, akhirnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Mas,apa ada permintaan khusus jika kita menikah nanti?," ucap Larissa membuka suara
"Hmmmh ada, sepertinya kamu harus berhenti jadi asisten bang Kevan,karena kamu hanya cocok berada disamping ku," ucap Kenan menggombal
"Ngga cocok kamu ngomong kaya gitu dek, sok-sokan mau nakal dengan kata-kata receh haha," ucap Kevan meledek Kenan.
__ADS_1
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba Kevan mendapatkan telpon dari nomor yang tidak ia kenal,dan sontak membuat dia terkejut dan segera bergegas menuju tempat yang disebutkan oleh seseorang yang menelpon tersebut.
📱
"Selamat sore,apa saya berbicara dengan suami dari wanita bernama Naima Kirana Wijaya?," ucap penelpon diseberang sana
"Betul saya suaminya,anda siapa ya kenapa menelpon saya?"
"Begini pak saya dari pihak kepolisian,ingin mengabarkan bahwa istri bapak mengalami kecelakaan,dan sekarang sudah dilarikan ke rumah sakit," ucap polisi menjelaskan situasi yang dialami Kirana.
Kevan masih shock mendengar penuturan polisi,dia langsung meminta alamat rumah sakit yang menangani Kirana.
"Saya minta alamat tempat istri saya dibawa pak,saya akan langsung menuju kesana,"
"Baik pak,saya segera kesana, terima kasih atas informasinya,"
Kevan pun langsung mengambil kunci mobilnya dan segera bergegas menuju rumah sakit,namun Kenan yang melihat kepanikan Kevan menghentikan langkahnya.
"Bang,kenapa buru buru sebenarnya apa yang terjadi?," ucap Kenan
"Kirana ,Ken,Kirana kecelakaan," ucapnya diiringi air mata
Kenan yang mendengarnya pun begitu shock ,tak jauh berbeda dengan Larissa.
"Aku harus segera kerumah sakit Ken,"
__ADS_1
"Tunggu bang, sebaiknya aku yang mengemudi,biar Larissa yang membawa mobilku,"
"Tapi abang bisa sendiri Ken,"
"Dalam situasi seperti ini,Ken tidak akan membiarkan Abang mengemudi sendirian itu cukup berbahaya,"
Mereka pun meninggalkan restoran tempat mereka makan,mereka menerobos hujan lebat untuk bisa sampai ketempat tujuan. Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit , Rumah sakit itu tidak jauh dari Mall yang sedang di datangi ketiganya,Kevan sempat heran sedang apa Kirana disana,padahal belum lama bi Mimin menginformasikan kalau Kirana sedang tertidur dikamar.
Ketiganya langsung ke meja informasi untuk menanyakan ruangan tempat Kirana di rawat, setelah mendapat informasi akhirnya mereka menuju ruangan kirana. Di depan ruangan Kirana sudah ada 2 orang polisi yang sedang duduk mengobrol, keduanya pun langsung berdiri saat melihat kedatangan Kevan dan yang lainnya .
"Selamat sore pak,apa bapak yang tadi menghubungi saya?," ucap Kevan pada salah satu polisi bernama Wahyudi
"Betul pak,saya menelpon bapak,"
"Sebenarnya kronologi kecelakaan istri saya seperti apa?,"
"Dari penuturan warga atau saksi yang melihat kejadian itu, mengatakan bahwa istri bapak keluar dari Mall XX dalam keadaan menangis,dan saat akan menyebrang karena kondisi hujan yang lebat, pengendara mobil terhalang oleh kabut atau air hujan yang deras jadi secara tidak sengaja menabrak istri bapak dan terpental tidak jauh," ucap pak polisi menjelaskan
Kevan lagi lagi merasa terkejut dan dia berpikir kalau Kirana sudah salah paham terhadapnya, mungkin Kirana menyangka dirinya sedang berselingkuh dengan seorang wanita yang tak lain adalah asistennya. Pikiran Kevan pun sejalan dengan apa yang dipikirkan Kenan dan Larissa,jika Kirana tidak salah paham untuk apa dia keluar dalam keadaan menangis dan hujan deras.
Setelah mendapat keterangan dari polisi dan juga berbagai informasi yang di dapatkan akhirnya polisi berpamitan pada ketiganya dan mereka mengucapkan terima kasih karena sudah membantu Kirana.
Kevan masuk ke kamar rawat Kirana, entah dengan perasaan bersalah atau marah,karena dari informasi yang di dapat bahwa Kirana sedang mengandung 3 Minggu,dan karena kecelakaan itu Kirana harus kehilangan bayi yang belum sempat lahir ke dunia.
Saat sudah di dalam kamar inap Kirana ,Kevan bersikap biasa saja,seolah tidak terjadi hal besar pada Kirana. Wajah Kevan menyiratkan kekecewaan, bagaimana tidak kerena kebodohan dan kecerobohan Kirana dia harus kehilangan anak yang selama ini dia nantikan,Kenan yang melihat hal itu cukup menyadari bahwa Kevan sedang menahan air matanya.
__ADS_1