
"Apa ini mas,kenapa anakku jadi menyedihkan seperti ini?. Mas lihat kecurigaan ku selama ini sudah terjawab, anakku sepertinya tidak bahagia dengan pernikahannya" ucap Larisa berbicara pada Kenan sedangkan Kevan sedang berbicara dengan dokter Doni keruangannya
Kenan terdiam mendengar pernyataan istrinya,Larisa yang tidak bisa membendung air matanya begitu pilu melihat keadaan keasa,gadis periang dan chubby kini terlihat menjadi pendiam dengan berat badan yang memperihatinkan.
"Sayang,sabar dulu. Jangan main mengambil kesimpulan saja,kalau salah bagaimana" ucap Kenan menenangkan istrinya
"Mas,apa kamu tidak curiga sedikitpun dengan hubungan mereka? aku malah menyimpan kecurigaan itu sejak lama,tapi setiap kali aku bertanya pada keasa,dia selalu bilang baik baik saja,"
"Mungkin memang itu kenyataannya sayang,sudah ya jangan dibahas di depan mas Kevan,aku takut terjadi kesalahpahaman, sebaiknya nanti kita tanya langsung pada keasa dan Aldi,hmmh" ucap Kenan kembali membujuk istrinya
Keasa pun menyeka air matanya,tak lama dari itu Kevan datang.
"Apa kata dokter mas?" tanya Kenan ada kakaknya
"Keasa kelelahan,menurut informasi dari rumah sakit dia tidak pernah libur bekerja dan selalu menangani banyak pasien,pola makannya terganggu dan dokter bilang keasa harus di rawat beberapa hari di rumah sakit ini. Aku akan menemani kalian menjaga keasa"
Larisa tetap diam dengan berbagai pertanyaan di benaknya,dia harus mencari tahu ada apa sebenarnya dengan hubungan rumah tangga anaknya.
"Sepertinya tidak usah mas,mas pulang saja biar aku dan Larisa yang menjaga keasa."
"Tidak. kita bergantian saja, sebaiknya kamu antar Larisa untuk mengambil keperluan keasa,karena yang mas tahu suaminya sedang ada acara di luar kota"
"Baiklah mas,aku titip keasa dulu padamu"
Kenan dan Larisa pun meninggalkan rumah sakit untuk mengambil keperluan keasa.
"Mas,apa kamu sudah menelpon suaminya perihal keadaan keasa?"
"Sudah,tapi hpnya tidak aktif, berkali-kali mas hubungi namun hasilnya masih sama"
Larisa tersenyum sinis .
Kurang dari 30 menit keduanya sudah sampai di kediaman Aldi dan keasa . Bi Susi langsung menyambut kedatangan mereka dengan baik.
"Apa kabar Bu,pak?" tanya bi Susi
__ADS_1
"Kabar kami baik bi,"
"Syukurlah,ibu dan bapak ada perlu apa? Dokter Aldi dan dokter keasa tidak ada di rumah"
"Iya bi, kami tahu. Kedatangan saya kemari untuk mengambil keperluan putri saya. Boleh saya tahu kamar utamanya dimana?"tanya Larisa pada asisten rumah tangga anaknya
Bi Susi yang mendapatkan pertanyaan itu merasa bingung,dia bingung harus menjawab apa ,sedangkan yang dia tahu kamar keasa dan Aldi terpisah selama setahun belakangan.
"Bi,kok bengong si,kamar utamanya dimana?"
"Ehh maaf Bu,itu kamar utama ada di lantai atas sebelah kiri Bu"
"Yasudah,saya naik dulu yah" ucap Larisa pada bi Susi
"Papi mau ikut mami apa tunggu disini aja?" ucap Larisa pada suaminya
"Papi disini aja mi,nanti kalau mami perlu bantuan panggil papi"
"Yasudah kalau begitu"
Sesampainya di lantai atas Larisa langsung membuka pintu kamar utama, semuanya tidak ada yang aneh sampai Larisa benar benar masuk kedalamnya. Foto pernikahan Keana dan Aldi yang masih terpajang di setiap sudut kamar, sedangkan foto keasa tidak ada di sana. Larisa semakin penasaran dia pun berniat ingin mengambil sikat gigi di kamar mandi, setelah di dalam kamar mandi sikat gigi itu hanya ada satu dan itu berwarna hitam, sedangkan warna kesukaan keasa adalah ping.
Larisa masih tenang,dia masih berpikiran baik, mungkin saja keasa membawanya kerumah sakit. Dia pun melirik kearah meja rias,semua produk kecantikan disana bukanlah alat alat makeup keasa,karena Larisa tau produk kesukaan keasa,dan hampir semua koleksi makeup semuanya atas rekomendasi Larisa,dan keasa pun cocok dengan make-up yang digunakan maminya.
Jantung Larisa sudah mulai bergemuruh,namun dia akan tetap berbaik sangka, mungkin saja anaknya menyukai produk lain setelah menikah. Harapan terakhir Larisa adalah lemari pakaian,karena tujuan utamanya adalah mengambil baju ganti untuk keasa, perlahan dia mendekati lemari berukuran besar itu,dan dia kembali terkejut bahwa di lemari yang harusnya bagian perempuan,Larisa hanya mendapati baju gamis hampir memenuhi lemari gantung, padahal yang dia tau putrinya lebih suka menggunakan rok dan atasan, meskipun memiliki gamis hanya beberapa saja.
Lagi lagi Larisa ingin berbaik sangka, mungkin saja keasa ingin berubah. Larisa adalah perempuan yang ditel bisa di bilang setelah menikah dan memiliki anak Larisa menjadi OCD ( Obsessive compulsive disorder ) namun hanya dugaan saja ,sebab dia mengingat semua hal yang dilakukan, diucapkan bahkan letak barang yang tidak sesuai pun dia tahu.
Namun kenyataannya terasa sangat berbeda,semakin Larisa menyangkal semakin semuanya tidak benar,Larisa meyakini dugaannya selama ini adalah benar. Larisa pun turun kelantai bawah dengan perasaan yang tidak menentu,bi Susi yang menunggu di bawah tangga pun terlihat semakin takut.
"Bi, tolong tunjukkan kamar anak saya dimana, soalnya saya tidak menemukan apa yang saya cari" ucap keasa berbicara pada bi Susi.
Bi Susi semakin merasa bersalah dan takut karena dia sadar kalau nyonya besarnya sudah mengetahui kebenaran tentang Aldi dan keasa yang pisah kamar.
"Di sebelah sana Bu" ucap bi Susi menunjuk ke arah kamar tamu.
__ADS_1
Larisa mengkerutkan alisnya.
"Maksud bibi kamar keasa ada di kamar tamu?" tanya Larisa
Bi Susi hanya mengangguk.
"Sejak kapan bi,apa sudah sejak awal hal ini terjadi dan apakah anak saya belum di terima sebagai nyonya di rumah ini,lalu kamar utama itu masih milik Aldi dan mendiang Keana,lantas anak saya selama ini ngapain disini,jadi pengasuh?" tanya Larisa bertubi-tubi di iringi tangis yang menyesakan dadanya.
Bi Susi hanya diam dia bingung harus menjawab apa karena itu adalah urusan pribadi majikannya.
Larisa bergegas menuju kamar yang di tempati keasa,dan ternyata benar semua barang milik anaknya ada di sana. Larisa sontak menangis meraung-raung,hingga membuat Kenan berlari kearah suara yang tak lain adalah kamar tamu.
"Ada apa mih?" tanya Kenan panik
Larisa masih menangis,sedang Kenan masih belum mengerti situasinya.
"Lihat oleh kamu mas,selama ini anak kita menderita,dia tidur terpisah dengan suami yang sama sekali tidak mencintainya. Aku pikir mereka baik-baik saja, ternyata ini yang terjadi" ucap Larisa masih dengan tangisnya
Kenan terdiam mematung,dia merasa terkejut mendapati kenyataan yang sangat menyakitkan,Kenan selalu membantah kecurigaan istrinya,karena berpikiran kalau Aldi adalah orang yang sangat baik dan bertanggung jawab.
Larisa mengemasi semua barang-barang milik Larisa.
"Apa yang akan mami lakukan?" tanya Kenan penasaran karena Larisa merapikan semua barang milik keasa bukan mengambil beberapa baju ganti saja.
"Aku akan membebaskan putri ku dari pernikahan yang tidak membuatnya bahagia ini,aku menyesal pernah mengizinkan anakku untuk menikah dan menjadi pengganti Keana. Harusnya mas sadar bahwa ini adalah sebuah karma dari perbuatan masa lalu orang tuamu,dan anakku yang harus menanggungnya" ucap Larisa meluapkan semua uneg-unegnya.
Sedangkan Kenan masih terdiam dan mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh istrinya.
***
Jangan lupa dukungannya
Masih ada giveaway, tunggu novel ini selesai ok😉, pokoknya apapun itu adalah 😁
Jika menemukan typo atau cerita yang membosankan tolong komen.
__ADS_1