Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Menengok


__ADS_3

Keduanya kini sudah berbaring di tempat tidur,Kirana meminta kevan mengelus perutnya yang kini semakin membesar, tendangan bayi didalam perut Kirana yang cukup aktif terkadang membuatnya kesulitan untuk bisa tidur nyenyak,namun hal itu ia nikmati .


Saat Kevan sedang mengelus perut Kirana tiba-tiba hasratnya muncul,hasrat yang beberapa bulan ia tahan karena kesibukan pekerjaan ditambah keadaan Kirana yang lemah.


"Sayang apa kamu sudah tidur?," tanya Kevan yang masih menciumi leher Kirana


"Kenapa mas?,"


"Sayang,apa aku boleh menengok anak kita," ucap Kevan ragu karena takut menerima penolakan istrinya


Kirana yang tadinya membelakangi suaminya,kini sudah menghadap kearah kevan. Kirana mengangguk karena dokter menyarankan hal itu saat mendekati kelahiran, ditambah Kirana pun merindukan sentuhan suaminya.


Kevan tersenyum, ketakutannya tidak terjadi. Dia membuka baju yang menempel di badannya,tak lupa ia melakukan hal yang sama pada kirana. Daster yang belum lama melekat ditubuh bulatnya kini sudah terlepas. Kevan melakukannya dengan hati hati dia tidak ingin menyakiti anak dan istrinya, meskipun hasratnya sudah tidak bisa ditahan lagi.


"Sayang,jika mas melakukannya terlalu kasar tolong katakan kalau kamu kesakitan jangan diam saja," ucap Kevan yang akan memulai aksinya namun masih khawatir dengan keadaan Kirana.


Kirana tersenyum.


"Iya mas,jika kamu terus bicara kapan akan mulainya bukankah kamu sudah lama tidak menengok anak kita, lakukan dengan perasaan mas,dan aku akan merasa nyaman,"


"Baiklah sayang,mas akan memulainya,"


Setelah membaca doa Kevan memulai aksinya,dia mencium bibir Kirana dengan lembut sampai akhirnya terjadi *******,Kirana membalasnya dan keduanya sangat menikmati. Kevan sedikit kesulitan karena harus menjaga jarak dengan perut Kirana yang sudah besar,peluh keduanya sudah membasahi badan meskipun baru pemanasan saja. Kevan melepaskan pagutannya dengan napas tersengal-sengal,begitu juga dengan Kirana.


"Sayang ini sangat nikmat sekali, seperti pertama kali kita melakukannya,apa karena aku berpuasa terlalu lama ya?," ucap Kevan disela beristirahat melakukan pemanasan


"Iya mas,berasa masih perawan hehe,"


"Perawan apanya sayang,lihat perut mu disana ada anak gadis kita hehe,"


"Iya mas,aku tidak menyangka bisa mengandung lagi,padahal setelah kejadian itu aku mengubur setiap impian ku memilki anak darimu, terlebih saat kamu marah besar terhadap ku," Kirana mengingat kembali kejadian saat dirinya keguguran dan Kevan menyalahkan hal itu.


Kevan merasa bersalah karena sudah meninggalkan trauma mendalam bagi istrinya,dia pun memeluk istrinya,dan Kevan tidak ingin Kirana mengingat hal itu lagi,karena baginya itu sangat menyakitkan.


Kevan akan memulai niat awalnya untuk menengok sang putri,ia mencoba menetralkan suasana yang mengharu biru lantaran kejadian yang tidak mengenakkan.

__ADS_1


"Sayang apa mas boleh melanjutkannya?,"


Kirana mengangguk tanda menyetujui keinginan suaminya. Tanpa berlama-lama Kevan langsung berada dibawah perut Kirana dia mencium perut besar istrinya sambil berbicara dengan bayi yang masih berada didalam kandungan istrinya.


"Sayang ayah boleh ya menengok kamu,jangan buat bunda kesakitan ya,ayah dan bunda menyayangi kamu,"


Kirana yang mendengar hal itu pun tersenyum, bagaimana bisa laki-laki yang selalu tegas dan bersikap dingin ini begitu manis saat bersama istri dan calon anaknya,Kirana bersyukur bahwa takdir baik masih berpihak pada dirinya.


Kevan melakukannya dengan hati-hati,Kirana merasakan kenikmatan diusia kandungannya yang sudah besar,Kevan begitu bisa memperlakukannya dengan baik,desahan dan erangan yang begitu nyaring lolos dari bibir Kirana,hal itu membuat kevan semakin bersemangat.


Kevan tidak ingin menyakiti istrinya setelah beberapa kali Kirana mengalami klimaks Kevan pun mengajak Kirana untuk melakukan klimaks untuk yang terakhir dan desahan itu begitu nyaring memenuhi ruangan keduanya,tidak akan ada yang mendengarnya,karena kamar keduanya kedap suara.


Kevan menumpahkan tabungan yang beberapa lama ini tidak ia buang, bercampur keringat dan rasa lega Kevan menjatuhkan tubuhnya disamping Kirana, sebelumnya dia mencium kening Kirana dan mengucapkan terima kasih.


"Sayang terima kasih,"


Kirana hanya mengangguk,karena dia pun sangat kelelahan tidak ada tenaga untuk membalas ucapan suaminya. Kevan menyelimuti tubuh istrinya dan menanyakan perihal kenyamanan tidurnya,dia ingin memastikan bahwa istrinya baik baik saja. Keduanya pun tertidur pulas,mereka bekerja keras hari ini.


***


"Mas,bangun mas,sudah subuh tolong mandikan aku,badanku sangat lengket sekali," ucap Kirana yang masih mencoba untuk membangunkan suaminya


Kevan bukanlah suami yang kebluk saat tidur,dia pun bangun setelah Kirana membangunkannya untuk yang kedua kalinya.


"Iya sayang,mas bangun,apa kamu ingin sesuatu?," tanya Kevan yang masih mengucek matanya dan menetralkan tubuhnya yang belum sepenuhnya sadar


"Mas aku ingin mandi,badanku sudah lengket,tolong bantu aku membersihkan diri,"


Kevan tersenyum manis.


"Baik sayang,mas akan membantu kamu,". Kevan pun memapah istrinya,Kirana menolak untuk digendong dengan alasan dia berat,dan tidak ingin merepotkan suaminya. Di dalam kamar mandi Kevan dengan telaten menyabuni tubuh kirana dari ujung rambut hingga ujung kaki,tidak ada yang terlewat satupun.


Setelah menyabuni tubuh istrinya kini dia membersihkan tubuhnya sendiri,dan terakhir Kevan membilasnya dengan bersih begitu juga dengan Kirana,Kevan sungguh jago dalam hal kebersihan. Setelah rutinitas mandi selesai,Kevan menuntun Kirana untuk masuk kedalam kamar dan mengeringkan tubuh istrinya sampai memakaikan baju Kirana.


"Sudah," ucap Kevan yang selesai mengenakan pakaian pada Kirana.

__ADS_1


"Terima kasih suamiku karena sudah mengurusku,"


"Sama sama sayang,mas senang melakukannya, sekarang kita shalat subuh berjamaah ya," Kirana mengangguk


**


Setelah shalat subuh Kevan mengajak Kirana berjalan-jalan disekitar komplek,kirana begitu antusias dengan ajakan Kevan,dia juga berencana mengajak adik iparnya Larisa.


"Mas,apa tidak sebaiknya kitab menghubungi Icha dan mengajak jalan pagi bersama?,"


Kevan yang sedang menyiapkan minum untuk istrinya pun menoleh kearah Kirana.


"Sayang sebaiknya jangan ya,kita lakukan berdua saja,mas ingin jalan romantis sama kamu,kalau ada anak itu kamu pasti berdua sama dia dan mas diabaikan,tidak apaapa kan?,"


Sejujurnya Kirana ingin sekali mengajak larisa jalan pagi,namun ia pun tidak ingin mengecewakan suaminya,"


"Baiklah mas,kita melakukannya berdua saja,tapi lain kali aku ingin mengajak larisa ya mas,"


Kevan tersenyum.


"Terima kasih sayang atas pengertiannya,ok nanti mas atur agar kamu bisa jalan pagi bersama Larisa dan mas akan mengawal kamu dari belakang, bagaimana?,"


Kirana mengangguk dan tersenyum.


"Terima kasih mas,"


Keduanya pun meninggalkan rumah pukul setengah enam pagi, setelah berpamitan pada Bi Mimin dan pak Maman. Keduanya menyusuri jalanan komplek dengan bergandengan tangan,sambil sesekali beristirahat jika Kirana sudah mulai kelelahan.


***


Maaf ya aku baru nongol mood swing hehe.


Jangan lupa tetep like,komen dan vote ❤️😉


Jika menemukan typo komen ya,aku membaca komentar kalian dan akan aku perbaiki. terima kasih ❤️😍

__ADS_1


__ADS_2