Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Duo Bumil


__ADS_3

Perdebatan singkat yang terjadi akhirnya sudah selesai. Keempatnya kini sudah berada diruang tamu setelah menunggu sepasang suami istri bersiap dan sarapan.


"Kalian terlalu lama,menyita waktu ku saja," ucap Kevan kesal karena datang diwaktu yang tidak tepat.


"Tumben si kalian jam segini baru bangun," timpal Kirana


"Biasa mba Icha tengah malam ngidam nasi goreng dan meskipun mengantuk aku harus mencari,alhasil sampai subuh baru kita bisa tidur," sahut Kenan menjelaskan tanpa menceritakan aktivitas panasnya


"Itu alasan dia saja,masa mengidam sampai tengah malam seperti itu," ucap Kevan sinis


"Dasar batu es,kau si enak istrimu tidak mengidam karena aku yang menggantikannya, seharusnya kau berterima kasih padaku," ketus Larisa yang tak terima dengan kata-kata Kevan


"Sayang sudah," ucap Kenan melerai


"Jadi ada mas pagi-pagi sudah datang?," lanjut Kenan menanyakan maksud keduanya


"Mas mau mengajak berangkat bareng,ke tempat rapat kita hari ini. Mamah dan papah akan datang setengah jam sebelum rapat dimulai," ucap kevan menjelaskan


"Tumben si mas ada rapat gabungan gitu?," tanya Kirana penasaran


"Iya sayang mamah dan papah akan menggabungkan 3 perusahaan menjadi satu,agar perusahaan kita lebih besar dan kuat,selain itu agar manajemen nya lebih tertata,karena selama ini kita satu keluarga memegang perusahaan berbeda dibidang yang hampir sama,jadi papah dan mamah memutuskan untuk menggabungkan 3 perusahaan berbeda ini," ucap Kevan menjelaskan


"Wahh tambah besar dong ya,pasti mas akan tambah sibuk nantinya,"


"Iya sayang, pokoknya sebelum kelahiran anak kita mas akan menyelesaikan pekerjaan dan meluangkan waktu untuk menyambut kedatangannya," ucap Kevan merangkul istrinya


"Ekhemmm ... anteng amat ni berdua," ucap Larisa menyindir


"Berisik kau syirik saja,"


"Kalian ini semenjak iparan kenapa ngga akur si, bukannya dulu kalian bertemu setiap hari dikantor sebagai bos dan asisten?," tanya Kirana penasaran


"Hmmh mba,asal kamu tau ya di kantor pun dia itu seenak jidat,kalau bukan aku yang jadi asistennya mana kuat orang-orang menghadapi sikap egoisnya,belum lagi banyak maunya, menyebalkan pokoknya," sahut Larisa


"Ohh jadi kamu ngga suka saya perintah dan sekarang baru ngeluh,kamu itu ada maunya jadi asisten saya,mau deketin Kenan tapi buntu jadi aja anak orang kaya mau jadi asisten pribadi seorang Kevan Fadila,lah aji mumpung kerjain habis-habisan haha," ucap Kevan membuka kedok Larisa


"Jadi selama ini kamu udah menyimpan rasa buat mas,sampe bela-belain jadi asisten mas Kevan?," tanya Kenan menyelidik


"Eng...ga ih siapa juga," sahut Larisa mengelak


"Halahhhh iya aja di,gengsi doang digedein," ucap Kenan sinis

__ADS_1


"Rese!"


"Bodo!"


"Sudah,sudah kenapa kalian jadi berdebat gini si,"


"Icha mbak mau ajak kamu ke kafe mbak,sekarang mbak mau launching menu baru,dan mbak akan ajak kamu buat nyobain yang pertama kali,"


"Wahhh beneran mbak,yuk yuk aku udah engga sabar mau icip-icip menu barunya,"


"Giliran makan aja cepet,"


"Mas Kevan ih," ucap Kirana


"Bodo!,"


"Sayang,kamu jangan terlalu banyak makan ya nanti perutmu sakit,makan sewajarnya saja ingat ada anak kita dirahimmu jadi harus bisa kontrol ya," ucap Kenan menasehati istrinya


"Siap mas Que,"


***


Duo bumil itu kini sudah berada di dalam kafe tepatnya di sebuah meja yang sudah menghidangkan menu baru yang akan di launching hari ini. Larisa yang melihat penampakan menu baru milik Kirana ia sudah tidak bisa menundanya lagi untuk tidak menyantapnya.


"Tentu saja,tapi ingat apa kata mas Kenan kamu harus bisa kontrol makannya,"


"Siap mbak,beres itu mah,"


Larisa nampak menikmati menu baru Kirana,setiap suapan yang masuk ke mulutnya ia rasakan dengan serius ahh entah memang enak atau Larisa terlalu rakus .


"Gimana dek,enak tidak?,"


Larisa yang masih mengunyah makanannya hanya mengacungkan jempol.


"Telan dulu ih,mbak butuh komentar kamu ,"


"Hmmh enak mba,aku yakin menu ini akan disukai oleh pelanggan mbak,"


"Kamu serius kan bukan karena kamu sedang mengidam saja?,"


"Serius mbak, percaya deh aku punya lidah yang tajam untuk merasakan makanan yang enak atau tidak,"

__ADS_1


"Baiklah,mbak percaya sama kamu,dan mulai saat ini menu ini resmi dihidangkan,"


"Haikal ,Dwi kalian buat promosi yang semenarik mungkin ya untuk menarik pelanggan, untuk menu baru buat separuh harga saja dalam seminggu ini," ucap Kirana memerintahkan kedua sahabatnya


"Siap bos," sahut keduanya sambil menaruh tangannya diatas pelipis


Setelah selesai mencoba menu baru keduanya kini berencana untuk pergi ke Mall , Larissa mengajak Kaka iparnya menonton film baru,selain itu dia juga ingin belanja karena sudah lama Larisa tidak menghabiskan uang suaminya.


Setelah selesai menonton keduanya menyusuri setiap toko yang ada disana, sedangkan Kirana hanya mengikuti adik iparnya itu dari belakang.


"Mbak kamu capek ya?,"


"Iya aku lelah,apa kamu lupa kalau kita sedang mengandung? dan kamu hanya mampir tanpa membeli apapun," ucap Kirana mengeluh


"Habisnya tidak ada yang menarik,mbak apa kita ke toko perlengkapan bayi saja,usia kandungan mba kan sudah besar jadi apa salahnya kita membeli beberapa barang," ajak Larisa antusias


"Dek bukannya pamali ya kan mbak belum 7 bulan,"


"Ahh mba ini ,itukan kata orang tua kalo anak muda mana percaya sama gituan,kan apa apa juga perlu dipersiapkan,nggak mungkin dadakan,ya enggak harus semuanya mba bisa nyicil dari baju-baju sampai celana saja,"


"Hhmmhhhh baiklah,kamu ada benarnya juga,"


Duo bumil itu kini sudah berada di toko perlengkapan bayi, niatnya hanya membeli beberapa barang,namun keduanya khilaf, apalagi pakaian perempuan yang banyak pilihan,jelas saja kedua wanita ini tidak ingin melewatkan kesempatan.


Notifikasi laporan kartu kredit di hape Kevan dan Kenan tak henti-hentinya berbunyi, saudara kembar itu saling menatap karena merasa nasibnya sama.


"Apa kau juga?," tanya Kevan


seolah mengerti arah pertanyaan Kevan dan Kenan pun hanya mengangguk.


"Apa yang dibeli duo bumil itu,sampai hapeku berisik seperti ini?,"


"Haha sekalinya dilepas keluar,mereka tidak bisa mengontrol hasrat belanja, mungkin saja mereka sedang bersenang-senang, biarkan saja toh kita mencari uang untuk kebahagiaan mereka, ditambah ada anak,"


"Kamu benar dek, asalkan mereka bahagia uang habis tidak masalah haha,"


Larisa dan Kirana sudah selesai berbelanja,baju bayi ternama dengan harga yang tidak murah mereka beli tanpa perhitungan, awalnya Kirana menolak dengan alasan mubazir namun atas hasutan Larisa akhirnya dia setuju. Selain itu Larisa juga ikut berbelanja untuk keponakannya yang pasti ia membayar dengan kartu kredit yang diberikan oleh Kenan, bahagianya duo bumil itu.


***


Monoton ngga si hehe?

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote.


Minimal kalian harus like dan komen ya terima kasih ❤️


__ADS_2