
Kevan menyadari bahwa Kirana sudah terbangun dari tidurnya,Kevan semakin memeluk erat tubuh Kirana,dan beralih untuk mencium tengkuk kirana dan meninggalkan beberapa tanda disana. Kirana memejamkan matanya menahan rasa geli yang lakukan oleh suaminya.
"Kak, hentikan!," ucap Kirana yang langsung bangun dari tidurnya
Kevan terkejut mendengar ucapan Kirana dengan suara yang begitu tinggi.
"Kenapa kamu bicara seperti itu?," ucap Kevan pada Kirana.
"Memangnya kenapa,apa hanya kakak saja yang boleh berbicara kasar dan juga dengan nada tinggi sedangkan aku tidak boleh,gitu?,"
"Bukan seperti itu sayang,"
"Sayang? tadi Kaka membentukku dan sekarang kakak bersikap sok romantis. Apa kakak punya dua kepribadian?,"
Kevin mengernyitkan keningnya..
"Memangnya aku tidak boleh bersikap manis pada istri sendiri?,"
"Kau aneh!," ucap kirana yang langsung beranjak dari tempat tidur namun ditahan oleh Kevan.
"Kau mau kemana?,"
"Yang jelas aku tidak mau satu ruangan dengan orang aneh seperti mu!"
"Siapa yang aneh?,"
"Kau!,"
"Aku aneh gara-gara kamu sayang,"
Sekarang Kirana yang mengernyitkan keningnya.
"Kenapa jadi aku yang salah, bukannya kakak yang berulah sendiri,dan sekarang dengan seenaknya kakak menyalahkan aku. Kau ini benar-benar ada yang tidak berek dengan kepribadian mu," ucap Kirana yang melepaskan diri dari kevan
"Sayang, tunggu aku. Aku tidak se aneh yang kau pikirkan,aku begini karena cemburu," ucap Kevan tertunduk dan menghentikan langkah Kirana
"Apa apaan dia" gumam Kirana dalam hatinya
Kevan beranjak dari tempat tidurnya,dan mengajak Kirana duduk kembali di tempat tidur,dan seolah terhipnotis Kirana mengikuti ajakan Kevan.
"Apa kau benar-benar sakit kak,jika iya katakanlah apa yang membuatmu sakit. Kaki,tangan atau kepalamu terbentur ," ucap Kirana yang menganggap bahwa Kevan sedang sakit.
"Kamu ini bicara apa,aku tidak sakit dan aku baik-baik saja,"
"Lalu kenapa sikapmu berubah-ubah,dan tadi apa yang kamu katakan, cemburu?," ucap Kirana yang masih heran dengan sikap Kevan.
"Aku memang cemburu sayang,"
"Apa yang membuatmu cemburu,kak?,"
"Saat jam makan siang aku menghampiri mu,dan sialnya aku melihat kamu tertawa bahagia dengan seorang laki-laki. Aku tidak suka melihatnya,kau hanya boleh tertawa seperti itu hanya bersama ku," ucap Kevan seperti ABG yang sedang cemburuan
"Laki-laki? apa yang kakak maksud adalah Haikal?,"
"Entahlah, laki-laki itu cukup tampan,tapi tetap saja aku yang paling tampan,namun kau begitu bahagia tertawa bersama dia,dan kau mengabaikan aku,bahkan kamu tidak mengejar ku kedalam kantor,aku sungguh kesal!," ucap Kevan mengeluarkan uneg-uneg
__ADS_1
"Haha ,jadi tadi saat kau berjalan cepat itu kau sedang marah?"
"Kenapa kamu malah tertawa,kau pikir aku lelucon?,"
"Habisnya kau seperti anak kecil saja,kenapa harus cemburu dan marah. Apa salahnya kau bertanya terlebih dahulu,dan dengarkan penjelasan ku,aku akan dengan senang hati memperkenalkan sahabat-sahabat ku kepadamu,"
"Sahabat-sahabat ? Apa disana masih ada beberapa laki-laki lagi?," ucap Kevan yang mulai penasaran karena dia pikir sahabat Kirana semuanya adalah laki-laki
"Apa maksudmu?,"
"Itu tadi katamu sahabat-sahabat berarti banyak dong,bukan hanya satu,"
"Kau ini terlalu curigaan,aku tidak habis pikir. sahabatku cuma ada dua orang dia adalah Haikal dan juga Dwi ,dan sebenarnya kami itu bertiga,saat kakak datang ke kafe mungkin Dwi sedang membuatkan makan siang untuk kita,jadi apa yang Kaka lihat terkesan kami sedang berkencan,padahal tidak!," ucap Kirana menjelaskan
"Kenapa harus Dwi yang memasak,apa di kafe mu tidak ada koki?,"
"Aku benar-benar tidak habis pikir, ternyata dirimu yang dingin seperti es batu,tak lain adalah lelehan es krim. menyebalkan!,"
"Kenapa kau samakan aku dengan es krim? lagi pula semua yang aku ucapkan adalah kesungguhan,bahwa aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan teman cwo mu itu,"
"Aku tidak punya perasaan apapun dengan Haikal,aku sudah menyerahkan perasaan ku untuk kakak,lagi pula aku sudah menikah dan memiliki suami, meskipun menyebalkan aku akan tetap berusaha menjadi istri yang baik dan dicintai suaminya,"
"Apa kau sedang menggombal?," tanya Kevan yang begitu bahagia
"Aku tidak sedang menggombal,kau saja yang terlalu percaya diri,"
"Aku tidak percaya diri sayang, buktinya aku cemburu dengan sahabatmu," ucap Kevan menirukan ucapan Dylan bahwa cemburu hanya untuk orang-orang yang tidak percaya diri.
"Haisshhh kau ini Sekarang selain pandai mengomel ,ternyata hobi baru kakak menggombal,"
Kirana terdiam mematung,dia merasa terkejut dengan apa yang kevan ungkapkan.
"Sayang apa kamu mendengar apa yang aku ucapkan?,"
"Hah ... tentu saja aku mendengarnya,apa kakak tidak berusaha mempermainkan aku,aku takut kakak sedang membuat prank,"
"Apa aku sejahat itu untuk mempermainkan perasaan mu,aku tidak mau menyesal dan menyadari semuanya setelah kamu benar-benar pergi dari hidupku,aku tidak mau hal itu terjadi,"
"Aku sangat bersyukur bisa mendengar semuanya langsung dari kakak. Sempat ingin membuang perasaanku untuk kakak,namun ternyata hal itu tidak mudah,aku sudah benar-benar jatuh cinta,dan ternyata perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan," ucap Kirana yang mulai menangis
"Sayang,kenapa kamu menangis,apa kata-kataku menyakiti mu?,"
"Tidak kak,aku sangat bahagia karena kakak membalas perasaanku,aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk kakak,"
"Terima kasih sayang,aku pun akan berusaha menjadi suami yang lebih baik,"
Saat keduanya sedang berpelukan, tiba-tiba perut Kirana berbunyi, sepertinya cacing-cacing di perut Kirana sudah berdemo.
"Sayang,apa kamu lapar?," tanya Kevan yang melepaskan pelukannya
Kirana hanya diam kemudian ia mengangguk.
"Kenapa kau tidak makan,dan malah menangis sendiri dikamar, lihatlah matamu begitu sembab," ucap Kevan menggoda
"Ini semua gara-gara kakak,coba saja kakak tidak salah paham, mungkin perutku sudah kenyang,"
__ADS_1
"Yasudah maafkan aku, Sekarang lebih baik kita makan ya,"
***
Setelah makan malam keduanya pun kembali kedalam kamar,saat ini keduanya masuk ke kamar utama,bukan kamar tamu lagi. Kevan tak henti-hentinya menatap wajah Kirana dengan penuh cinta, meskipun hal itu secara tidak langsung membuat Kirana menjadi salah tingkah.
Kini keduanya sudah berada di atas tempat tidur,dengan posisi tangan Kevan sebagai bantalan untuk istrinya yaitu Kirana.
"Kakak,kenapa kau senang sekali membuatku salah tingkah,kenapa kakak terus menatap wajahku seperti itu,apa wajahku sebegitu jeleknya?,"
"Siapa yang mengatakan wajahmu jelek,kalau sampai ada yang mengatakannya,akulah orang pertama yang akan membuatnya masuk rumah sakit," ucap Kevan yang sok jagoan membuat Kirana bergidik geli.
"ihhh apa sih,sudah yu ah kita tidur," ucap Kirana mengajak suaminya tidur.
"Untuk apa cepat tidur,ini kan masih sore,apa kamu tidak mau bermesraan dulu denganku," ucap Kevan menggoda Kirana.
Pipi Kirana memerah mendengar ucapan suaminya,entah itu hanya candaan atau suaminya benar-benar ingin melakukannya. Kirana kini menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya,Kevan menyadari bahwa Kirana sedang malu.
Kevan menarik wajah Kirana, sampai tepat berada di depan wajahnya Kevan. Kirana semakin gugup dan detak jantungnya tak beraturan, rasanya Kirana ingin menghilang.
"Kak,apa yang kakak,lakukan?," ucap Kirana gugup
"Sayang,aku menginginkan mu,"
"Apa maksud kakak?,"
"Apa aku boleh meminta hak ku saat ini?,"
"Apa yang dimaksud kak,Kevan itu hubungan suami istri?," gumamnya dalam hati.
"Sayang,kenapa kamu diam?,"
"A...aku ," jawab Kirana gugup
"Apa kamu sudah siap?,"
Jantung Kirana semakin berdegup kencang,bahkan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, entahlah kenapa Kirana sampai se gugup itu.
"Baik lah,aku mengerti sekarang kita tidur saja,besok aku ada meeting pagi," ucap Kevan merasa kecewa karena Kirana tak memberikan Jawaban.
Kirana merasa bersalah karena sudah membuat Kevan kecewa, bagaimana pun itu adalah kewajibannya,namun Kirana masih memiliki ketakutan,takut kalau Kevan belum mencintainya dan kelak akan meninggalkan dirinya.
Kevan membelakangi tubuh Kirana,yang awalnya mereka saling berhadapan,kini Kevan membelakanginya. Kirana menyadari bahwa Kevan pasti sedang menahan keinginannya,Kirana bingung harus berbuat apa,disatu sisi dia sangat ingin membahagiakan suaminya.
Kirana mendekatkan tubuhnya hingga ia bisa memeluk tubuh Kevan,Kevan yang belum tertidur pun merasakan degup jantung Kirana,Kevan tau gadis itu sedang dilema, seharusnya dia tidak menuntut banyak hal pada Istrinya itu. Kevan pun berbalik dan membalas pelukan Kirana.
"Sayang,maafkan kakak,entah kenapa aku begitu menginginkan kamu malam ini,aku ingin segera memiliki anak darimu,yang akan semakin memperkuat hubungan kita,aku harap ini tidak jadi beban untuk mu," ucap Kevan tulus
Kirana terdiam mencerna setiap kata-kata yang kevan ucapkan, apakah benar suaminya ini menginginkan anak,apakah dia tidak akan meninggalkannya nanti.
"Apa kakak serius menginginkan anak dariku?," ucap Kirana meyakinkan suaminya.
***
Lumayan panjang ini hehe
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan vote❤️