
Kirana segera memanggil dokter kerumahnya dan sebelum dokter tiba,Kirana mengompres Kevan dengan air hangat,namun tetap saja suhu tubuhnya tidak menurun. Saat di telpon tadi Kirana menjelaskan keadaan Kevan pada dokter,agar dokter bisa mengambil tindakan untuk merawat Kevan.
Beberapa menit kemudian dokter pun tiba dan langsung diantar oleh Kirana ke kamarnya,dokter memeriksa keadaan Kevan untungnya tidak ada hal yang mengkhawatirkan karena Kevan hanya mengalami demam tinggi karena kehujanan,selain itu Kevan kekurangan cairan dan terpaksa dia harus di infus, dokter menyuntikkan vitamin dan juga obat kedalam infusan agar Kevan bisa pulih lebih cepat.
Setelah memberikan perawatan dokter pun diantar keluar oleh Kirana, Kirana menerima beberapa resep dari dokter untuk kesembuhan Kevan. kirana kembali ke kamarnya,dan ia duduk disamping Kevan,tanpa sadar ia mengelus wajah Kevan, tanpa permisi air mata lolos begitu saja.
"Mas,maafkan aku yang terlalu lama mengulur waktu,sampai kamu harus sakit seperti ini tanpa ada yang merawat. Mas maafkan aku,aku istri yang jahat," ucap Kirana menangis sambil menciumi tangan suaminya.
Disaat Kiran sedang sibuk dengan penyesalannya,Kevan pun membuka matanya, nampaknya obat yang dokter berikan sudah bereaksi dengan baik,sampai akhirnya Kevan bisa terbangun,dan hal yang paling membahagiakan untuk dirinya adalah kehadiran Kirana disampingnya.
"Sa ... sayang kamu disini?," ucap Kevan yang baru saja terbangun dari tidurnya
"Mas,sudah sadar,"
Kevan mengangguk dan memberikan senyuman manis untuk istrinya.
"Mas,maafkan aku karena membiarkan mu sendiri dalam keadaan sakit,maafkan aku sudah menjadi istri yang jahat terhadap mu mas,maafkan aku," tangis kirana yang merasa menyesal dan terus meminta maaf pada Kevan.
"Sayang,kamu tidak perlu seperti ini,lagi pula mas sakit bukan salahmu,kemarin demam karena kehujanan. Terima kasih ya sudah datang dan merawat mas," ucap Kevan tulus
"Apa kamu akan pergi ke kafe?jika iya pergilah, mas sudah tidak apa apa sebentar lagi juga keadaan mas membaik. Mas tidak ingin merepotkan kamu apalagi sampai menganggu aktivitas kamu,tapi maaf ya sepertinya hari ini mas belum bisa mengantar mu, besok-besok mas janji akan antar jemput kamu lagi," ucap kevan yang tidak ingin membebani Kirana.
Kirana semakin menangis menjadi karena ucapan kevan,dan Kevan yang mendengar hal itu pun merasa bingung apakah dia sudah salah bicara sampai sampai Kirana menangis histeris.
"Sayang kenapa kamu menangis,apa aku salah bicara?," ucap Kevan panik
__ADS_1
Kirana masih tetap menangis dan dia tidak bicara sepatah katapun sampai akhirnya Kevan memberikan pelukan pada Kirana.
"Sayang maafkan mas,kalo mas salah. Aku tidak ada maksud apapun aku hanya tidak ingin merepotkan kamu saja,aku tidak mau menyita waktu mu dengan mengurusi suami macam aku," ucap Kevan yang ikut menumpahkan air matanya
"Mas,apa aku boleh merawat mu seterusnya,apa aku boleh menjadi istri yang selalu ada untuk mu,dan apakah aku boleh memaafkan kesalahan mu dan kembali menjadi seseorang yang akan selalu ada dalam suka maupun duka???," ucap Kirana dalam dekapan suaminya
Kevan yang mendengar hal itu pun merasa sangat bahagia,karena sebelumnya ia pun sudah pasrah jika Kirana tidak memaafkan dirinya,dan akan membiarkan kirana hidup bahagia tanpa ia disamping Kirana,namun sepertinya doa siang malam Kevan dan Kirana sudah terjawab,Kevan berjanji akan menjadi suami yang baik untuk Kirana.
"Sayang apa kamu sungguh sungguh dengan ucapan mu?,"
Kirana mengangguk.
"Aku sungguh-sungguh berkata demikian,namun izinkan aku pergi dan kamu tidak perlu mengharapkan aku kembali jika kejadian waktu itu terulang kembali. Aku memaafkan mu karena kamu tidak sepenuhnya salah,aku pikir kamu sudah mengkhianati ku nyatanya tidak,jika saja penghianatan itu benar adanya,aku bersumpah sedikitpun aku tidak akan pernah memaafkan mu mas," ucap Kirana penuh penekanan yang membuat Kevan sedikit terkejut dengan ucapan Kirana.
"Mas, bersumpah sayang,tidak pernah mengkhianati mu sedikitpun,mas menyadari kebodohan waktu itu yang sudah bersikap dingin dan juga mengabaikan mu,mas janji hal itu tidak akan terulang kembali, percayalah," ucap Kevan meyakinkan Kirana.
"Mas,berjanji sayang. Mulai saat ini mas akan berusaha menjadi suami yang baik dan menjaga kepercayaan kamu,terima kasih atas kesempatan yang sudah kamu berikan," ucap Kevan yang kembali memeluk Kirana.
"Sama sama mas, sejujurnya aku pun masih sangat mencintai kamu dan ingin menjadi istri satu-satunya dalam hidup mas,"
"Mas,akan berusaha sayang. Mulai hari ini kembalilah kerumah kita,ajak bi Mimin dan pak Maman kesini,"
"Entahlah mas,mereka yang paling marah karena sikap dingin kamu terhadap ku,dan mereka adalah keluarga ku satu-satunya yang paling terluka saat ada orang yang melukaiku,maka kamu harus minta maaf sama mereka,dan minta sendiri agar mereka kembali bersama kita disini,"
"Iya sayang, setelah keadaan ku membaik aku akan langsung meminta maaf dan juga meminta mereka untuk kembali tinggal bersama kita,"
__ADS_1
"Baiklah, untuk saat ini ijinkan aku sendiri yang merawat mu,aku sudah membuatkan bubur dan teh jahe untuk mu,makan dan minumlah setelah itu kamu harus beristirahat,"
"Baiklah lah,sayang. Terima kasih sudah kembali ,"
Setelah menyelesaikan makan dan minumnya Kevan pun istrirahat kembali, sedangkan Kirana mulai sibuk membersihkan kamar mereka,diruangan itu tampak debu dimana-mana, gorden yang tidak pernah diganti dan juga semuanya nampak tidak terawat, setelah semuanya selesai kirana pun membersihkan diri dan menyiapkan makan siang untuk Kevan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore,Kirana berencana untuk pulang lebih dulu untuk mengganti baju miliknya,karena setahu Kirana dia tidak meninggalkan satu Potong baju pun di lemarinya.
"Mas,aku pamit pulang dulu ya,bajuku sudah kotor. Aku janji akan kembali kesini setelah mengganti pakaian ku,"
"Kamu tidak perlu pulang sayang,mas sudah menyiapkan pakaian mu,"
Kirana mengernyitkan dahinya,karena setahunya Kirana sudah tidak memiliki pakaian dirumah ini.
"Aku harus ganti baju mas,ini kotor,"
"Sayang periksa lah lemari pakaian kita," ucap Kevan menyuruh Kirana memeriksa lemari pakaiannya
Kirana pun menurut apa yang diperintahkan suaminya,dan ia sangat terkejut karena dilemari itu terdapat banyak baju wanita yang sangat cantik.
"Mas ini pakaian siapa?," ucap Kirana penasaran
"Itu milikmu sayang,"
"Perasaan aku sudah membawa semua pakaian ku dan tidak menyisakan satu pun,"
__ADS_1
"Sayang semua itu baru, semenjak pertemuan kali itu dan mas melihat kamu menggunakan hijab, setiap mas ada meeting diluar,mas pasti akan mampir ke toko baju atau butik untuk membeli pakaian yang cocok untuk mu,dan lucunya mas selalu membeli dalam jumlah yang banyak,penjaga toko disana sampai hapal dengan wajah mas,mereka bilang mas suami idaman,mereka tidak tahu saja kalau istri mas sedang pisah rumah," ucap Kevan menceritakan
Kirana pun merasa tersanjung,dan tanpa aba-aba dia langsung memeluk Kevan yang sedang duduk ditempat tidur,dengan senang hati kevan membalas pelukan istrinya.