
Kirana memutuskan untuk menginap dirumahnya bersama Kevan,dia pun sudah mengabari asisten rumah tangganya, keduanya tidak banyak bertanya soal Kirana yang tidak pulang,karena itu adalah privasi dan bi Mimin maupun pak Maman tidak ingin terlalu ikut campur.
Dengan telaten Kirana merawat Kevan, keadaannya kini sudah membaik, demamnya sudah turun. Kevan sangat bersyukur karena penantiannya selama ini sudah terbayar,andai saja waktu itu dia menyerah mungkin saat ini Kirana tidak akan ada disampingnya.
Setelah makan malam dan Kirana Menganti baju miliknya dan juga milik Kevan kini mereka berdua telah berada ditempat tidur yang sama,Kirana masih sedikit canggung karena sudah cukup lama ia tidak tidur dengan Kevan,Kirana lebih memilih tidur dipinggir tempat tidur,dan membelakangi Kevan namun tidak dengan Kevan,ia merasa sudah lebih baik,dan dia pun memilih untuk melepaskan infusan dan memeluk Kirana.
"Mas,apa yang kamu lakukan,kemana infusan ditangan mu?," ucap Kirana terkejut
"Sayang,mas. sudah lebih baik,biarkan seperti inilah dulu untuk beberapa saat,mas sangat merindukan kamu," ucap Kevan yang masih memeluk erat tubuh Kirana.
Sejujurnya Kirana pun merindukan pelukan hangat dari suaminya,ia tidak menolak pelukan yang kevan berikan , justru ia membalikan badannya dan membalas pelukan Kevan. Kevan tersenyum bahagia dan menghujani Kirana dengan ciuman diwajahnya.
"Mas ihh sudah cukup jangan cium aku terus-menerus seperti itu, memangnya aku anak kecil?,"
"Mas bersyukur bisa melakukan hal ini lagi,mas takut kehilanganmu sejujurnya mas akan menyerah jika memang kamu tidak memberikan kesempatan untuk mas lagi,"
"ohhh jadi usaha mas hanya sebatas mengikuti ku saja dan setelah itu mas menyerah,"
"Bukan seperti itu sayang habisnya mas juga sadar kalau kesalahan yang mas buat sama kamu begitu besar,jadi wajar kalau kamu memilih untuk tidak memaafkan mas,"
"Tapi aku senang bisa memberikan kesempatan lagi untuk kamu,karena jika kamu mengulanginya lagi aku akan benar benar melepaskan kamu,"
"Mas berjanji sayang,terima kasih untuk kesempatan yang telah kamu berikan. Ijinkan aku memperbaiki semuanya,"
Kirana mengangguk dan Kevan kembali menarik tubuh Kirana kedalam pelukannya.
"Sayang demam mas sudah hilang,mas juga sudah lebih baik,apa mas boleh melakukannya?,"
Kirana merasa bingung dengan ucapan kevan, melakukan apa maksudnya? hhmhhh Kirana masih bersikap sedikit polos.
"Melakukan apa mas?,"
__ADS_1
"Itu sayang,mas ingin," ucap Kevan penuh teka-teki
"Jangan membuat ku harus berpikir disaat sudah mengantuk mas,"
Kevan pun langsung menarik Kirana kedalam pelukannya dan melakukan hal yang sudah lama tidak ia lakukan,dan akhirnya Kirana pun mengerti apa yang dimaksud Kevan.
Kirana pasrah dengan apa yang kevan lakukan,ia pun merindukan hal itu. Bukankah Kevan sedang sakit, namun saat ia bergelut dengan Kirana ia seolah baik baik saja.
Pukul 11 aktivitas itu diselesaikan,Kirana merasa lelah,dan ia menyadari bahwa Kevan sudah berjuang untuk menahannya,Kirana pun memakluminya.
"Mas, bukankah kamu sedang sakit,tapi kenapa tingkahnya seperti orang yang sehat?,"
"Itu adalah obat dari segala obat sayang, penyakit mematikan sekalipun mas yakin akan sembuh dengan ini," ucap Kevan yang memeluk Kirana.
"Ngaur kamu mas,jangan Ngada Ngada deh,aku lelah aku ingin tidur,"
"Haha,ia mas mengada-ada. Tidurlah sayang,terima kasih untuk hari ini,semoga di rahimmu segera tumbuh buah cinta kita,dan aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang menjaga kalian dengan baik," ucap Kevan lalu mengecup kening Kirana.
***
Hari ini adalah 1 tahun pernikahan Kirana dan Kevan,Kirana sudah kembali kerumah miliknya bersama Kevan,tak lupa ia kembali membawa bi Mimin dan pak Maman, sejujurnya mereka sempat khawatir jika Kirana kembali kerumah suaminya mereka takut kalau Kevan akan kembali menyakiti Kirana,namun setelah Kirana dan Kevan meyakinkan mereka pun mengikuti keputusan majikannya.
Kirana belum juga mengandung setelah insiden kecelakaan dan keguguran,mereka rutin memeriksakan ke dokter kandungan untuk melakukan program kehamilan dan hal itu sudah mereka jalani bahkan apapun yang disarankan mereka melakukannya. Bahkan cara cara tradisional pun mereka ikuti namun nampaknya anak belum jadi rejeki keduanya.
2 bulan yang lalu Kenan memutuskan untuk menikahi Larissa sekertaris sekaligus sahabat kakaknya, Larissa memutuskan untuk berhenti berkerja dan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga namun ia pun memiliki usaha seperti Kirana,bedanya usaha Larissa bergerak di bidang Fashion , Larissa membuat butik khusus untuk baju anak anak, Larissa sendiri menolak untuk meneruskan usaha milik keluarganya,namun tidak juga melarang putri semata wayangnya untuk memiliki usaha sesuai keinginan Larissa,Kenan pun mendukung keinginan istrinya.
Kenan dan Larissa tinggal ditempat kakek Damar,rumah itu milik bersama namun karena Kevan sudah memiliki tempat tinggal sendiri begitu pun Nadya dan Kevan,jadi mau tidak mau mereka tinggal disana,karena rumah itu tidak boleh dikosongkan apalagi dijual itu sesuai wasiat kakek Damar.
***
"Mas aku dengar Larissa sedang mengidam ya?,"
__ADS_1
"Kamu tahu dari mana sayang ?,"
"Belum lama ini dia datang ke kafe dan meminta dibuatkan salad buah tapi anehnya dia meminta buah yang asam asam untuk dijadikan salad, biasanya kan kalau wanita yang sudah menikah menginginkan buah asam itu tandanya dia sedang mengidam," ucap Kirana menjelaskan
Kevan yang sedang mengerjakan pekerjaannya pun menutup laptopnya dan melihat kearah Kirana.
"Belum tentu sayang, mungkin saja dia hanya menginginkannya bukankah kamu juga seperti itu menginginkan yang aneh-aneh disaat tertentu,tapi kamu tidak mengidam kan?," ucap Kevan
"Tapi mas,ini beda sudah gitu masa dia minta aku menyuapi Larissa makan salad buah,mas tau semua orang menatap kami heran entah apa yang mereka pikirkan,namun aku tetap melakukannya sampai salad buah asam itu habis,"
"Hhhmmh mas ngga ngerti sayang cara bedain wanita hamil apa engga, soalnya sebelumnya mas belum peka dan sekarang kamu pun sering meminta yang aneh-aneh dan bertingkah aneh pula,jadi sepertinya tidak ada bedanya hehe,"
"Jadi mas tidak suka kalau aku meminta yang aneh-aneh dan bersikap manja sama kamu?," sahut Kirana cemberut
"Bukan begitu sayang, habisnya mas bingung harus berkomentar apa, apalagi masalah aneh yang Larissa lakukan sama kamu. Sayang percaya lah apapun yang kamu inginkan selama mas sanggup maka kamu akan mendapatkannya,"
Kirana pun tersenyum mendengar jawaban dari suaminya.
"Mas,apa kamu tidak akan meninggalkan aku karena aku belum hamil juga sampai saat ini?,"
"Jangan ngaco sayang,mas sudah pernah menyesal karena melakukan kesalahan bodoh,dan mas tidak ingin melakukannya lagi, percayalah ada atau pun tidak ada anak mas akan tetap bersama kamu dan mencintai kamu selamanya," ucap Kevan sambil memeluk dan mencium istrinya.
Lagi lagi Kirana tersenyum mendengar jawaban dari suaminya,betapa bersyukurnya dia karena sudah memberikan kesempatan kedua pada Kevan,dan Kevan membuktikan untuk menjadi suami yang lebih baik.
***
Maafkan yah aku baru kembali, soalnya moodnya lagi jelek..
jangan lupa like,komen dan vote.
Giveaway masih berlaku sampai akhir bulan untuk beberapa pemenang..❤️
__ADS_1