
Setelah cukup lama Kevan melakukan hal itu, dia pun menghentikannya dan membiarkan kirana bernafas. Kirana merasakan hal yang berbeda,ada perasaan senang juga takut, Kirana takut kalau Kevan hanya mempermainkannya saja.
"Kakak,aku sesak,apa kamu mau membunuhku?," ucap Kirana dengan muka cemberutnya
"Bukankah kamu juga menikmatinya,apa kamu mau lagi?," sahut Kevan yang menggoda istrinya
"Kau ini sungguh menyebalkan,bukankah kakak harus pergi bekerja?,"
"Bukankah kau juga?," ucap Kevan membalikkan pertanyaan
"Kenapa kakak, malah balik bertanya? Aku bosnya, aku bisa datang kapan saja," sahut Kirana
"Aku bosnya ,aku bisa datang kapan saja!," ucap Kevan meniru kata-kata Kirana.
"Menyebalkan! kakak tidak kreatif,kenapa malah mengikuti ucapan ku,"
"Memangnya ada yang melarang?,"
"Sudah ah,aku malas berdebat dengan kakak,aku mau pergi ke kafe saja,"
"Apa kamu menantang ku?," ucap Kevan yang menghentikan langkah Kirana .
"Apa maksud kakak?,"
"Kan tadi sudah ku katakan kalau kita berangkat bareng!,"
"Tapi ... Ka,"
"Sudah tidak ada tapi tapian sekarang kamu tunggu aku rapih rapih, setelah itu kita berangkat bersama,"
"Hmmh baiklah,tapi jangan lama-lama,"
"Memangnya kamu pikir aku wanita,yang menghabiskan waktu untuk berdandan!,"
Kevan pun menggunakan baju yang sudah Kirana siapkan,selama menunggu Kevan mengganti bajunya,Kirana menonton film kartun kesukaannya,dia tertawa menonton kejadian lucu di kartun itu. Kevan memperhatikan Kirana tertawa,tak lama dia pun ikut tersenyum.
"Ternyata dia cantik juga kalau sedang tertawa, tingkahnya seperti anak kecil, rasanya hidupku lebih berwarna," gumam kevan sambil menatap wajah Kirana.
Merasa dirinya diperhatikan,Kirana pun menoleh ke arah suaminya.
"Kenapa kakak,melihatku seperti itu?,"
"Ihhh terlalu percaya diri,aku hanya melihat kelakuan mu yang seperti anak kecil,tontonan kartun,apa kamu tidak ingat umur?," ucap Kevan berkilah
"Memangnya ada larangan ya,kalau seusiaku tidak boleh menonton kartun?,"
"Ya terserah kamu saja,lanjutkan tontonan mu!,"
__ADS_1
"Apa kakak,masih lama?,"
"Aku sudah selesai,tinggal menggunakan sepatu saja,"
"Apa kakak mau aku bantu?," ucap Kirana menawarkan diri.
"Memangnya kamu bisa?," tanya Kevan tidak yakin.
"Kakak,tidak percaya padaku jadi aku tidak jadi membantu kakak," ucap kirana mengalihkan wajahnya kearah televisi.
Kevan kembali tertawa melihat tingkah Kirana,gadis yang sempat ia tolak ini ternyata mempunyai sisi berbeda dengan gadis kebanyakan.
"Yasudah maaf kan aku, sekarang aku mau kamu membantu kakak, menggunakan kaos kaki dan sepatu,apa kamu mau?," ucap Kevan yang tak ingin membuat kirana kecewa.
Kirana tetap fokus pada acara televisinya, sampai terdengar tarikan nafas Kevan,yang menyadarkan Kirana dan langsung mengerjakan yang diperintahkan Kevan.
"Kakak,aku mau," ucap Kirana bangun dari tempat tidurnya
"Kau mau apa,mau ku makan?,"
"Isshh memangnya aku makanan apa!,"
"Dasar polos!,"
Kirana dengan perlahan memakaikan kaos kaki juga sepatu untuk suaminya,Kevan tak mengalihkan pandangan matanya kemana pun,selain menatap sosok wanita yang ada dihadapannya. Dengan bangga Kirana tersenyum karena Sudah berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik.
"Sudah!,wah ternyata aku cukup pandai melakukan hal ini," ucap Kirana memuji dirinya sendiri.
"Biarkan saja,ini pertama kalinya aku lakukan,karena saat papah masih ada,mamah yang selalu melakukannya,jadi aku tidak punya kesempatan itu," ucap Kirana mengingat kejadian masa kecilnya
Kevan yang menyadari hal itu pun langsung memegang pundak Kirana,yang sedang berjongkok dan menariknya kedalam pelukan Kevan.
"Aku berjanji akan berusaha membahagiakan mu,dan kau bisa memakaikan sepatu ku setiap hari,jadi jangan bersedih lagi,aku tidak suka melihatnya," ucap Kevan yang memeluk erat tubuh Kirana.
Kirana yang mendapatkan pelukan dari suaminya,tak bisa lagi menahan air matanya.
"Hey,apa yang kamu lakukan,aku bilang jangan menangis kamu malah melakukannya,bajuku jadi basah karena ingusmu!,"
"Aku menangis kak,bukan flu,jadi yang keluar air mata ku bukan ingus,"
"Sama saja,jorok sekali!,"
"Katanya kau ingin membahagiakan ku,tapi kenapa kau begitu kasar,kakak menyebalkan!,"
"Maafkan aku,kau boleh menangis di pundak ku sepuasnya,tapi tangisan mu harus tangisan kebahagiaan,"
"Baiklah,kak." ucap Kirana yang kembali memeluk suaminya.
__ADS_1
"Yasudah, sebaiknya kita berangkat,ini sudah sangat siang. Aku bisa di pecat papah,"
"Haha, bukannya tadi kakak, bilang bosnya? sekarang kenapa kakak takut di pecat papah haha," ucap Kirana menggoda suaminya
"Ya cepat atau lambat perusahaan itu akan jadi milikku juga,itu artinya aku ini calon direktur utama," ucap Kevan merasa bangga.
"Baiklah terserah kakak saja,"
**
Keduanya pun sudah sampai di tempat tujuan,Kevan mengantarkan Kirana terlebih dahulu, karena jarak kantor yang tidak terlalu jauh.
"Kak,aku masuk dulu ke kafe,kakak,yang semangat ya bekerjanya,"
"Baiklah sayangku,kamu juga semangat ,"
Kirana hanya tersenyum dengan panggilan sayang yang diucapkan suaminya. Saat Kirana akan turun dari mobilnya,Kevan menarik lengan Kirana.
"Ada apa kak?,"
"Kamu melupakan sesuatu!,"
"Melupakan apa?,"
Kevan memiringkan wajahnya dan menghadapkan nya ke arah Kirana,sontak saja Kirana kebingungan dengan apa yang dilakukan Kevan.
"Apa si kak,aku ngga ngerti?,"
"Kamu ini tidak peka,aku ingin kamu menciumiku,apa kamu melakukan kesepakatan kita?,"
"Kesepakatan apa si kak,membuat aku semakin tidak mengerti saja,"
"Sudah ... sudah, berdebat dengan mu membuang-buang waktu, sekarang lakukan saja,kau harus mencium ku,"
Kirana pun mengikuti keinginan suaminya,ia mulai mencium kening dan pipi suaminya,saat akan menyudahi ciumannya,Kevan malah menarik Kirana sampai akhirnya kedua bibir mereka saling bersentuhan. Kevan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,dan yang terjadi maka terjadilah.
Kirana menyudahi kegiatan mereka, meskipun hanya berciuman namun hal itu membuat keduanya sedikit berpeluh.
"Terima kasih,istriku. Sekarang kamu boleh pergi," ucap Kevan membebaskan Kirana .
"Terima kasih," Kirana pun langsung berlari keluar, sedangkan Kevan hanya tertawa menanggapi tingkah istrinya.
"Kalo kamu sampai sore,tunggu aku. Kita pulang bareng lagi,tapi kalo tidak kasih tau aku juga ,biar aku yang mengantarkan kamu pulang," ucap Kevan sebelum melajukan mobilnya kearah kantor
Kirana hanya menggerakkan kepalanya saja,dia mengangguk tanda menyetujui apa yang kevan katakan .
"Bagus,istri yang baik!" ucap Kevan setelah itu melajukan mobilnya
__ADS_1
Kirana merasa heran dengan perubahan Kevan ,dari laki-laki yang dingin dan sekarang menjadi orang yang bawel dan banyak bicara. Namun Kirana sangat bahagia dengan sikap Kevan saat ini, akhirnya dia berhasil mempertahankan rumah tangganya, meskipun awalnya dia harus melewati kesedihan,semoga saja itu yang terakhir kalinya. Kirana pun masuk kedalam kafe,ia sudah disambut oleh pegawai dan juga sahabatnya.
***