Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Pindah


__ADS_3

Keduanya pun makan dengan hikmat,sampai Kirana menambah makanannya beberapa kali,mungkin dia kelelahan karena aktivitasnya semalam. Selesai makan Kevan beralih ke ruang keluarga dia ingin membicarakan sesuatu dengan istrinya.


"Sayang,aku ingin bicara sesuatu denganmu," ucap Kevan membuka pembicaraan untuk mengutarakan maksud dan tujuannya.


"Memang apa yang ingin kakak, bicarakan?," sahut Kirana yang menatap wajah Kevan,ia penasaran mengenai apa yang akan disampaikan suaminya.


"Sayang,aku harap kamu tidak marah dengan apa yang akan aku katakan," Kevan menunduk seolah berita yang akan disampaikannya adalah berita duka.


"Kakak terlalu bertele-tele,cepat apa yang ingin kakak,katakan aku akan mendengarkannya,dan aku tidak akan marah,asal apa yang ingin kakak,katakan sehat untuk pendengaran dan juga hatiku," ucap Kirana masih dengan perasaan penasaran


"Baiklah,aku tidak akan bertele-tele. Sayang apa tidak sebaiknya rumah ini kamu jual saja,dan kita bisa pindah ketempat yang lebih luas," ucap Kevan dengan suara pelan karena takut akan menyinggung istrinya,karena bagaimanapun rumah itu adalah peninggalan orang tuanya.


Kirana sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya,dia pun memahami sebagai seorang istri seharusnya ia mengikuti apapun yang suami inginkan,tanpa harus membantah,selama itu hal positif.


"Maaf sayang,jika apa yang kukatakan lancang,aku hanya ingin memberikan kebahagiaan utuh dirumah yang aku miliki bersama orang yang aku sayangi," ucap Kevan seolah takut bahwa Kirana,akan marah dengan apa yang diucapkan oleh Kevan.


"Mas,apapun keputusan kamu aku ikut saja,tapi bolehkah aku tidak menjual rumah ini,karena bagaimanapun ini adalah tempat tinggal yang orang tuaku berikan. Meskipun aku tidak tinggal lagi disini,tapi setidaknya aku masih bisa datang kesini," kata Kirana meminta izin agar rumahnya tidak dijual.


"Terima kasih sayang,aku senang mendengarnya. Ini adalah rumahmu,dijual ataupun tidak itu adalah hak mu, yang terpenting kamu bisa tinggal denganku ditempat impian yang sudah aku persiapkan untuk keluarga ku kelak," ucap kevan antusias menceritakan rumah impiannya


"Tunggu kak, memangnya sejak kapan kakak, memiliki tempat tinggal impian, setahuku tempat tinggal kalian hanya rumah yang ditempati mama Nadya dan papa,sama rumah Eyang Damar yang ditinggali kak,Kenan dan kakak. Betulkan?,"


"Kamu benar sayang,tapi sejak kelas tiga SMA aku sudah membantu perusahaan papa dan juga perusahaan kakek,dari sana aku memperoleh penghasilan yang aku tabung,karena sejak dulu aku bercita-cita memiliki rumah impian dengan uang ku sendiri,saat usiaku 23 tahun aku merealisasikan impian ku,"


"Benarkah? wah kakak hebat! tapi kenapa kakak tidak pernah menceritakannya?,"


"Bagaimana aku mau menceritakannya,rumah itu seperti tempat rahasia yang tidak semua orang bisa masuk kesana kecuali orang-orang yang aku kehendaki hehe,"


"Kamu lebay sekali kak,lalu kenapa sekarang kamu memberi tahu tempat rahasiamu itu?,"


"Bukan tempat rahasia sayang ,aku hanya bercanda. Waktu itu aku belum yakin kalau kamu adalah orang yang tempat mendampingi ku,namun setelah aku mencintai mu,aku semakin yakin untuk membawamu kerumah impianku,"


"Syukurlah kalau seperti itu,lalu kapan kita akan pindah?,"

__ADS_1


"Secepatnya sayang,bahkan hari ini pun tidak masalah,"


"Baiklah,kak. Bolehkah aku membawa bi Mimin dan pak Maman ,mereka sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri,dan aku pun sudah sangat percaya sama mereka" ucap Kirana meminta izin pada Kevan untuk mengajak kedua pekerjanya.


"Tentu boleh sayang,apapun yang kamu mau selama kamu bahagia aku akan mengabulkannya,"


"Wah, suamiku romantis sekali,terima kasih kak,karena kamu sudah menerima aku dan pernikahan kita,terima kasih sudah memberikan keluarga untuk untuk Kirana,tanpa kalian aku hanya sendiri," ucap Kirana merasa terharu,atas semua yang telah Kevan lakukan begitu juga dengan keluarganya.


"Sayang, ini belum seberapa,dan ini tidak sebanding dengan apa yang kamu alami diawal pernikahan kita,aku berjanji akan menebus semua itu dengan memberikan banyak kebahagiaan untuk kamu, percayalah,"


"Iya,kak. Aku percaya," ucap Kirana yang langsung mendapat pelukan dari suaminya.


**


Setelah menyelesaikan obrolannya, keduanya langsung memberi tahu kepada bi Mimin dan pak Maman perihal kepindahan yang akan mereka lakukan. Setelah mereka tahu Kevan, menyuruh keduanya untuk berkemas dan membawa barang-barang seperlunya saja,karena dirumah barunya segala kebutuhan sudah tersedia.


"Kak,apakah mamah dan papah sudah tau kalau kita akan pindah?,"


"Belum sayang, mungkin kakak akan memberi tahunya lewat telpon,"


"Kalau kamu ingin bertemu dengan mereka ,baiklah. Setelah kakak, menyelesaikan meeting penting di kantor,aku akan langsung izin pulang,dan kita bisa langsung menemui mama dan papa,"


"Baiklah kak,"


"Apa hari ini kamu tidak pergi ke kafe?,"


"Sepertinya tidak, rasanya badanku membutuhkan istirahat yang cukup,karena semalaman kau menyiksaku, setelah itu aku akan merapikan barang-barang yang akan kita bawa,"


"Haha, baiklah sayang, istirahat yang cukup karena bisa jadi hal selama terulang kembali,"


"Dasar kau mesum!,"


"Tidak masalah,kan dengan istri sendiri,"

__ADS_1


***


Sekarang sudah pukul 1 siang, setelah menyelesaikan meeting nya Kevan langsung pulang kerumah Kirana, sesuai janjinya tadi pagi dia akan pulang lebih awal untuk mengunjungi rumah kedua orangtuanya . Kirana sudah menyiapkan makan siang dan juga menu masakan yang akan ia bawa kerumah mertuanya.


Kirana mendengar suara mobil yang baru datang dihalaman rumahnya,ia pun langsung bergegas ke luar dan menyambut Kevan didepan rumahnya.


"Kak,kamu sudah pulang?,"


"Sudah sayang,apa kita langsung berangkat kerumah mamah?,"


"Apa kakak,tidak lelah,kakak sudah makan siang belum?,"


"Hmmmh, sebenarnya waktu meeting tadi aku banyak memasukkan sesuatu kedalam mulutku,tapi entah kenapa aku masih lapar,karena makanan pokoknya belum aku makan hehe,"


"Maksud kakak nasi ?,"


"Hehe, begitulah,"


"Sebaiknya kita makan siang dulu, kebetulan aku juga belum makan, setelah itu baru kita kerumah mamah,"


**


Satu jam mereka menyelesaikan makan siang dan sekarang mereka sudah bersiap untuk menemui kedua orang tuanya. Diperjalanan Kirana banyak bicara, sebelumnya Kirana sangat pendiam terlebih saat Kevan bersikap dingin padanya. Kirana menceritakan masa kecilnya sampai saat menyedihkan ketika kedua orangtuanya meninggal,dan akhirnya ia di urus oleh neneknya di kampung.


Meskipun Kirana tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam hal finansial,namun hatinya sangat bersedih dan merasa kesepian karena satu persatu orang-orang yang kirana kasihi meninggalkannya sendirian.


Kevan memberhentikan mobilnya dan memeluk Kirana erat,dia seolah merasakan apa yang Kirana alami.


"Sayang,jangan sedih lagi mulai saat ini aku akan selalu berada disamping kamu,dan aku berjanji tidak akan membuat kamu terluka lagi. Maafkan aku yang sempat membuatmu terluka," ucap Kevan tulus,dengan mendekap tubuh Kirana,yang sejak tadi menangis karena mengenang kejadian pilu dalam hidupnya.


***


Up banyak ah hehe 😬

__ADS_1


#DirumahAja


Jangan lupa Berdoa dan jaga kesehatan kita.


__ADS_2