
Sesampainya di rumah sakit Kenan langsung mendaftarkan Larisa untuk memeriksakan keadaan istrinya, setelah beberapa lama menunggu akhirnya nama keduanya dipanggil. Kenan sengaja membawa Larisa ke dokter umum,jika ada hal yang mengkhawatirkan baru dia akan memeriksakan Larisa pada dokter spesialis.
Dokter bertanya tentang keluhan yang dialami oleh Larissa, setelah mendengar apa yang dirasakan oleh pasiennya, dokter cantik berbalut hijab itu pun tersenyum.
"Pak,Bu. Sepertinya kalian akan memiliki anggota baru," ucap dokter yang setengah dipahami oleh keduanya.
"Sebaiknya bapak dan ibu segera menemui dokter kandungan,disana bapak dan ibu akan mendapatkan jawabannya,"
"Kok jadi tebak-tebakan gini si dok, beritahu saja," ucap Larisa penasaran
"Baiklah,dari diagnosa yang saya lakukan kemungkinan ibu sedang mengandung,usia kandungan ibu sekitar 6 mingguan,"
"Apa dokter tidak bercanda?," tanya Larisa yang tidak percaya karena dia melakukan tes pack namun hasilnya selalu negatif.
"Dok, istri saya sudah beberapa kali melakukan tes kehamilan namun hasilnya selalu negatif,apa benar sekarang dia sedang mengandung,"
"Iya benar dok,apa dokter tidak keliru,"
Dokter itu tersenyum menanggapi ucapan sepasang suami istri itu yang seolah meragukan profesinya.
"Untuk itu saya sarankan bapak dan ibu menemui dokter kandungan,masalah hasil testpack yang negatif mungkin ibu melakukannya terlalu cepat dan bisa saja itu sudah menunjukkan garis dua namun masih samar,"
"Iya juga si dok,saking ga sabaran aku hampir tiap hari melakukan pengecekan dengan testpack meskipun hasilnya tetap sama, setelah itu aku mulai menyerah,jadi aku belum pernah testpack lagi,"
"Kehadiran bayi memang sangat ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah,namun usahakan pikiran ibu selalu positif jangan stres karena hal itu akan berpengaruh pada proses pembuahan. Dan untuk saat ini sebaiknya kalian temui dokter kandungan untuk memastikan adanya janin di rahim ibu,"
"Baik dok, terima kasih ,semoga benar di rahim saya terdapat janin,"
"Aamiin," ucap dokter itu dengan senyuman.
Keduanya pun berlalu meninggalkan ruangan dokter umum tersebut, setelah itu mereka melakukan pendaftaran untuk ikut mengantri di dokter kandungan, mengikuti saran dokter umum untuk memastikan kehamilan Larisa.
Dering telpon dari keluarga yang silih berganti menelpon untuk menanyakan keadaan Larissa ,begitu saja Kenan abaikan,karena ia ingin memberikan kejutan untuk keluarga besarnya jika benar istrinya sedang mengandung.
"Mas,kenapa tidak diangkat,mereka pasti mencemaskan kita?,"
"Tidak usah,mereka paling hanya ingin mengetahui keadaan kamu,kalau kamu benar hamil kita akan memberikan kejutan pada keluarga besar kita," ucap Kenan antusias
__ADS_1
"Kamu benar mas,"
Setelah hampir satu jam menunggu giliran akhirnya nama Larisa dipanggil untuk mendapatkan pemeriksaan berikutnya.
"Selamat sore ibu bapak,ada yang bisa saya bantu,"
"Gini dok,tadi kami mendatangi dokter umum untuk memeriksakan kesehatan istri saya namun dokter itu mengatakan kalau istri saya sedang hamil jadi kami disarankan menemui dokter,"
"Baik, Sekarang apa yang ibu keluhkan dan terakhir haid kapan?," ucap dokter itu pada Larissa
"Nafsu makan ku bertambah,namun setelah itu aku sering mual dan muntah,belum lagi kepalaku selalu pusing, bawaannya malas melakukan aktivitas. Kalau haid aku lupa,tapi sepertinya siklus bulanan ku sudah terlewat,"
"Kalau begitu ibu bawa ini ke kamar mandi untuk memastikan kehamilan ibu, setelah itu kita melakukan USG untuk lebih meyakinkan," ucap dokter sambil menyerahkan testpack
Larisa pun mengikuti anjuran dokter,dia memasukkan alat testpack kedalam urin yang sudah berada disebuah tempat,karena tidak ingin kecewa sendiri,Larisa pun memutuskan untuk tidak melihat hasilnya dan menyerahkan langsung pada dokter tersebut.
"Bagaimana Bu hasilnya?,"
"Entahlah,aku tidak melihatnya,aku sering kecewa sendiri ketika hasilnya negatif, untuk Sekarang aku tidak mau melihatnya," ucap Larisa yang masih memegang hasil testpack dengan posisi terbalik.
Dokter tersenyum ,dia memahami perasaan seorang yang mendambakan buah hati,namun sering kecewa karena Allah belum memberikan rejeki berupa anak.
Larisa menyerahkan hasil testpack pada dokter muda yang cantik itu.
Setelah dokter melihat hasilnya,ia kembali tersenyum.
"Kali ini ibu dan bapak tidak akan kecewa membaca hasil testpack ini,disini ibu dinyatakan positif hamil, seperti yang dikatakan dokter sebelumnya kalau usia kandungan ibu memasuki 6 Minggu. Untuk lebih meyakinkan sebaiknya kita melakukan USG,"
Sepasang suami istri itu masih mematung,merasa terkejut dan tidak percaya kehadiran anak yang keduanya inginkan tidak lagi menjadi hayalan.
"Dokter serius kan?," ucap keduanya kompak
dokter mengangguk.
Setelah melakukan pengecekan tensi dan lainnya,Larisa pun disuruh berbaring di atas tempat tidur yang berada diruangan dokter tersebut. Suster membantu dokter mengoleskan gel diatas perut Larissa,sedang perasaan campur aduk keduanya menantikan kabar baik itu.
Dokter mulai menjalankan alat itu menelusuri perut Larisa untuk mencari keberadaan janin yang sedang Larissa kandung, setelah melakukan beberapa kali putaran akhirnya dokter menemukan janin Larisa masih berbentuk gumpalan sebesar biji nangka.
__ADS_1
"Pak,Bu,ini calon anak kalian masih berupa gumpalan daging, keadaannya baik dan sehat,lalu ini detak jantungnya, Alhamdulillah semuanya normal. Pak Bu dijaga ya kandungannya,karena usia kehamilan saat ini masih rentan," ucap dokter yang menjelaskan calon bayi keduanya melalui monitor dengan tangan yang masih fokus berada diatasnya perut Larisa.
Sepasang suami istri itu nampak terharu dengan penjelasan dokter,bahwa keinginan mereka memiliki anak bukan hanya angan semata, keduanya sangat bersyukur dan akan menjaga Amanah yang sudah Allah titipkan pada keduanya.
Setelah mengucapkan terima kasih dan menerima hasil USG dan resep dari dokter keduanya pun berpamitan. Diperjalanan pulang Larisa tak henti memandangi foto Usg miliknya,ia menciumi calon anaknya melalu selembar kertas.
"Mas kita akan memiliki anak,aku sangat bersyukur mas," ucap Larisa yang masih fokus pada foto Usg yang ia pegang.
"Iya sayang, akhirnya kita memilikinya," sahut Kenan yang langsung menggenggam tangan istrinya sedangkan tangan lain dipakai untuk menyetir
Setelah beberapa menit kemudian, keduanya pun sampai dirumah Kevan,semu keluarga yang masih menantikan keduanya masih setia disana dan belum beranjak untuk pulang.
"Assalamualaikum," ucap salam keduanya
"Wa'alaykumussalam," sahut salam semua keluarga
Pertanyaan demi pertanyaan mengenai kesehatan Larisa mereka tanyakan satu persatu,Larisa dan Kenan memilih diam,karena bingung dengan banyaknya pertanyaan dari keluarga besarnya.
"Semuanya,Larisa dalam keadaan baik baik saja,tidak ada yang mengkhawatirkan,tapi__,"
"Tapi apa Kenan,jangan setengah-setengah kalau ngomong nak," ucap Nadya pada putra keduanya
"Ta__" ucap Kenan mengangtung sedang Larisa diam menahan tawanya
"Dek,jangan main-main sama kita," ucap Kevan ikut bicara
"Kalian penasaran ya hehe,"
Kenan masih menggantung kata-katanya yang membuat keluarga mereka penasaran,di saat semua sedang harap-harap cemas keduanya malah mempermainkan perasaan mereka dengan menunda apa yang akan diucapkan.
....
Sama kaya aku yang mau gantung ceritanya hehe
jangan lupa ya like komen dan vote aku akan rajin ko hehe..
Di cerita ini ada sedikit fakta dan realita yang aku selipkan, mengenai testpack hehe. Pada awal pernikahan sampai tahun ke 5 aku masih antusias untuk melakukan testpack ketika telat haid dan aku mulai menyerah ditahan ke 6 dan ke 7, walaupun telat yasudah.
__ADS_1
Yang sedang menanti kalian tidak sendiri, semangat ✊😉❤️ Jangan lupa Like,komen dan vote.