Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Alasan


__ADS_3

Di ruangan atas Kirana sedang merajuk karena sikap suaminya yang berlebihan,Kirana merasa tidak enak pada Haikal,karena berulangkali dia bersikap ketus pada sahabatnya. Kevan seolah acuh karena menurutnya laki-laki dan perempuan tidak boleh berteman titik! .


"Sayang tau nggak ..."


"Enggak!,"


"Ihhh nyebelin kamu mah,aku belum selesai ngomong udah di potong aja," ucap Kirana kesal


"Kan tadi kamu nanya,ya aku jawab engga tau," kilah Kevan yang masih asik tiduran dipangkuan Kirana.


"Ngeles aja bisanya,mas sayang,suami aku paling tampan please 🙏 kamu jangan bersikap ketus lagi sama Haikal,dia engga salah apa-apa tapi kamu musuhin mas," rayu Kirana meminta kevan untuk bersikap baik pada sahabatnya.


Kevan menatap wajah istrinya heran.


"Aku engga musuhin dia,dianya aja yang baperan,emang dia suka ngadu apa sama kamu,ih kaya bocah aja ngaduan," sinis Kevan berbicara tak terima


"Dia engga ngadu sayang,cuma keliatan aja dari wajah kamu kalo setiap ketemu dia bawaannya sewot,tu anak murung kalo ketemu kamu kaya ayam keujanan. Aku mohon mas udah ya engga usah bersikap kaya gitu,"


"Penting banget si kamu ngebahas dia, jangan-jangan bener lagi dugaan aku,"


"Bener apanya mas? jangan punya pikiran ngaco deh,"


"Kalo dia suka sama kamu!,"


"Ya Allah, pikirannya jahat ih,enggak baik suuzan sama orang,dosa tau mas,"


"Habisnya kalian lengket banget,engga boleh tau berduaan dalam satu ruangan sama yang bukan muhrimnya,itu juga dosa!,"


Kirana kehabisan kata-kata untuk berdebat dengan suaminya, karena sampai kapan pun dia tidak akan menang. Semua kata-kata yang keluar dari mulut Kirana bak debu yang tersapu angin. Hilang.


"Tau ah mas, ngomong sama kamu cuma bikin aku pusing doang," ucap Kirana kesal karena Kevan tidak mau mengalah


Kevan beranjak dari pangkuan Kirana, laki-laki itu duduk dan menatap wajah Kirana yang sedang cemberut.


"Sayang,seorang suami cemburu itu wajar yang bahaya jika suaminya tidak memiliki rasa cemburu. Mas ingin kamu tau bahwa saat ini mas tidak mau terjadi apapun dengan rumah tangga kita,jadi mas harap kamu mengerti,mas tidak melarang kamu berteman dengan laki-laki,tapi tolong kejadian hari ini jangan terulang kembali. Mas tau kamu tidak berdua ada Dwi juga,tapi lihat sekeliling sayang mungkin di depan kamu mereka tidak bicara tapi dibelakang kamu bisa saja,"


Kirana terdiam,dia memikirkan apa yang diucapkan suaminya,dia pikir selama ini Kevan cemburu tak beralasan,namun nyatanya dia melindungi istrinya dari omongan yang tidak baik dari orang-orang,ah Kirana merasa terharu. Dia langsung berhambur memeluk suaminya,betapa Kirana sangat mencintai suaminya.

__ADS_1


"Sayang maafkan aku,aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya." ucap Kirana yang masih dalam pelukan suaminya


Kevan tersenyum ketika melihat istrinya langsung menyadari semuanya.


"Mas juga minta maaf ya tidak memberikan alasannya,karena aku pikir lucu saja kalau kamu menganggap aku cemburu berlebihan kaya anak ABG hehe,"


"Aku senang kamu cemburu,mulai saat ini aku izinkan,"


"Hahaha cemburu udah kaya tempat usaha pake dapet izin segala,"


"Ihhh mas nyebelin,"


"Iya maaf sayang,mas laper nih kapan dikasih makannya?" ucap Kevan sok memelas sambil memegang perutnya


"Astaghfirullah,maaf mas aku sampe lupa Sekarang udah jam makan siang,kamu mau makan apa?,"


"Hemmmh ,apa aja yang penting mengenyangkan," sahut Kevan singkat


Kirana pun memesan makan kebagian bawah,dan meminta karyawannya mengantar keruangan Kirana.


Setelah makanan tiba keduanya makan dengan hikmat. Kevan kembali ke kantornya setelah menyelesaikan makan siangnya, sebelum itu dia meminta Kirana untuk tidak pulang sore hari kerena tidak ingin istrinya itu kelelahan.


***


"Udah pulang suami kamu?," tanya Dwi senyam senyum


"Kan kamu lihat sendiri aku habis mengantarnya,terus kenapa kamu senyam-senyum?,"


"Si Haikal tuh setiap abis ketemu suami kamu wajahnya kaya depresi gitu,emang kamu engga coba ngomong sama dia kalo kalian engga ada hubungan apapun,ini murni pekerjaan," ucap Dwi mencoba bertanya pada atasan sekaligus sahabatnya


"Sebaiknya kita omongin ini bertiga di atas biar enak," ucap Kirana yang langsung pergi keruangannya


"Sekarang Na?,"


Kirana mengangguk.


"Panggilkan Haikal sekalian,"

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya ketiganya berada diruangan Kirana.


"Kamu mau ngomongin apa Na sama kita?,"


"Ini masalah mas Kevan yang sering cemburu karena ngeliat aku sama haikal. Sebelumnya aku minta maaf sebagai istri karena sikap mas Kevan membuat kamu tidak nyaman Haikal,tapi percayalah kenyataannya tidak begitu," ucap Kirana mencoba menjelaskan situasi sebenarnya


"Maksud kamu apa Na?," tanya Dwi penasaran


"Kalo aku si sebenarnya engga terlalu masalah juga,cuma aku engga enak aja udah beberapa kali kepergok lagi berdua sama kamu,ya meskipun kita enggak ngapa-ngapain,"


"Ok ,aku akan luruskan permasalahan ini,suami aku sama sekali tidak membenci atau pun tidak menyukai kamu Kal,dia cuma tidak mau orang-orang berbicara buruk tentang aku sama kamu,ya menurutnya seringkali orang berani bicara itu dibelakang kita bukan di depan. Tadi pun aku meminta dia untuk tidak bersikap sinis sama kamu,namun setelah dia bicara semua alasannya,kini aku paham. Begitu juga dengan kalian aku harap kalian bisa mengerti,"


Keduanya kini mengangguk paham, ternyata ada alasan dibalik sikap dingin Kevan.


"Mungkin suami ku salah menyampaikan maksudnya,kaya anak ABG ,tapi aku yakin orang se dewasa dia tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa maksud ,"


"Iya Na,kita paham Sekarang,gue ngga masalah kalau harus Nerima sikap dingin suami kamu tapi bilang sama dia mending to the points aja engga usah bikin gue sport jantung," ucap Haikal


Kirana tersenyum.


"Terus Sekarang gimana?,kita kan engga bisa ngebahas masalah keuangan dan urusan kafe tanah bersifat pribadi diruang terbuka," tanya Dwi perihal keputusan selanjutnya


"Kita akan tetap menyelesaikan pekerjaan diruangan atas,namun tidak ada yang boleh keluar lebih dulu dari ruangan itu sebelum kita menyelesaikan pekerjaan masing-masing, termasuk kamu Dwi. Kamu atur bagian bawah agar tidak menggangu kita ketika sedang rapat atau menyelesaikan laporan bulanan, gimana?"


"Oke,aku setuju," sahut Dwi


"Aku juga setuju," timpal Haikal


"Syukurlah,terima kasih atas pengertian kalian,sekali lagi aku minta maaf untuk sikap suami aku yang berlebihan untuk kedepannya semoga semuanya semakin baik,"


"Aamiin,yaudah kita pamit kembali kebawah karena banyak pekerjaan disana," ucap keduanya


"Ok, selamat bekerja ya,maaf hari ini aku harus pulang lebih awal lagi,"


"Sulthan mah bebas Na," ucap Dwi menggoda sahabatnya


***

__ADS_1


Kalian masih setia kan sama SP2,atau udah mulai bosan? jawab di komen ya🙏😄


Jangan lupa like,komen dan vote ya ❤️😊


__ADS_2