Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Dingin


__ADS_3

Hari demi hari Kirana lewati tanpa berinteraksi dengan suaminya,Kirana mencoba mendekati Kevan, menyediakan keperluan Kevan bahkan Kirana sempat menunggu Kevan sampai pulang larut malam,namun hal itu tidak membuat Kevan luluh,Kevan semakin bersikap dingin.


Tubuh Kirana semakin kurus,tidak banyak asupan yang masuk ketubuhnya,setiap hari dia menangis melihat perlakuan Kevan,bahkan bi Mimin yang melihat hal itu pun sangat tidak tega,sempat beberapa kali bi Mimin berbicara dengan Kevan namun lagi lagi Kevan bersikap acuh.


Sudah satu bulan semenjak kejadian itu,dan sejak hari itu juga Kevan mengabaikan Kirana. Waktu menunjukkan pukul 2 pagi,Kirana menunggu kedatangan Kevan namun tak kunjung datang,sampai azan subuh berkumandang membangunkan Kirana yang tertidur, dilihatnya kamar tempat Kevan biasa tidur namun tidak ada,dan Kirana pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya,namun disana pun tidak ada, ternyata Kevan tidak pulang.


Ditempat lain Kevan merasa tersiksa dengan situasinya saat ini,namun ia pun masih menyimpan kekecewaan pada Kirana, sejujurnya ia sangat merindukan Kirana,namun sikap egoisnya menolak itu. Kevan kini berada di rumah kenan. Kenan menyadari bahwa hubungan suami istri itu sedang tidak baik-baik saja.


Pagi hari pukul 6 pagi Kirana berjalan kaki menuju rumah Kenan,entah kenapa ia punya feeling kalau Kevan berada disana,dan benar saja dugaan Kirana.


"Assalamualaikum,pak," ucap Kirana pada penjaga rumah Kenan


Penjaga itu mengenali Kirana ,dan ia pun langsung membuka pintu gerbang rumah Kenan.


"Wa'alaykumussalam Non, silahkan masuk,"


"Terima kasih,"


Kirana pun masuk melewati halaman yang cukup luas itu,dia berjalan dengan penuh harapan bahwa Kevan akan pulang bersamanya,namun kita tidak bisa menebak sifat Kevan seperti apa. Saat di depan pintu dia bertemu dengan kepala pelayan,Kirana bertanya mengenai keberadaan Kevan,dan kepala pelayan itu pun mengiyakan,bahwa majikannya itu berada di kamarnya. Meskipun keduanya sudah memiliki tempat masing-masing,namun dirumah kakek Damar ia memiliki kamar pribadi, begitupun dengan Nadya.


Saat sudah dipersilahkan masuk,Kirana bertemu dengan Kenan,mereka berbincang banyak,dan Kenan merasa prihatin dengan kondisi kirana,.


"Mbak,sejak kapan ada disini?," ucap kenan basa basi


"Baru datang kak,oiya apa kak Kevan ada disini?,"


"Ada mbak,dia sedang tidur dikamarnya,"

__ADS_1


"Mbak apa semuanya baik-baik saja?," tanya Kenan


Kirana hanya mengangguk.


"Apa aku boleh menemuinya?,"


"Silahkan mbak, kamarnya ada di barisan paling depan di lantai dua," ucap Kenan memberi tahu kamar Kevan


Meskipun Kirana istri Kevan,ini pertama kalinya Kirana tau kamar Kevan,dia adalah orang yang sangat tertutup,dia tidak menyukai orang terlalu ingin tahu kehidupan pribadinya. Sejak kecil bahkan sampai sekarang.


Kirana mulai mengetuk pintu kamar Kevan, setelah beberapa kali namun tak mendapat jawaban akhirnya kevan membuka kamarnya, setelah melihat siap yang mengetuk pintunya,Kevan pun langsung membanting keras pintunya,sampai membuat Kirana terkejut dan menitikkan air mata. Kenan yang mendengar hal itu langsung naik kelantai atas dan benar saja dugaannya bahwa Kevan sudah bersikap kasar.


"Astaghfirullah,mbak tidak apa-apa?,"


Lagi lagi Kirana menggelengkan kepalanya,Kirana pun berpamitan pulang,karena hari ini jadwalnya kontrol kerumah sakit.


"Kak,aku pamit pulang,tolong suruh pelayan untuk menyiapkan keperluannya, sepertinya aku sudah tidak bisa melakukan hal itu lagi. Jangan biarkan kak Kevan sakit, ingatkan dia untuk makan dan istirahat,minum vitamin agar tidak mudah sakit," ucap Kirana dengan tangis yang sesekali ia mengelapnya


Kirana tersenyum.


"Aku sudah tidak layak melakukan hal itu,kak Kevan selalu melakukan penolakan,aku sadar kesalahan ku tidak termaafkan. Aku pamit ya,hari ini aku harus kontrol kerumah sakit," ucap Kirana yang memulai langkahnya


Didalam kamar Kevan mendengarkan percakapan keduanya,Kevan merasa bersalah bahkan ia pun menangis,namun keegoisannya membuat Kevan menjadi seseorang yang kejam.


"Mbak biar Kenan yang mengantarkan mbak untuk check up ,aku tidak mau terjadi apa-apa sama mbak, anggaplah aku sebagai pengganti bang Kevan untuk sementara ini,"


"Maaf kak,aku menolaknya. Aku akan pergi sendiri saja,lagi pula hanya kontrol saja,tidak ada yang perlu di khawatirkan,"

__ADS_1


Kirana pun meninggalkan kediaman kenan,diatas sana ada seseorang yang memperhatikan kepergian Kirana,dadanya sakit ,begitu hancur melihat istri yang ia cintai pergi berjalan kaki,namun kevan masih kecewa dengan apa yang telah terjadi. Nasehat orang tuanya untuk memaafkan Kirana dan kesalahpahaman mereka tidak sama sekali membuat Kevan luluh. Bahkan Kenan sudah berulang kali mengingatkan saudara kembarnya namun jawabannya tetap sama.


Mungkin Kevan harus merasa kehilangan, baru ia akan menghargai sebuah keberadaan.


**


Keadaan Kirana semakin memprihatinkan,setiap hari dia menangis. Sudah seminggu Kevan tidak pulang kerumah,dan itu berhasil membuat Kirana menyerah. Dia mengajak bi Mimin dan pak Maman untuk kembali kerumah lamanya, bersyukur rumah itu tidak ia jual,dan saat seperti ini Kirana bisa kembali kesana Tampa bingung harus pergi kemana.


"Bi,mang. Sebaiknya kita kembali kerumah saya yang lama, keberadaan saya disini tidak diinginkan. Mas Kevan sudah seminggu ini tidak pulang kerumah,bahkan sejak kejadian itu dia tidak sekalipun berbicara dengan saya. Saya menyadari kesalahan itu,dan mulai saat ini saya menyerah. Apa bibi dan mamang akan ikut saya,jika tidak pun tidak apa-apa,saya yakin mas Kevan juga lebih membutuhkan kalian," ucap Kirana yang sedang mengajak ngobrol keduanya.


Bi Mimin dan pak Maman merasa lega mendengar keputusan majikannya,karena sebulan lebih ini keduanya menyaksikan penderitaan Kirana,namun tak berani bicara atau memberikan saran apapun,karena bagaimanapun itu urusan pribadi keduanya. Bi Mimin dan pak Maman langsung menyetujui keputusan Kirana.


"Kami mau neng,kami akan ikut neng Kirana kemana pun,selama neng mau mengajak kami dan selama itu juga kami akan mengabdi,"


"Terima kasih ya Bi,memang cuma kalian keluarga yang Kirana miliki,"


"Kami yang harusnya berterima kasih,karena sampai saat ini neng Kirana masih menjadi wanita yang kuat dan mandiri,"


"Bibi terlalu berlebihan, sekarang kita merapikan pakaian masing-masing,tidak banyak yang akan saya bawa karena sewaktu pindah saya hanya membawa 1 koper berisi pakaian saja,"


"Iya neng,kami akan bersiap,"


Mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing,Kirana sudah merapikan barang-barang miliknya,tidak ada yang tertinggal disana bahkan selembar foto pun tidak ada Kirana sudah menyimpannya di gudang. Kirana menuliskan sepucuk surat.


*Kak,maafkan aku yang harus pergi dari rumah ini,maafkan atas semua kesalahan ku,aku tau kakak tidak bisa memaafkan ku dengan mudah,namun aku berharap suatu saat nanti kakak memaafkan ku. Jika kakak tidak menginginkan ku lagi dan juga tidak ingin melihat keberadaan ku lagi,aku pasrah jika pun jodoh kita sampai disini. Sekali lagi maafkan aku.


Kirana*.

__ADS_1


***


Ya moon maaf kalo kalian tidak terlalu suka dengan part* ini,biar ada dramanya sedikit. Meskipun tidak suka jangan lupa tetep like ya,karena itu sangat berarti untuk penulis amatir seperti ku. 😁❤️🙏


__ADS_2