Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Mengganggu


__ADS_3

Pukul 3 dini hari Kevan dan Kirana dikejutkan dengan ketukan pintu yang berulang-ulang,sehingga mengganggu tidur keduanya. Dengan malas Kevan membuka pintu kamarnya,dalam keadaan masih mengantuk Kevan sedikit terkejut dengan kedatangan saudara kembarnya.


"Kau ... untuk apa sepagi ini kau menganggu istirahat ku?," ucap Kevan sambil mengucek matanya


"Mas,maafkan aku yang sudah mengganggu istirahat kalian,tapi ini urgent mas,aku mohon bantu aku," ucap Kenan seolah ada hal yang berbahaya


Kevan terkejut,karena ia mengira apa yang disampaikan adiknya benar-benar darurat.


"Urgent apanya yang urgent katakan jangan bertele-tele," bicara Kevan sedikit panik


"Mas,apa mba Kirana sedang tidur?,"


"Kau ini,tadi bilang ada yang urgent lalu kenapa sekarang kau menanyakan istriku?,"


"Mas,hanya mba Kirana yang bisa menolong ku,jadi kumohon bangunkan dia,kali ini saja," ucap Kenan memohon


"Apa urusannya dengan kirana,jangan macam-macam kamu ya,"


"Engga mas .... " saat Kenan akan melanjutkan kata-katanya tiba tiba Kirana menghampiri keduanya


"Mas,ada apa si,kenapa kamu lama sekali?,"


"Lihatlah dia sedang mengacaukan kita," ucap Kevan sambil mengarahkan pandangannya kearah Kenan


Seketika Kirana pun menyadari keberadaan Kenan,dan ia pun menyapanya.


"Mas,Kenan. Ada apa sepagi ini?,"


"Mbak maafkan aku yang sudah menganggu kalian tapi boleh kah aku meminta bantuan mbak kali ini saja," ucap Kenan memohon.


"Jangan hiraukan dia sayang,palingan nanti ketagihan minta tolong ke kita," ucap Kevan sinis


"Husss ah ngga boleh gitu," sahut Kirana pada suaminya


"Mas,Kenan mau minta tolong apa,jika aku bisa pasti aku bantu,"


"Mba,aku datang bersama Larissa,dia ada dibawah. Saat bangun tidur dia menangis histeris,aku sulit menenangkannya,dia seperti anak bayi yang kekurangan ASI. Saat aku berhasil memenangkannya, tiba-tiba dia ingin menemui mbak Kirana, katanya mau tidur dipeluk sama mbak,aku mohon bisa kah mba membantuku?," ucap Kevan memohon penuh harap


Kevan dan Kirana saling menatap, keduanya merasa heran dengan tingkah Larissa.


"Tuh kan benar apa yang aku bilang mas, kejadian ini persis seperti tadi siang,cuma bedanya permintaannya," ucap Kirana yang membuat Kenan bingung


"Mba sudah tau sikap aneh istriku?,"


"Tadi siang aku mengasuh istrimu,dia minta salad buah tapi buah yang dia minta buah yang asam,lalu dia pun memintaku menyuapinya seperti anak bayi,dan aku menurut saja.,"


Kenan terkejut dia pikir Kenan saja yang sudah menjadi korban Larissa selama 1 Minggu ini.

__ADS_1


"Jadi ini bukan pertama kalinya Icha merepotkan mbak Kirana?,"


Kirana menggelengkan kepalanya.


"Istrimu memang merepotkan kenapa dia harus mengganggu istriku,bukan kamu saja," ucap kevan sinis.


"Sudahlah mas, mungkin ini bawaan bayi, sebaiknya kita temui Kirana,waktu pagi masih lama,"


"Maksud mba apa bawaan bayi?,"


"Sepertinya Larissa sedang hamil soalnya aku pernah ngerasain hal aneh kaya gini,sampai aku ngga nyadar kalo aku sedang hamil," ucap Kirana menyesal.


Kevan merangkul Kirana seolah menenangkan.


"Maaf mbak,Kenan ngga maksud menyinggung hal itu,"


"Sudah tidak apa-apa semoga ini jadi pelajaran kedepannya,"


"Iya mbak,apa yang mbak bilang tadi benar? kalo Icha sedang mengandung?,"


"Sepertinya begitu, sebaiknya kamu periksa saja besok mas,kalau tidak testpack saja ,"


"Baiklah mbak, sebaiknya kita temui dia sekarang karena terkadang emosinya ngga menentu,"


**


Mereka bertiga sudah berada di lantai bawah, Larissa sedang tertidur seperti bayi polos, ketiganya menggelengkan kepalanya.


"Tadi ngga gini mas,dia maksa maksa buat kesini,tapi kenapa sekarang dia tidur,"


"Sebaiknya mas Kenan bangunkan ,mba Larissa nya suruh pindah ke kamar ya,"


"Baik mbak,"


Saat Kenan akan memindahkan tubuh istrinya ke kamar tamu, tiba-tiba mata Larissa terbuka dan ia langsung menyerang Kirana dengan memeluknya , keduanya baru akan menaiki tangga.


"Mbak kiran mau kemana?," ucap Larissa bertanya seperti anak kecil dan Langsung memeluknya


Kevan melihatnya frustasi..


"Lepasin istriku,kenapa kamu jadi aneh gini Larissa,kalian yang punya anak kita berdua yang repot," ucap Kenan sarkas


Larissa yang sedang memeluk Kirana pun melepaskan pelukannya dan mencoba mencerna kata-kata yang kevan ucapkan,lalu ia pun melihat kearah suaminya.


"Aku hamil,tau dari mana kamu Kevan?," ucap Larissa penasaran


tiba-tiba Kenan bicara.

__ADS_1


"Sayang, sekarang dia Kaka ipar mu panggil dia yang sopan," ucap Kenan menasehati istrinya.


"Iya maaf,"


Kevan hanya tersenyum padahal dia tidak masalah dengan panggilan Larissa pada dirinya,karena bagaimanapun Kevan dan Kenan saudara kembar yang jarak usianya hanya hitungan menit.


"Mbak Larissa sebaiknya kamu tidur di kamar tamu,hari masih gelap," ucap Kirana pada Larissa


Sekarang giliran Kevan yang bicara.


"Sayang, Sekarang dia adik ipar mu,jadi jangan terlalu sopan sama dia,panggil saja namanya," ucap Kevan sinis


"Kalian ini hak kecil saja dipermasalahkan," ucap Kirana pada si kembar


"Mbak kiran boleh tidak kalau pagi ini aku tidur sama mbak,sambil elus elus kepala aku," ucap Larissa memohon


Lagi lagi Kevan menyahut.


"Tidak! kenapa kamu mengganggu sekali hah!,"


"Mas Kevan aku mohon," ucap Larissa memelas dengan tampang sok imut


"Cihhh, wajah mu sok lugu. Sayang sebaiknya kita kembali ke kamar saja,"


"Tapi mas,"


"Mas Kevan aku mohon biarkan mbak Kirana menemani ku tidur sampai pagi ini saja,yah yah aku mohon mas,"


Kirana pun ikut meminta pengertian pada suaminya,dan akhirnya ia pun setuju.


"Baiklah,tapi kali ini saja,kalau besok besok kau datang diwaktu yang tidak wajar dan mengganggu kami,maka aku tidak akan segan mengusir kalian berdua,"


"Iya mas aku janji,terima kasih,"


Kirana dan Larissa pun segera pergi menuju kamar tamu sedangkan Kenan memilih tidur di sofa depan kamar tamu agar sewaktu waktu Larissa menginginkan sesuatu ia tidak akan kesulitan mencari Kenan.


"Semoga saja kamu benar-benar sedang mengandung anakku,jadi kami bisa memaklumi sifat mu yang aneh ini," gumam kenan sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


Didalam kamar Kirana seperti sedang menidurkan anak bayi,dia mengelus rambutnya,dan memberikan sentuhan pada punggungnya dengan menepuk perlahan. Keduanya pun terlelap melanjutkan tidur yang sempat tertunda, begitu pun Kevan dan Kenan yang mulai menjelajah alam mimpi.


***


Assalamualaikum..


Selamat menunaikan ibadah puasa untuk semuanya,semoga di bulan Ramadan ini kita bisa lebih khusyuk dalam beribadah dan jangan lupa berdoa agar fandemi ini segera berlalu .


Mau kasih info, mungkin selama Ramadan aku akan jarang up bahkan tidak sama sekali. Kita fokus kan untuk beribadah dan menghidupkan bulan ini dengan amalan-amalan yang baik.

__ADS_1


Semoga kita semua selalu dalam lindunganNYA. 😊


Untuk giveaway akan tetap aku kasih sepertinya dalam bentuk pulsa,dan 1 hijab untuk vote terbanyak (terkhusus Jabodetabek) .


__ADS_2