Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Bersyukur


__ADS_3

Setelah beberapa puluh menit perjalanan mereka, akhirnya keduanya sampai dirumah Nadya. Waktu masih sore,sang ayah pun pastinya belum pulang dari kantornya,karena hari ini Kevan,hanya melakukan beberapa kali pertemuan dengan kliennya jadi dia tidak bertemu dengan sang ayah di kantor.


Nadya menyambut keduanya dengan penuh kebahagiaan, akhirnya apa yang dia harapkan terjadi juga. Kevan dan Kirana menghampiri Nadya dan memeluknya, laki-laki yang kini sudah memiliki istri itu masih terlihat manja pada mamanya, namun hal itu tidak membuat Nadya merasa risih ataupun keberatan.


"Kalian sudah tiba," ucap Nadya dengan senyuman tulus dan langsung mendekap salah satunya


"Iya mah,mama apakabar," ucap keduanya dengan perasaan bahagia tidak seperti sebelumnya.


"Mama Alhamdulillah baik sayang,malah tambah baik setelah kalian berdua mengunjungi mama dalam keadaan bahagia," sahut Nadya yang belum melepaskan pelukannya pada sang menantu.


"Iya,ini semua berkat mama dan juga doa mamah,terima kasih sudah memilih Kirana untuk menjadi pendamping kak,Kevan." ucap Kirana tulus dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak sayang,ini juga berkat kesabaran kamu menghadapi anak mama,jika tidak mungkin semuanya tidak seperti sekarang. Mama bersyukur bisa menepati wasiat nenek kamu untuk mencarikan pasangan yang baik,apa Kevan sudah baik nak?," tanya Nadya membuat Kevan gelisah dengan jawaban sang istri.


"Hhhhmmm.... baik tidak ya?," ucap Kirana seolah berpikir dan mempertimbangkan Kevan selama menjadi suaminya


"Sayang,kamu jangan buat aku tegang ya,aku udah tobat sayang,aku udah ngga jutek lagi,terus aku juga udah engga dingin lagi,kamu tau itu," ucap Kevan melakukan pembelaan diri karena merasa takut bahwa Kirana akan berkata berbeda.


"Haha kamu ini bang,kok promosi diri sendiri,yaudah yu sambil nunggu jawaban Kirana,kita masuk dulu,masa ngobrol di depan pintu," ucap Nadya yang langsung membawa Kirana kedalam rumahnya, sedangkan Kevan dengan wajah harap harap cemas masih menunggu jawaban istrinya.


Ketika sudah didalam Kevan masih mengekor i mama dan juga Istrinya,dia tidak ingin melewatkan jawaban yang diberikan oleh Kirana ,karena hal itu yang akan menentukan kebahagiaan rumah tangga Keduanya.


"Bang,apa kamu tidak mau pergi ke kamar kecil,atau ke dapur gitu meminta bi Papat membuatkan minum untuk kalian," ucap Nadya menggoda anak sulungnya,Nadya tau bahwa Kevan masih mengharapkan jawaban Kirana dari pertanyaan yang ia tanyakan.


"Tidak mah tidak,Kevan masih ingin disini bersama kalian,lagian aku kan tamu masa ia mau minum aja harus bilang dulu,ya disediakan dong." ucap Kevan balik menggoda mamanya


"Dasar kamu ini,ini juga kan masih rumah mu,apa semenjak kau berumah tangga tempat ini jadi asing untuk mu?,"


"Mama sudah jangan nyerocos terus,aku lagi nungguin jawaban istriku ni,kan mama tadi yang tanya,kalo Abang udah jadi suami yang baik belum,iya kan?," ucap Kevan yang masih penasaran dengan jawaban istrinya dan mengulangi pertanyaan yang diajukan Nadya pada Kirana.


"Hahaha,jadi Abang,masih nunggu jawabannya. Yasudah ,Kirana gimana jawaban pertanyaan mama,jawab gih sebelum anak mamah mati penasaran," ucap Kirana masih menggoda putranya

__ADS_1


"Ih mama ngomongnya sembarangan aja,baru beberapa hari baikan masa Kirana udah jadi janda si,yang enggak enggak aja ngomongnya," sahut Kevan dengan wajah cemberut bak anak kecil yang tidak diberikan mainan.


"Kakak ih,kok jadi berdebat sama mama sih,nggak boleh tau dosa!,"


"Iya sayang maafkan,terus jawaban pertanyaan mama apa?,"


"Baiklah,aku tidak mau membuat suamiku penasaran dengan jawaban yang akan aku berikan. Jadi gini mah,semenjak saat itu kak Kevan berubah drastis,dia membuktikan kata-katanya untuk memulai semuanya dari awal,dan menjadi suami yang baik,dan ketika kakak bisa mencintai aku dalam waktu yang cukup cepat itu membuatku sangat bahagia. Meskipun aku masih meragukan, apakah perasannya untuk ku sudah 100% atau baru setengahnya," Sahut Kirana panjang lebar memberikan jawaban atas pertanyaan Nadya


"Mama sangat bersyukur bahwa anak mama sudah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan berkomitmen dengan kata-katanya,mama yakin seiring berjalannya waktu suami mu akan bucin sendiri sama kamu," ucap Nadya diiringi tawa yang membuat Kirana pun ikut tertawa.


"Haha mama benar,kemarin saja kakak,salah paham saat aku duduk berdua dengan sahabat ku padahal dia yang mengelola kafe ku,dan dia tambah marah saat mengetahui aku diantar pulang oleh laki-laki lain,padahal itu kak Kenan haha," tawa Kirana pecah menceritakan kelakuan suaminya yang cemburu berlebihan


"Benarkah sayang?," ucap Nadya meyakinkan


Kirana hanya menganggukkan kepalanya sambil tertawa geli.


"Kalian berdua sama saja,kenapa sejak tadi aku yang di goda dan jadi bahan lelucon,kalian sungguh menyebalkan. Lebih baik aku menemui pacarku," ucap Kevan langsung berdiri dan membuat tawa Kirana berhenti.


Kevan hanya menahan tawanya, ternyata istrinya juga begitu cemburuan, sedangkan Nadya hanya menyaksikan drama keduanya.


"Tentu,dirumah ini aku memiliki kekasih,kamu saja yang tidak tahu," ucap Kevan berlalu meninggalkan kirana dan mamanya dan kemudian menemui bi Papat untuk meminta di buatkan minum untuknya dan juga kedua wanita yang kevan cintai.


Diruang tamu Kirana masih terdiam mencerna kata-kata yang suaminya ucapkan, sedangkan Nadya menatap wajah Kirana heran.


"sayang,kenapa kamu diam nak?," ucap Nadya membuyarkan lamunan kirana.


"Ti...tidak mah,"


"Apa kamu memikirkan ucapan suamimu?,"


Kirana hanya mengangguk.

__ADS_1


Tak lama Kevan kembali dari dapur dan duduk disebelah istrinya,Kirana terdiam membisu karena kata-kata Kevan sebelumnya.


"Sayang,apa kamu sudah puas mentertawakan aku,kenapa sekarang kamu jadi kalem seperti ini?," ucap Kevan kembali menggoda istrinya


"Abang,kamu jangan cari masalah ya,inget kalian tuh baru baikan,pake godain istri kamu nemuin pacar segala. Selama ini mama belum pernah liat kamu dekat dengan wanita manapun,jadi mustahil kamu memiliki pacar," ucap Nadya yang menjelaskan kepribadian anaknya yang tidak mau ribet dengan urusan wanita.


Saat Kevan akan menjawab bi Papat pun datang membawa jus jeruk dan teh hangat untuk nadya.


"Siapa bilang,ini ke kenalkan pacar Kevan yang selama ini tersembunyi," ucap Kevan berdiri dan memegang pundak asisten rumah tangga mamanya yang sedang meletakkan minuman,Bu Papat yang baru datang pun merasa heran dan tak mengerti ucapan tuan mudanya.


Seketika tawa Nadya pecah, ternyata dia sedang mengerjai menantunya. Kirana yang sedari tadi menunduk pun langsung melihat kearah suaminya yang sedang berdiri dan merangkul bi Papat.


"Hahaha,sayang lihatlah suamimu itu, lawakannya garing sekali. Masa pacarnya Bu Papat haha,bang ... bang ada ada saja kamu,"


"Kak,ih aku pikir kakak beneran mau menemui pacar kakak, ternyata Kaka hanya mengerjai ku saja. awas kamu ya ngga aku beri ampun," ucap Kirana yang merasa sebal karena sudah menjadi korban keisengan suaminya.


Bi Papat masih tak mengerti dengan yang terjadi diruangan itu.


"Ada apa ini ya,kok bibi dirangkul rangkul gini sama mas kevan,terus ibu kenapa ketawa ketawa gitu,bibi ngga ngerti,"


"Udah bibi ngga usah ngerti, sekarang kembali kebelakang aja ya,kita putus hari ini," ucap Kevan yang melepaskan rangkulannya dan mengucapkan kata-kata yang semakin membuat bi Papat tidak mengerti dengan apa yang dilakukan anak majikannya.


"Haha kena deh," ucap Kevan nyengir


"Ihh nyebelin kamu kak," ucap Kirana sinis


"Nyebelin kenapa,aku udah putus sayang sama pacar aku hehe,".


***


Vote ih hadiah masih menanti untuk vote terbanyak,dan komen tersering. Kalian yang sering nongol di chat grup aja bisa jadi dapat hadiah juga loh.. hehe tetep like dan komen juga 😘❤️

__ADS_1


Dirumah aja ya,sambil baca cerita aku,jangan keluar rumah hehe


__ADS_2