
Aldi berhasil meyakinkan kedua orang tuanya untuk mendatangi rumah kedua orang tua Keana, sejujurnya perasaan Aldi campur aduk,namun sebisa mungkin dia sembunyikan. Keyakinan Aldi sudah kuat,dia ingin menjadikan Keana wanita yang akan menjadi pendampingnya seumur hidup.
Dikediaman Keana semua orang sedang menikmati weekend,ya hari Sabtu adalah waktunya berkumpul dan saling curhat mengenai kegiatan selama sepekan. Hari ini Keana yang akan curhat lebih dulu.
"Kak,sekarang kamu yang mulai duluan buat curhat," ucap Keanu yang disetujui oleh ayah dan bundanya
"Kok kakak si,yang lain aja dulu," sahut Keana gugup
Kevan menangkap ada hal yang tidak biasa dari putri sulungnya.
"Kak!" ucap Kevan tegas
"Iya Ayah,Keana yang cerita duluan," sahut Keana yang tau sifat ayahnya.
"Kegiatan aku selama sepekan ini sangat baik,tidak ada kendala yang berarti,ta ..pi," ucap Keana tertunda
"Tapi apa kak?" sahut ketiganya penasaran
"udah ya aku malu ceritanya," ucap Keana yang menutupi wajahnya dengan telapak tangan
"Kak,jangan buat kita penasaran, sejak awal ayah ngadain weekend curhat ini biar kalian ngga nutupin sesuatu dan menanggung sendiri,kita keluarga wajib tahu dan saling menasehati. Ayah tidak mau kalian lebih asik curhat di media sosial atau orang yang belum tentu bisa dipercaya,jadi ayah harap kamu ceritakan semuanya," sahut Kevan tegas
"Baik ayah,"
"Jadi, seminggu yang lalu saat kakak main sepeda sama adik ada yang pingsan,kita bawa dia ke RS Fadila dan aku sendiri yang tangani ,tapi tiba-tiba ada dokter yang menghalau aku,karena dia pikir aku orang luar. Terus yang kedua kalinya kita ketemu pas di kantin tapi dia bilang liat aku pas penyambutan dokter baru, pertemuan kedua dia bilang mau menemui ayah ," ucap Keana takut kalo ayahnya menolak
Ketiganya terdiam sedang keana masih menunduk menunggu reaksi keluarganya,sampai akhirnya Keanu buka suara.
"Apa yang kakak maksud laki-laki tinggi besar yang hidungnya mancung tampan itu,ya nggak beda jauh si sama aku?," tanya Keanu memastikan
Kirana pun mengangguk.
"Wah,berani juga dia udah salah paham dan sekarang mau datang menemui ayah,jangan jangan Dia mau melamar kakak," tebak Keanu yang langsung mendapatkan cubitan dari kakaknya
"Awwww sakit kak,tega amat main nyubit nyubit aja,emang benarkan kalo cowok baik baik mau serius sama anak orang yang di datengin sama di rayu orang tuanya bukan ceweknya," ucap Keanu sok bijak
"Kak ,kok bunda udah ngerasa srek ya sama orang yang mau menemui ayah," ucap Kirana yang dilirik ketiganya
"Ngebet amat Bun punya mantu," sahut Keanu
"Tau ih bunda,aku kan masih fokus jadi dokter,"
"Semua keputusan ada pada tuan guru," ucap kirana menunjuk suaminya.
Sedikit was was juga karena sejak tadi Kevan belum membuka suara membuat suasana lebih tegang.
"Ayah kok diam,apa ayah ngga mau kalau dia menemui ayah? kalo iya nanti aku bilangin sama dokter Aldi," ucap Keana pada ayahnya
"Ohhh namanya dokter Aldi ya kak?," ucap Kirana kembali menggoda putrinya
Lagi lagi Kirana mengangguk.
"Apa kakak menyukainya?," tanya Kevan tiba-tiba
Keana yang masih menundukkan kepalanya pun memberanikan diri menatap sang ayah.
"Aku nggak tau yah,namun ini pertama kalinya bagi aku seorang laki-laki ingin bertemu langsung dengan keluarga ku,tanpa ada pernyataan cinta seperti orang-orang sebelumnya. Mungkin aku hanya merasa kagum saja," ucap Keana membuat Kevan tersenyum
"Baiklah,kapan Dia akan menemui ayah dan bunda?," tanya Kevan kemudian
"Jika ayah izinkan mereka akan datang nanti malam,"
Kirana terkejut.
__ADS_1
"Kakak kok dadakan si,kan bunda belum nyiapin apaapa,kamu ini paling seneng liat orang panik,"
"Bukan gitu Bun,orang dia bilangnya aja dadakan pas dipertemuan kedua,ya kakak izinin aja,siapa tau dia cuma mau silaturahmi,"
"Ahhhh anak ini keras kepala,menurun dari siapa si,yasudah bunda mau nyiapin bahan bahan buat kita makan malam nanti," ucap Kirana mau meninggalkan ketiganya.
"Eittt mau kemana kamu sayang?," tanya Kevan pada istrinya
"Aku mau siap siap mas ,kita kan mau kedatangan calon menantu," sahut Kirana enteng
"Jangan berlebihan Bun,lagian ini masih siang, memangnya dia mau datang satu bus apa,santai aja santai. Yang bercerita baru Kakak, sedangkan Ayah, bunda dan Keanu belum,"
"Memang masih perlu cerita kita yah?,"
"Ya perlu lah,jangan sampai karena hal lain kita melupakan kebiasaan kita,"
Semuanya duduk kembali duduk setelah mendengar Kevan berceloteh,karena tidak ada yang berani menentang laki-laki paruh baya namun masih tetap tampan itu.
"Intinya ayah ngijinin dia datang kesini,ayah jadi penasaran apa yang mau diomongin, soalnya setau ayah nyali anak jaman sekarang gampang ciutnya,"
"Ayah enggak boleh menyepelekan orang kaya gitu,siapa tau aja emang niat dia baik," sahut Kirana.
"Wah belum apa apa bunda udah belain dia,"
"Bukan gitu yah,"
"Ayah bunda! sesi cuap cuapnya mau diterusin engga kalo enggak aku balik kamar ni," ucap Keanu yang mulai pusing dengan perdebatan kedua orang tuanya.
"Lanjut dong,"
Mereka pun menyelesaikan kegiatan tersebut,kegiatan yang tidak pernah terlewatkan. Setelah selesai mereka melakukan kegiatan masing-masing,ada yang kembali baca buku ,ada yang kembali tidur karena kelelahan bekerja,ada yang kembali kedapur dan ada yang berkerja dirumah.
Pukul setengah tujuh keluarga Aldi sudah datang kerumah Keana,mereka datang hanya bertiga tanpa perantara siapapun, sedangkan Keana pun hanya keluarga mereka to.
Asisten rumah tangga bernama Ayu yang menggantikan bi Mimin yang sudah sepuh pun membukakan pintu,karena sudah diberitahu oleh majikannya.
"Wa'alaikumussalam, silahkan pak,buk. Saya permisi memanggil ibu Kirana dan pak Kevan dulu," Ayu pamit menemui majikannya setelah mempersilahkan tamu duduk
"Pak,buk tamunya sudah datang," ucap ayu
"Ogitu baik,makasih ya mbak ayu,tolong kasih tau Kemana bahwa tamunya sudah datang," ucap Kirana
"Baik Bu,"
Kirana dan Kevan pun keluar dari kamarnya dan langsung menemui tamu yang sudah ditunggu kedatangannya.
"Assalamualaikum," ucap salam Kevan pada ketiganya
"Wa'alaikumussalam," sahut ketiganya dan mereka langsung berdiri untuk menyalami tuan rumah.
Setelah berbasa-basi masalah pekerjaan dan lainnya,Aldi pun membuka suara untuk menyampaikan maksudnya datang bersama kedua orangtuanya.
"Maaf pak menyela obrolan,rasanya saya sudah tidak ingin lagi menunda niat baik ini. Kedatangan saya dan kedua orang tua saya tak lain ingin meminta putri bapak dan ibu untuk menjadi pendamping saya," ucap Aldi yang ditatap kagum oleh Kevan atas keberaniannya
"Kenapa kamu selancang ini meminta anak saya untuk mendampingi kamu,kamu tau saya sepenuh hati menjaganya,bahkan nyamuk pun tidak saya biarkan menyakitinya," ucap Kevan membuat orang diruangan itu terkejut,aslinya Kevan hanya menguji mental Aldi.
"Ayah,ngomongnya jangan kasar gitu," ucap Kirana menenangkan suaminya
"Bunda tenang aja," bisik Kevan pada Kirana.
"Saya tahu pak, untuk itu saya memintanya langsung kepada bapak,karena saya pun tahu dokter Keana adalah wanita spesial di keluarga ini,jadi saya tidak ingin membuang-buang waktu meyakinkan Dia untuk menerima saya menjadi kekasih,saya ingin meyakinkan bapak kalau saya layak meneruskan perjuangan bapak menjaga dan menyayangi harta bapak yang paling berharga yaitu dokter Keana,"
Kevan begitu takjub dengan apa yang dikatakan pemuda berusia 26 tahun ini, begitu pun Kirana merasa terharu karena feeling nya sebagai seorang ibu tidak salah,Kirana begitu menyukai calon menantunya
__ADS_1
"Hmmmh,kamu sudah membuat istri saya menitikkan air mata bahagianya,jadi saya tidak bisa lagi menolak,namun semua keputusan ada pada anak kami,kami akan menghormati setiap keputusan anak kami,kami tidak ingin membuatnya tertekan,tugas kami hanya membahagiakan dan menasehati ketika dia salah jalan,"
"Alhamdulillah ucap ketiganya,"
"Bun,panggil kakak sama adik dulu,"
"Baik ayah"
Mereka pun mengobrol kembali banyak hal yang dibicarakan pastinya mengenai bisnis dan pekerjaan,ternyata keluarga Aldi pun mempunyai rumah sakit yang cukup besar,dan dia adalah pewaris tunggal,namun lucunya Aldi malah bekerja dirumah sakit Fadila.
"Apa kamu mau jadi mata mata dengan bekerja di rumah sakit saya dan meninggalkan rumah sakit milikmu?," tanya Kevan diiringi senyum
"Saya sudah berulang kali meyakinkan dia,dia hanya bilang ingin mencari pengalaman diluar, sekaligus mencari ilmu baru. Padahal dalam dunia kedokteran semuanya sama,dia hanya berkilah saja karena belum siap menjadi direktur utama dirumah sakit milik kami," ucap Aldi menceritakan anaknya
"Bukan gitu pah,emang Aldi cari pengalaman kok," sahut Aldi membela diri.
"Halah kamu bukan cari pengalaman tapi cari istri," sahut Aldi yang membuat ketiganya tertawa
Beberapa menit kemudian Keana pun datang dengan digandeng sang bunda diiringi Keanu dibelakangnya kakak dan bundanya. Dia nampak cantik hari ini menggunakan gamis dan kerudung langsung berwarna peach,hiasan make up yang tidak berlebihan dan natural namun tetap cantik.
"Assalamualaikum ," ucap salam Keana dan langsung menyalami kedua orang tua Aldi
"Wa'alaikumussalam," sahut mereka
" Maa syaa Allah inikah calon menantu kami?," tanya Diana setelah disalami oleh Keana dengan sopan
Keana yang mendengar pertanyaan itu merasa heran dan tidak tau harus menjawab apa.
"Iya Mah,tapi kita harus mastiin lagi apakah Dia mau atau tidak dengan aku," sahut Aldi membuat Keana tersipu malu
"Nah sekarang semuanya sudah berkumpul,Kakak seperti yang kamu bilang akan ada tamu hari ini,dan ternyata maksud tamu kakak datang kesini adalah ingin meminta kakak jadi pendampingnya ,apa kakak bersedia?," tanya Kevan pada putrinya
Setelah itu Aldi pun kembali mengutarakan maksudnya,dia berharap Keana mau menerimanya.
"Sebelumnya aku hargai kedatangan dan niat baik dokter Aldi beserta keluarga,namun aku ingin meminta waktu untuk menjawab semuanya,biarkan aku istikharah terlebih dahulu,aku ingin diyakinkan oleh Allah bahwa dokter Aldi adalah jodohku,"
Semuanya tersenyum mendengar ucapan wanita yang sudah dewasa ini,wanita cantik yang didik baik oleh keluarganya,menjadi wanita yang Sholehah dan selalu menyenangkan keluarga.
"Baik ,saya pun ingin meminta sama Allah agar kamu diyakinkan untuk menerima saya,semoga niat ibadah ini mendapatkan kelancaran,"
" Aamiin," serentak
"berapa lama kak?," tanya Kirana penasaran
"Satu Minggu saja Bun, setelah itu kakak akan langsung memberikan jawaban,"
"Alhamdulillah" ucap serentak
Setelah obrolan panjang,mereka pun memutuskan untuk shalat isya berjamaah kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Di satu sisi Kevan belum rela jika anaknya akan dimiliki orang lain,karena selama ini hanya Kevan yang mencintai Keana dengan tulus,dari dalam kandungan sampai kini.
***
Assalamualaikum ,yeayyyh aku up banyak loh ini 1600 kata hehe
Jangan lupa dukungannya
Like
vote
komen
Syedihhh tau ranking aku makin rebahan. ðŸ˜ðŸ˜‚
__ADS_1