Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Sebuah Usaha


__ADS_3

Semenjak pertemuan Kirana dan keluarga suaminya,kirana memikirkan banyak hal haruskah dia memberikan kesempatan pada suaminya, seorang laki-laki yang sedikit banyak sudah menorehkan luka di hatinya. Kirana tak henti meminta petunjuk pada Allah,meminta diberikan jalan terbaik agar ia tidak salah dalam mengambil keputusan.


Seperti jawaban dari doa yang ia panjatkan, semakin Kirana mencoba menghindar semakin Kevan berusaha sangat keras,setiap hari Kevan menemui Kirana dirumahnya maupun di kafe,ada saja hal yang ia lakukan entah itu membantu pekerjaan para pelayan kafe,memasak di dapur atau sekedar menyiapkan makan siang untuk kirana. Sejujurnya Kirana sangat bahagia dengan tindakan Kevan,dan berharap bahwa apa yang kevan lakukan bukan sementara karena ingin membujuk Kirana kembali, meskipun pada kenyataannya mereka berdua masih sah menjadi suami istri.


Hari ini Kirana sedang berada di Kafe,hujan cukup deras, sejujurnya Kirana sedang menunggu kedatangan seseorang seperti biasanya,namun waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam,kafe akan tutup 1 jam lagi. Hujan diluar masih deras,Kirana bingung harus pulang dengan apa,mau meminta bantuan sahabatnya tidak enak karena pengunjung kafe sedang rame,wajar saja ini malam Minggu dan lagi hujan deras banyak orang yang berteduh sambil minum kopi atau teh.


"Kiran,apa kamu mau ku antar pulang?," ucap Haikal yang menawarkan tumpangan pulang namun Kirana tolak.


"Tidak perlu, pengunjung sedang banyak, sebaiknya kamu membantu Dwi dan yang lainnya, sebentar lagi juga hujan reda,"


"Baiklah,apa suami mu tidak datang menjemput?,"


"Mungkin dia sedang sibuk,sudah sana kenapa kau jadi mengurusku ,bantu yang lain mereka membutuhkan mu,"


"Baik Bu bos,"


Dilain tempat Kevan sedang membetulkan mobilnya,hari ini dia harus menghadiri pertemuan dengan para pengusaha, sejujurnya dia datang bersama Larissa,atas permintaan Kenan agar sekalian bertemu disana, alhasil dia pulang bersama kenan. Ditengah perjalanan mobilnya mogok,sebelum menghubungi bengkel Kevan ingin melihat kerusakan mobilnya sendiri,dan ternyata masih bisa ia tangani,hujan hujan Kevan berusaha memperbaiki mobilnya,dan kurang jadi satu jam mobilnya sudah berfungsi kembali.


Kevan melihat jam dipergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam,dia berharap Kirana masih ada disana,entah kenapa feeling berkata demikian. Dengan pakaian basah kuyup Kevan melajukan kendaraannya kearah kafe,dan benar saja kafe baru tutup dan karyawan sedang merapikan dan menyusun meja. Kevan masuk kedalam kafe dalam keadaan basah kuyup, semuanya memandang kearah Kevan tak terkecuali Kirana dan kedua sahabatnya.


"Kirana,itu bukan suami mu,kenapa dia basah kuyup dan lihat lah bajunya sangat kotor," ucap Dwi yang berbicara mengenai kondisi Kevan pada Kirana.


"Cepat datangi dia, mungkin hari ini dia mengalami kesulitan," ucap Haikal menimpali ucapan Dwi.


Kirana pun menghampiri suaminya,dan bertanya mengenai yang terjadi.


"Sayang kamu belum pulang? syukurlah tidak sia sia aku langsung datang kesini," ucap Kevan yang sudah menggigil karena kedinginan


"Mas,kamu menggunakan apa datang kesini?,"

__ADS_1


"Apa maksud mu.,"


"Kenapa baju mu basah semua,apa kamu kesini menggunakan sepeda motor?,"


Kevan tersenyum,dan mengerti dengan pertanyaan Kirana.


"Tidak,aku menggunakan mobil,tadi aku habis menghadiri pertemuan dengan beberapa pengusaha,saat akan pulang mobilku mogok dan aku memperbaikinya sendiri,jadi alhasil bajuku kotor dan juga basah," ucap Kevan menjelaskan yang terjadi


Kirana pun merasa kasihan dengan kondisi Kevan,dia langsung berlari keruangannya untuk mengambil handuk.


"Mas, tunggulah sebentar," ucap Kirana pada Kevan sambil berlalu meninggalkan suaminya.


"Haikal tolong buatkan teh panas untuk mas Kevan,aku mau mengambil handuk dilantai atas,"


Haikal mengangguk dan langsung membuat teh hangat pesanan Kirana. Saat Kirana turun teh yang dipesan sudah jadi.


"Ini teh nya, sudah dicampur madu,agar suami mu tidak sakit,"


"Mas ini handuknya untuk mengeringkan rambutmu agar tidak flu,dan minumlah teh madu ini,agar badan mas hangat," ucap Kirana sambil menyerahkan handuk dan teh.


"Terima kasih sayang,"


Kirana memperhatikan Kevan yang menggigil, akhirnya dia memutuskan untuk membantu kevan mengeringkan rambutnya.


"Mas,biar ku bantu mengeringkan rambutmu," ucap Kirana yang langsung disambut senang oleh Kevan


Kirana dengan telaten mengeringkan rambut kevan,tatapan para pegawai dan kedua sahabatnya tidak ia pedulikan,mereka menatap kagum sekaligus iri pada kedua pasangan itu. Kirana sudah mengeringkan rambut kevan dan teh hangat pun sudah habis diminumnya.


"Sayang,aku akan mengantarkan kamu pulang sekarang,hari sudah malam dan hujan pun. sudah reda," ucap kevan mengajak Kirana pulang.

__ADS_1


Kirana mengangguk,dan ia pun berpamitan pada semuanya.


Kirana dan Kevan sudah berada di dalam mobil, diperjalanan pulang Kevan tak henti-hentinya bersin dan menggigil Kirana merasa khawatir terhadap Kevan. Kurang dari 1 jam keduanya sudah sampai dikediaman Kirana.


"Sayang sudah sampai, turunlah dan jangan lupa beristirahat,besok aku akan menjemput mu kalau kamu mau pergi ke kafe," ucap Kevan pada Kirana


"Apa kamu sudah baik baik saja?," tanya Kirana khawatir.


"Aku baik baik saja, masuklah aku akan segera pulang dan beristirahat dirumah,"


"Yasudah,kamu hati hati ya, istirahat dan jangan lupa minum obat agar kamu tidak demam,"


"Baik,terima kasih atas perhatiannya aku akan melakukannya,"


Dengan perasaan khawatir Kirana turun dan segera masuk kedalam rumahnya,Kirana belum masuk sebelum melihat kepergian Kevan dari rumahnya, setelah tak terlihat barulah dia masuk kedalam rumahnya. Dengan perasaan yang campur aduk Kirana mencoba mengistirahatkan tubuhnya setelah membersihkan diri, pikirannya berlarian ia memikirkan keadaan Kevan,belum lagi dirumahnya ia hanya sendiri,jika Kevan sakit ia benar-benar akan kesulitan.


"Aku tidak bisa tidur memikirkan mas Kevan,apa dia baik baik saja?," gumam Kirana


Dilain tempat Kevan sedang merasakan demam tinggi,ia merasakan tubuhnya seperti remuk sakit badannya,belum lagi demam dan flu yang menyerangnya,Kevan kesakitan tanpa ada yang merawatnya.


Pukul 3 pagi Kirana baru tertidur dia ingin menghubungi Kevan namun takut jika mengganggu istirahatnya,dan saat azan subuh dia langsung bangun untuk menjalankan shalat subuh. Kirana membuat sarapan seperti biasanya,karena Kevan selalu datang pagi dan Kirana selalu mengajak dia sarapan bersama. sampai pukul 8 Kevan tak kunjung datang,Kirana semakin khawatir kalau Kevan memang sakit. Dia pun langsung membuat kan bubur dan teh jahe untuk suaminya.


Setelah selesai Kirana langsung bergegas kerumah Kevan dengan membawa mobil pribadinya, akhirnya dia sampai dan langsung membawa makanan yang sudah dia buat,Kirana menekan bel rumahnya namun tak mendapat jawaban, akhirnya dia masuk menggunakan kunci cadangan yang diberikan oleh Kevan.


Setelah berada di dalam rumah ,Kirana langsung masuk kedalam kamar miliknya dan kevan. Saat ia berada di dalam kamar Kirana terkejut melihat keadaan Kevan,demam tinggi dan sepertinya Kevan tidak sadarkan diri karena demam yang terlalu tinggi.


***


Tolong like komen dan vote ya..

__ADS_1


sekarang kalian mau komen apa aja aku persilahkan yang penting komen hehe like jangan sampai enggak.


giveaway pulsa dan hijab masih berjalan sampai akhir bulan😊


__ADS_2