
Keesokan harinya Kevan bangun lebih awal hari ini ia harus menghadiri rapat penting,bukan hanya Kevan melainkan Kenan dan Kevin pun ikut dalam rapat tersebut. Rapat ini dikhususkan untuk para pengusaha besar ,pengusaha sukses diusia muda salah satunya Kevan dan Kenan.
Pukul 8 pagi Kirana baru terbangun,dan dia tidak melihat keberadaan suaminya,sontak saja Kirana menangis seperti bayi yang ditinggal ibunya. Bi Mimin segera menghampiri Kirana,dia masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu,bi Mimin merasa panik takut hal buruk terjadi pada majikannya.
"Neng kenapa ko menangis,apa yang terjadi?," ucap Bi Mimin dengan nada panik
"hiksss...hiksssðŸ˜ðŸ˜ Bi,kak Kevan kemana,kenapa aku tidak melihatnya pagi ini?," ucap Kirana yang sedikit membuat bi Mimin lega.
"Mas Kevan,sudah berangkat kekantor neng,katanya ada rapat penting jadi dia harus pergi pagi-pagi," ucap Bi Mimin menjelaskan pesan yang diberikan Kevan
"Lalu kenapa dia tidak membangunkan aku bi,kenapa dia pergi begitu saja," ucap Kirana yang masih menangis
"Tumben sekali neng Kirana histeris seperti ini,sudah gitu beberapa hari ini dia bangun kesiangan dan sekarang kok nangis ditinggal mas Kevan ke kantor biasanya juga engga,aneh!," gumam Bi Mimin dalam hatinya
"Mungkin mas Kevan tidak ingin mengganggu neng Kirana yang sedang tertidur,jadi dia titip pesan lewat saya,mas Kevan sudah membuatkan susu kesukaan neng,itu ada di meja," ucap Bi Mimin menunjuk kearah meja di samping tempat tidur.
Dengan polosnya Kirana tersenyum, moodnya mudah berubah,dia langsung meminum susu buatan suaminya. Setelah susu yang diminum habis, bukannya pergi mandi atau turun kebawah,Kirana malah melanjutkan tidurnya,dan yang lebih lucunya suasana kamar harus gelap.
Bi Mimin kembali kebawah untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum beres,bi Mimin pikir Kirana akan segera turun dan sarapan pagi.
Waktu menunjukkan pukul 12 siang, telpon Kirana terus berbunyi,namun tak ada jawaban dari sang empunya hape. Kevan menelpon ke telpon rumah miliknya,dan bi mimin yang mengangkatnya.
📱
"Assalamualaikum,bi apa Kirana sedang bersama bibi,saya menelpon ke hapenya namun tidak di angkat," ucap kevan merasa khawatir
"Neng Kirana belum bangun tidur mas,bibi sudah bulak balik ke kamarnya untuk menyuruhnya sarapan bahkan bibi membawanya ke kamar ,tapi bibi lihat makanannya masih utuh,dan neng Kirana masih tidur," ucap Bi Mimin menceritakan keadaan Kirana
"Tumben sekali Bu, bukannya sebelumnya dia tidak pernah seperti ini?,"
"Iya mas,yang lebih anehnya tadi pagi neng Kirana menangis histeris... " ucap Bi Mimin terpotong
"Nangis ... Histeris. Apa maksudnya bi?," ucap Kevan penasaran
"Tadi saat bangun tidur neng Kirana menangis karena mas Kevan tidak ada saat dia bangun tidur,dan lucunya neng Kirana tersenyum saat bibi bilang mas Kevan membuatkan susu untuk neng Kirana,neng kirana langsung habis meminumnya,dan setelah itu dia kembali tidur dan tidak mau ada pendar yang masuk ke kamar tidurnya," ucap Bi Mimin kembali menjelaskan situasi Kirana.
__ADS_1
"Ya ampun,ada apa ya dengan istri saya?," tanya Kevan penuh keanehan
Saat Kevan ingin melanjutkan pembicaraan,ada yang mengetuk pintu ruangannya.
"Bi sudah dulu ya, ada tamu yang masuk keruangan ku, sepertinya aku juga harus makan siang,"
"Baik mas,"
"Jangan lupa bangunkan istri saya bisa,dan suruh dia makan,"
"Iya mas,saya akan coba,"
Pukul setengah tiga Kirana baru turun kebawah, dengan muka kusut dan berantakan.
"Bi aku ingin makan salad buah,ingat buahnya harus segar," ucap Kirana tiba tiba yang membuat bi Mimin langsung menuruti keinginan majikannya.
"Neng Kirana kenapa ya,engga biasanya banget makan yang lain sebelum nasi,apa dia sedang hamil?," ucap Bi Mimin dengan menduga-duga
Setengah jam bi Mimin bergelut di dapur membuatkan salad buah yang diinginkan Kirana, setelah jadi dia langsung memberikannya pada Kirana. Tanpa basa-basi lagi Kirana langsung menyantap salad buah yang berada di mangkuk besar.
"Salad buatan bibi enak sih,jadi aku semangat makannya,perutku lapar bikin,"
"Neng kan bibi sudah membawa sarapan ke kamar neng,"
"Aku tidak mau bi, bawaannya pusing kalo melihat nasi,"
"Neng apa bibi boleh bertanya?,"
"Apa bi, katakan lah," sahut Kirana yang masih fokus memakan salad buah.
"Apa neng kirana sedang hamil?," tanya bi Mimin ragu
Kirana menggelengkan kepalanya,karena setahu dia belum lama ini dia bar selesai menstruasi, meskipun tidak sebaiknya biasanya,"
"Apa tidak sebaiknya neng Kirana memeriksanya siapa tahu saja neng memang beneran hamil,"
__ADS_1
Kirana mengalihkan pandangannya kearah bi Mimin.
"Aku takut Bi,aku takut tidak sesuai harapan dan aku takut menerima kenyataan kalo aku belum juga hamil,"
"Apa sebaiknya tidak di coba saja periksakan ke dokter?,"
"Nanti saja Bi kalau mas Kevan sudah kembali dari kantor,"
''baik neng,"
Setelah Kirana menghabiskan salad buahnya,dia pun kembali ke kamarnya, membersihkan diri dan merapikan kamarnya. Namun saat Kirana akan kembali ke atas kasur dia mendapatkan pesan dari sahabatnya Dwi.
📩
"Ki ko gue kaya ngeliat laki lu ya di salah satu rumah makan yang ada di Mall,dia bersama seorang perempuan cantik," isi pesan yang dikirimkan Dwi
Kirana terkejut dan hampir menangis membaca pesan dari sahabatnya.
"Kamu salah lihat kali,kak Kevan jam segini ada di kantor, katanya ada meeting penting," balas Kirana mencoba tenang
"Mungkin juga si,tapi wajahnya mirip sekali,masa sih aku salah mengenali suami mu yang sering datang ke kafe,"
"Mungkin saja itu kembaran mas Kevan,namanya kak Kenan," balas Kirana mencoba berkhusnuzon
"Aku foto ya,biar kamu bisa memutuskan kalo itu suami kamu atau kembarannya,"
"Yasudah,"
Kirana was was,dia takut menerima kenyataan bahwa suaminya mengkhianati Kirana, akhir-akhir ini perasaan Kirana sangat sensitif,hal kecil pun bisa jadi besar,apa lagi menyangkut suaminya. Tak lama kemudian Dwi mengirimkan pesan gambar pada Kirana,dan alangkah terkejutnya saat Kirana melihat foto tersebut,ya itu Kevan dengan seorang wanita yang di duga kekasih Kevan. Seorang wanita yang pernah ia temui di kantor suaminya.
Tampa pikir panjang Kirana menyusui Kevan dengan wajah sembab karena menangis,tidak peduli cuaca sedang gerimis dia tetap pergi dan ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri,Kirana tidak mengabari sahabatnya atau pun suaminya setelah mendapat kabar suaminya ada di mall xx Kirana langsung menyusul.
***
Jangan lupa like,komen dan Vote.
__ADS_1
Kita nangis-nangisan yu,udah lama ngga nangis hehe