
Aldi terkejut dan membulatkan matanya, untuk saat ini dia merasa dilema harus datang ke rumah sakit untuk operasi atau melihat keadaan istrinya. Aldi langsung pergi ke kamarnya dan mengaktifkan hape miliknya dan betapa terkejutnya dia karena begitu banyak panggilan dan pesan yang masuk terutama dari Kenan dan Kevan.
Setelah menyalakan hapenya Aldi langsung menelpon Keasa,dia ingin menanyakan kabarnya sekaligus meminta izin untuk lebih dulu memenuhi tugasnya sebagai seorang dokter.
Lama panggilan Aldi tidak ada yang mengangkat, akhirnya terdengar suara di seberang sana.
"Assalamualaikum kee,apa benar kamu sedang sakit?" tanya Aldi
Seperti ada kekehan di ujung telpon.
"Wa'alaikumussalam" sahut suara laki-laki yang tak lain adalah Kenan ,ayah mertuanya.
"Pa ... pi" ucap Aldi gugup
"Benar ini saya,keasa sedang istirahat setelah minum obat,dan hapenya berbunyi jadi saya yang mengangkatnya"
"Maafkan saya pi, hapenya saya matikan karena jadi Aldi tidak tahu ada panggilan telepon dari papi dan yang lainnya" ucap Aldi dengan perasaan tidak enak.
"Tidak apa apa,kamu harus fokus dengan pekerjaan mu. Lagi pula ini bukan hal penting untuk mu,kami saja yang terlalu berlebih-lebihan" ucap Kenan dengan nada dingin
Aldi merasakan atmosfir yang tidak biasa,Kenan adalah seorang ayah yang bijaksana dan penuh kelembutan,namun kali ini Aldi merasakan hal yang berbeda,tapi mungkin itu hanya perasaan Aldi saja.
"Sekali lagi maafkan Aldi,lalu bagaimana keadaan Keana Pi?"
"Keadaanya sudah lebih baik,"
"Syukurlah, setelah selesai operasi Aldi akan langsung ke rumah sakit, untuk saat ini Aldi titip keasa dulu pi"
"Lakukan pekerjaan mu dengan baik,jangan pikirkan keasa,tanpa di minta pun kami akan menjaga anak kami" ucap Kenan kembali dengan nada dingin nya
"Sekali lagi terima kasih Pi, secepatnya Aldi akan menyelesaikan operasi ini"
***
Setelah Aldi mematikan teleponnya,dia sedikit merasa heran dengan sikap ayah mertuanya,karena setahu Aldi papi mertuanya akan berbicara panjang lebar apalagi menyangkut pekerjaan,tapi kali ini ada yang berbeda, entahlah.
Kepergian Aldi ternyata meninggalkan pekerjaan yang sangat banyak, bahkan Aldi tidak sempat datang ke rumah sakit untuk menjenguk keasa atau sekedar menghubunginya, semuanya di luar kendala aldi.
Pukul 1 malam keasa terbangun,di ruangan itu ada papi dan mami nya yang sedang tertidur,Kenan memeluk Larisa dengan penuh cinta,bahkan sofa yang terkesan tidak terlalu luas itu pun cukup nyaman bagi keduanya. Keasa menatap penuh keharuan, meskipun usia keduanya tidak muda lagi namun ke ronmatisan keduanya mengalahkan pasangan muda seperti dirinya.
"Andaikan mas Aldi mencintai ku seperti papi pasti aku akan sangat bahagia,diperlakukan dengan penuh cinta" gumam keasa dengan tetesan air mata di pipinya
__ADS_1
Setelah keasa mengambil air minum dia pun tertidur kembali.
***
Ke esokan paginya dokter memeriksa ke adaan keasa dan dia sudah di izinkan pulang,dan keasa di minta istirahat yang cukup serta memperhatikan asupan makanannya. Setelah mendapatkan resep dari dokter Larisa pun merapihkan barang-barang milik keasa.
pukul 10 kedua orangtuanya membawa keasa pulang,namun Kenan dan Larisa membawa keasa ke rumah utama bukan rumah Aldi.
"Pi ini kan bukan jalan menuju rumah ku" ucap keasa membuka suara.
"Rumah mu adalah rumah utama kita sayang,kita pulang kesana biar mami bisa ikut menjaga Maika selama kamu dalam masa penyembuhan" ucap Larisa berkilah
"Tapi mi,aku belum izin mas Aldi"
"Tidak perlu izin kee,dia pasti tahu kalau kami membawa mu ke rumah utama"
"Yasudah aku ikut kalian"
Sesampainya di depan rumah Kirana dan Kevan, tak lupa Maika ikut menyambut kedatangan mereka.
"Anak mama ,aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu?" ucap keasa bertanya pada Maika seolah bayi itu bisa menjawab
"Kabarku baik mama" sahut Kirana dengan nada anak anak .
"Kabarku sudah lebih baik Bun"
"Syukurlah,apa Aldi tau kamu datang kesini?" timpal kevan
Keasa menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya kevan penasaran
Saat Kevan menunggu jawaban dari keasa,Kenan langsung menyuruh Larisa membawa keasa pergi ke kamarnya.
"Mas,keasa harus istirahat. Sebaiknya pertanyaannya di simpan untuk nanti saja" ucap kenan
"Baiklah, sebaiknya keasa segera beristirahat"
Aldi dan Larisa pun membawa putrinya ke dalam kamar miliknya,kamar yang selalu tertata rapih dan tidak banyak perubahan di sana . Keasa menelusuri pandangannya ke setiap arah, tidak ada yang berubah dan dia selalu menyukai kamar miliknya ini. Setelah 1 tahun menikah dengan Aldi keasa jarang sekali menginap dan tidur di kamar miliknya ini.
Setelah shalat Zuhur semua keluarga berkumpul di meja makan,tanpa terkecuali Keysa dan Keanu. Keasa masih enggan memakan makanan seperti nasi dan kawan-kawannya , untuk itu Larisa menyiapkan buah dan juga bubur.
__ADS_1
"Sayang makanlah ini,perutmu harus terisi dengan baik,mami ingin melihat kamu cepat pulih setelah itu minum obat mu dan istirahat lah di kamar"
Keasa pun mengangguk.
Saat mereka telah menyelesaikan makan siang,karena weekend mereka memutuskan untuk di rumah saja sekaligus menikmati waktu bersama keluarga. Saat mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba Aldi datang dengan menggendong putri kesayangannya.
"Assalamualaikum semuanya" ucap salam Aldi
Kemudian dia mencium tangan Kirana dan Kevan,saat Aldi akan mengalami Larisa tangannya sedikit di tarik seolah menolak,namun tidak dengan Aldi,dia tidak ingin menunjukkan kekecewaannya pada Aldi di depan kakaknya. Aldi merasa terkejut,namun ia tidak ambil pusing,Aldi berpikir mungkin Larisa kecewa karena ia tidak datang ke rumah sakit saat Keana sedang sakit.
"Kenapa kamu baru datang sekarang Al?" tanya Kevan pada menantunya
"Iya ayah,kemarin Aldi sudah telpon papi akan datang menemui keasa di rumah sakit,namun pekerjaan di sana tidak bisa aku tinggalkan" ucap Aldi merasa tidak enak.
Larisa yang mendengar hal itu pun tersenyum sinis.
"Ternyata anak saya tidak lebih penting dari pekerjaan mu" ucap Larisa pelan namun masih bisa di dengar orang-orang di ruangan itu.
Aldi semakin merasa tidak nyama.
"Bukan begitu mi, .."
Saat Aldi akan menjelaskan,Larisa meninggalkan ruang keluarga dan hal itu tak lepas dari perhatian Kevan dan yang lainnya. Sementara Aldi tertunduk menyesal,dia juga merasa bersalah karena tidak bisa menemui keasa saat di rumah sakit.
"Al,apa kamu ingin menemui keasa?" tanya Kevan membuyarkan suasana canggung
"Apa boleh?" tanya Aldi ragu
"Tentu saja,dia kan istri mu,sana temui dia. keasa pasti senang karena kedatangan kamu"
Aldi merasa ragu karena melihat Kenan yang fokus pada hapenya seolah acuh tak acuh.
"Sudah sana,bawa Maika juga"
"Mas,keasa baru saja masuk kamar apa tidak menggangu istirahatnya?" ucap Kenan menyambung
"Mas,yakin dia tidak terganggu justru akan senang karena suaminya sudah datang"
Dengan perasaan ragu Aldi pun naik ke lantai dua dan berjalan menuju kamar Keasa. Aldi mengetuk pintu kamar milik keasa, dan tak lama keasa pun mempersilahkan yang mengetuk pintu untuk masuk.
Saat pintu sudah terbuka ,keasa terkejut melihat siapa yang datang.
__ADS_1
***
Di usahakan up 2 bab. Jangan lupa dukungannya ❤️