Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Lega


__ADS_3

Sesampainya dikediaman Aldi dan Keana, keduanya langsung membersihkan diri setelah pulang dari rumah orangtuanya. Sejak tadi Aldi hanya diam, sedangkan Keana tidak berani menegur suaminya,namun ketika keduanya sudah sama-sama tenang Keana memutuskan diri untuk bertanya.


"Sayang,kamu kenapa sejak tadi diam saja,apa ada yang menggangu pikiran mu?" tanya Keana sambil bersandar di bahu kokoh suaminya.


"Hmmh,aku tidak apa apa sayang, mungkin aku hanya lelah saja, soalnya jadwal hari ini cukup padat" sahutnya menyembunyikan perasaan sebenarnya,dan Keana tidak percaya begitu saja.


"Mas, sekarang aku istrimu tempat berbagi keluh dan kesah,jika kamu tidak percaya terhadap ku lalu untuk apa hubungan pernikahan ini" ucap Keana mencoba menatap suaminya yang seperti dalam kebingungan.


Aldi berusaha untuk menatap wajah cantik istrinya, terdapat keteduhan dan kenyamanan dari raut muka Keana .


"Sayang,ini perihal ucapan papah tadi ..." ucap Aldi menjada sejenak.


"Iya,lalu?" sahut Keana yang masih menunggu ucapan suaminya selanjutnya.


"Intinya mas tidak ingin berpisah dengan sayang,kalau mas menerima tawaran papah sudah pasti kita akan jarang bertemu,dan mas tidak mau hal itu sampai terjadi" ucap Aldi Jujur.


Keana tersenyum,ternyata laki-laki ini sangat menggemaskan. Banyak hal yang terjadi dan sesekali membuat Keana terkejut, bagaimana tidak laki-laki yang terlihat berwibawa,tegas dan tampan tiada Tara adalah seseorang yang menjadi budak cinta atau istilah sekarang itu bucin.


"Sayang ,ko malah tersenyum. Apa ada yang lucu?"


"Iya,mas yang lucu"


"Istri mas udah mulai nyebelin ya,"


"Mas,apapun keputusan kamu aku akan selalu mendukung,aku tidak masalah kalau kamu bekerja dan mengurus rumah sakit milik keluarga mu." ucap Keana yang sangat bijak dan membuat Aldi tersenyum


"Sayang, kamu serius,apa kamu ngga akan kangen sama mas nanti?"


"Mas ini berlebihan,lagian Rumah Sakit kamu masih satu kota dengan rumah sakit Fadila ,aku sesekali bisa berkunjung begitu juga kamu mas. Apa aku melamar pekerjaan dirumah sakit milikmu saja ya hehe" ucap Keana


"Kamu serius?"


"Iya mas,kalau itu bisa membuat kamu bahagia aku akan melakukannya"


"Ya Allah sholihnya mas,ngga salah pilih istri aku"


"Mas berlebihan, berarti PR kita saat ini adalah berbicara dengan ayah"


"Ini lebih berat sayang,mas ngga tau respon ayah akan kaya gimana. Belum bicara saja aku sudah gemetar"


"Kita hadapi bareng-bareng ya mas,nanti aku bantu ngomong sama ayah dan juga kasih pengertian" ucap Keana meyakinkan suaminya


"Maa Syaa Allah jadi tambah cinta mas sama kamu,"

__ADS_1


Tampa aba-aba,Aldi langsung menarik tengkuk sang istri, keduanya melakukan pergulatan lidah sampai napas tersengal-sengal.


"Mas,ih selalu kaya gini,kamu mau bikin aku mati dadakan" ucap Keana merasa kesal pada suaminya


"Itu bonus sayang,bonus karena kamu sudah jadi istri yang Maa syaa Allah" ucap Aldi yang langsung menarik istrinya kedalam pelukan.


Pelukan itu menghasilkan desiran dalam diri keduanya, sentuhan bibir yang sudah terlepas pun kembali bertaut,dan lebih dari itu terjadi yang semestinya terjadi. Kamar itu dipenuhi hawa panas dan keringat yang membasahi tubuh,tak lupa suara-suara penuh gairah yang membuat keduanya bahagia.


Malam semakin larut namun Aldi masih bertahan dengan aktivitasnya, sedangkan Keana sudah kelelahan. Keana akan membiarkan Aldi menuntaskan semuanya, meskipun dirinya ingin menyerah dan menahan sakit karena perbuatan suaminya.


**


Sebelum azan subuh berkumandang Keana sudah terbangun lebih dulu,dia memutuskan untuk merilekskan tubuhnya. Keana merasakan tubuhnya seperti habis berlari jauh,dia merendam tubuhnya di dalam bathtub dengan air hangat dan aroma lavender yang membuatnya rileks. Saat azan subuh berkumandang Keana menghentikan aktivitasnya,dan segera membilas tubuhnya. Setelah berwudhu Keana keluar kamar mandi dan menggunakan pakaian santai sebelum akhirnya membangunkan Aldi.


"Sayang,sudah azan subuh. Kamu harus mandi"


"Hemhhh, sebentar lagi ya sayang,aku cape" sahutnya dengan mata yang masih terpejam


"Ya terserah si,paling ayah nyariin kamu di masjid komplek" ucap Keana seolah mengancam suaminya


Mendengar kata-kata Keana,Aldi pun langsung terbangun, seperti Kevan adalah ancaman terbesar untuk keberlangsungan kehidupan Aldi.


"Sayang ih,kamu ngga boleh ngancem suami kaya gitu, kesannya aku lebih takut ayah dari pada Allah,"


"Kamu ya,udah bisa ngeledek suami," ucap Aldi gemas dengan tingkah istrinya.


**


"Sayang, pagi ini kita sarapan kerumah ayah yu,sekalian ngomongin hal kemarin, sebaiknya kita tidak menunda terlalu lama,aku yakin ayah pasti izinin"


"Kamu yakin ayah bakalan kasih izin?" tanya Aldi tidak percaya diri


"Aku yakin mas,ayah bukan orang yang otoriter dia cuman punya ketegasan yang berlebihan,"


"Kamu jangan ngomong sembarangan,kalo nanti tiba-tiba ayah ada dikamar ini gimana?,"


"Ya biarin aja,paling juga melototi kamu haha"


"Ih istri mas jadi nyebelin kaya gini"


Pukul 7 pagi Keana dan Aldi menuju kediaman Kevan yang terhalang beberapa rumah.


Assalamualaikum bunda,ayah,Keanu. Kakak yang cantik seantero dunia datang ni" ucap Keana berlebih membuat Aldi geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam,ya Allah anak dan mantu bunda ada disini," ucap Kirana yang langsung memeluk keduanya.


"Kakak mau nebeng sarapan bunda ,sekalian mau ngomong sesuatu sama ayah"


"Tumben kak,mau ngomong serius sama ayah, biasanya membatasi."


"Ini harus dibicarakan Bun, menyangkut keberlangsungan hidup aku dan mas Aldi" ucap Keana berlebihan


Bunda dan Aldi yang mendengar hal itu pun menggelengkan kepalanya,.


Beberapa saat kemudian Keanu dan Kevan ikut bergabung di meja makan.


"Sayang,kamu disini nak" ucap Kevan memeluk anaknya setelah itu ke Aldi


"Iya pah,aku numpang sarapan disini"


"Dengan senang hati sayang ,setiap hari pun kamu sarapan disini ayah persilahkan"


"Ayah ini,aku sudah punya rumah sendiri tapi makan disini,nanti disangkanya mas Aldi ngga ngasih nafkah aku"


"Hehe ya maaf sayang, soalnya ayah belum percaya kalau kamu sudah menikah"


"Ada ada saja"


Mereka pun hikmat menyantap makanan yang disediakan,tidak ada pembicaraan seperti biasanya. Setelah selesai makan Keana dan Aldi langsung meminta izin untuk berbicara hal penting dengannya.


Sesampainya diruang keluarga Kevan dan Kirana duduk berdampingan begitu juga Keana dan Aldi.


"Apa yang ingin kalian bicarakan?"


Aldi dan Keana saling menatap,dia takut reaksi Kevan bertolak belakang dengan keyakinan sebelumnya, keyakinan bahwa Kevan akan menerima keputusan Aldi.


"Jadi gini yah,Aldi ingin meminta izin untuk kembali bekerja dan mengurus rumah sakit keluarga" ucap Aldi tertunduk menunggu jawaban Kevan


Kevan tersenyum.


"Kenapa harus takut untuk membahas hal ini,ayah akan merestui apapun keputusan kamu selama kamu bertanggung jawab atas pekerjaan mu dan juga keluarga mu" ucap Kevan bijaksana membuat Aldi memberanikan diri menatap wajah Kevan.


"Alhamdulillah,terima kasih ayah,aku pikir ayah akan menolaknya"


"Ayah tidak punya hak penuh untuk melakukan hal itu,kamu sudah dewasa ayah yakin kamu bisa mengambil keputusan dengan bijak,yang terpenting dari yang paling penting adalah anak ayah bahagia di tanganmu"


Keana dan Aldi tersenyum, ternyata apa yang mereka takutkan tidak menjadi kenyataan dan Kevan begitu mendukung Aldi.

__ADS_1


__ADS_2