Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Keana Mahaira Fadila


__ADS_3

Cucu pertama keluarga Kevin sudah lahir, semuanya menyambut dengan penuh kebahagiaan terutama untuk Kirana dan Kevan, meskipun harus melewati lika-liku panjang,namun semuanya kini berbuah manis.


Kirana sudah dipindahkan keruang perawatan bersama anak yang tidak dipisahkan dari mereka,rumah sakit ini cukup modern. Sengaja Kevin membuat aturan dirumah sakitnya saat ada kelahiran seorang Anak tidak dipisahkan dari orang tuanya, agar ibu dan anak memiliki bonding yang kuat .


Kebanyakan Rumah sakit di Indonesia setelah melahirkan maka bayi akan di bawa keruangan khusus untuk anak yang baru lahir.lagi pula Anak itu adalah hak orang tuanya,dan tidak boleh dipisahkan meskipun dalam waktu yang sebentar.


Setelah selesai dibersihkan ,IMD dan diazani bayi cantik itu sudah dipakaikan baju untuk bayi yang baru lahir dan bando berwarna pink dengan aksen pita diatasnya, sangat lucu. Satu persatu keluarga berganti menggendong bayi mungil itu. Kenan dan Larisa sudah dikabari sesaat kelahiran bayi cantik Kirana. Tidak sampai satu jam keduanya sudah sampai.


"Maa syaa Allah keponakan aunty cantik sekali,kenapa dia mirip sekali denganku ya," ucap Larisa yang baru datang dan langsung menemui bayi mungil itu.


Semua orang tampak heran dengan ucapan Larisa apalagi Kevan, bagaimana mungkin anak itu mirip Larisa sedangkan kuasa membuat ada pada ayah dan ibunya.


"Apa apaan kamu, bagaimana mungkin anakku mirip denganmu,bahkan kamu tidak ikut andil dalam pembuatannya," ucap Kevan sarkas yang malah di pukul oleh istrinya.


"Mas ih, ngomongnya sembarangan aja. Kalian tuh kalau bertemu ngga bisa apa akur pasti ada saja yang diributkan,"


"Tau mas Kevan sinis banget, meskipun aku tidak ikut andil dalam prosesnya tapi kamu kan selalu membully aku,kata orang-orang kalau sedang hamil jangan membenci orang berlebihan nanti anaknya mirip, untung saja aku cantik jadi kamu sangat beruntung " ucap Larisa sambil menggendong anak Kirana.


Lagi lagi semua orang menggelengkan kepalanya.


"Semakin ngaco saja," gumam kevan yang masih di dengar oleh semua orang.


"Oiya nama bayi cantik ini siapa?," tanya Larisa yang masih menggendong dan mencium bayi yang baru lahir itu


Semua orang bergantian menatap kearah orang tua baru itu.


"Baiklah Anakku yang cantik ini akan aku berinama Keana Mahaira Fadila," ucap Kevan tersenyum bangga saat menyebutkan nama anaknya.


"Maa syaa Allah nama yang cantik pasti artinya juga bagus," ucap keluarga

__ADS_1


"Iya pasti dong,"


"Mas Kevan,sekarang kamu sudah menjadi ayah tolong kurangi sikap dingin mu ,jangan sampai anakmu dewasa nanti dan laki-laki takut mendekati anakmu karena bapaknya dingin seperti kamu," Nadya membuka suara menasehati anak sulungnya


"Hahaha,aku tidak bisa membayangkan kalau Keana sudah dewasa nanti,dia akan kesulitan mendapatkan pasangan karena tampang ayahnya yang menyebalkan whaha," ucap Larisa yang terus meledek Kevan dan semua keluarga menikmati pertunjukan itu.


"Berhenti tertawa atau mulutmu kusumpal popok bayi," ucap Kevan yang seketika menghentikan tawa Larisa namun masih mencoba menahannya.


"Kevan apa yang diucapkan Larisa ada benarnya juga hah," sambung Kevin seolah mendukung Larisa.


"Jangan lupa pah kamu berkaca," ucap Nadya menyindir suaminya yang memiliki sifat sama persis dengan Kevan.


Semua orang diruangan itu mencoba menahan tawanya, terutama Larisa dan kevan,.


"Kenapa muka kalian merah,apa kalian sedang menahan tawa untuk mentertawakan papah? lagi mamah ih kan papah sudah tobat,itu dulu mah kenapa diungkit-ungkit kan malu sama anak dan menantu kita," ucap Kevin


"Iya kan mamah hanya mengingatkan,kalau buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya,"


Dan semuanya tidak bisa lagi menahan tawanya,tawa riuh menambah kebahagiaan keluarga mereka,jika orang lain melihat mungkin kehidupan mereka sangat sempurna namun nyatanya tidak, lika liku kehidupan harus mereka hadapi sebelum menikmati sebuah kehidupan yang nyaman dan penuh kebahagiaan.


***


Tiga hari kemudian Kirana sudah pulang dari rumah sakit, keluarga kecil itu disambut oleh keluarga lainnya. Kenan dan Larisa menyiapkan pernak-pernik dan menghias rumah keduanya dengan meriah untuk menyambut kedatangan anggota baru dirumah mereka.


"Selamat datang Princess Keana," ucap keluarga besar saat ketiganya sudah berada didalam rumah.


Kirana sangat bahagia dia bersyukur atas kesabaran dan keikhlasannya Kirana bisa merasakan limpahan kebahagiaan dan kasih sayang dari keluarga besar suaminya, meskipun tidak dipungkiri bahwa Kirana merindukan papah,mamah dan neneknya,namun hal itu ia sembunyikan karena tidak ingin merusak momen kebahagiaan yang sedang berlangsung.


"Terima kasih semuanya,aku mencintai Kalian," ucap Kirana menirukan suara anak kecil

__ADS_1


Pukul 4 sore semua keluarga meninggalkan Kevan dan kirana,mereka kembali kerumah masing-masing, sedangkan Kevin dan Nadya sudah pulang lebih awal, karena ada urusan bisnis keluar kota yang mengharuskan mereka pergi.


Keana kini sudah tidur di box bayi setelah meminum asi Kirana,keduanya kini telah berbaring ditempat tidur,Kevan tak lepas memeluk pinggang istrinya dan Kirana bersandar di dada Kevan.


"Sayang,sekali lagi terima kasih sudah melahirkan putri kita,aku sangat bersyukur Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk tetap bersamamu dan juga menyaksikan kelahiran putri kita,aku sangat mencintaimu,maafkan aku yang terlambat menyadarinya," ucap Kevan tulus


"Mas,kamu sudah mengucapkan terima kasih kepadaku berkali-kali,Aku hanya menjalankan kodrat ku sebagai perempuan yang mengandung dan melahirkan anak. Dan aku bahagia menjalani kodrat ini sebagai istrimu,terima kasih juga kamu sudah berubah dan membuatku selalu mencintai mu," sahut Kirana yang masih dalam dekapan Kevan


Kevan memeluk Kirana erat,dia berjanji akan selalu membahagiakan istri dan anaknya.


"Mas aku mengantuk, mumpung anak kita sudah tidur sebaiknya kita juga mengistirahatkan tubuh kita,pasti lelah.


"Baiklah sayang,kita tidur dan mengumpulkan kekuatan siapa tau saja Putri kita mengajak kita bergadang lagi seperti hari-hari sebelumnya,"


"Tapi kamu menikmatinya kan mas?,"


"Tentu sayang, bagaimana mungkin aku tidak menikmatinya,inikan putri kita,mari kita besarkan dia dengan penuh kasih sayang dan cinta,kita harus menjadikan anak kita anak yang dipenuhi kebahagiaan dan beruntung memiliki kita dalam hidupnya,,"


"Aamiin mas,semoga Allah mendengar doa dan harapan kita,dan kita menjadi orangtua yang amanah ya mas,"


"Aamiin sayang,"


Keduanya kini memutuskan untuk tidur lebih awal,karena kegiatan hari ini cukup melelahkan,ditambah putri mereka selalu bangun ditengah malam. Kevan selalu membantu Kirana meskipun hanya sekedar menemani ,atau mengganti popok,Kevan merasakan pengalaman baru ini dan bersyukur bahwa istrinya secara naluriah sudah bisa menjadi seorang ibu tanpa harus kursus dan mengikuti pelatihan,kirana sudah memerankan perannya .


***


Like,komen dan vote ❤️😉


Terima kasih sudah menantikan cerita ini,semoga kalian tetep suka😊

__ADS_1


jangan lupa mampir ke NOVEL yang lain yang berjudul PENYESALAN dijamin nggak nyesel bacanya 😂😁


__ADS_2