Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Terciduk


__ADS_3

Setiap bangun tidur Kevan selalu memeluk erat Kirana,betapa bersyukurnya dia karena bisa mengembalikan keadaan, awalnya dia memang tidak menyukai perjodohannya dengan Kirana,namun kali ini Kevan amat bersyukur.


"Sayang kamu sudah bangun?," tanya Kirana pada suaminya


"Sudah,aku sedang menikmati pemandangan pagi ku," sahut Kevan menggombal


Wajah Kirana bersemu merah,selama kehamilannya sikap Kevan begitu manis,dan Kirana tidak menyesal sudah memberikan kesempatan kedua pada suaminya.


"Apa si,receh banget," ucap Kirana malu malu.


"hehe,sukak juga tuh pipi kamu sampe merah merona gitu," ucap Kevan menggoda


"Mas,cukup ah,aku mau mandi. Oiya mas hari ini aku izin ke kafe ya,kalo boleh aku nebeng sama kamu pas ke kantor nanti,"


"Boleh sayang,tumben sering banget datang ke kafe,awas loh ya jangan sampai kecapean,kasian anak kita,"


"Iya mas,kafe sedang rame,lagi pula aku cuma mantau mereka aja ko,lagian aku jenuh dirumah terus apalagi kamu engga ada,"


"Kenapa kamu engga ikut mas aja ke kantor,mas akan senang jika kerja ditemani kamu,"


"Engga ah mas, rutinitas kantor tidak cocok untuk ku,lagi pun disana tidak ada makanan seperti di kafe ku,"


"Kau ini yang dipikirkan hanya makanan,"


"Kan buat dua orang mas,Oiya aku mandi duluan ya mas,"


"Sayang,kita mandi bareng saja,"


Kirana sedikit bergidik.


"Eng ..gaah aku mandi sendiri saja ,kalau mandi bareng kamu akan memakan waktu,"


"Aku enggak memakan waktu sayang,aku memakan kamu hehe,"


"Sama saja apa bedanya," ucap Kirana meninggalkan suaminya


Tanpa Kevan mau mendengarkan larangan Kirana,Kevan tetap menyusul Kirana ke kamar mandi,hal itu berhasil membuat kegaduhan dikamar mandi dengan aktivitas yang hanya bisa dilakukan keduanya dan hanya mereka yang tahu.


Kirana keluar dari kamar mandi setelah hampir satu jam berada disana,Kirana bukan tipikal perempuan yang suka berlama-lama dikamar mandi,namun karena suaminya melakukan sesuatu maka Kirana pasrah saja.


"Sayang, terima kasih. Hari ini aku mendapatkan semangat untuk menjalankan aktivitas di kantor,liat mukaku fresh,"


Kirana sedikit acuh, wajahnya fresh sedangkan Kirana seperti kesal pada suaminya.


"Sayang wajahmu kenapa?,"

__ADS_1


"Aku kedinginan mas,kamu mengurungku terlalu lama dikamar mandi,"


"Maafkan aku sayang ,aku terlalu menginginkannya, besok-besok kita lakukan disini saja," ucap Kevan sambil menepuk tempat tidur.


"Aishhhhh kamu ini tidak lihat apa perutku sudah buncit,apa kamu tidak kasihan pada kami?,"


"Sayang mas kan sudah konsultasi sama dokter,kata dokter tidak masalah selama mas melakukannya dengan hati-hati,anggap saja olahraga pagi hehe,"


"Kamu menyebalkan mas," ucap Kirana ketus


***


Pukul 8 pagi Kevan sudah mengantarkan kirana ke kafe miliknya, sedangkan Kevan langsung melajukan kendaraannya setelah melihat Kirana masuk ke dalam Kafe.


"Selamat pagi semuanya?," sapa Kirana pada seluruh karyawannya


"Selamat pagi Mbak Kirana,tumben pagi-pagi sekali?,"tanya salah satu pegawai


"Iya, soalnya biar dapat tumpangan gratis,kan lagi hamil gini aku dilarang bawa kendaraan sendiri jadi aku bareng suami,"


"Ahhh jiwa jomblo ku meronta-ronta,kapan aku seperti mbak Kirana hehe,"


"Mbak doakan secepatnya kalian bertemu dengan jodoh masing-masing,kalian hanya perlu bersabar,berdoa dan memperbaiki diri maka Allah akan memberikan sesuai doa kalian,sesuai usaha kalian dan kesabaran kalian akan terbayar manis,"


"Haha,aku seperti mamah Dedeh ya? yasudah lanjutan pekerjaan kalian,saya juga harus keatas


Kafe Kirana maju pesat, dia pun berencana membuka cabang baru,namun kevan belum memberikan izin dengan alasan kehamilan Kirana dan Kevan terlalu takut tidak diperhatikan oleh istrinya. Sebagai istri yang baik,Kirana mengikuti keinginan suaminya.


Kirana pergi kelantai atas menuju ruangan miliknya,ada banyak laporan yang harus ia kerjakan. Haikal dan Dwi sangat membantu pekerjaannya, rencananya Kirana akan mempercayakan salah satunya untuk membuka kafe ditempat lainnya,dan keduanya sudah memasrahkan pada keputusan Kirana.


Saat menuju makan siang Haikal dan Dwi berada diruangan milik Kirana untuk menyampaikan laporan,tapi sialnya Dwi selesai lebih dulu dan ia harus keluar karena dibawah sangat membutuhkannya. Dan Kevan tiba disana sebelum makan siang,ya dia tiba diruang Kirana dan menyaksikan keduanya,Kirana sedang mengoreksi salah satu laporan yang menurutnya harus diperbaiki,saat Kirana sedang menjelaskan dengan wajah yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Haikal, terdengar lah suara deheman Kevan.


Suasana terasa dingin mencekam,Haikal merasa hidupnya sedang terancam,dan dia butuh perlindungan. Haikal mengetahui bahwa Kevan tidak menyukai kalau dia bersama Kirana,ya alasannya cuma satu karena dia cemburu.


"Apa yang kalian lakukan berdua ?!," ahh pertanyaan ini seolah pertanyaan yang dilayangkan malaikat pencabut nyawa


Keduanya seolah kepergok selingkuh,padahal mereka sedang bekerja.


"Mas,kamu sudah disini,sejak kapan?," tanya Kirana yang harus kembali menenangkan suaminya yang sedang cemburu


"Belum lama,tapi aku sudah disuguhi pemandangan seperti ini,apa kalian lupa bahwa tidak boleh ada laki-laki dalam satu ruangan dengan istriku hanya berdua saja,aku tidak suka!,"


"Mas,tadi kita bertiga cuma belum lama Dwi keluar karena mendapat telpon dari bawah untuk mengurus kafe,mas jangan salah paham engga baik buat ketampanan mas,"


"Kamu sedang merayuku?,"

__ADS_1


"Tidak,aku hanya mengingatkan kalau cemburu berlebihan bisa mengurangi kadar ketampanan hehe,"


"Cihhh,kau ini paling bisa saja,apa urusan dia sudah selesai,jika sudah bolehkah dia meninggalkan ruangan ini,aku ingin berduaan dengan istriku," ucap Kevan


"Tentu,dia harus pergi karena urusannya sudah selesai,"


Haikal terdiam mematung, seketika dia ingin jadi asap yang pergi tanpa sepengetahuan keduanya.


"Haikal kamu boleh keluar, terima kasih ya dan maafkan suamiku kamu jadi tegang hehe,"


Tampa kata Haikal langsung berdiri dan meninggalkan keduanya, setelah sedikit membungkuk karena menghormati keduanya.


"Mas ih dia jadi takut kan sama kamu,"


"Ahh biarin,lagian aku sudah memperingatkan beberapa kali kalau Kalian tidak boleh berduaan,aku tidak suka!,"


"Yasudah maafkan aku,jadi sekarang kita mau makan siang apa?,"


"Aku mau makan kamu,"


"Hhmmhhhh,mulai deh,mau makan dibawah apa pesan disini saja?,"


"Pesan disini aja,"


"ok,"


Dilantai bawah Haikal sedang mencoba menetralkan detak jantungnya, kakinya begitu lemah seolah tanpa tulang. Para karyawan yang melihatnya seperti bertanya-tanya.


"Kal,lu kenapa ? kaya kesambet ," tanya Dwi yang baru menyelesaikan urusannya


Haikal hanya menggeleng.


"Kenapa? cerita sama gua,kaya abis ketemu setan aja,"


"Gua ketemu rajanya setan,"


"Haha,dimana?,"


Tanpa kata dia menunjuk lantai atas,dan Dwi paham bahwa sahabatnya kembali dipergoki berdua dengan Kirana,hal itu berulang kali namun tidak ada apapun yang terjadi selain murni pekerjaan,namun suami dari bosnya itu tidak mau mengerti. Kesialan Haikal selama ini adalah selalu terciduk sedang berdua dengan Kirana haha .


***


Niat up jam 9 ternyata berkah luar biasa dibawah jam 9 aku ketiduran sambil ngetik hehe.


Jangan lupa tetep dukung aku ya like sama komennya jangan lupa. Kalau kalian punya poin lebih boleh vote ya. Jika tidak, cukup like dan komen jangan dilupakan. Terima kasih ❤️😄

__ADS_1


__ADS_2