
Kirana dan Kamil sudah menyelesaikan aktivitasnya. Mereka berdua membersihkan diri dan segera turun kebawah untuk makan siang.
"Kak,badan aku sakit semua,ini semua gara-gara kakak," ucap Kirana berbicara dengan manjanya sambil mengaitkan tangannya ke lengan Kevan.
"Habisnya enak, gapapa sayang biar kamu cepat hamil,aku udah pengen banget punya anak," ucap Kevan yang menatap kearah Kirana.
"Kak,aku mau tanya boleh?,"
"Silahkan sayang," sahut Kevan yang sudah duduk di depan meja makan.
"Aku heran kakak ko sama kak Kenan bisa kembar, sedangkan papah dan mamah kak itu anak tunggal, bukannya kata orang kalau anak kembar itu harus punya gen ya?," ucap Kirana yang merasa penasaran akan hal itu.
"Haha pertanyaan kamu dulu sempat aku tanyakan juga sama papah dan mamah,dan memang papah dan mamah ku adalah anak tunggal,namun dari informasi yang aku dapat kalau kakek Rizal yaitu papahnya papah itu lembar,tapi sayang adiknya meninggal sewaktu masih kecil,"
"Ouhhh gitu,ko ngga langsung ke papah ya gen kembar itu malah ke kamu dan kak Kevan,"
"Aku ngga ngerti kalau masalah itu, denger denger mama menikah sama papa itu posisinya papah seorang duda yang memiliki anak kembar juga,tapi mereka sudah meninggal entah apa penyebabnya mereka berdua tak pernah menceritakan,"
"Sudahlah kak, mungkin mereka juga memiliki privasi. yang terpenting rasa penasaran ku sudah hilang,"
"Sebaiknya kita makan ya, setelah itu kita jalan-jalan,"
"Serius kak?," tanya Kirana meyakinkan
"Tentu sayang, memangnya kamu mau kemana,apa kita pergi nonton saja ya?,"
"Iya kak,aku mau," sahut Kirana kegirangan.
Mereka berdua menyantap makan siang dengan hikmat, setelah itu mereka berdua kembali ke kamar untuk mengganti pakaian.
Setelah itu mereka pun langsung melajukan kendaraannya kearah yang akan mereka tuju.
1 jam perjalanan telah mengantarkan mereka kesebuah mall besar di kotanya,kini keduanya sudah memesan minum dan juga popcorn,genre yang di tonton adalah genre romantis. Seolah melakukan hal yang belum pernah dilakukan,karena sebelumnya mereka tidak sempat berpacaran,jadi hari ini kencan itu mereka lakukan.
"Sayang,aku bosan," ucap Kirana ditengah berlangsungnya film yang sedang di putar
"Tapi ini belum selesai sayang," sahut Kevan yang masih mengarahkan telinganya pada wajah Kirana
"Kak,aku ingin keluar dari sini,disini sangat bising," ucap Kirana kembali merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
"Sayang,dibioskop memang seperti ini,kamu yakin ingin keluar dari sini?," ucap Kevan meyakinkan istrinya.
"Iya aku tetap ingin keluar dari sini,"
"Yasudah yuk kita keluar," ucap Kevan berdiri dan menuntun Kirana agar tidak jatuh Karana situasi di bioskop masih gelap.
"Kirana pun menyambut tangan kevan,dan mengikuti langkah kakinya dari belakang,".
Setelah sampai diluar tiba-tiba Kirana ingin pergi membeli jajanan tradisional yang ada di mall tersebut.
"Kak,aku mau beli cilok kuah," ucap Kirana merengek pada suaminya
"Mana ada sayang disini," ucap Kevan sambil mengedarkan pandangannya kearah food court yang ada di mall tersebut.
"Pokoknya aku ingin makan itu hari ini kak, sekalian es cincau hitam wah aku sudah ngiler membayangkannya," ucap Kirana membuat Kevan merasa heran.
"Sayang kenapa keinginan mu aneh aneh si,kenapa ngga makanan yang lain saja,"
"Tidak! aku mau makan yang tadi aku sebutkan," ucap Kirana kekeh
Mereka pun berjalan mengelilingi mall terutama ditempat yang menjajakan kuliner,namun tetap saja makan yang diinginkan istrinya tidak tersedia disana.
Kirana terdiam seperti sedang menahan air matanya,tanpa banyak bicara Kirana pun berjalan menuju pintu keluar,dan ia pun sampai di depan mobil Kevan. Setelah masuk Kirana langsung diam tanpa kata,padahal kevan sudah bicara banyak hal,namun tidak ada sahutan dari Kirana.
"Sayang kenapa kamu diam terus,apa aku punya salah sama kamu,aku mohon bicaralah jangan membuat aku khawatir,"
Kirana tetap terdiam menatap kearah jendela sambil melihat pemandangan diluar. Saat mobil Kevan sedang melaju dengan kecepatan yang sedang kirana meminta berhenti.
"Kak, berhenti," ucap Kirana membuat Kevan terkejut.
"Apa yang dia pikirkan apa dia marah dan minta diturunkan ditengah jalan seperti cerita yang ada di sinetron?," gumam kevan dalam hatinya
"Kak,cepat berhentilah," ucap Kirana merengek
"Sayang rumah kita masih jauh,kenapa kamu ingin turun disini?,"
"Kak, lihatlah,itu tukang cilok kuah yang aku inginkan," ucap kirana menunjuk kearah tukang cilok yang sedang mendorong gerobaknya.
Kevan pun mengikuti arah tangan Kirana,dan dia sedikit terkejut karena makanan yang diinginkan istrinya Kevan yakini tidak higienis .
__ADS_1
"Sayang,kamu yakin ingin Jajanan itu? itu kelihatan tidak bersih sayang," ucap Kevan bertanya pada Kirana.
"Aku yakin kak! aku sangat ingin memakannya hari ini,jika kakak tidak memenuhi keinginan ku,maka bersiaplah tidur diluar," sahut Kirana mengancam membuat Kevan bergidik ngeri.
"Kamu selalu menggunakan hal itu untuk memenuhi keinginan mu,aku hanya tidak ingin kamu sakit perut sayang," ucap Kevan memberi pengertian
"Kalau kakak tidak mau membelikan itu,lebih baik aku turun disini saja,aku tidak mau pulang bersama kakak," ucap Kirana yang kembali memberikan ancaman pada suaminya
Kevan pun menarik napas dalam-dalam,dan ia terpaksa memenuhi keinginan suaminya meskipun dalam hatinya dia tidak ingin kalau Kirana memakan makanan yang tidak sehat.
"Baiklah sayang,kakak akan membelikan itu untuk kamu,tapi kamu tunggu disini ya,biar kakak yang membelinya," ucap Kevan pasrah dan memintanya Kirana untuk menunggu.
"*Ya ampun kenapa hari ini dia aneh sekali sikap pagi dan juga siang begitu berbeda, membuatku bingung saja,"
Kevan* pun sudah berada tepat didepan tukang cilok kuah tersebut,Kevan memperhatikan setiap komponen yang ada di gerobak penjual itu termasuk kebersihannya. Kevan merasa penjual itu cukup bersih dan ia pun segera memesan makanan untuk istrinya.
"Pak buat kan saya dua bungkus cilok kuahnya,jangan terlalu pedas," ucap kevan pada Abang tukang cilok
Beberapa menit kemudian makanan yang dipesan sudah jadi.
"Ini mas pesanannya,"
"berapa pak?,"
"Sepuluh ribu mas,"
"Murah sekali,"
"Ini pak," Kevan menyerahkan uang limapuluh ribuan
"Mas ini kembaliannya," ucap penjual cilok
"Ambil saja pak kembalinya,oiya bapak kalau mangkal di mana saja,kali kali saja istri saya menginginkan makanan ini lagi,"
"Terima kasih mas,apa ini tidak terlalu banyak? saya mangkal di area taman perumahan mas kalau tidak disekolahkan SD yang ada di sebrang sana," sahut penjual
"Tidak apa,itu rejeki buat keluarga bapak. baiklah terima kasih ya,saya pamit pulang,"
Kevan pun menuju mobil untuk membawa pesanan makanan yang sangat diinginkan oleh Kirana. Kirana tersenyum kegirangan seperti anak kecil yang dibelikan mainan oleh orang tuanya.
__ADS_1