Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Terdiam


__ADS_3

Larisa mengemasi semua barang-barang milik Larisa.


"Apa yang akan mami lakukan?" tanya Kenan penasaran karena Larisa merapikan semua barang milik keasa bukan mengambil beberapa baju ganti saja.


"Aku akan membebaskan putri ku dari pernikahan yang tidak membuatnya bahagia ini,aku menyesal pernah mengizinkan anakku untuk menikah dan menjadi pengganti Keana. Harusnya mas sadar bahwa ini adalah sebuah karma dari perbuatan masa lalu orang tuamu,dan anakku yang harus menanggungnya" ucap Larisa meluapkan semua uneg-unegnya.


Sedangkan Kenan masih terdiam dan mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh istrinya. Mau tidak mau Kenan mengikuti keinginan istrinya setelah keadaan membaik Kenan akan mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi keluarganya saat ini.


Keduanya sudah merapihkan semua barang milik keasa dan meminta supir dirumah keasa untuk membantu membawa barang-barang itu kedalam mobil. Bi Susi nampak kebingungan dan juga takut, bagaimana nanti dia menjelaskan pada Aldi perihal yang terjadi hari ini.


"Bi,saya dan suami saya pamit,semua barang milik anak saya sudah saya bawa semua. Tempat anak saya bukan di sini, terima kasih sudah ikut menjaga anak saya selama ini" ucap Larisa dan langsung meninggalkan kediaman Aldi.


Di perjalanan pulang Larisa tak henti hentinya menitikkan air mata,dia merasa gagal memberikan kebahagiaan pada anaknya, penyesalan yang sudah tiada gunanya lagi,karena semuanya sudah terjadi.


"Mas, sebaiknya kita bawa barang barang ini ke rumah orang tua ku saja,kita tidak mungkin membawanya ke rumah utama,disana ada mbak Kirana,dia pasti bertanya-tanya"


Kenan yang semula diam pun membuka suara.


"Sebaiknya jangan,cepat atau lambat semuanya akan ketahuan. Kita bawa ini semua ke rumah utama dan menyimpannya di kamar keasa,kalau kebetulan ketemu mbak Kirana dan dia bertanya kita jelaskan atau sekedar membuat alasan,yang aku belum siap adalah menceritakan semuanya pada mas kevan,pasti dia yang akan merasa bersalah dengan ini semua"


"Yasudah,aku ikut kamu saja"


Beberapa menit kemudian keduanya sampai di ke diaman keluarga Fadila,yang terlihat di sana hanya beberapa pekerja yang sedang merapikan taman depan dan asisten rumah tangga dengan pekerjaannya masing-masing. Keduanya masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedikit cemas,takut kalau Kirana tiba-tiba muncul,karena mereka belum siap menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


Kenan meminta beberapa penjaga rumahnya untuk membawa koper ke dalam kamar putrinya,sampai kegiatan itu selesai keduanya sangat bersyukur bahwa Kirana tidak ada disana,karena setelah mereka bertanya ternyata Kirana sedang pergi jalan jalan dengan Maika.


Setelah memberikan instruksi kepada pekerja di rumahnya,Kenan memilih membersihkan diri lebih dulu ,sedang Larisa sedang membuatkan bubur untuk keasa. Setelah selesai keduanya kembali ke rumah sakit,disana Larisa sudah sadarkan diri dan sedang tertawa dengan Kevan,entah apa yang mereka bicarakan. Larisa yang melihat hal itu nampak miris karena senyuman itu adalah kesedihan baginya.


"Andai mami tidak tau yang sebenarnya terjadi mungkin mami akan mengira kamu benar benar bahagia,dan senyuman itu tulus adanya,tapi bagi mami kini semuanya adalah air mata, maafkan mami sayang" gumam Larisa dalam hatinya.


Keasa dan kevan langsung menyadari keberadaan keduanya.


"Kalian sudah datang?" tanya Kevan


"Sudah mas, sekarang biar kami yang menjaga keasa,mas pulang saja"


"Baiklah,aku pulang dulu nanti kalau ada apa apa tolong kabari aku secepatnya"

__ADS_1


"Iya mas"


"Kee,ayah pulang dulu ya,kamu cepat sembuh kasihan Maika pasti rindu pada mamanya"


Keasa tersenyum.


"Iya ayah,aku pasti lekas sembuh,titip cium dan peluk untuk Maika yah"


"Baiklah, nanti ayah sampaikan"


**


Sejak Kenan dan Larisa datang keduanya selalu terdiam, terlalu sakit bagi mereka untuk sekedar bertanya "Apa kamu baik baik saja?" karena kenyataannya putri mereka tidak dalam keadaan baik-baik saja,baik jiwa dan raga keasa sangat rapuh,jadi mereka memilih untuk diam dan memanjakan putrinya.


"Pi,mi aku ingin pulang ke rumah"


"Kita akan pulang setelah kamu menerima perawatan di rumah sakit ini, untuk saat ini mami dan papi tidak ingin mengambil resiko"


"Aku bosan di rumah sakit, hampir setiap hari aku di sini dan sekarang aku malah menginap dan jadi pasien disini" ucap keasa mengeluh


"Aku senang mi,bisa membantu bayi mungil lahir ke dunia, berharap kelak bayi-bayi yang ku bantu persalinannya itu akan menjadi anak-anak yang sukses dan mencintai orang tuanya" ucap keasa bercerita tanpa beban seolah kehidupannya baik baik saja.


"Setidaknya kamu senang dengan profesi yang kamu jalani sayang,dan senyuman itu tulus saat kamu bercerita tentang bayi bayi yang kamu bantu kelahirannya" gumam keasa dalam hatinya


"Setelah kamu sembuh nanti,mami tidak ingin melihat kamu bekerja berlebihan lagi sampai waktu libur pun kamu bekerja,mami tidak ingin melihat kamu berbaring di sini lagi" ucap Larisa seperti sedang memarahi anak kecil.


"Iya mami,lagi pula aku juga harus sehat dan merawat Maika kembali,kasihan anak itu pasti sangat merindukan aku"


"Jangan pikirkan Maika dulu dia sudah ada yang menjaga dan merawat, fokus lah pada kesembuhan mu yang perlu dikasihani itu kamu,sakit tapi suami tidak ada" ucap keasa sarkas.


"Mas, Aldi sedang keluar kota mi,kalau dia tau aku di sini juga pasti mas Aldi akan datang" ucap keasa seolah baik-baik saja.


"Sudahlah lah,kamu istirahat saja meskipun tidak ada suamimu masih ada kami yang akan menjaga kamu"


"Iya sayang, sebaiknya kamu istirahat papi dan mami akan menjaga kamu di sini" ucap Kenan mengalihkan pembicaraan keduanya.


"Hmmh, baiklah"

__ADS_1


***


Ke esokan harinya Aldi sudah kembali dari luar kota,dia mengambil penerbangan pagi karena siang nanti dia akan memimpin operasi,jadi mau tidak mau Aldi harus kembali lebih awal.


Setelah sampainya di rumah Aldi langsung menunju kamar utama,dia membersihkan diri dan istirahat sebentar. Pukul 11 siang Aldi terbangun dan Langsung menuju kamar Maika namun balita mungil itu tidak ada biasanya sekarang jam istirahat siangnya,lalu Aldi pun menuruni anak tangga untuk bertanya pada asisten rumah tangganya.


"Bi,Maika tidak ada di kamarnya,kemana dia?" tanya Aldi


Bi Susi sudah mempersiapkan diri dari kemarin untuk bisa menjawab pertanyaan tuannya.


"Non Maika di rumah utama pak" ucap Bu Susi


"Apa keasa masih sering pulang larut malam?" tanya Aldi kembali


Bi Susi menggelengkan kepalanya.


"Apa ibu tidak mengabari bapak?" tanya bidan susu pada Aldi


Aldi mengernyitkan keningnya,dia sampai lupa bahwa selama pergi keluar kota,Aldi menonaktifkan hape pribadinya.


"Iya bi,saya menonaktifkan hape saya,memangnya ada apa, semuanya baik-baik saja kan?"


Bi Susi nampak terdiam dia bingung bagaimana menjelaskan semua yang terjadi,sampai akhirnya dia hanya mengatakan perihal keasa sakit,bukan tentang orang tua keasa sudah mengetahui kebenaran masalah rumah tangga majikannya, apalagi mengatakan kalau mereka sudah membawa semua barang milik keasa.


"Itu pak ..."


"Itu apa bi ?"


"I ...Bu sakit pak, sekarang sedang di rawat di rumah sakit" ucap bi susi menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan.


Aldi terkejut dan membulatkan matanya, untuk saat ini dia merasa dilema harus datang ke rumah sakit untuk operasi atau melihat keadaan istrinya. Aldi langsung pergi ke kamarnya dan mengaktifkan hape miliknya dan betapa terkejutnya dia karena begitu banyak panggilan dan pesan yang masuk terutama dari Kenan dan Kevan.


***


Jangan lupa dukungannya Yo ❤️


SP2 tidak akan melebihi 100 bab,jadi nantikan akhir cerita novel ini,dan tunggu giveaway nya 😁semoga kalian salah satu pemenangnya 😉

__ADS_1


__ADS_2