
Seminggu sudah Kirana dan Kevan hidup terpisah,setiap hari mereka melakukan aktivitas seperti biasa,Kirana yang selalu mencoba baik-baik saja, menutupi kehancuran rumah tangganya pada keluarga Kevan. Entah apa yang akan Kirana jelaskan nanti,jika sampai ketahuan bahwa sudah hampir seminggu mereka hidup terpisah,tidak ada komunikasi ataupun saling bertatap wajah, nomor telpon pun Kirana tak memilikinya.
Keadaan Kirana cukup memprihatinkan,badan yang semakin kurus dan mata sembab yang menandakan bahwa Kirana selalu meratapi nasib pernikahannya yang baru seumur jagung. Haruskah Kirana menyerah dan mengatakan yang sejujurnya pada Nadya,bahwa pernikahannya sudah berakhir sejak awal. Kirana akan meminta maaf pada Nadya karena tidak bisa menjadi menantu yang baik,ia pun akan meminta Nadya untuk tidak merasa terbebani lagi dengan wasiat dari neneknya. Kirana bertekad akan mencari kebahagiaannya sendiri,dan dia menyerah untuk hubungan barunya bersama Kevan.
Hari ini Kirana akan mengunjungi kafe miliknya, setelah beberapa hari tidak kesana akhirnya Kirana memutuskan untuk beraktivitas kembali dan melupakan semua permasalahan rumah tangganya. Di restoran ,Kirana,memiliki 2 orang kepercayaan,dia adalah sahabatnya semasa SMP sampai kuliah,namanya Haikal dan Dwi.
Haikal yang dipercaya sebagai manager di Kafe Ayah sedangkan Dwi sebagai asisten Haikal ,Kirana memperkerjakan Keduanya karena sudah mengenal mereka cukup lama,dan rasa saling percaya serta menganggap keduanya seperti keluarga.
Kirana berusaha menutupi segala permasalahan yang ia hadapi,namun Kirana tidak bisa menyembunyikan semuanya dari Haikal dan Dwi, keduanya menyadari bahwa sahabat mereka sedang memiliki persoalan.
"Hi,Kiran, akhirnya kau datang juga," sapa Dwi dengan sapaan akrabnya pada Kirana.
"Hoalahhh pengantin baru,baru nongol,kemana aja hampir beberapa hari tidak kemari?," ucap Kamil yang menimpali
"Hi, semuanya,apa kalian baik-baik saja?," sahut Kirana dengan senyum yang dipaksakan.
"Keadaan kami baik-baik saja,lalu bagaimana dengan kamu,wajahmu pucat sekali,apa kau sakit?," Tanya Dwi bertubi-tubi
"Aku tidak apa-apa,mungkin itu hanya perasaanmu saja. Bagaimana keadaan Kafe ini?,"
"Syukurlah, perkembangan kafe ini cukup maju,baru beberapa hari buka pengunjung sudah banyak,dan kau tahu mereka yang datang adalah para remaja yang suka berfoto,mereka bilang tempatnya
Instagrameble. Ahhh entahlah apa itu sebutannya,yang jelas secara tidak langsung mereka mempromosikan kafe ayah ini," Ucap Haikal yang kali ini menjelaskan.
"Alhamdulillah kalau begitu,lalu soal makanan bagaimana ,wi, apakah mereka menyukai menu yang kita sajikan?," Tanya Kirana ada Dwi.
"Wahh menu yang kamu buat cukup berhasil ,Kirana,bahkan mereka tak segan untuk menambah porsi makan mereka. Mahasiswa bilang si harganya bersahabat sama kantong,dan lucunya aku selalu minta orang-orang itu untuk merekomendasikan kafe ayah ini,dan dengan senang hati mereka mengiyakan," sahut Dwi menjelaskan
"Alhamdulillah kalau demikian,maaf ya aku baru bisa berkunjung hari ini,terima kasih karena berkat kalian kafe ini berjalan dengan lancar,"
"Sudahlah Kiran,kaya sama siapa saja,aku senang bisa menjadi bagian dari berdirinya Kafe Ayah ini,"
__ADS_1
"Bismillah ya,kita sama-sama berusaha memajukan perusahaan ini,"
"Aamiin ya," sahut keduanya
"Kirana, sepertinya keadaan mu tidak cukup baik,apa kau sudah makan?,"
"Aku tidak bernafsu untuk makan,rasanya perutku selalu kenyang,"
"Kamu punya masalah ya dengan suami mu?,"
Kirana terdiam mendapat pertanyaan seperti itu,karena sesungguhnya dia tidak memiliki jawaban pasti untuk pertanyaan Dwi.
"Sungguh,aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya kurang enak badan saja,nanti juga baikan,"
"Yasudah, sebaiknya kita kelantai atas dulu , sepertinya kamu kurang istirahat,"
"Baiklah,"
Dwi dan Kirana pun lebih dulu naik kelantai atas,disana terdapat ruangan yang sudah dibagi tiga,dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Sementara mereka masuk keruangan Kirana yang lumayan lebih besar. Haikal yang memahami keadaan sahabatnya tidak cukup baik,meminta koki di dapur membuatkan bubur ayam untuk Kirana, sambil menunggu buburnya matang,Haikal bergegas menuju apotek yang berada di sebrang kafe milik Kirana. Haikal membeli beberapa vitamin dan juga beberapa suplemen untuk kesehatan Kirana.
"Kiran, sebaiknya kamu makan bubur ini dan setelah itu minum obat ini," ucap Haikal yang tegas pada sahabatnya
"Kenapa kamu melakukan hal ini?,aku baik-baik saja,lagi pula aku sudah makan dan aku tidak memerlukan obat ini," ucap Kirana mencoba menyembunyikan masalahnya
"Sudahlah,kamu tidak perlu berpura-pura kuat dihadapan kami,kami berdua berteman dengan mu bukan sehari dua hari,tapi sudah lama,jadi jujur saja jika kamu sedang menghadapi persoalan," ucap Haikal pada Kirana .
"Betul apa yang dikatakan,Haikal, sebaiknya kamu jujur sama kita berdua,siapa tahu saja kami bisa membantu masalah kamu,jika pun tidak,kami akan selalu ada untuk kamu, percayalah!,"Ucap Dwi menimpali
Kirana tertunduk lesu, air mata yang ia tahan akhirnya luruh juga,Kirana menangis sejadinya dan kedua sahabatnya ikut merasakan kesedihan Kirana. Dwi memeluk erat tubuh kirana dia mencoba menenangkan Kirana,dan perlahan menanyakan permasalahan yang dihadapi Kirana.
"Sudah,jangan menangis lagi, sekarang kamu katakan pada kita berdua, sebenarnya apa yang terjadi,siapa tahu saja kami bisa membantu kamu?,"
__ADS_1
"Entahlah,aku harus mulai darimana,yang jelas perasaanku saat ini sedang hancur," ucap Kirana yang berusaha mengelap air matanya
"Jujur saja, sebenarnya apa yang terjadi?," tanya Dwi penasaran
"Aku berpisah dengan mas Kevan," ucap Kirana dengan satu tarikan napas.
Kedua sahabatnya nampak terkejut, bagaimana mungkin pernikahan yang baru berumur satu minggu sudah berakhir,keduanya merasa penasaran sebenarnya hal apa yang mendasari keduanya memutuskan berpisah, bukankah pernikahan itu seharusnya mendatangkan kebahagiaan,bukan malah sebaliknya.
"Kamu jangan bercanda Kirana!," ucap Haikal dengan nada meninggi.
"Kamu belum lama menikah,kenapa tiba-tiba harus berpisah?," timpal Dwi
"Itulah kenyataannya,dari awal mas,Kevan tidak menginginkan pernikahan ini,dia melakukannya semata-mata untuk membahagiakan orang tuanya,dan aku menerima pernikahan ini karena nenek memberikan wasiat kepada Tante Nadya, untuk mencarikan aku laki-laki yang baik dan bertanggung jawab,dan Tante Nadya menepati janjinya, namun aku bukan orang yang baik untuk mendampingi mas Kevan," sahut Kirana yang tak bisa membendung air matanya
Haikal yang mendengar hal itu merasa kesal,dia mengepalkan tangannya,seolah tak terima bahwa sahabatnya sudah disakiti oleh Kevan.
"Laki-laki bodoh! dia akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan kamu,aku bersumpah jika aku bertemu dengannya aku akan memberikan pelajaran, sekaligus menyadarkan keangkuhannya," sarkas Haikal yang ikut tidak suka pada sosok Kevan.
"Kamu jangan asal bicara,biarkan ini jadi urusanku saja," ucap Kirana menyahut ucapan Haikal.
"Tapi ... ," ucap Haikal terhenti
"Sudah jangan tapi, tapi."
"Lalu bagaimana dengan orang tua suamimu?," tanya Dwi penasaran
"Untuk sementara waktu,aku dan mas kevan menyembunyikan hal ini,sampai waktu perpisahan benar-benar terjadi.
Kedua sahabatnya ikut iba mendengar cerita Kirana,betapa malang gadis sebatang kara itu,baru saja memiliki keluarga namun harus terpisah kembali,mereka berharap Kirana segera menemukan orang yang benar-benar mencintai dan menerimanya,bukan laki-laki yang datang namun untuk pergi lagi.
***
__ADS_1
Jangan lupa like, yang dan vote ❤️😉
Jangan lupa bahagia hari ini 😊😉