Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Kebahagiaan


__ADS_3

Kevan sudah membicarakan perihal rencananya untuk pindah kerumah baru milik Kevan,Nadya sebagai orang tua akan selalu mendukung keputusan anaknya,yang terpenting anak-anaknya selalu hidup rukun dan saling menyayangi.


Setelah menjahili Kirana dan berbincang banyak hal, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang,karena Kevan berencana ingin langsung pindah hari ini juga kerumah barunya.


"Mah,Abang dan Kirana pamit pulang ya, soalnya pulang dari sini Abang,mau langsung kerumah baru,"


"Buru buru amat kaya ngga ada hari esok aja,apa kamu ngga mau nunggu papah dulu?,"


"Enggak usahlah mah,entar ke malaman,Abang mau ngasih surprise sama istri Abang yang cantik ini," ucap Kevan sambil merangkul Kirana


"Hoalahhh perlu mama bantu ngga?,"


"Engga usah mah,lagian kita ngga ribet ribet pindahannya,cuma bawa baju aja,udah gitu semuanya juga udah rapih tinggal pergi doang,"


"Syukurlah kalau kaya gitu. Mama pesan ya,kalian harus rukun selalu kalau ada masalah dibicarakan,yang namanya rumah tangga pasti ada cekcok nya,dan inget kasih mama cucu secepatnya,"


"Beres mah,Abang inget semua pesan mama,mama bantu doa aja dari sini ya hehe,"


"Iya anak mamah,itu pasti. Ngomong ngomong Abang pindah kerumah Abang yang ngga jauh dari rumah kakek uyut kan kan?,"


"Iya mah,aku tetanggaan sama ken ken,"


"Ken ken siapa kak?," ucap Kirana bertanya


"Kenan sayang hehe,"


"Ya ampun kak,aku pikir siapa"


"Syukurlah,jadi kalo mama main bisa mampir ke Abang dan Ade,"


"Ya udah ya mah kita pamit,".


***


Kevan dan Kirana kini sudah berada dirumah barunya,semua keperluan sudah lengkap. Rumah Kevan lebih besar dari tempat Kirana sebelumnya,rumah Kevan terdiri dari dua lantai, dilantai atas terdapat dua kamar,dengan masing-masing fasilitasnya seperti kamar mandi di dalam,ruang ganti khusus,dan lain-lain, sedangkan dilantai bawah terdapat empat kamar, terdiri dari kamar tamu,ruang kerja Kevan,dan dua kamar yang terdapat di belakang biasanya khusus asisten rumah tangga dan satu kamar lagi untuk pegawai yang tinggal disana.


Selain itu ruang tamu yang besar,dapur dan juga ruang keluarga, halaman yang luas garasi mobil yang mampu menampung banyak kendaraan ahhh pokonya rumah Kevan sangat mewah.

__ADS_1


"Kak, rumahnya besar sekali apa yang tinggal disini cuma kita berempat saja?,"


"Iya sayang rumah ini adalah rumah impian kita, suatu hari nanti bukan hanya kita yang akan mengisi rumah ini,tapi anak-anak kita sayang," ucap Kevan memeluk Kirana


Sejenak Kirana terdiam dia sangat bersyukur Meskipun banyak kesedihan yang harus ia lalui tapi Allah maha baik,Dia membayar kebahagiaan yang begitu berlimpah.


"Kak,terima kasih. Aku sangat bahagia,aku berharap kakak,akan selalu seperti ini dan tidak akan pernah berubah," ucap Kirana penuh harap


"Kakak akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk kamu, ingatkan kakak kalo kakak mulai salah arah,dan jangan pernah tinggalkan kakak jika kelak kakak terpuruk,"


"Ia kak,aku pun akan selalu berusaha menjadi istri yang baik,dan aku tidak akan selalu berada disamping kakak,dalam suka maupun duka,"


"Terima kasih sayang ," ucap Kevan memeluk Kirana dan menghujani wajah Kirana dengan ciuman dari kevan.


**


Setelah menyelesaikan makan malam,Kevan dan Kirana beristirahat di kamar mereka, begitu pun dengan para pekerja,kecuali pak Imam satpam dirumah Kevan, yang siap berjaga untuk menjaga keamanan rumah majikannya.


Di atas kasur Kirana dan Kevan berbicara banyak hal. Kevan tak sedikitpun melepaskan tangannya dari Kirana,begitupun dengan Kirana, keduanya persis seperti lem dan prangko selalu berpelukan.


"Kak,apa semalaman kita akan terus seperti ini,apa tidak gerah?,"


"Dikasih apa si kak? ngaco ada ada aj,"


"Itu sayang,yang waktu itu kita main hehe," ucap Kevan menggoda Istrinya


"Kamu ini semakin tidak jelas,lebih baik aku tidur saja,tolong lepaskan pelukan mu," ucap kirana yang mencoba menjauhkan badannya dari kevan.


"Aku tidak mau sebelum kamu memberikannya,kita baru sekali melakukannya sayang," ucap Kevan memohon seperti anak kecil minta peremen


"Apa yang dimaksud kak Kevan, melakukan itu?," ucap Kirana polos


"Iya sayang, memangnya apalagi hehe," ucap Kevan tertawa sok polos


"Ya ampun kak,aku pikir apa kakak terlalu bertele-tele!,"


"Aku tidak bertele-tele,kau saja yang tidak peka hhmmhhhh,"

__ADS_1


Setelah proses rayu merayu akhirnya Kirana menyepakati keinginan suaminya,rasa lelah tidak lagi terasa saat mereka memutuskan untuk saling melepaskan peluh,sampai mereka mencapai sebuah rasa yang memberikan ketenangan.


Setelah pergulatan mereka Kirana dan Kevan akhirnya saling melepaskan diri,Kevan yang langsung tertidur, sedangkan Kirana mencoba menstabilkan napasnya untuk rileks sebelum akhirnya dia pun tertidur pulas.


***


5 bulan kemudian ..


Rumah tangga Kevan dan Kirana kian harmonis, meskipun belum ada tanda-tanda bahwa keduanya akan memiliki momongan,namun hal itu tidak mengurangi kadar rasa cinta Kevan pada kirana. Kevan akan merasa menyesal jika mengingat kejadian dulu saat dirinya menyakiti Kirana.


"Sayang,Kenan sedang sakit,mama dan papa sedang perjalanan bisnis keluar negeri. Aku berniat menjenguknya apa kamu mau ikut?," ucap Kevan pada Kirana yang sedang menyiapkan sarapan


"Kak Kenan sakit apa kak?," sahut Kirana khawatir


"Kata asistennya si demam tinggi,karena kecapean kayanya, soalnya beberapa bulan ini dia disibukkan dengan proyek pembangunan hotel milik kakek buyut yang ada diluar kota," ucap Kevan menjelaskan.


"Kasihan sekali,kenapa kakak tidak membantu kak Kenan di perusahaan kakek buyut?,"


"Sejujurnya aku juga ingin membantu Kenan,namun perusahaan papah pun membutuhkan aku. Perusahaan kakek buyut masih dibawah kendali mama,karena mama satu-satunya ahli waris perusahaan itu,belum lagi mama juga pemilik tunggal dari perusahaan keluarga nenek dari mama yaitu keluarga Yusuf,"


"Wah berarti mama orang yang sangat kaya raya ya,"


"Tentu, mangkanya aku disuruh fokus pada perusahaan kel. Fadila,Kenan mengurus perusahaan kel. Rahman sedangkan mama dan papa mengurus perusahaan kel. Yusuf. Maka dari itu kita harus memiliki anak yang banyak sayang, untuk melanjutkan perusahaan keluarga kita,"


"Mereka belum ada saja ,kamu sudah menyiapkan tanggung jawab besar untuk mereka," keluh kirana


"Ya bukan gitu sayang , namanya juga kita hidup dengan keadaan ditinggalkan harta benda mau tidak mau kita harus menjaga dan melanjutkannya,jika bukan kita siapa lagi,dan kita pun harus memberikan banyak manfaat dari harta yang ditinggalkan oleh keluarga kita. Ketika perusahaan memperkerjakan banyak pegawai secara tidak langsung kita juga sudah membantu perekonomian mereka,"


"Kakak,benar baiklah kita harus berusaha lebih giat lagi untuk memiliki anak,dan menjadikannya lebih bermanfaat dari orangtuanya,".


"Aku suka mendengarnya,"


"Kak, sebaiknya kita sarapan dirumah kak Kenan saja, sekalian kita menjenguk dia mumpung hari ini weekend,"


"Baiklah kita kesana sekarang,".


Keduanya pun memutuskan untuk menjenguk kenan,. Kirana menyiapkan bubur dan juga beberapa makanan untuk sarapan dia dan suaminya, setelah itu mereka pergi menuju rumah kakek buyut yang tak jauh dari rumah Kevan,jarak yang cukup dekat hanya beberapa puluh meter saja.

__ADS_1


***


__ADS_2