Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Salah Sebut


__ADS_3

2 Minggu berlalu kini tiba waktunya untuk Aldi dan keasa menikah. Semua keluarga ,penghulu dan para saksi sudah berkumpul,Aldi telah duduk manis disamping Keasa, penampilan keasa sangat sederhana kebaya berwarna putih dengan hijab yang senada,acara hari ini hanya mengundang keluarga besar dan beberapa rekan bisnis maupun sejawat keduanya.


Ijab kabul mengalami kendala karena sudah dua kali Aldi salah menyebutkan nama,lagi-lagi nama yang dia sebut adalah mendiang istrinya yaitu Keana. Ingin rasanya keasa pergi meninggalkan meja akad namun dia tidak sampai hati melakukannya,dan untuk yang ketiga kalinya barulah nama keasa yang terucap, setelah para saksi mengatakan sah dan Penghulu berdoa untuk keduanya,acara memberi selamat pada kedua mempelai pun dilakukan.


Wajah Aldi sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan,yang ada hanya wajah dingin yang memancing spekulasi bahwa Aldi terpaksa melakukannya, meskipun kenyataannya demikian. Keasa masih bisa tersenyum meskipun hatinya menjerit,sikap Aldi seolah menggambarkan kehidupan rumahtangga yang akan dia jalani.


"Aldi,papih titip keasa sama kamu papih yakin kamu laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa membahagiakan dia,keasa adalah anak yang sangat periang sekali saja papih melihatnya bersedih maka papih pun akan ikut sedih" ucap Kenan menitipkan putri sulungnya pada Kevan.


"Dan kamu kak,mamih harap kamu jadi istri dan ibu yang baik untuk Aldi dan Maika,buang sikap kekanak-kanakan kamu, sekarang kamu sudah jadi seorang istri dan ibu," timpal Larissa menasehati putrinya


"In syaa Allah pih,Aldi akan ingat pesan papih,doakan kami bisa menjalani rumah tangga ini dengan baik" sahut Aldi


"Pasti nak,papih dan mamih akan selalu mendoakan kalian" sahut keduanya


"Mamih akan selalu jadi mamih aku kan,karena bagaimanapun aku masih putri kecil mamih dan papih" ucap keasa dengan mata berkaca-kaca


"Iya dong,sudah ah jangan cengeng seperti itu malu sama tamu dan juga suami kamu" ucap Larisa.


...


Pukul 12 siang acara selesai di gelar,semua keluarga beristirahat termasuk keasa dan Aldi. Keduanya sudah berada di kamar keasa,kamar luas dengan cat berwarna biru langit terdapat banyak buku dan juga foto-foto milik keasa dari kecil hingga dewasa,disana pun terdapat foto Keana,hal itu sontak saja membuat Aldi teringat akan mendiang istrinya, seperti tertangkap sedang berselingkuh foto Keana mengarah ke wajah Aldi.

__ADS_1


Keasa menyadari hal itu,sampai Aldi berjalan kearah pigura foto Keana dan Keasa,mereka memang seperti kembar tapi tidak identik,lama Aldi memandang foto Keana sampai keasa sudah kembali dari kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Mas,sampai kapan kamu akan memandang foto itu,apa kamu tidak gerah dan membersihkan diri?" tanya Keasa menegur Aldi yang masih fokus pada wajah dalam foto,entah siapa yang dia lihat Keana atau keasa,namun rasanya Keasa tidak mungkin jadi fokus Aldi.


"hhmhh,iya aku akan mandi," sahut Aldi singkat


Aldi pun mengambil handuk dan baju di kopernya,dia akan langsung berganti pakaian di kamar mandi. Setelah Aldi masuk kedalam kamar mandi,kini giliran keasa yang memegang pigura foto keduanya.


"Kak,apakah aku bisa menjalani wasiat kakak sampai akhir,mas Aldi terlalu mencintai kakak aku tidak yakin dia bisa melakukan hal yang sama terhadap ku,aku hanya sebatas pengganti untuk mas Aldi" ucap keasa yang membuatnya menitikkan air mata.


Saat keasa tengah sibuk dengan lamunannya,Aldi pun terlah keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat lebih segar. Aldi duduk dipinggir tempat tidur sambil sesekali mengecek hape miliknya,keasa membuka suara untuk memastikan sesuatu.


Aldi melihat kearah keasa yang sedang menundukkan kepalanya,karena menunggu jawaban dari Aldi.


"Kita tidak akan melakukan hal itu,kita bisa berbagi tempat tidur seperti suami istri pada umumnya,hanya saja aku tidak akan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan seorang pengantin baru atau sepasang suami istri,kita bersikap seperti biasa saja,dan menjalani aktivitas seperti sebelumnya" ucap Aldi


Keasa tersenyum miris mendengar perkataan Aldi,dia tidak menyangka hal seperti ini akan dia alami,masih jelas tergambar kalau keasa ingin bersanding dengan laki-laki yang mencintainya, yang akan memberikan kehangatan setiap waktu dan juga perlindungan. Keinginannya kini hanyalah angan semata, takdir menuntun keasa pada situasi saat ini.


**


Setelah makan malam semua keluarga berkumpul kembali,Kevan akan menyampaikan sesuatu pada keluarga besarnya.

__ADS_1


"Mas,kita sudah berkumpul,apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Kenan pada kakaknya


"Hmmh baiklah,aku hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihku pada kalian semua karena telah berusaha memenuhi wasiat putriku. Untuk Aldi dan keasa ayah harap kalian serius dalam menjalani rumah tangga kalian,jangan sampai kalian terpaksa melakukannya,kalian bisa belajar saling menerima,Keana pasti bahagia melihat kalian merawat putrinya ..."


"Dan .. setelah melewati banyak pertimbangan keluarga besar Fadila harus berkumpul dalam satu tempat,hal ini yang di inginkan papah dan mamah saat mereka masih ada,jadi mulai besok saya dan keluarga saya akan pindah kerumah ini,rumah yang di tinggalkan oleh kakek buyut kita, semoga keputusan ini menjadi kabar baik untuk keluarga kita" ucap Kevan menutup pembicaraan


"Alhamdulillah,mas serius akan pindah kesini?" tanya Kenan yang masih belum percaya karena saat masih ada Keana dulu Kenan sangat rajin membujuk Kevan untuk kembali kerumah besar yang ditinggalkan kakek damar.


"Benar Ken,mas tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan dan ingin suasana yang ramai,biarlah rumah itu menjadi kenangan untuk ku dan kelak jika Keanu sudah menikah aku ingin anak itu yang mengisi rumah milikku"


"Alhamdulillah, keputusan yang baik mas,aku sangat senang mendengarnya, akhirnya kamu mau tinggal bersamaku disini" ucap Kenan yang langsung memeluk Kevan begitu pun Kirana dan Larisa.


Keanu dan Keysa sudah beranjak dewasa keduanya saat ini sedang berkuliah tingkat akhir. Keysa memilih menjadi seorang dokter dan Keanu lebih memilih menjadi seorang pengusaha,ya keduanya tidak salah dalam mengambil pilihan kerena kedua pekerjaan itu seperti mendarah daging di keluarga Fadila.


Setelah acara kumpul keluarga selesai mereka kembali ke kamar masing-masing,karena rasa kelas masih mereka rasakan. Maika bayi mungil itu kini tidur dengan Kevan dan Kirana sedangkan Aldi dan keasa kembali ke kamarnya setelah sebelumnya tidak di izinkan membawa Maika,dengan alasan malam pengantin padahal tidak ada yang akan mereka lakukan.


"Kee,apa kamu mau kalau saya mengajak kamu pindah?" tanya Aldi saat keduanya sedang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


***


Dukung yah biar aku semangat nulisnya ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2