Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Haruskah aku mengejarnya?


__ADS_3

Happy readingโคโคโคโค


Roni berlari mengejar Sefi yang hampir saja naik ke atas tangga,Roni menarik tangannya kemudian membawanya keluar dari rumah Reno.'Pemaksaan' entahlah yang dia tahu saat ini adalah membawanya berdua kemana pun asalkan tetap bersama wanita yang dia cintai itu.


"Kak,apa yang kau lakukan! lepaskan tanganku"seru Sefi kesal pasalnya belum hilang rasa terkejutnya karena secara tiba-tiba Roni menarik tangannya di tambah lagi ia harus lebih cepat untuk mengimbangi langkah cepat Roni.


Roni semakin mempercepat langkahnya tanpa peduli rasa terkejut Sefi.


"Reno,aku bawa adikmu keluar hanya sebentar saja"seru Roni di saat mereka berpapasan dengan kakaknya Sefi itu.Tanpa mendengar jawaban sang kakak,Roni tidak peduli apa yang akan di pikirkan Reno saat ini.


"Mereka kenapa? Seperti sepasang kekasih saja yang sedang bertengkar"ucap Reno pada dirinya sendiri sembari menggelengkan kepalanya.Reno bukan tidak peduli pada adiknya itu namun ia hanya tidak mau ikut campur pada urusan mereka berdua yang dia tahu Sefi dan Roni memang sering bercanda dan berujung adiknya itu yang akan merajuk akibat sering di jahili oleh Roni.


"Masuk"ucap Roni sembari membuka pintu mobilnya.Sefi langsung masuk begitu melihat wajah dingin Roni.


"Kak,kau mau membawaku kemana?"tanya Sefi seraya menatap Roni yang sedang melajukan mobilnya.


"Kesuatu tempat yang bisa membuatmu hamil anakku"batin Roni tanpa menjawab perkataan Sefi.


"Kak,apa kau tuli hah! aku tanya,kemana kakak akan membawa ku?"tanya Sefi lagi namun lagi-lagi tidak di jawab oleh Roni.


"Menyebalkan! aku bisa saja melompat dari mobilmu ini kak"ucap Sefi asal.


"Jangan coba-coba! aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku"ucap Roni dengan wajah datarnya.


Sefi terdiam,namun bukan karena perkataan Roni padanya.Pandangan Sefi lurus kedepan dimana mobil Roni sudah memasuki area parkir di Apartmen milik Roni.


"Kenapa dia membawaku kemari?"batin Sefi saat Roni sudah menghentikan mobilnya dan ia pun turun dari mobil kemudian berjalan membuka pintu mobil agar wanita yang ia cintai itu juga ikut keluar.


"Ayo"ucap nya tanpa melihat ekpresi Sefi yang sudah berubah.Sefi keluar dan Roni pun menutup kembali pintu mobil itu dan Roni membawanya berjalan menuju lantai atas di mana Apartmen Roni berada.

__ADS_1


"Kak,kenapa kau membawa ku kemari dan tolong langkahmu pelan sedikit,kaki capek"ucap Sefi sembari menarik tangan Roni agar berjalan dengan santai.


"Aku akan menggendongmu"ucap Roni sontak membuat Sefi terkejut.


"Kak,turunkan aku!"seru Sefi namun Roni tidak peduli walaupun banyak orang yang masih lalu lalang melihat mereka di sepanjang menuju Apartmen itu.Sefi menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu karena ia merasa cukup malu.


"Kalian sedang apa?" di saat Roni ingin membuka pintu Apartmennya suara seorang wanita di belakang mereka sontak membuat Roni menghentikan langkahnya namun tidak berniat sedikitpun untuk menurunkan Sefi dari gendongannya.


"Aku menunggumu sejak tadi,ada yang harus aku sampaikan padamu"ucap wanita itu seraya mendekati mereka berdua.Tanpa menoleh Roni sudah tahu siapa yang datang.


"Katakan,aku tidak punya waktu banyak"ucap Roni dingin,Sefi yang melihat wajah Roni seperti itu berusaha untuk turun namun Roni semakin mengeratkan pegangannya.Hu..babang Roni sudah gak sabar tuh..๐Ÿ˜†


"Aku ingin kita berbicara berdua saja,tidak ada yang lain"ucap Lidya sembari memutar bola matanya dengan malas,ia juga sudah lelah menunggu Roni di luar Apartment itu.Kalau saja bukan karena paksaan papanya mungkin juga di enggan untuk menunggu Roni sampai jamuran.Huhuhu...๐Ÿ˜ฃ.


"Sefi,kaukah itu?"tanya Lidya saat Roni menurunkan Sefi dan menoleh pada Lidya.


"Jadi kalian pacaran? Sepasang kekasih? Bukankah kalian saudara sepupu?"tanya Lidya terkejut pasalnya ia tadi tidak melihat dengan jelas wajah wanita yang di gendong Roni tadi.


"Aku sudah bilang,mau bicara berdua denganmu!"ucap Lidya membuat Roni mengerutkan keningnya. Jangan banyakkan berpikir yang berat bang,nanti cepat tuek๐Ÿ˜ก.


"Dengar ! Tunggu di dalam,aku akan bicara dengannya"ucap Roni sembari menelkan tombol agar pintu Apartmennya terbuka.Tanpa melihat Sefi masuk atau tidak,Roni pun berjalan meninggalkannya dan di ikuti oleh Lidya dari belakang. Ceroboh bang..Sefinya kabur tuh.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€.


"Katakan,apa yang di sampaikan si tua bangka itu"ucap Roni kesal pasalnya ia harus menuruti kemauan orang tua itu.


"Pernikahan kita akan di adakan lusa,ini semua anggaran biayanya.Papa bilang jangan sampai kamu mengingkarinya"ucap Lidya sembari menyerahkan note ke tangan Roni.


"Apa kamu tidak bisa mengulur waktu,Lusa itu terlalu cepat"ucap Roni semakin prustasi.


"Aku akan coba semampuku,kau tau sendiri, bukan? papa selalu mengawasiku,aku tidak bisa bergerak sedikitpun.Hanya keajaiban yang bisa menggagalkan pernikahan kita !"ucap Lidya pelan.

__ADS_1


"Sebaiknya sekarang antarkan aku pulang,aku tidak mau papa marah lagi karena aku pulang larut"ucap lidya lagi.


"Pulanglah sendiri,aku tidak bisa mengantarmu"ucap Roni kemudian menghela napas panjang pertanda ia masih bingung.


"Aku tidak bawa mobil"ujar Lidya.


"Naik taxi saja,kalau tidak hubungi papamu dan suruh dia menjemputmu"ucap Roni sembari meninggalkan Lidya.


"Roni,aku sedang hamil ! Bagaimana mungkin kau menyuruhku naik taxi larut malam begini"ucap Lidya seraya menyusul Roni.


Roni tidak peduli Lidya mengikutinya dari belakang,yang ada pikirannya saat ini agar cepat bertemu kembali dengan Sefi pujaan hatinya.


"Lebih baik aku pulang saja"ucap Sefi seraya melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul dua puluh satu.Sefi pulang dengan mengendarai mobil taxi yang ia hentikan tepat di depan gedung Apartmen itu.Sefi pulang menuju rumah kakaknya Reno.


"Hah,nyaman sekali ! aku ngantuk"ucap Sefi di saat ia sudah sampai dan langsung masuk kekamarnya dan merebahkan tubuhnya,kemudian dalam sekejap dia sudah terlelap.


Sementara itu di Apartmen Roni,ia sudah mencari Sefi di seluruh penjuru ruangan itu namun ia tidak menemukannya.Dengan raut wajah kesal ia menekan tombol ponselnya dan menghubungi nomor ponsel Sefi namun tidak kunjung di angkat.


"Sudah ku bilang,dia pasti sudah pulang.Ayolah Roni antarkan saja aku pulang!"ucap Lidya yang sengaja ikut masuk ke dalam Apartmen Roni.Roni menatap Lidya dengan kesal"Semua ini karena ulahmu dan papa mu si tu bangka itu"gumam Roni pelan.Pengumpat ya bang,kesalnya sampai di ubun-ubun kali yah..๐Ÿ˜.


"Hallo,apa Sefi sudah pulang"tanya Roni yang terpaksa menelpon Reno.


"Sudah pada ngorok tuh anak,kenapa dia pulang sendiri tadi"ucap Reno membuat hati Roni kembali tenang.


"Kalau ada waktu,pasti aku akan menjelaskan"ucap Roni kemudian mengakhiri panggilannya.


"Ayo,aku akan mengantarmu pulang"ucap Roni pada Lidya dan mereka pun pergi bersama.


Terima kasih sudah setia sama karya author receh ini.

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti alur ceritanya.


Cerita ini ada sedikit bocorannya yah di cerita TIA RANIA DAN BRIAN tapi lengkapnya hanya di SINI kok..๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2