Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 47


__ADS_3

Happy reading !!


Vani menatap Sefi dengan tajam dari tempatnya duduk,sementara Sefi sedang sibuk bekerja dengan berkasnya yang sudah menumpuk tanpa peduli apapun yang terjadi.Hari ini Sefi di bimbing Vani di ruangannya untuk mempelajari apa saja yang akan di kerjakannya.


"Bagaimana caranya agar aku bisa menyingkirkannya! Vani,ayolah berpikir"batinnya seraya memcari ide untuk menyingkirkan Sefi.


"Vani"Dini datang menghampirinya seraya membawa sebuah berkas di tangannya.Namun,Vani hanya menoleh dan tidak menjawab panggilan Dini.


"Kamu gantikan pak direktur untuk menemani rekan kerjanya makan siang sekalian membahas poin penting dalam berkas ini"ujar Dini kemudian memberikan berkas itu ke hadapan Vani.


"Siapa rekan bisnisnya itu dan dari perusahaan apa?"tanya Vani dengan malas karena menurutnya kehadiran Dini sangat mengganggunya.


"Pak Aliando,dari perusahaan All Group yang bergerak di bidang perindustrian."ujar Dini.


"Oh"Vani langsung ingat saat pertemuannya dehgan Aliando beberapa waktu yang lalu.


"Ini kesempatanku untuk menyingkirkanmu Sefi,sayang!"batin Vani seraya menatap Sefi dengan senyum yang tidak bersahabat.


"Baiklah,aku akan pergi"Vani mengambil berkas itu kemudian memeriksanya,setelah itu Dini pergi ke ruangannya.


"Sefi"panggil Vani dengan suara yang di buat selemah mungkin.


"Ada apa Bu Vani!"Sefi menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arah Vani.


"Kamu tahu aku sedang kurang sehat,apakah aku bisa minta bantuan mu!"ujar Vani kemudian menghampiri meja Sefi.


"Tentu saja Bu! Bantuan apa?"tanya Sefi tanpa curiga sedikitpun.


"Gantikan aku untuk menemui pak Aliando untuk menemaninya makan siang sekalian membahas tentang pekerjaan!"ujar Vani.


"Bukankah tadi ibu Dini menyuruh Bu Vani untuk menemuinya?"tanya Sefi yang memang ia sendiri mendengarnya tadi.


"Kamu benar,tapi kepalaku masih pusing.Bagaimana jika nanti aku sampai pingsan!"Vani mencari alasan agar Sefi tidak curiga padanya.


"Ku mohon,kali ini saja"ujar Vani menyakinkan Sefi.


"Bagaimana ini? Tadi kak Roni mengajakku untuk makan siang bersama" batin Sefi.


"Jika saja kepalaku tidak pusing,aku pasti akan pergi menemuinya"ujar Vani lagi sembari memijat kepalanya.

__ADS_1


"Akhirnya berguna juga alasan sakit kepala ini" batin Vani ingin tertawa namun di tahannya.


"Tapi,aku belum mempelajari berkas itu.Bagaimana nanti untuk menjelaskannya"Sefi benar dia bahkan belum melihat isi berkas itu.


"Jangan khawatir,poinnya tidak terlalu sulit untuk di ingat.Begitu kamu membacanya sekali,kamu pasti langsung ingat"ujar Vani.


"Kalau begitu,jujur saja sama bu Dini kalau Bu Vani tidak bisa menemui bapak itu"ujar Sefi mencari jalan keluarnya.


"Jangan!"Vani langsung panik dan berpikir dengan cepat."Bu Dini sedang sibuk dengan tugasnya,jadi jangan mengganggunya lagi.Kalau dia tidak sibuk,mana mungkin dia menyuruhku"ujar Vani.


"Baiklah,aku akan pergi! Dimana aku akan menemuinya?"ujar Sefi.Vani memberikan berkas itu ke tangan Sefi.


"Pertemuannya tidak terlalu jauh dari kantor ini,hanya sepuluh menit saja.Kamu tahukan resto yang di depan mall yang terkenal itu.Nah,disitulah tempat pertemuannya!"ujar Vani.


"Pergilah sekarang supaya kamu tidak terlambat,karena sebentar lagi waktunya makan siang"ujar Vani dengan senang,karena Sefi tidak curiga padanya.


"Aku pergi"pamit Sefi.


"Iya Sefi,hati-hati di jalan.Dan terima kasih sudah mau menggantikanku"ujar Vani.


Sefi membawa tasnya beserta berkas yang di berikan Vani padanya untuk pergi menemui Aliando rekan bisnisnya Roni.Sefi memilih untuk naik taxi saja,Sefi pun membaca isi bagian dari berkas itu,agar ia bisa menjelaskannya nanti pada Aliando.


"Sial,batrai ponselku sudah lowbat"ujar Sefi seraya melihat layar ponselnya.


Bardering namun tidak di angkat,akhirnya Sefi mengirim pasan pada Roni sebelum batrai ponselnya habis.


"Kak,aku tidak ikut makan siang bersama kalian,tidak apa kan?Aku sedang di luar untuk menemui rekan bisnismu" (Sefi).


"Ponselku benar-benar mati total"entah sudah di baca atau tidak, yang pasti ponsel Sefi langsung mati saat Sefi sudah mengirim pesan tersebut.


"Non,sudah sampai di tempat tujuan"ujar pak supir memberitahu karena Sefi kembali sibuk membaca berkasnya.


"Terima kasih Pak!"Sefi memberikan uangnya sesuai tarif taxi yang tertera.


"Semoga aku bisa! Sefi,semangat!"ujar Sefi pada diri sendiri kemudian berjalan memasuki resto tersebut.


"Selamat siang! Apa Nona dari Abdullah Group ?"tanya seorang pria berbadan tegap dan lengkap dengan pakaian hitamnya namun terlihat sangat rapi.


"Benar"ujar Sefi dan langsung menoleh ke sumber suara yang menyapanya.

__ADS_1


"Anda sudah di tunggu oleh tuan kami.Silahkan ikuti saya"ujar pria itu.


Sefi mengikuti pria itu masuk ke tempat yang sudah di siapkan khusus untuk pertemuan ini.Ruangan yang transparan namun sangat nyaman.


"Wow,Roni Abdullah memang sangat pintar menyenangkan rekan bisnisnya.Aku hanya minta sekretarisnya untuk menemaniku,namun ia malah mengirim seorang wanita yang lebih cantik dari pada Vani sekretarisnya." batin Aliando sembari menatap kedatangan Sefi dengan tatapan yang penuh semangat.


"Selamat siang! Apa anda tuan Aliando dari perusahaan All Group?"tanya Sefi setelah ia sudah di persilahkan masuk oleh pria berpakaian hitam itu.


"Benar sekali,aku Aliando dan anda?"tanya Aliando seraya mengulurkan tangannya.


"Aku Sefia,Aku asisten pribadi pak Roni."Sefi memperkenalkan dirinya seraya menyambut uluran tangan Aliando.


"Tangannya lembut sekali,seperti pandangan matanya yang teduh.Aku jatuh cinta pada pandangan pertama" batin Aliando.


"Maaf tuan"Sefi menarik tangannya dan membuat Aliando tersentak dan lansung tersenyum menyadari kebodohannya.


"Silahkan duduk Nona Sefia"ujar Aliando mempersilahkan Sefi untuk duduk.


"Terima kasih"Sefi duduk kemudian mengambil berkas itu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Aliando.


"Di dalam berkas ini,sudah ada syarat dan poin penting dalam kerja sama yang di ajukan Tuan Aliando pada Abdulla Group.Silahkan di baca Tuan"ujar Sefi.


"Panggil aku Al"ujar Aliando seraya menerima berkas itu.


"Apa? Tidak bisa,saya menghormati anda karena anda rekan bisnis dari tempat saya bekerja"ujar Sefi.


"Kita sedang di luar kantor"Aliando menatap Sefi dengan intens.


"Tapi ini masih jam kerja saya"ujar Sefi dengan tegas.


"Ah,sudahlah"


"Terangkan poinnya biar saya dengarkan"ujar Aliando kemudian memberikan berkas itu kembali pada Sefi.Sefi menerimanya dan mulai menjelaskan poin-poin penting yang sudah di bacanya.


Tatapan Aliando padanya membuat Sefi menautkan alisnya namun,Sefi tetap menjelaskan isi dari berkas tersebut.


"Cantik sekali ! Bibirnya sangat indah,matanya sangat teduh.Apa dia sudah menikah?" batin Aliando saat melihat Sefi kemudian pada jari manisnya yang sudah melingkar sebuah cincin yang indah.


"Tapi sepertinya aku pernah melihatnya.Ingatan yang payah,kenapa aku bisa lupa?" sibuk berbicara pada diri sendiri membuatnya tidak lagi mendengar apa yang sudah dijelaskan Sefi padanya.

__ADS_1


__ADS_2