Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 82


__ADS_3

Semua tampak terkejut,Jodi semakin marah saat mendengar pengakuan Roni.


"Brengsek kau, beraninya kau menipuku?"Jodi langsung mendaratkan sebuah bogeman mentah pada wajah Roni.


Cih


"Kau sebenarnya sudah kalah sebelum bertarung dengan ku"ejek Roni sambil meludah darah dari mulutnya.


"Mas,jangan sakiti dia"pekik mama Lina saat melihat suaminya kembali memukul Roni.


"Kau masih membela pria ini? Dia sama saja seperti ibunya"Jodi semakin marah saat istrinya sendiri membela musuh nya.


"Roni,kau sungguh keterlaluan. Apa benar kau sudah menghamili adik ku?"Reno ikut geram saat mendengar semua itu.


"Biarkan saja,jika menghamili adik mu akan membuat mereka bersatu.Menurut nenek bukan hal yang salah"ujar nenek Salma.


"Tapi Nek,dia sudah melewati batasan nya"sanggah Reno.


"Bagaimana dengan mu,kau juga melakukan hal yang sama,bukan?"ucap nenek Salma.


"Diam kalian semua"teriak Jodi dengan marah.


"Tidak,ini tidak mungkin.Pria ini pasti ingin menipuku,dia pikir aku akan percaya begitu saja.Tapi bagaimana jika itu benar-benar terjadi,mampus aku,Aliando akan membunuh ku" batin Jodi.


"Hahaha... Apa kau sekarang merasa menjadi ayah yang gagal? Huh,aku rasa tidak,karena kau memang sudah gagal sejak dulu"ujar Roni.


"Kau masih bisa tertawa rupanya"ucap Jodi.


Buhg


Bugh


Jodi kembali melayangkan pukulan di wajah Roni."Aku adalah calon menantu kesayangan mu,mengapa kau sangat marah pada ku"Roni semakin membuat Jodi marah.


"Kalian,jaga dia dengan baik,jangan sampai dia melarikan diri"seru Jodi pada anak buahnya.


Jodi ingin pergi dari tempat itu untuk memastikan apa yang di katakan Roni tidaklah benar,jangan sampai Aliando mengetahui tentang hal itu terlebih dahulu.


Namun,baru saja keluar dari rumah itu,Jodi tampak terkejut dengan sosok yang berdiri di hadapan nya,menatapnya dengan kebencian.


"Bri--Brian"ucap nya dengan gugup."Mengapa kau berada disini"ujarnya lagi.Brian diam tidak menjawab,namun tatapan nya tajam seperti ingin membunuh Jodi.

__ADS_1


" Angkat tangan mu dan jangan bergerak.Kami sudah mengepung tempat ini"dua orang polisi menodongkan senjata pada Jodi.Dan dengan gemetar Jodi mengangkat tangannya.


"Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian menangkap ku? Apa salah ku"Jodi menolak saat tangannya akan di borgol.


"Kau masih bertanya apa salah mu? Dasar gila"umpat Deka."Kalian periksa seluruh rumah ini"perintah Deka pada rekan nya polisi.


"Mengapa kau lama sekali?"tanya Roni saat Brian membuka tangannya.


"Butuh waktu Kak ,untuk menemukan tempat ini"sahut Brian dengan pelan,hatinya sakit saat melihat Roni tidak berdaya lagi.


"Terima kasih sudah datang"Roni langsung berdiri dan berjalan dengan tertatih keluar dari tempat itu.


Begitu juga beberapa polisi juga tampak membuka tali pengikat di tangan Reno dan Lidya."Maafkan tante Brian,Tante tidak bisa mencegah semua ini"ujar mama Lina saat Brian kini mendekatinya dan membuka tangannya.


"Tante jangan berkata seperti itu,dan dimana Sefi.Mengapa dia tidak ada bersama kalian?"Brian langsung sadar,jika Sefi tidak ada diantara mereka.


"Jodi mengurungnya di tempat yang terpisah dari kami"sahut mama Lina.


"Sial,pria tua itu memang licik"umpat Brian.


"Kak,tunggu aku!"Brian langsung berteriak dan mengejar Roni keluar dari rumah itu. Dan di dalam mobil Roni tampak menarik kerah baju Jodi dengan kemarahan dan tenaga yang tersisa.


"Katakan dimana kau mengurung Sefia ku?"seru Roni.


"Apa kau bilang? Kau tidak ingin mengatakannya?"Brian langsung ambil alih dan langsung saja menghajar Jodi.


Bugh


Bugh


"Katakan dimana kau sembunyikan adik ku Sefia ?"bentak Brian.


Cih


"Kemampuan mu hanya sampai disitu saja?"decih Jodi dengan sinis.


Dengan sekali tarik,Jodi langsung tersungkur dari mobil dan Brian kembali menghajarnya hingga babak belur.


"Masih tidak ingin mengatakannya?"tanya Brian sambil menginjak kaki Jodi dengan sepatunya.


"Keponakan brengsek,apa kau ingin menjadi anak durhaka?"Jodi masih tidak ingin memberitahu.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki paman sepertimu,meskipun kau kakak dari ibuku.Dan tidak ada alasan untuk menghormati mu"ujar Brian.


"Katakan dimana Sefia?"teriak mama Lina yang berlari menghampiri Jodi.


"Katakan dimana putriku? Kau tidak boleh menyakitinya"mama Lina langsung memukuli tubuh Jodi sambil menangis.


"Tante,sudah,biar kami yang mencari Sefi.Tante tenang dan jangan menangis"ujar Brian sambil menahan tangan mama Lina.


"Kalian masuklah ke dalam mobil,kita langsung ke Rumah Sakit"ucap Brian sambil memapah mama Lina masuk ke dalam mobilnya.


"Kak,obati luka mu terlebih dahulu,setelah itu kita akan mencari Sefia"Brian kembali menghampiri Roni yang duduk di tanah menatap kekosongan.


"Tidak Brian,kita langsung mencari Sefia saja. Aku sangat khawatir padanya"Roni berdiri di bantu Brian.


"Tapi luka mu parah sekali,Kak!"ujar Brian.


"Tidak apa-apa. Aku masih bisa menahannya"ucap Roni.


"Jangan membantah ku. Ayo masuklah"Brian membuka pintu mobil dan membatu Roni masuk kedalam.


"Deka,paksa dia untuk bicara"ucap Brian setelah Deka menarik tangan Jodi dan menyuruhnya masuk kedalam mobil polisi.


"Tenang saja,secepatnya aku akan membuatnya bicara"ucap Deka.


"Aku akan menyusul setelah mengantar mereka ke Rumah Sakit"


Di dalam mobil polisi,tampak Jodi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat di hantam oleh Brian dan kini di tambah lagi oleh polisi yang menurutnya tidak waras itu.


Nenek Salma duduk dengan mata terpejam,merasa lega karena sudah bebas dari kejadian itu,namun hatinya masih merindukan rumah itu,nenek Salma tidak menyangka mengapa rumah lama mereka tampak sangat terawat.Nenek Salma rindu untuk tinggal kembali di rumah yang penuh dengan kenangan itu.


"Ma,apa mama baik-baik saja"mama Lina menyentuh pundak nenek Salma. Takut jika diam,berarti nenek Salma sedang menahan sesuatu yang sakit pada tubuhnya.


"Mama baik-baik saja"ucap nya dengan pelan.


"Bagaimana dengan mu Reno,aku melihat kakimu terluka"tanya Brian sambil melihat Reno dari kaca spion.


"Aku baik-baik saja,Brian"sahut Reno dari kursi paling belakang.


"Anak kalian sudah di tempat aman sekarang. Mereka berdua bersama Tia istriku"ujar Brian memberitahu.


"Benarkah Brian,aku sempat khawatir dengan mereka,aku hampir gila memikirkan mereka berdua"Lidya yang sejak tadi diam saja kini berbicara saat Brian menyinggung anak nya.Diamnya Lidya hanya karena memikirkan kedua putrinya yang masih kecil,dan harapannya saat itu,polisi segera menemukan mereka.

__ADS_1


"Kalian tenang saja,mereka aman sekarang"Lidya tampak bernapas dengan lega.


Bersambung.


__ADS_2